Setelah terdiam beberapa saat, Lung Huo pun melanjutkan apa yang harus dia sampaikan kepada Chi Wei.
Seperti halnya siluman aliran putih, maka siluman yang tergabung dalam kelompok aliran hitam pun turut merasakan manfaat dari energi yang terpancar dari bunga teratai putih.
Oleh karena itu, para siluman aliran hitam berniat untuk memindahkan bunga teratai putih dari alam nyata ke dunia mereka dan menguasai bunga teratai putih sepenuhnya.
Namun, tentu saja mereka pun tidak mudah untuk melakukannya. Karena perbedaan alam kehidupan, membuat mereka kesulitan menembus ruang dan waktu. Sebab itulah para siluman aliran hitam berniat membunuh dan mengambil jiwa manusia yang sudah pernah merasakan efek dari menghirup aroma yang terpancar dari bunga teratai putih. dan penduduk desa Teratai Putih merupakan manusia paling berpotensi untuk membantu memuluskan langkah mereka.
Sebab itulah para siluman aliran putih merasa wajib melindungi para penduduk desa Teratai Putih dari niat jahat siluman aliran hitam tersebut.
Sejatinya, para siluman sendiri memiliki bentuk atau rupa yang sama persis dengan manusia. Namun, mereka harus merubah wujud saat memasuki alam nyata untuk mencegah kehilangan kekuatan yang lebih besar. Hingga akhirnya para siluman tersebut memilih menyerupai binatang buas, karena hanya dengan cara seperti itulah mereka bisa muncul di tengah-tengah manusia dengan resiko kematian yang lebih kecil dan bisa menggunakan sedikit kekuatannya jika keselamatan mereka terancam.
Sama seperti manusia, masing-masing kelompok siluman pun memiliki seorang pemimpin. Dan diantara mereka ada satu yang di tunjuk sebagai ketua. Yang pastinya, yang ditunjuk menjadi ketua adalah dia yang memiliki kesaktian paling tinggi.
"Wei'er, kelak jika waktunya telah tiba. Aku akan membawamu ke istana para siluman aliran putih. Karena sejatinya, kehadiranmu merupakan berita baik yang sudah sejak lama mereka tunggu."
"kapan itu Guru?"
"suatu saat kau akan mengetahuinya, yang terpenting sekarang adalah kau kembali dulu ke alam nyata untuk memulai tugasmu di sana."
"sejauh ini, siluman aliran putih masih mampu menjaga diri mereka sendiri. Namun, lain halnya dengan saudara-saudaramu di desa Teratai Putih. Mereka sudah sangat merindukan kedamaian hidup seperti dulu."
"baik Guru, aku akan mengikuti apa pun yang menjadi keputusan Guru." jawab Chi Wei dengan penuh hormat.
Cling.....
Chi Wei tiba-tiba berada di satu ruangan yang cukup luas yang di mana di sana terdapat begitu banyak harta.
Dalam ruangan itu terdapat gunungan koin emas yang entah berapa banyak jumlah keseluruhannya. Selain koin emas, di sana terdapat juga emas batangan yang jumlahnya bikin mulut menganga. Ada juga gunungan berbagai jenis batu mulia yang berguna untuk membuat senjata pusaka dan mendirikan sebuah bangunan.
Chi Wei hampir tak berkedip menyaksikan gunungan harta benda yang ada di hadapannya saat ini.
"Wei'er, gunakan cincin dimensimu dan ambil semua yang ada di sini, jangan sampai ada yang tersisa." kata-kata Lung Huo mengagetkan Chi Wei sambil tersenyum tipis.
"tidak perlu ragu dan jangan banyak tanya, ini semua akan banyak berguna untuk membangun kembali desa Teratai Putih. Kau sudah tahu cara menggunakan cincin dimensi itu kan, Wei'er?"
"i.i.ia Guru, aku sudah tahu cara menggunakannya."
Sambil tergagap Chi Wei menganggukkan kepalanya, lalu ia pun segera memindahkan apa yang ada di dalam ruangan itu ke dalam cincin dimensi miliknya.
Ctakkkk...
Lung Huo menjentikkan jarinya dan seketika saja dia telah membawa Chi Wei ke ruangan lain.
Sebuah ruangan yang terdapat banyak peti di dalamnya. Dan peti-peti tersebut berisi ribuan senjata pusaka dengan berbagai macam jenis.
"Wei'er, sehebat apa pun kau saat ini, sebagai manusia biasa kau tidak bisa memikul tanggung jawab besar sendiri. Kau tetap membutuhkan bantuan dan dukungan dari banyak orang. Mungkin senjata-senjata pusaka ini tidak terlalu berguna untukmu, tapi orang-orang yang membantumu kelak akan sangat membutuhkannya."
Di ruangan itu juga terdapat sebuah lemari kaca yang berisi tujuh buah jubah pendekar dengan warna yang berbeda yang berhiasankan gambar tujuh bunga teratai putih di bagian punggungnya berwarna perak.
Saat Lung Huo membuka pintu lemari kaca tersebut, seketika itu terpancar kekuatan yang sangat dahsyat dari jubah-jubah pendekar itu. Lung Huo menjelaskan apa saja keistimewaan dari jubah tersebut.
Jubah berwarna putih, mampu memancarkan kharisma yang sangat kuat bagi siapapun yang memakainya. Sehingga orang tersebut akan terlihat sangat berwibawa.
jubah berwarna biru, sangat berguna bagi siapapun yang memakainya saat orang tersebut berada di suatu tempat yang memiliki suhu yang sangat panas. Karena jubah ini mampu menghadirkan hawa sejuk saat digunakan.
Jubah berwarna kuning, adalah kebalikan dari jubah yang berwarna biru. keistimewaannya adalah jubah ini mampu memancarkan energi panas yang bisa melindungi siapapun yang memakainya dari serangan hawa dingin.
jubah berwarna hijau, adalah jubah yang memiliki keistimewaan sebagai pelindung dari serangan dari berbagai jenis racun. Selain melindungi, jubah ini juga mampu mengobati siapapun yang mengalami keracunan ringan ataupun berat.
Jubah berwarna ungu, jubah ini bisa membuat tubuh yang memakainya hilang dari pandangan mata. Jubah ini sangat cocok digunakan saat menjalankan misi mencari informasi atau mata-mata.
Jubah berwarna hitam, adalah merupakan jubah yang memiliki keistimewaan mampu menangkal serangan sihir dan juga bisa membuat yang memakainya mengerti bahasa binatang.
Dari semua jubah-jubah tersebut tadi ada satu jubah yang membuat Chi Wei mengerutkan kening penuh tanda tanya.
"Guru, apa jubah-jubah ini semuanya dibuat untuk dikenakan oleh seorang pendekar pria?"
"tentu saja Wei'er, aku harap semua jubah ini bisa membuatmu semakin kuat." jawab Lung Huo dipenuhi rasa bangga.
"Lalu itu, Guru?" tanya Chi Wei sambil menunjuk jubah yang berwarna merah muda.
"memang kenapa Wei'er?...apa ada masalah dengan warnanya. hmmm?..." Tanya Lung Huo sedikit menggoda Chi Wei.
"Tapi Guru?"
"Wei'er, bukankah warna ini sering kita gunakan sebagai simbol kasih sayang? apa kasih sayang itu hanya berlaku untuk salah satu gender saja? Lagi pula apa kau tidak merasakannya? justru dari semua jubah yang ada di sini, jubah merah muda inilah yang memiliki kekuatan paling besar"
"jubah ini memiliki semua keistimewaan yang ada di enam jubah yang lainnya. Kau tahu Wei'er, jubah ini memiliki kekuatan yang sangat dahsyat yang mampu melindungi siapapun yang memakainya dari berbagai jenis senjata pusaka. Jubah ini sangat cocok digunakan saat kau berada dalam sebuah pertempuran besar."
"meski tubuhmu sudah memiliki segala kekuatan yang dimiliki jubah-jubah ini, tapi dengan kau menggunakan semua jubah ini, itu akan semakin menambah kekuatanmu."
"meski tak ada satu pun ilmu bela diri yang sempurna, tapi paling tidak jangan pernah membiarkan tubuhmu memiliki kelemahan. Karena sekecil apapun titik lemah yang ada di dirimu, itu akan menjadi sebuah peluang besar bagi mereka yang hendak menghabisimu."
"kau mengerti maksudku, Wei'er?"
"aku mengerti Guru."
"baiklah, sekarang simpan semuanya ke dalam cincin dimensimu. Jangan lupa untuk memakai salah satu jubah ini, apa kau tidak kedinginan bertelanjang dada terus? hahahaha."
"Baik Guru."
Chi Wei pun memindahkan semua barang-barang tersebut setelah sebelumnya mengenakan jubah berwarna biru.
Saat jubah itu dikenakan oleh Chi Wei, seketika itu jubah tersebut secara otomatis mengikuti ukuran dan bentuk tubuh pendekar muda itu, dan saat itu juga Chi Wei merasakan sensasi yang luar biasa saat kekuatan jubah tersebut menyatu dengan tubuhnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
Wayan RaNa
sebutkan, ranhnya to tingkatan kekuatannya, thor,
2024-08-20
2
Albet Jalius
siip....
2022-09-21
0
labib Zack Lee Ramadhani
cling cling aja ,tapi disini sering disebut sebutin kekuatannya tapi masa sampe bab ini tingkatan kekuatannya GK pernah keliatan
2022-01-19
0