Mendengar aduan sang suami tercinta. Ia pun hanya bisa terkekeh. Karena baginya melihat mereka merupakan kebahagiaan sendiri yang tak akan bisa ia lihat kembali. “Kan Leonard memang duplikatmu jadi ya terimalah dengan kelakuannya itu kan mengingatkanmu saat kamu kecil,” ledeknya yang mana membuat bibir Raymond mengerucut kesal.
“Sudah jangan kesal begitu. Lebih baik kita segera pulang. Kasihan Leonard sudah kelelahan,” lanjutnya sembari membuyarkan lamunan sang suami tercinta.
Tanpa banyak bicara mobil yang mereka tumpangi meninggalkan taman bermain tersebut dengan sejuta kenangan yang tersimpan rapat di dalam lubuk hati mereka paling dalam.
******
Kembali pada sesosok makhluk hitam yang sedang melakukan tugasnya. Ia pun tengah mengintai sebuah mansion mewah yang sangat mewah tersebut dengan sebuah konsep yang sedikit mempunyai hawa dingin yang menjalar di tubuh siapa pun merasakannya.
“Apakah tempat ini yang di maksudkan oleh Mbah?” gumamnya seraya berpikir.
Keningnya mengernyit tak kala ia melihat seseorang yang sedang di intai olehnya tersebut seperti tengah melamun.
“Apakah wanita itu yang di katakan oleh Mbah? Baiklah Mbah hamba akan mencoba melakukan tugas yang Mbah beri pada hamba,” gumam makhluk hitam tersebut dengan seringai licik.
Saat ia akan mencoba melukai wanita yang tengah berdiri di balkon sebuah kamar. Tiba-tiba serangan yang sedang ia lepaskan itu pun di hadang oleh sesuatu yang mana membuat tugasnya sedikit terhalang.
“Siapa kau?” tanyanya dengan menahan tubuhnya yang sakit akibat serangan balik yang tiba-tiba menyerang.
Sedangkan wanita yang sedang ia serang pun terkejut saat melihat dirinya di serang balik secara brutal. Netranya menangkap sebuah manik mata yang terlihat tak takut saat melihat wujud aslinya.
Namun ia di buat terkejut tak kala mendengar sebuah nada suara yang memiliki aura yang sangat kuat. “Kau masuklah ke dalam. Biar aku yang menanganinya.”
Tanpa banyak bicara wanita yang di serang olehnya itu pun masuk ke dalam kamar yang di tempati olehnya. Tanpa sedikit menoleh ke arah wujud aslinya yang sedikit terluka.
Dengan sedikit sisa kekuatan miliknya ia pun kembali bertanya pada sesosok hantu tampan yang sedang menatapnya dengan ekspresi yang sangat dingin.
“Siapa kau? Mengapa kau mengganggu tugas yang sedang aku lakukan?” erangnya dengan nada marah.
“Apakah aku harus menjawab pertanyaan darimu?” ejeknya dengan ekspresi yang dingin.
Sembari menahan amarah ia pun terdiam membisu seraya merangkai sebuah kata yang di lontarkan oleh tuannya tersebut. “Apakah pelindung wanita yang di maksud oleh Mbah adalah orang ini?” batinnya bertanya-tanya.
Sesosok hantu tampan dengan muka yang pucat pasi itu merupakan Albert Van Derk Wijk itu pun tersenyum tipis setelah mendengar suara batin dari makhluk yang ia serang secara brutal.
Dengan ekspresi raut wajahnya yang begitu Albert pun berusaha memaksa pada sesosok makhluk hitam di hadapannya tersebut untuk menanyakan tujuan dari makhluk tersebut yang berusaha menyerang Siska.
“Kau makhluk hitam. Apa tujuanmu menyerang seorang wanita hamil? Apa kau ingin menyakitinya?” panggil Albert sambil bertanya pada sesosok makhluk hitam tersebut.
Tak ada pilihan lain mau tak mau makhluk hitam tersebut menjawab sebuah pertanyaan yang di tuju untuk dirinya. “Maaf aku tak bermaksud menyerangnya bahkan menyakitinya. Aku hanya bermaksud memancingmu keluar. Dan seperti yang di katakan oleh tuanku itu bahwa wujud aslimu yang menjaga dan melindunginya,” jawab makhluk hitam dengan tenang.
Mendengar jawaban dari makhluk hitam di depannya membuat Albert memicing mata menatap makhluk hitam tersebut dengan raut wajah yang sulit di artikan.
Untuk memastikan dugaannya Albert bertanya kembali tujuan yang di lakukan oleh makhluk hitam tersebut. “Apa kau di suruh oleh tuanmu untuk membunuh wanita tadi?” pancing Albert.
Tak di sangka oleh Albert makhluk hitam tersebut membuat pernyataan yang membuat amarah di dalam diri Albert seketika muncul.
“Aku akan mengatakan hal ini padamu. Awalnya tuanku memang ingin menyuruhku untuk menyerangnya dan menyakitinya. Namun tuanku tak bisa melakukan hal tersebut. Di karena kan bayi yang berada di dalam kandungannya memiliki aura yang sangat kuat. Tuanku merasa bayi tersebut di jaga oleh sesuatu yang bahkan tak bisa di tembus oleh tuanku. Oleh karena itu tujuanku hanya untuk memancingmu tak ada maksud lain dari tugas yang di berikan oleh tuanku. Dan juga tuanku melakukan ini karena ia mendapat perintah dari seorang wanita yang kebetulan wanita tersebut memiliki ambisi yang besar. Sehingga ia berani melakukan sesuatu untuk mendapatkan apa yang ia inginkan bahkan menghilangkan nyawa ia mampu.”
Ujarnya dengan pernyataan panjang darinya yang mana hal tersebut membuat Albert tercengang.
Dalam diamnya Albert pun di buat tercengang dengan pernyataan yang membuatnya berpikir keras tentang seorang wanita yang berambisi besar tersebut.
Lalu kemudian Albert pun menanyakan pada makhluk hitam tersebut tentang seorang wanita yang berambisi besar itu menyisakan tanda tanya di benaknya.
“Apa kau tahu wanita yang berambisi besar itu?”
“Aku tak begitu mengenalnya dengan baik. Tapi mungkin aku tahu wanita itu seperti apa. Bahkan aku pernah melakukan sesuatu yang membuat suaminya tak bisa berbuat apa-apa.”
“Suaminya ...” beo Albert.
“Benar suaminya itu telah di buat lumpuh oleh wanita berambisi tersebut sehingga sampai sekarang suaminya tak bisa berbuat apa-apa. Karena aku yang membuat suaminya seperti orang cacat bahkan dunia medis tak akan pernah bisa menyembuhkannya,” ucap makhluk hitam tersebut.
Kening Albert mengernyit tak kala mendengar perkataan yang di lontarkan oleh makhluk hitam tersebut.
“Mengapa kau mengatakan hal tersebut ke aku yang notabenenya adalah musuhmu?”
“Tak apa aku hanya menjalankan tugas yang di beri oleh tuanku. Kau tahu sebagai seorang yang sudah merasakan hidup lama aku merasakan firasat buruk untuk tuanku. Aku tak ingin terjadi sesuatu dengannya karena beliau yang menyelamatkanku dari jurang keserakahan manusia yang memperbudakku, menjadikanku sebagai makhluk pesugihan yang di lakukan oleh manusia-manusia yang tamak akan harta.”
Terangnya secara jelas dan singkat. Untuk menceritakan pada Albert tentang firasat yang kini tengah ia rasakan.
“Lalu jika kau gagal menjalankan tugasmu. Apa yang akan di lakukan oleh tuanmu?” tanya Albert sambil melipat kedua tangan di dada serta tak lupa menatap makhluk hitam itu dengan sorot mata yang tajam dan dingin.
“Entah aku pun tak tahu apa yang akan terjadi nanti. Tapi aku mempunyai firasat bahwa wanita yang berambisi besar tersebut sangatlah licik dan kejam. Aku hanya sedikit takut sesuatu buruk menimpa tuanku,” ucapnya dengan sendu.
Mendengar ucapan yang terlontar dari makhluk hitam tersebut membuat Albert terdiam bungkam. Entah mengapa ia pun juga merasakan firasat buruk yang akan menimpa pada Siska serta bayi yang berada dalam kandungan wanita yang sedang ia jaga.
*********
LIKE
LIKE
LIKE
RATE
RATE
RATE
GIFT
GIFT
GIFT
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 210 Episodes
Comments
月亮星星 ( yueliang xingxing )🌟🌙
sesama mahluk astral lagi curhat ..
2022-07-10
0
☠ᵏᵋᶜᶟ🔵🍾⃝ͩ⏤͟͟͞RᴇᷞᴛͧɴᷠᴏͣW⃠🦈
arwah aja ampe takut dengan ambisi yg di miliki Marista noooh
Marista adalah seorang iblis yg memakai baju manusia
2021-09-27
0
CebReT SeMeDi
fav sik ya 😘
2021-07-29
2