Cha 20 - Pendekar Rambut Biru

Tidak menunggu waktu lama, kepala desa bersama seluruh warga desa Teratai Putih bergotong royong membangun kembali bangunan yang sebelumnya hancur dirusak oleh kawanan perampok.

Baik itu bangunan fasilitas umum atau pun rumah-rumah milik penduduk. Semuanya di bangun kembali tanpa kecuali.

Seluruh warga desa Teratai Putih kompak bekerja sama tanpa ada satu pun yang berpangku tangan. Laki-laki dan perempuan, baik anak-anak ataupun orang dewasa semuanya turut andil melibatkan diri.

Sementara itu, berbekal peta yang diberikan oleh kepala desa, Chi Wei bergerak menuju titik-titik lokasi yang dicurigai sebagai sarang para perampok.

Dengan menggunakan ilmu meringankan tubuh, Chi Wei bergerak lincah dari satu dahan pohon ke pohon lain.

Sepanjang perjalanan, beberapa kali Chi Wei bertemu dengan rombongan pedagang yang dikawal oleh beberapa orang pendekar.

Beberapa saat kemudian, Chi Wei pun tiba di sebuah hutan yang di sana terdapat sebuah gerbang kayu setinggi 15 meter. Di atas gerbang tersebut berkibar sebuah bendera bergambar kepala seekor serigala.

"hmmm... sepertinya ini sarang kelompok Serigala Hitam." gumam Chi Wei sambil duduk diatas dahan sebatang pohon berukuran cukup besar.

Dari kejauhan tampak ada 3 orang pria berpakaian serba hitam sedang berjaga-jaga di depan gerbang tersebut.

Chi Wei turun dari pohon tempat duduknya tadi, lalu berjalan dengan santai menuju gerbang yang dijaga oleh tiga orang pendekar berpakaian serba hitam.

"siapa kau anak muda, ada perlu apa kau datang ke tempat ini?"

Boommm.....

Seketika saja ketiga orang pendekar penjaga itu, tubuhnya terlempar menghantam gerbang dan tak pernah bangun lagi.

Chi Wei mengibaskan tangannya dengan santai.

Dhuarrrr.....

Gerbang kayu tersebut hancur berkeping-keping. Sontak saja kejadian itu membuat gaduh orang-orang yang berada di dalamnya.

Seluruh anggota kelompok Serigala Hitam berlari menuju pintu gerbang. Di sana mereka mendapati sesosok pemuda tampan berrambut biru tengah berjalan dengan santai sambil tersenyum penuh makna.

"lancang sekali kau anak muda, berani-beraninya mengacau di markas kami." Teriak salah satu dari mereka.

Chi Wei seakan tidak menghiraukan suara-suara yang memprovokasinya itu. Dia memperhatikan seluruh area tersebut, di sana terdapat beberapa bangunan yang semuanya terbuat dari kayu.

Kini di hadapan Chi Wei, ada sekitar 200 orang yang telah siap untuk menghadangnya.

"apa yang kau inginkan anak muda?" Tanya seorang pria tinggi besar yang mengenakan topeng berbentuk kepala seekor serigala. Dari penampilannya sudah bisa dipastikan pria tersebut merupakan pimpinan dari kelompok perampok itu.

"yang aku inginkan adalah memusnahkan manusia-manusia sampah seperti kalian. Kehadiran kalian hanya meresahkan seluruh penduduk desa." Jawab Chi Wei sambil menatap tajam ke arah pria tinggi besar tersebut.

"cari mati kau anak muda! serang dia!..."

Seketika saja para perampok itu menyerang Chi Wei secara bersamaan. Namun sebelum mereka berhasil menyentuh tubuh pendekar berambut biru itu, sebuah kilatan cahaya berwarna biru menghantam beberapa orang dari mereka.

Sekitar 10 orang tiba-tiba ambruk jatuh ke tanah dengan tubuh yang terbelah menjadi dua. Melihat teman-temannya mati dengan cara mengenaskan, membuat nyali para perampok tersebut mulai menciut.

"kenapa kalian berhenti?... serang dan habisi keparat itu!..." teriak sang pemimpin kelompok tersebut dengan penuh kemarahan.

Sebelum para perampok itu menyerang, Chi Wei menghentakkan kaki kanannya ke tanah, tiba-tiba ribuan kerikil melayang di udara. Dengan satu kibasan telapak tangan ribuan kerikil itu melesat dengan kecepatan yang tak bisa di lihat oleh mata.

Boom..... Boom..... Boom.....

Tiba-tiba saja seluruh anggota kelompok Serigala Hitam ambruk jatuh tersungkur dengan isi kepala amburadul seperti bubur dan hanya menyisakan satu orang saja.

Menyaksikan seluruh anggotanya telah mati mengenaskan, pemimpin kelompok itu merasa sangat geram.

"keparat!!!.....rasakan ini!"

Pria tersebut tiba-tiba menyerang Chi Wei secara membabi buta. Namun sayang kecepatan pria bertopeng itu hanya seperti seekor siput di mata pendekar tampan itu. Hingga dengan sangat mudah Chi Wei menangkap tubuh pria itu dan melemparkannya hingga jatuh tersungkur menghantam tanah.

Dengan gerakan sangat cepat, tiba-tiba tangan Chi Wei sudah mencengkeram leher pria bertopeng itu dengan sangat kuat.

"siput sepertimu berniat membunuhku?"

krrrekkkkk.....

Pria bertopeng itu pun mati dengan keadaan tulang leher yang remuk mengenaskan.

Dengan mata saktinya, Chi Wei menelusuri setiap sudut area tersebut. Setelah memastikan tidak ada yang lolos, ia kemudian menuju sebuah bangunan yang merupakan tempat penyimpanan hasil rampokan.

Di sana terdapat beberapa peti berisi koin emas dan perak dan juga beberapa harta benda seperti perhiasan dan berbagai macam barang dagangan. Dengan cepat Chi Wei memindahkan harta benda tersebut ke dalam cincin dimensi miliknya.

Setelah itu Chi Wei kemudian berpindah menuju bangunan lain, di sana dia menemukan sekitar 20 orang wanita muda yang terkurung dalam sebuah penjara kayu.

"tolong kami Tuan pendekar, tolong bebaskan kami."

Wanita-wanita tersebut berteriak memohon pertolongan kepada Chi Wei. Dengan satu gerakan tangan, pemuda rupawan itu berhasil menghancurkan pintu penjara kayu tersebut.

"sekarang kalian bebas, pulanglah ke tempat kalian berasal dan hati-hati."

Chi Wei memberikan para tawanan tersebut masing-masing beberapa koin emas. Sebagai bekal perjalanan mereka.

"Terima kasih banyak Tuan pendekar."

Para tawanan itu pun langsung pergi menuju daerah asalnya masing-masing. Chi Wei menatap kepergian mereka sambil menggelengkan kepala. Dia membayangkan seandainya adik kembarnya bernasib seperti para wanita tawanan tersebut.

"ini tidak bisa dibiarkan, aku harus secepatnya menghabisi para keparat itu sampai tuntas." Gumam Chi Wei sambil mengepalkan tangannya.

Setelah memastikan tidak ada yang tersisa, Chi Wei melesat ke udara. Dia berdiri tegak sekitar 50 meter di atas markas kelompok Serigala Hitam. Dari kedua telapak tangannya keluar kilatan-kilatan petir yang dalam hitungan detik langsung membakar seluruh bangunan yang ada di area tersebut.

Dalam sekejap markas kelompok Serigala Hitam itu rata dengan tanah menyisakan kepulan asap berwarna hitam yang membumbung tinggi ke udara.

Tidak menunggu waktu lama, Chi Wei lalu melesat ke udara menuju titik-titik lokasi markas para perampok yang lain. Dia bertekad untuk menghabisi para penjahat itu secepatnya.

Dalam waktu sehari saja, Chi Wei berhasil meratakan seluruh markas kawanan perampok yang berada di sekitar desa Teratai Putih. Termasuk beberapa kelompok perampok kecil yang bersembunyi di hutan-hutan belantara.

Dalam waktu singkat, berita tentang seorang pendekar tampan berambut biru yang telah menyerang markas para perampok menyebar menjadi buah bibir dikalangan para pendekar dan pengelana.

Di kedai-kedai dan penginapan, nama pendekar berambut biru menjadi topik hangat yang selalu dibicarakan.

Hal ini tentu disambut gembira oleh kalangan pedagang yang selama ini merasa resah akibat ulah para perampok. Tak sedikit pedagang yang kehilangan nyawa demi mempertahankan harta benda mereka.

Namun demikian sebaliknya, kabar yang beredar itu membuat para pendekar aliran hitam merasa geram. Kehadiran Chi Wei membuat keberadaan mereka merasa terancam.

Sementara itu, para penduduk desa Teratai Putih yang mendengar kabar yang beredar merasa yakin kalau pendekar berambut biru yang dimaksud tidak lain adalah Chi Wei.

Ada rasa kagum di hati seluruh penduduk desa Teratai Putih. Namun tak sedikit pula yang merasa ketakutan. Mereka takut jika sewaktu-waktu para perampok itu datang menuntut balas dan menghancurkan kembali desa mereka.

Terpopuler

Comments

Gusria Alexson Melayu

Gusria Alexson Melayu

pertarungannya terlalu pendek tanpa jurus

2022-07-04

2

Andi Bergerboy

Andi Bergerboy

.

2022-03-14

1

PENGEPUL MAMAH MUDA

PENGEPUL MAMAH MUDA

𝙢𝙖𝙮𝙖𝙣 𝙜𝙪𝙮𝙨....

2022-03-13

3

lihat semua
Episodes
1 Cha 1 - Desa Teratai Putih
2 Cha 2 - Hutan Timur
3 Cha 3 - Chi Wei Menghilang
4 Cha 4 - Berita Yang Menggemparkan
5 Cha 5 - Menerima Kehilangan
6 Cha 6 - Alam Roh
7 Cha 7 - Mulai Berlatih
8 Cha 8 - Tiga Jiwa Yang Menyatu
9 Cha 9 - Latihan Bertarung
10 Cha 10 - Hakikat Sebuah Pertarungan
11 Cha 11 - Lin Ling (Sebuah Gambaran Masa Depan)
12 Cha 12 - Kenyataan Pahit
13 Cha 13 - Warisan Senjata Pusaka
14 Cha - 14 Kembali
15 Cha 15 - Pertemuan
16 Cha 16 - Pertemuan 2
17 Cha 17 - Pertemuan 3
18 Cha 18 - Kehadiran Sosok Pahlawan
19 Cha 19 - Titik Awal Sebuah Perubahan
20 Cha 20 - Pendekar Rambut Biru
21 Cha 21 - Nama Yang Semakin Terkenal
22 Cha 22 - Pendekar Cambuk Api
23 Cha 23 - Berlatih Di Air Terjun
24 Cha 24 - Aura Seorang Pendekar
25 Cha 25 - Penjelasan Lung Huo
26 Cha 26 - Kebangkitan Desa Teratai Putih
27 Cha 27 - Sekte Teratai Putih
28 Cha 28 - Membuat Pusaka Cincin Dimensi
29 Cha 29 - Siluman Kalajengking 1
30 Cha 30 - Siluman Kalajengking 2
31 Cha 31 - Kehidupan Yang Dirindukan
32 Cha 32 - Rahasia Seorang Gadis
33 Cha 33 - Ritual 1
34 Cha 34 - Ritual 2
35 Cha 35 - Kesedihan Penduduk Desa Teratai Putih
36 Cha 36 - Tetua Agung
37 Cha 37 - Kegaduhan di Ruang Pertemuan
38 Cha 38 - Usaha yang Gagal
39 Cha 39 - Sebuah Rencana Besar
40 Cha 40 - Pertarungan Tak Seimbang
41 Cha 41 - Hukuman Untuk Seorang Penghianat
42 Cha 42 - Masalah Baru
43 Cha 43 - Informasi Penting
44 Cha 44 - Persiapan Perang
45 Cha 45 - Sahabat Lama
46 Cha 46 - Kehebatan Wajan Pusaka
47 Cha 47 - Menjemput Sang Dewi
48 Cha 48 - Dewi Surga
49 Cha 49 - Kecantikan Yang Menggemparkan
50 Cha 50 - Dewi Yang Kelaparan
51 Cha 51 - Curahan Hati Lung Huo
52 Cha 52 - Keputusan Lin Ling
53 Cha 53 - Sosok Gadis Yang Ditunggu
54 Cha 54 - Malam Yang Mendebarkan
55 Cha 55 - Pelukan Pertama
56 Cha 56 - Dewi Teratai
57 Cha 57 - Gagak Hitam Yang Malang
58 Cha 58 - Perubahan Rencana
59 Cha 59 - Malam Ke Tiga
60 Cha 60 - Rencana Yang Berantakan
61 Cha 61 - Rahasia Kekuatan Ghuo Lan
62 Cha 62 - Kemunculan Sang Pahlawan
63 Cha 63 - Bantuan Desa Tetangga
64 Cha 64 - Gabungan Kekuatan
65 Cha 65 - Akhir Hidup Yang Mengerikan
66 Cha 66 - Kemenangan Yang Pahit
67 Cha 67 - Tangisan Lin Ling
68 Cha 68 - Rencana Selanjutnya
69 Cha 69 - Gagak Putih (Bai Wuya)
70 Cha 70 - Bantuan Para Siluman
71 Cha 71 - Mimpi Yang Sama
72 Cha 72 - Pendekar Teratai Putih
73 Cha 73 - Keajaiban Satu Malam
74 Cha 74 - Manusia Tujuh Karakter
75 Cha 75 - Rencana Lima Siluman Pelindung Desa
76 Cha 76 - Pemanasan Lin Ling
77 Cha 77 - Raksasa Mata Merah
78 Cha 78 - Disaat Chi Wei Cemburu
79 Cha 79 - Kecerdikan Ghuo Kun
80 Cha 80 - Penyamaran Yang Terbongkar
81 Cha 81 - Membebaskan Para Tahanan
82 Cha 82 - Sosok Sang Pahlawan
83 Cha 83 - Balas Budi
84 Cha 84 - Kekuatan Perisai Pertahanan Kota Embun
85 Cha 85 - Sisi Lain Seorang Pendekar
86 Cha 86 - Berburu Harta
87 Cha 87 - Siluman Penjaga Kota Embun
88 Cha 88 - Jendral King Cheng
89 Cha 89 - Kabar Bahagia
90 Cha 90 - Rindu Berat
91 Cha 91 - Jenderal Besar Guan Bin
92 Cha 92 - Siluman Lebah Hitam
93 Cha 93 - Hari Yang Berbahagia
94 Cha 94 - Rencana Selanjutnya
95 Cha 95 - Chi Wei Yang Perkasa
96 Cha 96 - Meninggalkan Kota Embun
97 Cha 97 - Petualangan Pertama
98 Cha 98 - Lin Ling Yang Sangat Menggoda
99 Cha 99 - Siluman Buaya
100 Cha 100 - Siluman Buaya 2
101 Pengumuman Penting
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Cha 1 - Desa Teratai Putih
2
Cha 2 - Hutan Timur
3
Cha 3 - Chi Wei Menghilang
4
Cha 4 - Berita Yang Menggemparkan
5
Cha 5 - Menerima Kehilangan
6
Cha 6 - Alam Roh
7
Cha 7 - Mulai Berlatih
8
Cha 8 - Tiga Jiwa Yang Menyatu
9
Cha 9 - Latihan Bertarung
10
Cha 10 - Hakikat Sebuah Pertarungan
11
Cha 11 - Lin Ling (Sebuah Gambaran Masa Depan)
12
Cha 12 - Kenyataan Pahit
13
Cha 13 - Warisan Senjata Pusaka
14
Cha - 14 Kembali
15
Cha 15 - Pertemuan
16
Cha 16 - Pertemuan 2
17
Cha 17 - Pertemuan 3
18
Cha 18 - Kehadiran Sosok Pahlawan
19
Cha 19 - Titik Awal Sebuah Perubahan
20
Cha 20 - Pendekar Rambut Biru
21
Cha 21 - Nama Yang Semakin Terkenal
22
Cha 22 - Pendekar Cambuk Api
23
Cha 23 - Berlatih Di Air Terjun
24
Cha 24 - Aura Seorang Pendekar
25
Cha 25 - Penjelasan Lung Huo
26
Cha 26 - Kebangkitan Desa Teratai Putih
27
Cha 27 - Sekte Teratai Putih
28
Cha 28 - Membuat Pusaka Cincin Dimensi
29
Cha 29 - Siluman Kalajengking 1
30
Cha 30 - Siluman Kalajengking 2
31
Cha 31 - Kehidupan Yang Dirindukan
32
Cha 32 - Rahasia Seorang Gadis
33
Cha 33 - Ritual 1
34
Cha 34 - Ritual 2
35
Cha 35 - Kesedihan Penduduk Desa Teratai Putih
36
Cha 36 - Tetua Agung
37
Cha 37 - Kegaduhan di Ruang Pertemuan
38
Cha 38 - Usaha yang Gagal
39
Cha 39 - Sebuah Rencana Besar
40
Cha 40 - Pertarungan Tak Seimbang
41
Cha 41 - Hukuman Untuk Seorang Penghianat
42
Cha 42 - Masalah Baru
43
Cha 43 - Informasi Penting
44
Cha 44 - Persiapan Perang
45
Cha 45 - Sahabat Lama
46
Cha 46 - Kehebatan Wajan Pusaka
47
Cha 47 - Menjemput Sang Dewi
48
Cha 48 - Dewi Surga
49
Cha 49 - Kecantikan Yang Menggemparkan
50
Cha 50 - Dewi Yang Kelaparan
51
Cha 51 - Curahan Hati Lung Huo
52
Cha 52 - Keputusan Lin Ling
53
Cha 53 - Sosok Gadis Yang Ditunggu
54
Cha 54 - Malam Yang Mendebarkan
55
Cha 55 - Pelukan Pertama
56
Cha 56 - Dewi Teratai
57
Cha 57 - Gagak Hitam Yang Malang
58
Cha 58 - Perubahan Rencana
59
Cha 59 - Malam Ke Tiga
60
Cha 60 - Rencana Yang Berantakan
61
Cha 61 - Rahasia Kekuatan Ghuo Lan
62
Cha 62 - Kemunculan Sang Pahlawan
63
Cha 63 - Bantuan Desa Tetangga
64
Cha 64 - Gabungan Kekuatan
65
Cha 65 - Akhir Hidup Yang Mengerikan
66
Cha 66 - Kemenangan Yang Pahit
67
Cha 67 - Tangisan Lin Ling
68
Cha 68 - Rencana Selanjutnya
69
Cha 69 - Gagak Putih (Bai Wuya)
70
Cha 70 - Bantuan Para Siluman
71
Cha 71 - Mimpi Yang Sama
72
Cha 72 - Pendekar Teratai Putih
73
Cha 73 - Keajaiban Satu Malam
74
Cha 74 - Manusia Tujuh Karakter
75
Cha 75 - Rencana Lima Siluman Pelindung Desa
76
Cha 76 - Pemanasan Lin Ling
77
Cha 77 - Raksasa Mata Merah
78
Cha 78 - Disaat Chi Wei Cemburu
79
Cha 79 - Kecerdikan Ghuo Kun
80
Cha 80 - Penyamaran Yang Terbongkar
81
Cha 81 - Membebaskan Para Tahanan
82
Cha 82 - Sosok Sang Pahlawan
83
Cha 83 - Balas Budi
84
Cha 84 - Kekuatan Perisai Pertahanan Kota Embun
85
Cha 85 - Sisi Lain Seorang Pendekar
86
Cha 86 - Berburu Harta
87
Cha 87 - Siluman Penjaga Kota Embun
88
Cha 88 - Jendral King Cheng
89
Cha 89 - Kabar Bahagia
90
Cha 90 - Rindu Berat
91
Cha 91 - Jenderal Besar Guan Bin
92
Cha 92 - Siluman Lebah Hitam
93
Cha 93 - Hari Yang Berbahagia
94
Cha 94 - Rencana Selanjutnya
95
Cha 95 - Chi Wei Yang Perkasa
96
Cha 96 - Meninggalkan Kota Embun
97
Cha 97 - Petualangan Pertama
98
Cha 98 - Lin Ling Yang Sangat Menggoda
99
Cha 99 - Siluman Buaya
100
Cha 100 - Siluman Buaya 2
101
Pengumuman Penting

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!