Bel berbunyi tanda jam pelajaran telah selesai. Semua murid berhamburan keluar dari dalam kelas. Rafa dan Elena berjalan bersama meninggalkan ruangan. Namun sesampainya di pintu, mereka terkejut meliha beberapa anak perempuan yang berbeda kelas menunggu Rafa.
Mereka berteriak histeris dan berebut minta foto bareng, rasa kagum anak anak perempuan setelah melihat pertandingan tadi siang membuat nama Rafa semakin populer dan membuat iri Joy.
"Rafa ayo sekali lagi di foto ya!" pinta salah satu anak perempuan.
Sementara Elena terpaksa menyingkir karena tidak mendapat ruang untuk dekat dengan Rafa. Ia hanya bisa menatap jengah, menarik napas panjang. Lalu ia menerobos kerumunan anak perempuan itu dan menarik tangan Rafa menjauh dari kerumunan.
"Rafa pacarku, kalian jangan macam macam!" seru Elena.
"Huuuu! mimpi saja kau, Elena!" ucap mereka serempak dengan nada kesal.
"Lain kali kau jangan mau!" seru Elena kesal di sela langkahnya.
Rafa melepaskan genggaman tangan Elena,berhenti melangkahkan kakinya.
"Kenapa kau marah? apa aku salah?" tanya Eafa kedua alisnya bertaut.
"Aku tidak marah dan kau juga tidak salah, aku hanya cemburu melihat kau dekat dekat dengan mereka!" sungut Elena.
"Cemburu? cemburu apa maksudmu?" tanya Rafa bingung.
"Kau sama sekali tidak peka, aku menyukaimu." Ucap Elena ragu ragu.
"Suka? aku tidak melarang kau menyukaiku, tapi kau tidak perlu marah." Timpal Rafa.
Elena menepuk keningnya sendiri, menarik napas dalam dalam menatap wajah Rafa.
"Aku cinta sama kamu." Elena menundukkan kepalanya sesaat. "Sudah, lupakan kata kataku."
"Cinta? kau mencintaiku seperti Dad? Mom?" kata Rafa sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Sudahlah, aku pulang!" seru Elena kesal lalu balik badan dan berlari meninggalkan Rafa yang masih terpaku di tempatnya berdiri.
"Apa maksudmu, Elena? aku tidak mengerti." Gumam Rafa. "Cinta?" Rafa mengerucutkan bibirnya lalu melangkahkan kakinya mendekati Acar yang sudah menunggunya.
***
Sementara Elena terus berjalan menyusuri tepi jalan raya sambil terus merutuki kebodohannya.
"Elena, kau bodoh sekali sudah nyatakan cinta padanya. Bagaimana kalau Rafa tidak menyukaiku? hanya anggap aku sebatas teman?" gumam Elena. "Hah, masa bodoh, aku tidak mau tahu. Rafa harus menjadi pacarku."
Elena tertawa kecil lalu menepuk keningnya sendiri. Ia tidak perduli meski usianya berbefa dengan Rafa yang lebih muda usianya. Tetapi kalau di lihat dari fisik Rafa, sama saja seperti anak usia 17 tahun.
Langkah Elena terhenti saat melihat di depannya ada beberapa pria menggunakan setelan jas hitam menghadangnya.
"Nona, sudah cukup anda bermain main. Sekarang pulanglah, Papa Nona sudah menunggu di rumah." Ucap salah satu pria membungkukkan badan sesaat.
"Heh, jangan campuri urusanku. Aku tahu kapan aku harus pulang, saat ini aku menyukai duniaku yang sekarang. Pergi dari hadapanku san jangan berani menampakkan wajahmu apalagi di depan Rafa dan teman teman sekekasku. Aku mau Rafa menerimaku apa adanya." Jelas Elena panjang lebar.
"Nona, pulanglah. Tuan bisa marah kalau tahu Nona hidup seperti ini."
"Diam kau! cepat pergi sebelum ku hajar kalian!" perintah Elena.
"Baik Nona, tapi jika Nona sudah lelah bermain. Secepatnya Nona pulang ke rrumah." Pria itu membungkuk sesaat.
Kemudian mereka beranjak pergi dari hadapan Elena meski memantau dari kejauhan. Elena kembali melangkahkan kakinya sambil bersiul membayangkan wajah Rafa lalu tersenyum sendiri saat ia teringat ucapannya tadi di depan Rafa.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
epifania rendo
anak orang kaya
2023-09-04
0
Lusiana_Oct13
wah ank orkay juga awas elena nanti jadi bumerang buat kamu loh
2021-09-20
0
Ayyara kim
emansipasi wanita..cwe'y gercep nembak duluan
2021-08-30
0