Cha 19 - Titik Awal Sebuah Perubahan

Setelah semalaman berdiskusi dengan Guru Huo, hari ini Chi Wei berencana menemui kepala desa. Dengan ditemani Tao Ming, Yan San, dan si kembar Chi Meilin dan Chi Mexia, Chi Wei berjalan menyusuri desa.

Kehadiran mereka sangat menyita perhatian para penduduk desa, bagaimana tidak, kecantikan si kembar sudah dikenal luas penduduk desa Teratai Putih terutama di kalangan para remaja putra. Tidak sedikit pemuda yang menaruh hati kepada gadis kembar tersebut.

Tao Ming dan Yan San pun tidak kalah populer dari si kembar, dua pemuda tampan yang dikenal ringan tangan. Mereka berdua tidak segan membantu siapapun yang membutuhkan.

Saat ini kehadiran Chi Wei di antara mereka berempat membuat seluruh penduduk desa Teratai Putih yang dijumpainya terpesona atas keindahan paras pendekar muda tersebut.

Seorang pria gagah nan rupawan yang senantiasa tersenyum manis menyapa siapapun yang dijumpainya. Penampilannya yang begitu mencolok dengan rambut birunya, dengan kulit seputih giok berjalan penuh wibawa laksana seorang bangsawan.

Para gadis yang sebelumnya bersembunyi karena takut diculik kawanan perampok, satu persatu menampakan diri hanya untuk sekadar melihat sosok yang membuat warga desa gempar.

Sudah bisa diduga, mereka tak mampu mengalihkan pandangannya dari Chi Wei. Seakan sengaja menggoda mereka, Chi Wei tak henti-hentinya tersenyum memamerkan lesung pipinya.

"oh dewa...benarkah dia seorang manusia?" gumam salah seorang gadis yang berpapasan dengan pemuda berparas rupawan tersebut.

Pagi itu benar-benar berbeda dengan sebelumnya, kehadiran Chi Wei membuat para penduduk desa seakan lupa atas derita yang selama ini mereka rasakan.

Saat itu Chi Wei dan rombongannya sengaja melewati jalan yang agak memutar menuju kediaman kepala desa, dia ingin melihat keadaan desa sepenuhnya.

Di beberapa tempat Chi Wei menemukan bekas bangunan yang terbakar, baik itu rumah penduduk ataupun fasilitas umum.

Tak terasa Chi Wei dan rombongan pun sampai di kediaman kepala desa. Dengan senyuman khasnya kepala desa beserta istri menyambutnya dengan ramah.

"Selamat pagi Tuan kepala desa." Chi Wei memegang tinjunya serta membungkukkan badannya yang diikuti oleh Tao Ming, Yan San dan si kembar.

Kepala desa menyambut Chi Wei dengan pelukan hangat.

"Wei'er, aku sudah mendengar berita kepulangnmu, maaf belum sempat mengunjungimu." ucap kepala desa sambil memegang kedua lengan Chi Wei.

"Tidak apa-apa Tuan." balas Chi Wei sambil tersenyum canggung.

"jangan panggil aku seperti itu, kita ini keluarga. Panggil saja Paman Yun."

"Ia Wei'er, biar bagaimanapun kami ini kaka sepupu dari ibumu." ucap nyonya Xin Xia sambil mendekat ke arah si kembar. Dipeluknya kedua gadis kembar itu dengan penuh kasih sayang.

Setelah berbasa basi Tuan Yun Lou pun mengajak Chi Wei dan rombongannya masuk. Di dalam kediaman kepala desa, Chi Wei pun menyampaikan maksud kedatangannya tersebut.

Dengan meminta bantuan kepala desa dan seluruh warga desa Teratai Putih, Chi Wei berencana untuk membangun kembali seluruh bangunan yang rusak akibat ulah para perampok.

Tentu saja Tuan Yun Lou sangat mendukung rencana Chi Wei tersebut, namun yang jadi masalah adalah terbatasnya keuangan yang dimiliki desa Teratai Putih.

Sejak kehadiran para perampok, penduduk desa mengalami kesulitan keuangan. Jangankan untuk menyisihkan harta mereka, masih bisa makan pun mereka sudah sangat bersyukur.

Seakan mengerti dengan masalah yang dihadapi tuan Yun Lou, Chi Wei pun mengeluarkan 2 peti yang berisi jutaan koin emas dan perak dari cincin dimensi miliknya.

Seketika semua orang yang berada di tempat itu terkesiap dengan mulut ternganga. Mereka menyaksikan tiba-tiba 2 buah peti berukuran besar muncul dari ruang hampa.

"semoga ini cukup, Paman Yun. kalau masih kurang paman tidak perlu sungkan untuk mengatakannya kepadaku." ucap Chi Wei sambil tersenyum ramah.

"i.ini, banyak sekali Wei'er, bagaimana bisa paman menerima semua ini?" Tuan Yun Lou tampak ragu.

"Terima lah paman, semoga ini akan berguna untuk memulihkan ekonomi desa Teratai Putih, aku percaya Paman bisa menggunakannya dengan bijak." Chi Wei meyakinkan Tuan Yun Lou yang merasa ragu untuk menerima harta pemberiannya tersebut.

Selain itu, Chi Wei juga minta peta wilayah desa dan meminta kepala desa untuk menunjukkan letak markas para perampok yang berada di sekitar desa Teratai Putih. Tanpa basa-basi Tuan Yun Lou pun langsung memberikan apa yang diminta pendekar muda itu.

"O iya Paman, kalau Paman tidak keberatan aku ingin bertemu dengan Paman Yun Chan dan Paman Yun Hui."

"tentu saja boleh Wei'er, ayo, Paman antar menemui mereka."

Tuan Yun Lou pun mengajak Chi Wei menuju sebuah ruangan tempat Yun Hui terbaring lemah tak berdaya. Sementara itu nyonya Xin Xia menemani Tao Ming dan Yan San dan juga si kembar yang memutuskan untuk tidak mengikuti Chi Wei.

Sesampainya di ruangan tersebut, Tuan Yun Lou memperkenalkan Chi Wei kepada Yun Chan yang dengan telaten tengah merawat Yun Hui.

"Chan'er ini adalah Chi Wei, anak dari sepupuku yang dulu sempat menghilang selama beberapa tahun." Ucap Yun Lou kepada Yun Chan yang terlihat begitu terkejut saat Chi Wei memasuki ruangan pribadinya itu.

"Paman, bolehkah aku melihat keadaan Paman Yun Hui?"

"Silakan Wei'er."

Chi Wei pun berjalan mendekati Yun Hui yang tengah terbaring lemah tak berdaya. Setelah beberapa saat memperhatikan keadaannya, Chi Wei mengangkat sebelah telapak tangannya tepat beberapa centimeter diatas dada pria paruh baya tersebut. Telapak tangan Chi Wei nampak bercahaya, dan itu membuat Yun Lou dan Yun Chan saling tatap merasa heran.

Beberapa saat kemudian, tiba-tiba saja Yun Hui terbatuk dan memuntahkan gumpalan darah berwarna hitam pekat, dengan sigap Yun Chan mengambil sebuah kendi untuk menampung darah tersebut.

Tidak berselang lama setelah memuntahkan darah, wajah Yun Hui tampak lebih cerah dan napasnya pun kembali normal seperti sediakala.

"paman, telanlah pil ini." kata Chi Wei sambil memberikan sebuah pil berwarna emas kepada Yun Hui.

Yun Hui pun langsung menelan pil tersebut, lalu tiba-tiba tubuh Yun Hui bergetar hebat dan beberapa saat kemudian tak sadarkan diri.

"Apa yang terjadi Wei'er?" Tanya Yun Lou yang merasa panik melihat Yun Hui tak sadarkan diri.

"Paman tidak perlu khawatir, besok pagi Paman Yun Hui akan segera sadar dan sembuh seperti sebelumnya." jawab Chi Wei tenang.

"untuk saat ini biarkan paman Yun Hui beristirahat, saat besok dia bangun berikan buah ini kepada Paman Yun Hui dan suruh untuk memakannya. Buah ini akan membantu memulihkan tenaga dalamnya." kata Chi Wei sambil memberikan buah yang menyerupai apel namun berwarna biru gelap.

Tidak lama kemudian Chi Wei dan Tuan Yun Lou pun meninggalkan ruangan tersebut. Setelah menemui adik dan kedua sahabatnya, pendekar muda berparas tampan itu lalu pamit undur diri dari kediaman Tuan Yun Lou.

Terpopuler

Comments

herry bjb

herry bjb

dengan uang yang banyak dan letak desa yang di pelosok bagaimana ceritanya bisa untuk membangun sementara masih banyak perampok andai mau berpergian ke desa atau tetangga yg jauh letaknya...harusnya ceritanya tidak terburu buru dan di buat begitu mudah di luar logika..

2022-09-04

1

rajes salam lubis

rajes salam lubis

terlalu muluk

2021-12-21

0

Anonymous

Anonymous

lanjut sebelum habis

2021-12-15

0

lihat semua
Episodes
1 Cha 1 - Desa Teratai Putih
2 Cha 2 - Hutan Timur
3 Cha 3 - Chi Wei Menghilang
4 Cha 4 - Berita Yang Menggemparkan
5 Cha 5 - Menerima Kehilangan
6 Cha 6 - Alam Roh
7 Cha 7 - Mulai Berlatih
8 Cha 8 - Tiga Jiwa Yang Menyatu
9 Cha 9 - Latihan Bertarung
10 Cha 10 - Hakikat Sebuah Pertarungan
11 Cha 11 - Lin Ling (Sebuah Gambaran Masa Depan)
12 Cha 12 - Kenyataan Pahit
13 Cha 13 - Warisan Senjata Pusaka
14 Cha - 14 Kembali
15 Cha 15 - Pertemuan
16 Cha 16 - Pertemuan 2
17 Cha 17 - Pertemuan 3
18 Cha 18 - Kehadiran Sosok Pahlawan
19 Cha 19 - Titik Awal Sebuah Perubahan
20 Cha 20 - Pendekar Rambut Biru
21 Cha 21 - Nama Yang Semakin Terkenal
22 Cha 22 - Pendekar Cambuk Api
23 Cha 23 - Berlatih Di Air Terjun
24 Cha 24 - Aura Seorang Pendekar
25 Cha 25 - Penjelasan Lung Huo
26 Cha 26 - Kebangkitan Desa Teratai Putih
27 Cha 27 - Sekte Teratai Putih
28 Cha 28 - Membuat Pusaka Cincin Dimensi
29 Cha 29 - Siluman Kalajengking 1
30 Cha 30 - Siluman Kalajengking 2
31 Cha 31 - Kehidupan Yang Dirindukan
32 Cha 32 - Rahasia Seorang Gadis
33 Cha 33 - Ritual 1
34 Cha 34 - Ritual 2
35 Cha 35 - Kesedihan Penduduk Desa Teratai Putih
36 Cha 36 - Tetua Agung
37 Cha 37 - Kegaduhan di Ruang Pertemuan
38 Cha 38 - Usaha yang Gagal
39 Cha 39 - Sebuah Rencana Besar
40 Cha 40 - Pertarungan Tak Seimbang
41 Cha 41 - Hukuman Untuk Seorang Penghianat
42 Cha 42 - Masalah Baru
43 Cha 43 - Informasi Penting
44 Cha 44 - Persiapan Perang
45 Cha 45 - Sahabat Lama
46 Cha 46 - Kehebatan Wajan Pusaka
47 Cha 47 - Menjemput Sang Dewi
48 Cha 48 - Dewi Surga
49 Cha 49 - Kecantikan Yang Menggemparkan
50 Cha 50 - Dewi Yang Kelaparan
51 Cha 51 - Curahan Hati Lung Huo
52 Cha 52 - Keputusan Lin Ling
53 Cha 53 - Sosok Gadis Yang Ditunggu
54 Cha 54 - Malam Yang Mendebarkan
55 Cha 55 - Pelukan Pertama
56 Cha 56 - Dewi Teratai
57 Cha 57 - Gagak Hitam Yang Malang
58 Cha 58 - Perubahan Rencana
59 Cha 59 - Malam Ke Tiga
60 Cha 60 - Rencana Yang Berantakan
61 Cha 61 - Rahasia Kekuatan Ghuo Lan
62 Cha 62 - Kemunculan Sang Pahlawan
63 Cha 63 - Bantuan Desa Tetangga
64 Cha 64 - Gabungan Kekuatan
65 Cha 65 - Akhir Hidup Yang Mengerikan
66 Cha 66 - Kemenangan Yang Pahit
67 Cha 67 - Tangisan Lin Ling
68 Cha 68 - Rencana Selanjutnya
69 Cha 69 - Gagak Putih (Bai Wuya)
70 Cha 70 - Bantuan Para Siluman
71 Cha 71 - Mimpi Yang Sama
72 Cha 72 - Pendekar Teratai Putih
73 Cha 73 - Keajaiban Satu Malam
74 Cha 74 - Manusia Tujuh Karakter
75 Cha 75 - Rencana Lima Siluman Pelindung Desa
76 Cha 76 - Pemanasan Lin Ling
77 Cha 77 - Raksasa Mata Merah
78 Cha 78 - Disaat Chi Wei Cemburu
79 Cha 79 - Kecerdikan Ghuo Kun
80 Cha 80 - Penyamaran Yang Terbongkar
81 Cha 81 - Membebaskan Para Tahanan
82 Cha 82 - Sosok Sang Pahlawan
83 Cha 83 - Balas Budi
84 Cha 84 - Kekuatan Perisai Pertahanan Kota Embun
85 Cha 85 - Sisi Lain Seorang Pendekar
86 Cha 86 - Berburu Harta
87 Cha 87 - Siluman Penjaga Kota Embun
88 Cha 88 - Jendral King Cheng
89 Cha 89 - Kabar Bahagia
90 Cha 90 - Rindu Berat
91 Cha 91 - Jenderal Besar Guan Bin
92 Cha 92 - Siluman Lebah Hitam
93 Cha 93 - Hari Yang Berbahagia
94 Cha 94 - Rencana Selanjutnya
95 Cha 95 - Chi Wei Yang Perkasa
96 Cha 96 - Meninggalkan Kota Embun
97 Cha 97 - Petualangan Pertama
98 Cha 98 - Lin Ling Yang Sangat Menggoda
99 Cha 99 - Siluman Buaya
100 Cha 100 - Siluman Buaya 2
101 Pengumuman Penting
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Cha 1 - Desa Teratai Putih
2
Cha 2 - Hutan Timur
3
Cha 3 - Chi Wei Menghilang
4
Cha 4 - Berita Yang Menggemparkan
5
Cha 5 - Menerima Kehilangan
6
Cha 6 - Alam Roh
7
Cha 7 - Mulai Berlatih
8
Cha 8 - Tiga Jiwa Yang Menyatu
9
Cha 9 - Latihan Bertarung
10
Cha 10 - Hakikat Sebuah Pertarungan
11
Cha 11 - Lin Ling (Sebuah Gambaran Masa Depan)
12
Cha 12 - Kenyataan Pahit
13
Cha 13 - Warisan Senjata Pusaka
14
Cha - 14 Kembali
15
Cha 15 - Pertemuan
16
Cha 16 - Pertemuan 2
17
Cha 17 - Pertemuan 3
18
Cha 18 - Kehadiran Sosok Pahlawan
19
Cha 19 - Titik Awal Sebuah Perubahan
20
Cha 20 - Pendekar Rambut Biru
21
Cha 21 - Nama Yang Semakin Terkenal
22
Cha 22 - Pendekar Cambuk Api
23
Cha 23 - Berlatih Di Air Terjun
24
Cha 24 - Aura Seorang Pendekar
25
Cha 25 - Penjelasan Lung Huo
26
Cha 26 - Kebangkitan Desa Teratai Putih
27
Cha 27 - Sekte Teratai Putih
28
Cha 28 - Membuat Pusaka Cincin Dimensi
29
Cha 29 - Siluman Kalajengking 1
30
Cha 30 - Siluman Kalajengking 2
31
Cha 31 - Kehidupan Yang Dirindukan
32
Cha 32 - Rahasia Seorang Gadis
33
Cha 33 - Ritual 1
34
Cha 34 - Ritual 2
35
Cha 35 - Kesedihan Penduduk Desa Teratai Putih
36
Cha 36 - Tetua Agung
37
Cha 37 - Kegaduhan di Ruang Pertemuan
38
Cha 38 - Usaha yang Gagal
39
Cha 39 - Sebuah Rencana Besar
40
Cha 40 - Pertarungan Tak Seimbang
41
Cha 41 - Hukuman Untuk Seorang Penghianat
42
Cha 42 - Masalah Baru
43
Cha 43 - Informasi Penting
44
Cha 44 - Persiapan Perang
45
Cha 45 - Sahabat Lama
46
Cha 46 - Kehebatan Wajan Pusaka
47
Cha 47 - Menjemput Sang Dewi
48
Cha 48 - Dewi Surga
49
Cha 49 - Kecantikan Yang Menggemparkan
50
Cha 50 - Dewi Yang Kelaparan
51
Cha 51 - Curahan Hati Lung Huo
52
Cha 52 - Keputusan Lin Ling
53
Cha 53 - Sosok Gadis Yang Ditunggu
54
Cha 54 - Malam Yang Mendebarkan
55
Cha 55 - Pelukan Pertama
56
Cha 56 - Dewi Teratai
57
Cha 57 - Gagak Hitam Yang Malang
58
Cha 58 - Perubahan Rencana
59
Cha 59 - Malam Ke Tiga
60
Cha 60 - Rencana Yang Berantakan
61
Cha 61 - Rahasia Kekuatan Ghuo Lan
62
Cha 62 - Kemunculan Sang Pahlawan
63
Cha 63 - Bantuan Desa Tetangga
64
Cha 64 - Gabungan Kekuatan
65
Cha 65 - Akhir Hidup Yang Mengerikan
66
Cha 66 - Kemenangan Yang Pahit
67
Cha 67 - Tangisan Lin Ling
68
Cha 68 - Rencana Selanjutnya
69
Cha 69 - Gagak Putih (Bai Wuya)
70
Cha 70 - Bantuan Para Siluman
71
Cha 71 - Mimpi Yang Sama
72
Cha 72 - Pendekar Teratai Putih
73
Cha 73 - Keajaiban Satu Malam
74
Cha 74 - Manusia Tujuh Karakter
75
Cha 75 - Rencana Lima Siluman Pelindung Desa
76
Cha 76 - Pemanasan Lin Ling
77
Cha 77 - Raksasa Mata Merah
78
Cha 78 - Disaat Chi Wei Cemburu
79
Cha 79 - Kecerdikan Ghuo Kun
80
Cha 80 - Penyamaran Yang Terbongkar
81
Cha 81 - Membebaskan Para Tahanan
82
Cha 82 - Sosok Sang Pahlawan
83
Cha 83 - Balas Budi
84
Cha 84 - Kekuatan Perisai Pertahanan Kota Embun
85
Cha 85 - Sisi Lain Seorang Pendekar
86
Cha 86 - Berburu Harta
87
Cha 87 - Siluman Penjaga Kota Embun
88
Cha 88 - Jendral King Cheng
89
Cha 89 - Kabar Bahagia
90
Cha 90 - Rindu Berat
91
Cha 91 - Jenderal Besar Guan Bin
92
Cha 92 - Siluman Lebah Hitam
93
Cha 93 - Hari Yang Berbahagia
94
Cha 94 - Rencana Selanjutnya
95
Cha 95 - Chi Wei Yang Perkasa
96
Cha 96 - Meninggalkan Kota Embun
97
Cha 97 - Petualangan Pertama
98
Cha 98 - Lin Ling Yang Sangat Menggoda
99
Cha 99 - Siluman Buaya
100
Cha 100 - Siluman Buaya 2
101
Pengumuman Penting

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!