Senior High School

Pagi pagi sekali Rafa sudah terlihat rapi dengan seragam sekolah yang ia kenakan. Ia duduk di kursi meja makan dengan kepala tertunduk menunggu Quenby dan Livian selesai.

Tak lama kemudian Livian dan Quenby masuk ke dalam ruangan. Quenby mencium puncak kepala Rafa lalu duduk di kursi. Sementara Livian masih menjaga jarak dengan Rafa sejak kejadian enam bulan lalu.

"Rafa.." sapa Livian menatap tajam Rafa.

"Iya ayah!" sahut Rafa tengadahkan wajahnya menatap balik Livian.

"Kami akan mencoba, apa kau bisa dan tidak mempermalukan kami?" tanya Livian.

"Mempermalukan? jelas aku akan mempermalukan kalian dengan cara elegan." Ucap Rafa dalam hati.

"Rafa?" panggil Livian.

"Ayah lihat saja nanti." Jawab Rafa tenang.

"Baiklah, sekarang kau sarapan dulu. Nanti kita terlambat." Timpal Quenby.

Kemudian Rafa menyantap sarapannya dengan tenang hingga suapan terakhir. Setelah selesai mereka bergegas menuju sekolah yang sudah di tentukan Livian.

***

Sesampainya di Sekolah Senior High School. Livian, Quenby dan Rafa segera keluar dari mobil dan menemui Kepala Sekolah di ruangannya. Kebetulan Kepala Sekolah di tempat itu, tak lain teman baik Livian sendiri.

Ku Cay, nama kepala sekolah itu menyambut baik Livian dan yang lain. Ia mempersilahkan mereka duduk dan bertanya apa tujuan Livian menemuinya. Tanpa basa basi, Livian mengutarakan maksud tujuannya. Ingin menyekolahkan Rafa di sekolah elit tersebut.

Setelah diskusi dengan guru guru pengajar lainnya, akhirnya Rafa di minta untuk melakukan serangkaian tes pelajaran yang sama sekali belum waktunya Rafa sekolah di tempat itu.

Tiga puluh menit saja, Rafa dapat menyelesaikan serangkaian tes yang di berikan dengan hasil yang mencengangkan. Tanpa ada hambatan, akhirnya kepala sekolah memberikan kesempatan Rafa di sekolah itu, sementara Livian dan Quenby mengurus semua hal yang di butuhkan untuk kepindahan sekolah Rafa.

"Siapa namamu?" tanya seorang guru wanita cantik, berwajah oval, hidungnya mancung, bibirnya merah tanpa ada polesan make up. Wanita itu bernama Anna yang akan menjadi wali kelas Rafa.

"Rafa Giovani." Sahut Rafa tersenyum. "Ibu?"

"Anna." Anna menyebutkan namanya, lalu ia mengajak Rafa masuk ke dalam kelas untuk memperkenalkan diri.

Anna dan Rafa berdiri di depan kelas, menatap seluruh anak didiknya.

"Anak anak, kalian akan mendapatkan teman baru." Ucap Anna lalu menoleh ke arah Rafa yang menundukkan kepalanya. "Sayang, perkenalkan namamu."

Rafa mengangkat wajahnya, menatap satu persatu teman sekelasnya.

"Rafa!"

Awalnya semua murid diam, namun detik berikutnya mereka tertawa terbahak bahak melihat sikap Rafa yang kaku dan cara menyebut namanya. Hanya satu murid anak perempuan yang terlihat cuek bahkan anak itu sibuk ngupil.

"Diam! seru Anna menatap tajam seluruh anak didiknya. "Rafa, silahkan kau pilih mau duduk di mana."

Rafa menganggukkan kepalanya, lalu berjalan perlahan dengan tatapan tajam ke arah murid murid yang mentertawakannya.

"Tertawalah sepuas kalian, sebentar lagi kita akan bermain main." Ucap Rafa dalam hati.

Langkahnya terhenti, ia melirik ke arah anak peremouan yang sibuk ngupil. Hanya bangku dekat anak itu yang masih tersisa. Rafa kemudian duduk di kursi lalu diam dan menundukkan kepalanya.

"Buka buku kalian, kita mulai pelajarannya." Perintah Anna. "Hari ini ada ulangan sains."

Semua murid melenguh karena tiba tiba ada ulangan mendadak. Sementara mereka tanpa ada persiapan apapun.

Salah satu anak populer, bernama Joy memberanikan protes. Anak itu paling berani diantara semua murid yang ada di sekolah tersebut. Joy adalah putra jutawan terkenal yang memiliki perusahaan berlian.

"Aku tidak mau ikut ulangan! bisa besok tidak Bu?!"

Anna menatap tajam Joy, lalu berjalan menghampirinya. "Kalau kau tidak mau ikut ulangan, silahkan keluar dari kelas!"

Joy terdiam saat Anna membebtaknya, Anna adalah satu satunya guru yang berani menegur Joy meski berulang kali mendapat ancaman dari Papa nya anak tersebut.

Joy kembali duduk dengan kecewa, lalu Anna membagikan satu lembaran kertas pada semua murid. Setelah selesai ia duduk di kursi memperhatikaan supaya tidak ada yang mencontek.

Sementara Rafa hanya diam memperhatikan lembaran kertas di hadapannya. Tak lama kemudian ia mengeleuarkan balpoin di dalam tasnya dan mulai mengerjakan soal. Hanya dalam hitungan menit, Rafa telah menyelesaikan pekerjaannya lalu ia berdiri dan berjalan ke depan menghampiri Anna. Menyerahkan lembaran jawaban itu di atas meja guru lalu ia kembali ke tempat duduknya.

Anna mengambil lembaran kertas milik Rafa lalu meneriksa semua jawabannya. Anna terdiam mengalihkan pandangannya pada Rafa yang terus menundukkan kepala. Semua murid tercengang melihat Rafa sudah menyelesaikan tugasnya dengan cepat.

"Ada yang aneh dengan sikap anak itu, sepertinya dia dalam keadaan tidak baik baik saja. Ada sesuatu yang mengerikan di balik wajahnya yang polos." Gumam Anna dalam hati.

Terpopuler

Comments

Lilisdayanti

Lilisdayanti

semoga ana jadi penawar rafa

2023-06-24

0

Ayyara kim

Ayyara kim

seorang guru aja tau loh dgn keadaan Rafa yg tidak baik" saja ...ortu'y kok gk tau peringai anak'y yg berubah yahh...

2021-08-30

0

🌼♥️Lusi

🌼♥️Lusi

semoga Bu Anna bisa mengunci sikap psykopatnya Rafa

2021-08-19

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Pulang
3 Di rumah
4 Senior High School
5 Buly
6 Buly 2
7 Cinta dan Benci
8 Si jenius
9 Sahabat
10 Ancaman.
11 Rencana
12 Makan malam.
13 Bayangan
14 Tantangan
15 Tantangan 2
16 Cemburu
17 Cemburu 2
18 Pertandingan 1
19 Nyatakan cinta
20 Pembalasan
21 Kabar duka
22 Jalan Jalan.
23 Senja
24 Kekaguman
25 Amarah
26 Penolakan
27 Terbongkar
28 Sandiwara
29 Makan malam
30 Pengakuan Avram
31 Pindah rumah
32 Ulang tahun.
33 Ego
34 Isyarat tubuh
35 Keguguran
36 Resmi bercerai
37 Cinta
38 Lamaran
39 Bukti.
40 2 keinginan terakhir
41 Lulus
42 Salam perkenalan.
43 Negosiasi
44 Oh Ayah.
45 Fakta mengejutkan.
46 Mr J?
47 Komedi?
48 Pesta orang bodoh
49 pesta orang bodoh 2
50 Vonis pengadilan
51 Detik detik eksekusi.
52 Psikopat
53 Sosok di masa lalu.
54 Cemburu
55 Terungkap
56 Pilihan Quenby.
57 Ayah dan Mataku
58 Terbiasa dengan luka
59 Jebakan
60 Di rumah sakit
61 Pulang
62 Kehangatan
63 Rindu
64 Usul Avram.
65 Merayu
66 Kue gosong
67 Bebas dari hukuman
68 Kecelakaan
69 Karma
70 Pov Livian Rey She Blak
71 Keinginan Elena
72 Memutuskan menikah
73 Kebohongan Elena
74 Balas dendam
75 Awal pertemuan
76 Bertemu lagi
77 Play game with me!
78 Segalanya telah hilang.
79 Happy Birthday Mom
80 Pembalasan 1
81 Pembalasan 2
82 Amnesia?
83 The Rest Of My Mom
84 Lost yourself
85 Rumah masa lalu
86 Enzi Alexi Ortama
87 Mengakhiri segalanya
88 Happy birthday Rava
89 POV AVRAM-ELENA
90 Kabar baik
91 Masih hidupkah?
92 Berjanjilah
93 Pengumuman
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Prolog
2
Pulang
3
Di rumah
4
Senior High School
5
Buly
6
Buly 2
7
Cinta dan Benci
8
Si jenius
9
Sahabat
10
Ancaman.
11
Rencana
12
Makan malam.
13
Bayangan
14
Tantangan
15
Tantangan 2
16
Cemburu
17
Cemburu 2
18
Pertandingan 1
19
Nyatakan cinta
20
Pembalasan
21
Kabar duka
22
Jalan Jalan.
23
Senja
24
Kekaguman
25
Amarah
26
Penolakan
27
Terbongkar
28
Sandiwara
29
Makan malam
30
Pengakuan Avram
31
Pindah rumah
32
Ulang tahun.
33
Ego
34
Isyarat tubuh
35
Keguguran
36
Resmi bercerai
37
Cinta
38
Lamaran
39
Bukti.
40
2 keinginan terakhir
41
Lulus
42
Salam perkenalan.
43
Negosiasi
44
Oh Ayah.
45
Fakta mengejutkan.
46
Mr J?
47
Komedi?
48
Pesta orang bodoh
49
pesta orang bodoh 2
50
Vonis pengadilan
51
Detik detik eksekusi.
52
Psikopat
53
Sosok di masa lalu.
54
Cemburu
55
Terungkap
56
Pilihan Quenby.
57
Ayah dan Mataku
58
Terbiasa dengan luka
59
Jebakan
60
Di rumah sakit
61
Pulang
62
Kehangatan
63
Rindu
64
Usul Avram.
65
Merayu
66
Kue gosong
67
Bebas dari hukuman
68
Kecelakaan
69
Karma
70
Pov Livian Rey She Blak
71
Keinginan Elena
72
Memutuskan menikah
73
Kebohongan Elena
74
Balas dendam
75
Awal pertemuan
76
Bertemu lagi
77
Play game with me!
78
Segalanya telah hilang.
79
Happy Birthday Mom
80
Pembalasan 1
81
Pembalasan 2
82
Amnesia?
83
The Rest Of My Mom
84
Lost yourself
85
Rumah masa lalu
86
Enzi Alexi Ortama
87
Mengakhiri segalanya
88
Happy birthday Rava
89
POV AVRAM-ELENA
90
Kabar baik
91
Masih hidupkah?
92
Berjanjilah
93
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!