"Rafa, terima kasih traktiran makannya ya." kata Elena sambil mengusap perutnya. "Tapi sayang, kenapa kau tidak ikut makan?" tanya Elena.
"Uang saku tidak cukup untuk makan berdua di restoran itu, aku sudah biasa makan makanan seperti itu. Kau? kau belum tentu pernah makan di tempat itu." Jawab Rafa dengan mimik wajah tanpa ekspresi, lalu melangkah mendahului Elena.
"Kok kamu bicara seperti itu? tapi benar juga sih. Hahaha!" timpal Elena lalu tertawa dan melangkahkan kakinya sejajar dengan Rafa.
"Tapi kau orang kaya, pasti kau punya semacam kartu, apa kau tidak punya?" tanya Elena di sela langkahnya.
"Aku masih kecil, Mom and Dad tidak memberikannya." Jawab Rafa, langkahnya terhenti menatap ke arah sosok Joy.
"Joy? mau apa kau?!" tanya Elena menatap kesal ke arah Joy dan dua temannya yang berdiri di belakang Joy.
"Aku mau buat perhitungan dengan dia!" tunjuk Joy ke arah Rafa. "Dia tidak tahu siapa aku, berani sekali mendekati kekasihku."
"Bukan Rafa yang mendekati Audrey, kekasihmu saja kegenitan! timpal Elena membela Rafa.
"Diam kau! aku tidak ada urusan denganmu!" bentak Joy marah.
"Rafa sahabatku, masalahnya adalah masalahku. Sebagai sahabat, aku tidak akan membiarkannya kau melukai Rafa!" ancam Elena.
Rafa terdiam, ia menoleh ke arah Elena. Untuk pertama kalinya ada orang lain mengakui keberadaannya dan menganggapnya istimewa, Rafa tersenyum di sudut bibirnya lalu mengalihkan pandangan ke arah Joy.
"Dal, Dul, tangkap si Elena dan tutup mulutnya. Rafa bagianku!" perintah Joy menatap benci ke arah Rafa.
Dal dan Dul langsung berlawanan dengan Elena, namun gadis itu tidak mau kalah dan menyerah begitu saja. Sedikit ilmu bela diri yang ia kuasai bisa dengan mudah melawan Dal dan Dul.
Sementara Joy berusaha mencelakai Rafa. Beruntung, Rafa memiliki postur tubuh yang tinggi. Ia tidak kesulitan melawan Joy dengan tangan kosong. Apa yang di ajarkan Avram sewaktu kecil, bisa di manfaatkan Rafa saat dirinya terancam.
"Bukkk! Bukk!!"
Rafa berhasil melumpuhkan Joy dengan mudah. Kondisi Rafa yang terkadang tenang, terkadang marah tidak jelas, tak mampu mengontrol emosinya. Saat dia marah, semua kesedihan yang selama ini sudah terekam di memori otaknya membuat Rafa membabi buta menghajar Joy tanpa ampun.
"Rafa cukup!!" seru Elena lalu memeluk tubuh Rafa dari belakang untuk menghentikan aksinya sekaligus menenangkan Rafa.
"Cukup Rafa, hentikan! dia bisa mati!" pekik Elena.
"Lepaskan aku, ingin sekali aku membunuhnya!" kata Rafa.
"Rafa cukup aku mohon, kalau terjadi apa apa denganmu. Aku akan sangat sedih sekali, aku tidak mau kehilangan sahabat sepertimu. Rafa hentikan!!!" jeritan Elena membuat Rafa menghentikan aksinya, ia balik badan lalu memeluk Elena dengan erat lalu menangis terisak.
"Maafkan aku.." kata Rafa.
Elena terdiam menatap ke arah Joy yang sudah babak belur. Ada rasa ngeri melihat sikap Rafa yang tak mampu mengontrol emosinya. Perlahan tangan Elena membalas pelukan Rafa untuk menenangkannya.
"Rafa, ada apa denganmu? apakah kau merasakan sakit yang begitu dalam sama sepertiku?" ucap Elena dalam hati.
"Rafa, Elena, tunggu pembalasanku!" Ancam Joy berusaha berdiri di bantu kedua temannya, lalu kedua temannya membawa Joy pergi menjauh.
"Rafa, sebaiknya kau pulang. Apa mau ku antarkan kau pulang?" tawar Elena.
"Terima kasih Elena." Rafa melepaskan pelukannya sambil mengusap air mata di pipinya. "Aku cengeng ya!"
Elena menggelengkan kepalanya, ia tersenyum samar lalu tangannya terulur membantu mengusap air mata Rafa.
"Menangis bukan berarti lemah, saat rasa sakit yang kau rasakan tak mampu lagi kau ucapkan dengan kata kata, menangis satu satu jalan untuk mengurangi bebanmu. Sudahlah, kita pulang ya."
Rafa menganggukkan kepalanya, lalu mereka melangkah bersama meninggalkan tempat. Orang orang yang ada di sekitar hanya meninton dan tidak ada satupun yang ingin membantu melerai perkelahian mereka.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
Indrajaya Harefa
seru ya
2021-08-30
0
🌼♥️Lusi
elena penangkalnya rafa
2021-08-19
0
suli sulimah
Mngkin nsib elena sm ky rafa x y..
2021-08-16
0