Tidak menunggu waktu lama, kepala desa bersama seluruh warga desa Teratai Putih bergotong royong membangun kembali bangunan yang sebelumnya hancur dirusak oleh kawanan perampok.
Baik itu bangunan fasilitas umum atau pun rumah-rumah milik penduduk. Semuanya di bangun kembali tanpa kecuali.
Seluruh warga desa Teratai Putih kompak bekerja sama tanpa ada satu pun yang berpangku tangan. Laki-laki dan perempuan, baik anak-anak ataupun orang dewasa semuanya turut andil melibatkan diri.
Sementara itu, berbekal peta yang diberikan oleh kepala desa, Chi Wei bergerak menuju titik-titik lokasi yang dicurigai sebagai sarang para perampok.
Dengan menggunakan ilmu meringankan tubuh, Chi Wei bergerak lincah dari satu dahan pohon ke pohon lain.
Sepanjang perjalanan, beberapa kali Chi Wei bertemu dengan rombongan pedagang yang dikawal oleh beberapa orang pendekar.
Beberapa saat kemudian, Chi Wei pun tiba di sebuah hutan yang di sana terdapat sebuah gerbang kayu setinggi 15 meter. Di atas gerbang tersebut berkibar sebuah bendera bergambar kepala seekor serigala.
"hmmm... sepertinya ini sarang kelompok Serigala Hitam." gumam Chi Wei sambil duduk diatas dahan sebatang pohon berukuran cukup besar.
Dari kejauhan tampak ada 3 orang pria berpakaian serba hitam sedang berjaga-jaga di depan gerbang tersebut.
Chi Wei turun dari pohon tempat duduknya tadi, lalu berjalan dengan santai menuju gerbang yang dijaga oleh tiga orang pendekar berpakaian serba hitam.
"siapa kau anak muda, ada perlu apa kau datang ke tempat ini?"
Boommm.....
Seketika saja ketiga orang pendekar penjaga itu, tubuhnya terlempar menghantam gerbang dan tak pernah bangun lagi.
Chi Wei mengibaskan tangannya dengan santai.
Dhuarrrr.....
Gerbang kayu tersebut hancur berkeping-keping. Sontak saja kejadian itu membuat gaduh orang-orang yang berada di dalamnya.
Seluruh anggota kelompok Serigala Hitam berlari menuju pintu gerbang. Di sana mereka mendapati sesosok pemuda tampan berrambut biru tengah berjalan dengan santai sambil tersenyum penuh makna.
"lancang sekali kau anak muda, berani-beraninya mengacau di markas kami." Teriak salah satu dari mereka.
Chi Wei seakan tidak menghiraukan suara-suara yang memprovokasinya itu. Dia memperhatikan seluruh area tersebut, di sana terdapat beberapa bangunan yang semuanya terbuat dari kayu.
Kini di hadapan Chi Wei, ada sekitar 200 orang yang telah siap untuk menghadangnya.
"apa yang kau inginkan anak muda?" Tanya seorang pria tinggi besar yang mengenakan topeng berbentuk kepala seekor serigala. Dari penampilannya sudah bisa dipastikan pria tersebut merupakan pimpinan dari kelompok perampok itu.
"yang aku inginkan adalah memusnahkan manusia-manusia sampah seperti kalian. Kehadiran kalian hanya meresahkan seluruh penduduk desa." Jawab Chi Wei sambil menatap tajam ke arah pria tinggi besar tersebut.
"cari mati kau anak muda! serang dia!..."
Seketika saja para perampok itu menyerang Chi Wei secara bersamaan. Namun sebelum mereka berhasil menyentuh tubuh pendekar berambut biru itu, sebuah kilatan cahaya berwarna biru menghantam beberapa orang dari mereka.
Sekitar 10 orang tiba-tiba ambruk jatuh ke tanah dengan tubuh yang terbelah menjadi dua. Melihat teman-temannya mati dengan cara mengenaskan, membuat nyali para perampok tersebut mulai menciut.
"kenapa kalian berhenti?... serang dan habisi keparat itu!..." teriak sang pemimpin kelompok tersebut dengan penuh kemarahan.
Sebelum para perampok itu menyerang, Chi Wei menghentakkan kaki kanannya ke tanah, tiba-tiba ribuan kerikil melayang di udara. Dengan satu kibasan telapak tangan ribuan kerikil itu melesat dengan kecepatan yang tak bisa di lihat oleh mata.
Boom..... Boom..... Boom.....
Tiba-tiba saja seluruh anggota kelompok Serigala Hitam ambruk jatuh tersungkur dengan isi kepala amburadul seperti bubur dan hanya menyisakan satu orang saja.
Menyaksikan seluruh anggotanya telah mati mengenaskan, pemimpin kelompok itu merasa sangat geram.
"keparat!!!.....rasakan ini!"
Pria tersebut tiba-tiba menyerang Chi Wei secara membabi buta. Namun sayang kecepatan pria bertopeng itu hanya seperti seekor siput di mata pendekar tampan itu. Hingga dengan sangat mudah Chi Wei menangkap tubuh pria itu dan melemparkannya hingga jatuh tersungkur menghantam tanah.
Dengan gerakan sangat cepat, tiba-tiba tangan Chi Wei sudah mencengkeram leher pria bertopeng itu dengan sangat kuat.
"siput sepertimu berniat membunuhku?"
krrrekkkkk.....
Pria bertopeng itu pun mati dengan keadaan tulang leher yang remuk mengenaskan.
Dengan mata saktinya, Chi Wei menelusuri setiap sudut area tersebut. Setelah memastikan tidak ada yang lolos, ia kemudian menuju sebuah bangunan yang merupakan tempat penyimpanan hasil rampokan.
Di sana terdapat beberapa peti berisi koin emas dan perak dan juga beberapa harta benda seperti perhiasan dan berbagai macam barang dagangan. Dengan cepat Chi Wei memindahkan harta benda tersebut ke dalam cincin dimensi miliknya.
Setelah itu Chi Wei kemudian berpindah menuju bangunan lain, di sana dia menemukan sekitar 20 orang wanita muda yang terkurung dalam sebuah penjara kayu.
"tolong kami Tuan pendekar, tolong bebaskan kami."
Wanita-wanita tersebut berteriak memohon pertolongan kepada Chi Wei. Dengan satu gerakan tangan, pemuda rupawan itu berhasil menghancurkan pintu penjara kayu tersebut.
"sekarang kalian bebas, pulanglah ke tempat kalian berasal dan hati-hati."
Chi Wei memberikan para tawanan tersebut masing-masing beberapa koin emas. Sebagai bekal perjalanan mereka.
"Terima kasih banyak Tuan pendekar."
Para tawanan itu pun langsung pergi menuju daerah asalnya masing-masing. Chi Wei menatap kepergian mereka sambil menggelengkan kepala. Dia membayangkan seandainya adik kembarnya bernasib seperti para wanita tawanan tersebut.
"ini tidak bisa dibiarkan, aku harus secepatnya menghabisi para keparat itu sampai tuntas." Gumam Chi Wei sambil mengepalkan tangannya.
Setelah memastikan tidak ada yang tersisa, Chi Wei melesat ke udara. Dia berdiri tegak sekitar 50 meter di atas markas kelompok Serigala Hitam. Dari kedua telapak tangannya keluar kilatan-kilatan petir yang dalam hitungan detik langsung membakar seluruh bangunan yang ada di area tersebut.
Dalam sekejap markas kelompok Serigala Hitam itu rata dengan tanah menyisakan kepulan asap berwarna hitam yang membumbung tinggi ke udara.
Tidak menunggu waktu lama, Chi Wei lalu melesat ke udara menuju titik-titik lokasi markas para perampok yang lain. Dia bertekad untuk menghabisi para penjahat itu secepatnya.
Dalam waktu sehari saja, Chi Wei berhasil meratakan seluruh markas kawanan perampok yang berada di sekitar desa Teratai Putih. Termasuk beberapa kelompok perampok kecil yang bersembunyi di hutan-hutan belantara.
Dalam waktu singkat, berita tentang seorang pendekar tampan berambut biru yang telah menyerang markas para perampok menyebar menjadi buah bibir dikalangan para pendekar dan pengelana.
Di kedai-kedai dan penginapan, nama pendekar berambut biru menjadi topik hangat yang selalu dibicarakan.
Hal ini tentu disambut gembira oleh kalangan pedagang yang selama ini merasa resah akibat ulah para perampok. Tak sedikit pedagang yang kehilangan nyawa demi mempertahankan harta benda mereka.
Namun demikian sebaliknya, kabar yang beredar itu membuat para pendekar aliran hitam merasa geram. Kehadiran Chi Wei membuat keberadaan mereka merasa terancam.
Sementara itu, para penduduk desa Teratai Putih yang mendengar kabar yang beredar merasa yakin kalau pendekar berambut biru yang dimaksud tidak lain adalah Chi Wei.
Ada rasa kagum di hati seluruh penduduk desa Teratai Putih. Namun tak sedikit pula yang merasa ketakutan. Mereka takut jika sewaktu-waktu para perampok itu datang menuntut balas dan menghancurkan kembali desa mereka.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
Gusria Alexson Melayu
pertarungannya terlalu pendek tanpa jurus
2022-07-04
2
Andi Bergerboy
.
2022-03-14
1
PENGEPUL MAMAH MUDA
𝙢𝙖𝙮𝙖𝙣 𝙜𝙪𝙮𝙨....
2022-03-13
3