Jam pelajaran kembali di mulai, anak anak kembali duduk di kursinya masing masing. Saat Anna tengah menerangkan pelajaran matematika, semua murid menyimak dengan tenang. Hanya Rafa yang sedari tadi diam menundukkan kepalanya. Anna merasa aneh dengan sikap Rafa yang sedari awal datang. Anna berjalan menghampiri Rafa karena ia penasaran mengapa anak itu terus menundukkan kepalanya.
Anna mengerutkan dahinya, ia tidak mengerti mengapa Rafa bisa berlama lama menundukkan kepalanya hanya menatap gambar laki laki dan perempuan tengah memegang tangan seorang anak laki laki.
"Rafa?" sapa Anna.
Rafa menoleh, tengadahkan wajahnya menatap Anna. "Ibu?"
"Siapa yang ada di dalam gambar itu?" tanya Anna.
"Mom and Dad.." jawab Rafa tersenyum kecut.
Anna menganggukkan kepalanya, meski ia belum tahu pasti. Tetapi Anna menduga kalau Rafa memang tidak baik baik saja.
"Hahahaha anak kecil, kok bisa sekolah di sini!" Protes Jean sambil tertawa.
"Hahahaha!" di ikuti riuh tawa seluruh murid mencemooh Rafa.
"Diam! Jean, bisa kau jaga mulutmu atau aku keluarkan dari kelas!" Ancam Anna kepada Jean.
Jean dan anak anak yang lain kembali terdiam, lalu Anna beranjak dari hadapan Rafa kembali melanjutkan pelajarannya. Tak lama kemudian Jean berdiri lalu maju ke depan menghadap Anna, meminta izin untuk ke toilet. Selang beberapa detik kemudian Rafa juga meminta izin untuk ke toilet.
Beberapa menit kemudian, Rafa lebih dulu kembali dari toilet. Sementara Jean sampai pelajaran terakhir yang di berikan Anna, belum kunjung kembali. Anna tidak curiga sama sekali, karena ia tahu bagaimana kelakuan Jean. Selain Jean, ada kakak kandung Jean yang berada di kelas berbeda, sama sama nakalnya yaitu Sean Anderson.
Tiba tiba suara gaduh terdengar di luar kelas. Semua murid mendengar suara orang berlarian. Anna dan anak anak yang lain ikut berhambur keluar kelas mengikuti yang lainnya.
"Ada apa?" tanya Anna kepada salah satu sesama rekan guru.
"Jean lompat dari lantai dua!" sahutnya lalu berlari bersama anak anak lainnya menuruni tangga.
Anna tersentak kaget, baru saja Jean izin ke tolet bersamaa dengan Rafa.
"Deg!"
Anna menoleh ke arah Rafa yang tengah menatapnya dan tersenyum.
"Anak itu, terlihat sangat tidak biasa anak anak pada umumnya. Aku harus mencari tahu, siapa anak itu sebenarnya." Gumam Anna dalam hati.
"Rafa, ayo ikut aku!" ajak Anna kepada Rafa.
"Baik Bu!" sahut Rafa lalu berdiri dan melangkahkan kakinya.
Mereka berdua berjalan bersama menuju halaman sekolah. Sesampainya di sana, sudah ada polisi dan anak anak yang berkerumun memperhatikan jasad Jean terbujur kaku bersimbah darah di kepala, mulut dan hidungnya.
"Kenapa bisa seperti ini?" tanya Anna pada salah satu guru yang berdiri di sampingnya.
"Sepertinya dia duduk di atas tembok itu dan terpeleset!" ujar guru itu.
Anna tengadahkan wajahnya menatap ke atas gedung sekolah. Bisa saja itu terjadi, anak anak memang sering nakal dan berbuat ulah. Tapi kejadian sampai jatuh dan menewaskan salah satu murid, itu kejadian untuk yang pertama kalinya. Anna kembali menoleh ke arah Rafa, lalu menarik tangannya menjauh dari kerumunan.
"Rafa, kau jangan melihat terlalu dekat, itu tidak baik untukmu. Sebaiknya kau pulang, jam pelajaran juga sudah selesai." Kata Anna.
"Baik Bu, tapi aku menunggu di jemput Momy."
"Aku temani sampai Momy kau datang, boleh?" tanya Anna.
"Tentu saja!" sahut Rafa senang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
suli sulimah
mnirut ak rafa bgtu krna skit hti.. dad sm momy ny gk mau brstu.. mlah pd mkir keinginan msing2..
2021-08-16
0
Anonymous
nyari masalah
2021-07-03
1
Erika Darma Yunita
Bu Anna sudah curiga
2021-07-03
2