Di rumah

Rafa duduk termenung di balkon kamarnya. Ia masih tidak bisa percaya hidupnya berubah. Ya, harusnya dia senang memiliki orang tua tapi hati kecilnya tidak bisa berbohong. Meski kedua orangtuanya mengakui dia sebagai putranya, tapi apa hanya cukup dengan sebuah pengakuan?

Ia sangka akan bahagia bila bertemu dengan orangtua dan tinggal bersamanya. Tapi kenyataan berkata lain, mengapa hidup ini sudah tidak adil?. Semua ucapan orang orang, Livian dan Quenby begitu menyakitkan hatinya. Tidakkah ada secuil kasih sayang untuknya? begitu burukkah anak haram di mata mereka? hingga kedua orangtuanya sudah memperlakukannya tidak adil. Atau khayalan Rafa yang terlalu tinggi? berharap bahagia dan mendapatkan kasih sayang dari orangtuanya?

Rafa masih duduk dikursi kamarnya menghadap meja, tangan mungilnya menayalakan lalu mematikan wall lighting yang ada di atas meja dengan tatapan kosong.

Dalam benaknya, di telinganya, yang ia bayangkan dan dengar hanyalah penghinaan baik dari teman sekolah atau orang di sekelilingnya yang seringkali membuly dan menggosip tentangnya yang seorang anak haram.

"Aku dilahirkan karena sebuah kesalahan, apakah aku juga harus menanggung kesalahan itu?" gumamnya pelan.

"Klik!" lampu menyala terang.

"Begitu piciknya pikiran orang orang menganggap aku sebagai mahluk menjijikan yang tak pantas hidup layaknya anak anak lainnya?" tanyanya pada diri sendiri.

"Klik klik!" lampu menyala terang lalu kembali gelap.

"Mengapa mereka begitu mudah membedakan aku anak haram? kenyataannya aku di lahirkan bersih tanpa noda seperti anak lainnya?" senyum sinis tersungging di sudut bibirnya.

"Klik klik!"

"Aku anak baik, sangat baik. Tapi ternyata mereka menilaiku buruk, baiklah. Aku ikuti permainan takdir sampai di mana batas kemampuanku menaklukan takdirku sendiri. Hahahaha!"

"Klik!" lampu kembali terang saat pintu kamar terbuka. Rafa menoleh dan tersenyum sangat manis saat melihat Quenby masuk ke dalam kamarnya dan tersenyum lalu duduk di kursi berhadapan dengan Rafa.

"Momy.."sapa Rafa.

"Sayang, kau belum tidur?" tanya Quenby menatap wajah putranya. "Tidurlah, aku sudah mengantuk dan besok banyak pekerjaan yang harus kukerjakan. Bisa kan kau bekerjasama denganku?" pinta Quenby supaya Rafa cepat beristirahat karena ia juga merasakan lelah.

"Bukankah besok kau sekolah lagi?" tanya Quenby.

"Aku mau pindah sekolah," jawab Rafa.

"Apa maksudmu?" tanya Quenby lagi.

"Aku pintar mom, aku mau sekolah ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Aku bosan sekolah di sana!" sahut Rafa.

"Nak, kau jangan aneh aneh."

"Apa permintaanku terlihat aneh?" tanya Rafa mencengkram tangan Quenby kencang.

"Hey sayang, kau menyakitiku." Quenby menarik tangan Rafa yang mencengkramnya.

"Maaf Mom..aku tidak sengaja..sakitkah? sakit mana dengan hatiku.." ucap Rafa pelan nyaris tak terdengar.

"Kau bilang apa sayang?" tanya Quenby.

"Tidak apa apa Mom..aku hanya bilang maaf." Jawab Rafa.

"Ya sudah, sekarang kau istirahat. Soal keinginanmu, aku bicarakan dengan ayahmu."

Quenby mencium kening Rafa lalu beranjak pergi meninggalkan kamar putranya menuju kamar pribadi Quenby. Sesampainya di kamar, Quenby langsung menceritakan keinginan Rafa kepada Livian.

"Bisa saja dia pindah ke sekolah menengah atas, tapi apakah dia bisa menjawab semua soal soal pelajaran sekolah menengah atas dengan benar?" tanya Livian balik.

"Bagaimana kalau kita coba? aku takut Rafa menjadi seperti kemarin kalau kita larang." Usul Quenby.

"Iya, besok kita coba." Jawab Livian lalu membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur.

"Terima kasih, kau mau mengikuti keinginan putraku." Kata Quenby, lalu berbaring di samping Livian bersiap untuk tidur.

Di luar kamar, Rafa tengah menguping pembicaraan mereka dengan mendekatkan kupingnya di pintu kamar.

"Jika orang tua saja tidak mempercayaiku, apalagi orang lain?" gumam Rafa.

Terpopuler

Comments

Ribka Margaretha Soling

Ribka Margaretha Soling

itulah hukum karma untuk quen

2021-10-20

0

Indrajaya Harefa

Indrajaya Harefa

lmjut

2021-08-30

0

suli sulimah

suli sulimah

pntaslh rafa kcwa bgtu.. Quenby egois gk mkirn ap mauny ank.. hnya mkir bisnis bisnis dn bisnis..

2021-08-16

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Pulang
3 Di rumah
4 Senior High School
5 Buly
6 Buly 2
7 Cinta dan Benci
8 Si jenius
9 Sahabat
10 Ancaman.
11 Rencana
12 Makan malam.
13 Bayangan
14 Tantangan
15 Tantangan 2
16 Cemburu
17 Cemburu 2
18 Pertandingan 1
19 Nyatakan cinta
20 Pembalasan
21 Kabar duka
22 Jalan Jalan.
23 Senja
24 Kekaguman
25 Amarah
26 Penolakan
27 Terbongkar
28 Sandiwara
29 Makan malam
30 Pengakuan Avram
31 Pindah rumah
32 Ulang tahun.
33 Ego
34 Isyarat tubuh
35 Keguguran
36 Resmi bercerai
37 Cinta
38 Lamaran
39 Bukti.
40 2 keinginan terakhir
41 Lulus
42 Salam perkenalan.
43 Negosiasi
44 Oh Ayah.
45 Fakta mengejutkan.
46 Mr J?
47 Komedi?
48 Pesta orang bodoh
49 pesta orang bodoh 2
50 Vonis pengadilan
51 Detik detik eksekusi.
52 Psikopat
53 Sosok di masa lalu.
54 Cemburu
55 Terungkap
56 Pilihan Quenby.
57 Ayah dan Mataku
58 Terbiasa dengan luka
59 Jebakan
60 Di rumah sakit
61 Pulang
62 Kehangatan
63 Rindu
64 Usul Avram.
65 Merayu
66 Kue gosong
67 Bebas dari hukuman
68 Kecelakaan
69 Karma
70 Pov Livian Rey She Blak
71 Keinginan Elena
72 Memutuskan menikah
73 Kebohongan Elena
74 Balas dendam
75 Awal pertemuan
76 Bertemu lagi
77 Play game with me!
78 Segalanya telah hilang.
79 Happy Birthday Mom
80 Pembalasan 1
81 Pembalasan 2
82 Amnesia?
83 The Rest Of My Mom
84 Lost yourself
85 Rumah masa lalu
86 Enzi Alexi Ortama
87 Mengakhiri segalanya
88 Happy birthday Rava
89 POV AVRAM-ELENA
90 Kabar baik
91 Masih hidupkah?
92 Berjanjilah
93 Pengumuman
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Prolog
2
Pulang
3
Di rumah
4
Senior High School
5
Buly
6
Buly 2
7
Cinta dan Benci
8
Si jenius
9
Sahabat
10
Ancaman.
11
Rencana
12
Makan malam.
13
Bayangan
14
Tantangan
15
Tantangan 2
16
Cemburu
17
Cemburu 2
18
Pertandingan 1
19
Nyatakan cinta
20
Pembalasan
21
Kabar duka
22
Jalan Jalan.
23
Senja
24
Kekaguman
25
Amarah
26
Penolakan
27
Terbongkar
28
Sandiwara
29
Makan malam
30
Pengakuan Avram
31
Pindah rumah
32
Ulang tahun.
33
Ego
34
Isyarat tubuh
35
Keguguran
36
Resmi bercerai
37
Cinta
38
Lamaran
39
Bukti.
40
2 keinginan terakhir
41
Lulus
42
Salam perkenalan.
43
Negosiasi
44
Oh Ayah.
45
Fakta mengejutkan.
46
Mr J?
47
Komedi?
48
Pesta orang bodoh
49
pesta orang bodoh 2
50
Vonis pengadilan
51
Detik detik eksekusi.
52
Psikopat
53
Sosok di masa lalu.
54
Cemburu
55
Terungkap
56
Pilihan Quenby.
57
Ayah dan Mataku
58
Terbiasa dengan luka
59
Jebakan
60
Di rumah sakit
61
Pulang
62
Kehangatan
63
Rindu
64
Usul Avram.
65
Merayu
66
Kue gosong
67
Bebas dari hukuman
68
Kecelakaan
69
Karma
70
Pov Livian Rey She Blak
71
Keinginan Elena
72
Memutuskan menikah
73
Kebohongan Elena
74
Balas dendam
75
Awal pertemuan
76
Bertemu lagi
77
Play game with me!
78
Segalanya telah hilang.
79
Happy Birthday Mom
80
Pembalasan 1
81
Pembalasan 2
82
Amnesia?
83
The Rest Of My Mom
84
Lost yourself
85
Rumah masa lalu
86
Enzi Alexi Ortama
87
Mengakhiri segalanya
88
Happy birthday Rava
89
POV AVRAM-ELENA
90
Kabar baik
91
Masih hidupkah?
92
Berjanjilah
93
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!