“Sampai kapan batas waktu penyelidikan ini bos?”
“Aku tunggu besok berkas data tersebut harus kau kirim kembali ke email. Ingat juga jangan sampai ada yang terbocor kalau sampai itu terjadi kepalamu yang akan aku lubangi!”
“Baik bos akan segera saya lakukan. Apa ada informasi lain yang ingin di sampaikan kembali?”
“Katakan juga pada teman-temanmu untuk memperketat keamanan mansion milik tuan Raymond. Awasi gerak-gerik orang luar jangan sampai aku mendengar kau dan teman-temanmu lalai dalam tugasmu. Jika hal itu terjadi maka kau yang harus menanggungnya!”
Tut panggilan itu pun terputus secara sepihak setelah Sean memberi perintah pada anak buahnya untuk memperketat mansion milik Raymond guna berjaga-jaga jika terjadi sesuatu hal yang tak di inginkan.
Dan Sean pun berpamitan pada Raymond untuk melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda serta tak lupa ia menunggu kedatangan sang nyonya untuk mengantarkan nyonyanya ke dalam ruangan tuannya tersebut.
“Baiklah tuan kalau begitu saya pamit undur diri karena saya harus menyelesaikan pekerjaan yang sempat tertunda,” pamit Sean sambil membungkukkan badannya.
*******
Sementara itu di sebuah mansion milik Raymond beberapa jam sebelum tiba siang hari dengan Siska seorang diri itu tengah menyiapkan bahan-bahan makanan yang akan ia jadikan menu kesukaan suaminya tercinta setelah suaminya tersebut meminta padanya untuk di buatkan makan siang yang di antar langsung oleh dirinya sendiri.
Sambil bersenandung ria Siska pun mulai mengolah bahan-bahan makanan tersebut dengan suka cita karena ia pun sangat antusias saat suaminya tercinta mengatakan ingin memakan kesukaannya yang di masak oleh istrinya tersebut.
Tak lama kemudian ia pun di kejutkan dengan kedatangan Angel dari arah lain yang memberinya kabar tentang beberapa orang yang berada di luar mansion milik suaminya itu.
“Apa kau yang menyewa pengawal itu?” tanya Angel.
Ia pun menggeleng kepalanya pertanda bahwa ia sendiri pun tak menahu tentang pengawal yang tiba-tiba datang yang secara tak langsung pengawal tersebut memanglah suruhan dari asisten pribadi suaminya tercinta.
“Aku tak tahu apa pun ... Mungkin mereka pengawal suruhan dari suamiku. Kau juga tak perlu khawatir kalau pun mereka sedikit mencurigakan kau dengan temanmu itu kan bisa mengganggunya.”
Sahut Siska tanpa menolehkan pandangannya ke arah Angel yang sedang menatapnya dengan sorotan tatapan yang tajam.
Tanpa berbasa-basi Angel pun memeriksa sendiri beberapa para pengawal yang di tugaskan untuk menjaga Siska dengan kekuatan yang di miliki olehnya dan ia pun percaya bahwa para pengawal tersebut memanglah berasal dari anak buah yang di tugaskan oleh Sean sahabat sekaligus asisten pribadi Raymond suami dari Siska itu sendiri.
“Rupanya mereka bukanlah seperti orang jahat. Hanya saja yang aku takutkan nanti salah satu di antara mereka itu pastinya akan membelok dari tugas yang di perintahkan langsung dari tuannya. Dan semoga dugaanku tak pernah meleset kalau sampai terjadi pada Siska dengan bayi kembarnya aku akan meminta temanku untuk mengganggumu,” gumam Angel dengan lirih setelah melihat beberapa para pengawal tersebut dengan kekuatannya ia pun memutuskan untuk menemani Siska yang tengah memasak menu makanan kesukaan sang suami tersebut.
Kembali pada Siska yang tengah berkutat dengan dapur itu pun hanya bisa tersenyum siul saat menu masakan yang telah matang dengan sempurna. Dan ia pun memutuskan untuk membersihkan diri sebelum menemui sang suami tercinta yang tengah menunggu kedatangannya di kantor.
“Apa kau sesenang ini memasak makanan untuk suamimu?” tanya Angel yang tengah menemani Siska beranjak dari dapur menuju kamar pribadinya.
“Ya,” jawabnya singkat padat jelas.
“Bolehkah aku menemanimu pergi ke kantor suamimu?” tawar Angel.
Saat akan membuka sebuah pintu kamar pribadinya ia pun menjawab tawaran dari Angel. “Apa kau yakin untuk menemaniku pergi ke kantor suamiku? Yang aku takutkan nanti salah satu dari mereka pasti akan syok melihat wujud aslimu.”
“Apakah di kantor suamimu itu ada seseorang yang bisa sepertimu?” tanya Angel.
“Tidak juga sih ... Tapi justru mereka semua tak pernah sedikit pun percaya dengan keberadaanmu dan teman-temanmu yang merupakan hanya arwah penasaran yang masih bergentayangan berkeliaran untuk meminta bantuan dalam menyampaikan sebuah pesan yang belum sempat tersampaikan,” jawab Siska serta tak lupa dengan gerakan cepat ia langsung masuk ke dalam kamar mandi setelah membuka pintu kamar pribadinya.
Setelah menjawabnya dengan lugas Angel pun memutuskan menunggu Siska yang tengah membersihkan diri guna bisa secara langsung menemaninya pergi ke kantor milik suami dari Siska.
Selesai membersihkan diri kemudian Siska pun mulai melangkahkan kakinya meninggalkan mansion dengan di temani oleh Angel yang tak dapat di liat mau pun di rasakan oleh siapa pun terkecuali hanya dia yang bisa melihatnya.
Beberapa menit kemudian sampailah ia tiba di kantor milik suaminya tercinta yang langsung di sambut oleh beberapa karyawan yang sangat mengenalnya karena kebaikan dan ketulusan hatinya mampu membuat beberapa karyawan merasa segan terhadapnya.
Dan sebelum pergi ke ruangan pribadi suaminya Siska pun menyapa beberapa karyawan yang sedang bekerja itu dengan senyuman khas miliknya dan tak lupa ia pun mengajaknya mengobrol sedikit karena biar pun hanya seorang istri akan tetapi ia tak pernah menggunakan jabatan suaminya untuk semena-mena terhadap karyawan kantor milik suaminya.
Hal tersebutlah yang membuat makin di segani oleh karyawan kantor suaminya tercinta.
Dan saat ia akan menuju ruangan pribadi suaminya di tengah jalan ia pun berpapasan dengan Sean yang sengaja di beri tugas oleh Raymond untuk menjaga keamanan dari istri tuannya tersebut.
“Mengapa kau yang menjemputku kemari Se?” tanya Siska setelah melihat ke arah Sean yang menghampirinya. “Di mana dan sedang apa suamiku itu Se!”
“Mohon maaf nyonya tuan yang memerintahkan saya untuk menjemput Anda” jawab Sean. “Mari silakan ikuti saya tuan sudah menunggu kedatangan Anda kemari,” ajaknya pada sang nyonya tersebut.
Namun sebelum ia beranjak menuju arah ruangan suaminya berada ia pun berpamitan pada beberapa karyawan yang sempat ia ajak untuk mengobrol.
“Oh iya suamiku sudah karatan menungguku ... Apa tak apa kalau aku tinggal dulu?” pamit Siska pada beberapa orang yang mengobrol dengannya.
“Dia pasti kebakaran jenggot karena aku keasyikan mengobrol dengan kalian.”
“Silakan nyonya ... Kami tak masalah kok untuk di tinggal oleh Anda. Kami berterima kasih karena sudah mau meluangkan waktu sedikit mengobrol dengan kami,” jawab salah satu karyawan tersebut.
“Santai saja tak perlu berterima kasih padaku ... Cukuplah bekerja dengan baik di perusahaan ini. Dan juga ingat selalu jangan terlalu memforsir pekerjaan jika waktunya istirahat segera mengistirahatkan diri baru lanjut bekerja kembali. Aku mengatakan ini bukan karena aku memanfaatkan jabatan suamiku akan tetapi aku berdiri di sini bentuk tanda rasa kasih sayangku....”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 210 Episodes
Comments
lidia
oohhh so swettt
2022-02-23
0
☠ᵏᵋᶜᶟ🔵🍾⃝ͩ⏤͟͟͞RᴇᷞᴛͧɴᷠᴏͣW⃠🦈
sikap Bu Bos yg patut utk di contoh
2021-09-27
0
Mufida 💛noon
Salut SM Mental n karakternya Siska
2021-09-24
1