Di sekolah.
Rafa tersenyum mengembang saat keluar dari pintu mobil, ia melihat Elena berdiri di depan pintu gerbang menunggu kedatangan Rafa.
"Elena!"
Rafa berlari ke arah Elena lalu memeluknya dengan erat. Elena membalas pelukan Rafa dengan tersenyum lebar. Anak anak yang lain memperhatikan mereka dan berbisik satu sama lain. Menimbulkan rasa iri di hati anak perempuan, mengapa Elena gadis miskin yang Rafa pilih. Rasa iri tidak hanya di rasakan anak perempuan lain, tapi begitu juga dengan Audrey.
"Akhirnya kau bisa sekolah lagi!" ucap Rafa bahagia, melepas pelukannya dan menggenggam erat tangan Elena.
"Aku juga senang, Rafa terima kasih ya kau sudah membelaku."
"Seharusnya aku yang berterima kasih, karena kau telah mengakui kesalahan yang tidak kau perbuat." Timpal Rafa lalu menarik tangan Elena, mereka berjalan bersama memasuki halaman sekolah.
Tanpa mereka sadari, beberapa pasang mata memperhatikan mereka.
"Pa! itu anak yang kemarin menghajarku habis habisan!" tunjuk Joy ke arah Rafa.
"Bodoh, kau bodoh sekali bisa kalah oleh anak yang berusia jauh di bawahmu." Kata pria yang bersama Joy yang tak lain ayahnya sendiri.
"Pa, dia memang anak kecil. Tapi cara bertarungnya sama seperti orang dewasa seumuran Papa!" jelas Joy.
"Tenang saja nak!" Papa nya Joy yang bernama Albert. "Aku tahu siapa anak itu.."
Albert berbisik di telinga Joy, lalu mereka berdua tertawa terbahak bahak.
"Ayo kau masuk ke dalam kelas." Perintah Albert.
Joy menganggukkan kepalanya, lalu mereka berjalan bersama. Joy masuk ke dalam kelas di mana Rafa berada, sementara Albert menemui kepala sekolah untuk membicarakan keinginan Joy pindah kelas di ruangan yang sama dengan Rafa.
Sesampainya di dalam kelas, Joy melangkah dengan angkuh mendekati di mana Rafa berada.
"Teman teman, aku punya kabar bagus! tentu kalian mau tahu bukan?!" seru Joy memperhatikan seluruh siswa.
"Mau! seru mereka serempak.
"Ayo katakan Joy, apa kabar yang kau bawa!" teriak salah satu anak laki laki paling nakal di kelas itu.
"Sabar!" Joy melemparkan tas ke arah anak laki laki yang bernama cu anki. "Tangkap!"
"Kalian tahu? anak yang selama ini kalian anggap hebat, keren, dan kalian puji? ternyata dia hanyalah anak haram! ungkap Joy menunjuk ke arah Rafa.
"Anak haram? hahahahahah!!! seluruh murid yang ada di dalam kelas tertawa bersama.
"Kalian tahu? dia bukanlah pewaris tunggal harta kekayaan yang selama ini kita dengar! dia tidak punya apa apa dan hak apapun!" ungkap Joy lagi tersenyum puas berhasil mempermalykan Rafa.
Rafa mendengus geram, kedua tangannya mencengkram kuat tas yang ada di atas meja, mencoba menahan emosinya.
Rafa berdiri dan mengepalkan tangannya, namun Elena menarik tangan Rafa dan memintanya untuk tidak memukul Joy. Rafa menurunkan tangannya menatap tajam Joy.
"Lalu kau punya apa? kau sama sekali tidak memiliki harta kekayaan apapun. Kau juga numpang tenar nama ayahmu bukan? apa karyamu? apa kemampuanmu? jangankan berkarya, kau melawan Rafa saja babak belur. Hahahahaha!" balas Elena.
"Hahahaha, payah kau, Joy. Mulut aja yang besar, hahahahah!" ucap teman sekelasnya berbalik mencemooh Joy.
"Baiklah! kita bertaruh bermain basket. Siapa yang kalah maka dia harus menjadi kacungku!" tantang Joy.
"Aku setuju!" teriak Elena menyanggupi tantangan Joy.
"Dia bisa bermain basket? hah, aku tidak yakin!" sahut Joy.
"Jangan banyak bicara, tunjukkan saja kehebatanmu dengan berkarya, jangan cuma pintar bicara!" balas Elena dengan geram.
"Baik, jam istirahat kita bertanding!"
Joy menatap tajam Rafa cukup lama, sementara Rafa hanya diam dengan raut wajah datar. Joy balik badan melangkahkan kakinya dan duduk di kursi sebelah Cu anki.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
epifania rendo
nantangin main basket
2023-09-04
0
YETTI KARYATI
namya bagus2...Ku Cay...Cu anki....
2021-07-25
0
Elly Ermawati
hebat thor namanya lucu2🤣🤣cu anki
2021-07-04
2