Cha 13 - Warisan Senjata Pusaka

Setelah terdiam beberapa saat, Lung Huo pun melanjutkan apa yang harus dia sampaikan kepada Chi Wei.

Seperti halnya siluman aliran putih, maka siluman yang tergabung dalam kelompok aliran hitam pun turut merasakan manfaat dari energi yang terpancar dari bunga teratai putih.

Oleh karena itu, para siluman aliran hitam berniat untuk memindahkan bunga teratai putih dari alam nyata ke dunia mereka dan menguasai bunga teratai putih sepenuhnya.

Namun, tentu saja mereka pun tidak mudah untuk melakukannya. Karena perbedaan alam kehidupan, membuat mereka kesulitan menembus ruang dan waktu. Sebab itulah para siluman aliran hitam berniat membunuh dan mengambil jiwa manusia yang sudah pernah merasakan efek dari menghirup aroma yang terpancar dari bunga teratai putih. dan penduduk desa Teratai Putih merupakan manusia paling berpotensi untuk membantu memuluskan langkah mereka.

Sebab itulah para siluman aliran putih merasa wajib melindungi para penduduk desa Teratai Putih dari niat jahat siluman aliran hitam tersebut.

Sejatinya, para siluman sendiri memiliki bentuk atau rupa yang sama persis dengan manusia. Namun, mereka harus merubah wujud saat memasuki alam nyata untuk mencegah kehilangan kekuatan yang lebih besar. Hingga akhirnya para siluman tersebut memilih menyerupai binatang buas, karena hanya dengan cara seperti itulah mereka bisa muncul di tengah-tengah manusia dengan resiko kematian yang lebih kecil dan bisa menggunakan sedikit kekuatannya jika keselamatan mereka terancam.

Sama seperti manusia, masing-masing kelompok siluman pun memiliki seorang pemimpin. Dan diantara mereka ada satu yang di tunjuk sebagai ketua. Yang pastinya, yang ditunjuk menjadi ketua adalah dia yang memiliki kesaktian paling tinggi.

"Wei'er, kelak jika waktunya telah tiba. Aku akan membawamu ke istana para siluman aliran putih. Karena sejatinya, kehadiranmu merupakan berita baik yang sudah sejak lama mereka tunggu."

"kapan itu Guru?"

"suatu saat kau akan mengetahuinya, yang terpenting sekarang adalah kau kembali dulu ke alam nyata untuk memulai tugasmu di sana."

"sejauh ini, siluman aliran putih masih mampu menjaga diri mereka sendiri. Namun, lain halnya dengan saudara-saudaramu di desa Teratai Putih. Mereka sudah sangat merindukan kedamaian hidup seperti dulu."

"baik Guru, aku akan mengikuti apa pun yang menjadi keputusan Guru." jawab Chi Wei dengan penuh hormat.

Cling.....

Chi Wei tiba-tiba berada di satu ruangan yang cukup luas yang di mana di sana terdapat begitu banyak harta.

Dalam ruangan itu terdapat gunungan koin emas yang entah berapa banyak jumlah keseluruhannya. Selain koin emas, di sana terdapat juga emas batangan yang jumlahnya bikin mulut menganga. Ada juga gunungan berbagai jenis batu mulia yang berguna untuk membuat senjata pusaka dan mendirikan sebuah bangunan.

Chi Wei hampir tak berkedip menyaksikan gunungan harta benda yang ada di hadapannya saat ini.

"Wei'er, gunakan cincin dimensimu dan ambil semua yang ada di sini, jangan sampai ada yang tersisa." kata-kata Lung Huo mengagetkan Chi Wei sambil tersenyum tipis.

"tidak perlu ragu dan jangan banyak tanya, ini semua akan banyak berguna untuk membangun kembali desa Teratai Putih. Kau sudah tahu cara menggunakan cincin dimensi itu kan, Wei'er?"

"i.i.ia Guru, aku sudah tahu cara menggunakannya."

Sambil tergagap Chi Wei menganggukkan kepalanya, lalu ia pun segera memindahkan apa yang ada di dalam ruangan itu ke dalam cincin dimensi miliknya.

Ctakkkk...

Lung Huo menjentikkan jarinya dan seketika saja dia telah membawa Chi Wei ke ruangan lain.

Sebuah ruangan yang terdapat banyak peti di dalamnya. Dan peti-peti tersebut berisi ribuan senjata pusaka dengan berbagai macam jenis.

"Wei'er, sehebat apa pun kau saat ini, sebagai manusia biasa kau tidak bisa memikul tanggung jawab besar sendiri. Kau tetap membutuhkan bantuan dan dukungan dari banyak orang. Mungkin senjata-senjata pusaka ini tidak terlalu berguna untukmu, tapi orang-orang yang membantumu kelak akan sangat membutuhkannya."

Di ruangan itu juga terdapat sebuah lemari kaca yang berisi tujuh buah jubah pendekar dengan warna yang berbeda yang berhiasankan gambar tujuh bunga teratai putih di bagian punggungnya berwarna perak.

Saat Lung Huo membuka pintu lemari kaca tersebut, seketika itu terpancar kekuatan yang sangat dahsyat dari jubah-jubah pendekar itu. Lung Huo menjelaskan apa saja keistimewaan dari jubah tersebut.

Jubah berwarna putih, mampu memancarkan kharisma yang sangat kuat bagi siapapun yang memakainya. Sehingga orang tersebut akan terlihat sangat berwibawa.

jubah berwarna biru, sangat berguna bagi siapapun yang memakainya saat orang tersebut berada di suatu tempat yang memiliki suhu yang sangat panas. Karena jubah ini mampu menghadirkan hawa sejuk saat digunakan.

Jubah berwarna kuning, adalah kebalikan dari jubah yang berwarna biru. keistimewaannya adalah jubah ini mampu memancarkan energi panas yang bisa melindungi siapapun yang memakainya dari serangan hawa dingin.

jubah berwarna hijau, adalah jubah yang memiliki keistimewaan sebagai pelindung dari serangan dari berbagai jenis racun. Selain melindungi, jubah ini juga mampu mengobati siapapun yang mengalami keracunan ringan ataupun berat.

Jubah berwarna ungu, jubah ini bisa membuat tubuh yang memakainya hilang dari pandangan mata. Jubah ini sangat cocok digunakan saat menjalankan misi mencari informasi atau mata-mata.

Jubah berwarna hitam, adalah merupakan jubah yang memiliki keistimewaan mampu menangkal serangan sihir dan juga bisa membuat yang memakainya mengerti bahasa binatang.

Dari semua jubah-jubah tersebut tadi ada satu jubah yang membuat Chi Wei mengerutkan kening penuh tanda tanya.

"Guru, apa jubah-jubah ini semuanya dibuat untuk dikenakan oleh seorang pendekar pria?"

"tentu saja Wei'er, aku harap semua jubah ini bisa membuatmu semakin kuat." jawab Lung Huo dipenuhi rasa bangga.

"Lalu itu, Guru?" tanya Chi Wei sambil menunjuk jubah yang berwarna merah muda.

"memang kenapa Wei'er?...apa ada masalah dengan warnanya. hmmm?..." Tanya Lung Huo sedikit menggoda Chi Wei.

"Tapi Guru?"

"Wei'er, bukankah warna ini sering kita gunakan sebagai simbol kasih sayang? apa kasih sayang itu hanya berlaku untuk salah satu gender saja? Lagi pula apa kau tidak merasakannya? justru dari semua jubah yang ada di sini, jubah merah muda inilah yang memiliki kekuatan paling besar"

"jubah ini memiliki semua keistimewaan yang ada di enam jubah yang lainnya. Kau tahu Wei'er, jubah ini memiliki kekuatan yang sangat dahsyat yang mampu melindungi siapapun yang memakainya dari berbagai jenis senjata pusaka. Jubah ini sangat cocok digunakan saat kau berada dalam sebuah pertempuran besar."

"meski tubuhmu sudah memiliki segala kekuatan yang dimiliki jubah-jubah ini, tapi dengan kau menggunakan semua jubah ini, itu akan semakin menambah kekuatanmu."

"meski tak ada satu pun ilmu bela diri yang sempurna, tapi paling tidak jangan pernah membiarkan tubuhmu memiliki kelemahan. Karena sekecil apapun titik lemah yang ada di dirimu, itu akan menjadi sebuah peluang besar bagi mereka yang hendak menghabisimu."

"kau mengerti maksudku, Wei'er?"

"aku mengerti Guru."

"baiklah, sekarang simpan semuanya ke dalam cincin dimensimu. Jangan lupa untuk memakai salah satu jubah ini, apa kau tidak kedinginan bertelanjang dada terus? hahahaha."

"Baik Guru."

Chi Wei pun memindahkan semua barang-barang tersebut setelah sebelumnya mengenakan jubah berwarna biru.

Saat jubah itu dikenakan oleh Chi Wei, seketika itu jubah tersebut secara otomatis mengikuti ukuran dan bentuk tubuh pendekar muda itu, dan saat itu juga Chi Wei merasakan sensasi yang luar biasa saat kekuatan jubah tersebut menyatu dengan tubuhnya.

Terpopuler

Comments

Wayan RaNa

Wayan RaNa

sebutkan, ranhnya to tingkatan kekuatannya, thor,

2024-08-20

2

Albet Jalius

Albet Jalius

siip....

2022-09-21

0

labib Zack Lee Ramadhani

labib Zack Lee Ramadhani

cling cling aja ,tapi disini sering disebut sebutin kekuatannya tapi masa sampe bab ini tingkatan kekuatannya GK pernah keliatan

2022-01-19

0

lihat semua
Episodes
1 Cha 1 - Desa Teratai Putih
2 Cha 2 - Hutan Timur
3 Cha 3 - Chi Wei Menghilang
4 Cha 4 - Berita Yang Menggemparkan
5 Cha 5 - Menerima Kehilangan
6 Cha 6 - Alam Roh
7 Cha 7 - Mulai Berlatih
8 Cha 8 - Tiga Jiwa Yang Menyatu
9 Cha 9 - Latihan Bertarung
10 Cha 10 - Hakikat Sebuah Pertarungan
11 Cha 11 - Lin Ling (Sebuah Gambaran Masa Depan)
12 Cha 12 - Kenyataan Pahit
13 Cha 13 - Warisan Senjata Pusaka
14 Cha - 14 Kembali
15 Cha 15 - Pertemuan
16 Cha 16 - Pertemuan 2
17 Cha 17 - Pertemuan 3
18 Cha 18 - Kehadiran Sosok Pahlawan
19 Cha 19 - Titik Awal Sebuah Perubahan
20 Cha 20 - Pendekar Rambut Biru
21 Cha 21 - Nama Yang Semakin Terkenal
22 Cha 22 - Pendekar Cambuk Api
23 Cha 23 - Berlatih Di Air Terjun
24 Cha 24 - Aura Seorang Pendekar
25 Cha 25 - Penjelasan Lung Huo
26 Cha 26 - Kebangkitan Desa Teratai Putih
27 Cha 27 - Sekte Teratai Putih
28 Cha 28 - Membuat Pusaka Cincin Dimensi
29 Cha 29 - Siluman Kalajengking 1
30 Cha 30 - Siluman Kalajengking 2
31 Cha 31 - Kehidupan Yang Dirindukan
32 Cha 32 - Rahasia Seorang Gadis
33 Cha 33 - Ritual 1
34 Cha 34 - Ritual 2
35 Cha 35 - Kesedihan Penduduk Desa Teratai Putih
36 Cha 36 - Tetua Agung
37 Cha 37 - Kegaduhan di Ruang Pertemuan
38 Cha 38 - Usaha yang Gagal
39 Cha 39 - Sebuah Rencana Besar
40 Cha 40 - Pertarungan Tak Seimbang
41 Cha 41 - Hukuman Untuk Seorang Penghianat
42 Cha 42 - Masalah Baru
43 Cha 43 - Informasi Penting
44 Cha 44 - Persiapan Perang
45 Cha 45 - Sahabat Lama
46 Cha 46 - Kehebatan Wajan Pusaka
47 Cha 47 - Menjemput Sang Dewi
48 Cha 48 - Dewi Surga
49 Cha 49 - Kecantikan Yang Menggemparkan
50 Cha 50 - Dewi Yang Kelaparan
51 Cha 51 - Curahan Hati Lung Huo
52 Cha 52 - Keputusan Lin Ling
53 Cha 53 - Sosok Gadis Yang Ditunggu
54 Cha 54 - Malam Yang Mendebarkan
55 Cha 55 - Pelukan Pertama
56 Cha 56 - Dewi Teratai
57 Cha 57 - Gagak Hitam Yang Malang
58 Cha 58 - Perubahan Rencana
59 Cha 59 - Malam Ke Tiga
60 Cha 60 - Rencana Yang Berantakan
61 Cha 61 - Rahasia Kekuatan Ghuo Lan
62 Cha 62 - Kemunculan Sang Pahlawan
63 Cha 63 - Bantuan Desa Tetangga
64 Cha 64 - Gabungan Kekuatan
65 Cha 65 - Akhir Hidup Yang Mengerikan
66 Cha 66 - Kemenangan Yang Pahit
67 Cha 67 - Tangisan Lin Ling
68 Cha 68 - Rencana Selanjutnya
69 Cha 69 - Gagak Putih (Bai Wuya)
70 Cha 70 - Bantuan Para Siluman
71 Cha 71 - Mimpi Yang Sama
72 Cha 72 - Pendekar Teratai Putih
73 Cha 73 - Keajaiban Satu Malam
74 Cha 74 - Manusia Tujuh Karakter
75 Cha 75 - Rencana Lima Siluman Pelindung Desa
76 Cha 76 - Pemanasan Lin Ling
77 Cha 77 - Raksasa Mata Merah
78 Cha 78 - Disaat Chi Wei Cemburu
79 Cha 79 - Kecerdikan Ghuo Kun
80 Cha 80 - Penyamaran Yang Terbongkar
81 Cha 81 - Membebaskan Para Tahanan
82 Cha 82 - Sosok Sang Pahlawan
83 Cha 83 - Balas Budi
84 Cha 84 - Kekuatan Perisai Pertahanan Kota Embun
85 Cha 85 - Sisi Lain Seorang Pendekar
86 Cha 86 - Berburu Harta
87 Cha 87 - Siluman Penjaga Kota Embun
88 Cha 88 - Jendral King Cheng
89 Cha 89 - Kabar Bahagia
90 Cha 90 - Rindu Berat
91 Cha 91 - Jenderal Besar Guan Bin
92 Cha 92 - Siluman Lebah Hitam
93 Cha 93 - Hari Yang Berbahagia
94 Cha 94 - Rencana Selanjutnya
95 Cha 95 - Chi Wei Yang Perkasa
96 Cha 96 - Meninggalkan Kota Embun
97 Cha 97 - Petualangan Pertama
98 Cha 98 - Lin Ling Yang Sangat Menggoda
99 Cha 99 - Siluman Buaya
100 Cha 100 - Siluman Buaya 2
101 Pengumuman Penting
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Cha 1 - Desa Teratai Putih
2
Cha 2 - Hutan Timur
3
Cha 3 - Chi Wei Menghilang
4
Cha 4 - Berita Yang Menggemparkan
5
Cha 5 - Menerima Kehilangan
6
Cha 6 - Alam Roh
7
Cha 7 - Mulai Berlatih
8
Cha 8 - Tiga Jiwa Yang Menyatu
9
Cha 9 - Latihan Bertarung
10
Cha 10 - Hakikat Sebuah Pertarungan
11
Cha 11 - Lin Ling (Sebuah Gambaran Masa Depan)
12
Cha 12 - Kenyataan Pahit
13
Cha 13 - Warisan Senjata Pusaka
14
Cha - 14 Kembali
15
Cha 15 - Pertemuan
16
Cha 16 - Pertemuan 2
17
Cha 17 - Pertemuan 3
18
Cha 18 - Kehadiran Sosok Pahlawan
19
Cha 19 - Titik Awal Sebuah Perubahan
20
Cha 20 - Pendekar Rambut Biru
21
Cha 21 - Nama Yang Semakin Terkenal
22
Cha 22 - Pendekar Cambuk Api
23
Cha 23 - Berlatih Di Air Terjun
24
Cha 24 - Aura Seorang Pendekar
25
Cha 25 - Penjelasan Lung Huo
26
Cha 26 - Kebangkitan Desa Teratai Putih
27
Cha 27 - Sekte Teratai Putih
28
Cha 28 - Membuat Pusaka Cincin Dimensi
29
Cha 29 - Siluman Kalajengking 1
30
Cha 30 - Siluman Kalajengking 2
31
Cha 31 - Kehidupan Yang Dirindukan
32
Cha 32 - Rahasia Seorang Gadis
33
Cha 33 - Ritual 1
34
Cha 34 - Ritual 2
35
Cha 35 - Kesedihan Penduduk Desa Teratai Putih
36
Cha 36 - Tetua Agung
37
Cha 37 - Kegaduhan di Ruang Pertemuan
38
Cha 38 - Usaha yang Gagal
39
Cha 39 - Sebuah Rencana Besar
40
Cha 40 - Pertarungan Tak Seimbang
41
Cha 41 - Hukuman Untuk Seorang Penghianat
42
Cha 42 - Masalah Baru
43
Cha 43 - Informasi Penting
44
Cha 44 - Persiapan Perang
45
Cha 45 - Sahabat Lama
46
Cha 46 - Kehebatan Wajan Pusaka
47
Cha 47 - Menjemput Sang Dewi
48
Cha 48 - Dewi Surga
49
Cha 49 - Kecantikan Yang Menggemparkan
50
Cha 50 - Dewi Yang Kelaparan
51
Cha 51 - Curahan Hati Lung Huo
52
Cha 52 - Keputusan Lin Ling
53
Cha 53 - Sosok Gadis Yang Ditunggu
54
Cha 54 - Malam Yang Mendebarkan
55
Cha 55 - Pelukan Pertama
56
Cha 56 - Dewi Teratai
57
Cha 57 - Gagak Hitam Yang Malang
58
Cha 58 - Perubahan Rencana
59
Cha 59 - Malam Ke Tiga
60
Cha 60 - Rencana Yang Berantakan
61
Cha 61 - Rahasia Kekuatan Ghuo Lan
62
Cha 62 - Kemunculan Sang Pahlawan
63
Cha 63 - Bantuan Desa Tetangga
64
Cha 64 - Gabungan Kekuatan
65
Cha 65 - Akhir Hidup Yang Mengerikan
66
Cha 66 - Kemenangan Yang Pahit
67
Cha 67 - Tangisan Lin Ling
68
Cha 68 - Rencana Selanjutnya
69
Cha 69 - Gagak Putih (Bai Wuya)
70
Cha 70 - Bantuan Para Siluman
71
Cha 71 - Mimpi Yang Sama
72
Cha 72 - Pendekar Teratai Putih
73
Cha 73 - Keajaiban Satu Malam
74
Cha 74 - Manusia Tujuh Karakter
75
Cha 75 - Rencana Lima Siluman Pelindung Desa
76
Cha 76 - Pemanasan Lin Ling
77
Cha 77 - Raksasa Mata Merah
78
Cha 78 - Disaat Chi Wei Cemburu
79
Cha 79 - Kecerdikan Ghuo Kun
80
Cha 80 - Penyamaran Yang Terbongkar
81
Cha 81 - Membebaskan Para Tahanan
82
Cha 82 - Sosok Sang Pahlawan
83
Cha 83 - Balas Budi
84
Cha 84 - Kekuatan Perisai Pertahanan Kota Embun
85
Cha 85 - Sisi Lain Seorang Pendekar
86
Cha 86 - Berburu Harta
87
Cha 87 - Siluman Penjaga Kota Embun
88
Cha 88 - Jendral King Cheng
89
Cha 89 - Kabar Bahagia
90
Cha 90 - Rindu Berat
91
Cha 91 - Jenderal Besar Guan Bin
92
Cha 92 - Siluman Lebah Hitam
93
Cha 93 - Hari Yang Berbahagia
94
Cha 94 - Rencana Selanjutnya
95
Cha 95 - Chi Wei Yang Perkasa
96
Cha 96 - Meninggalkan Kota Embun
97
Cha 97 - Petualangan Pertama
98
Cha 98 - Lin Ling Yang Sangat Menggoda
99
Cha 99 - Siluman Buaya
100
Cha 100 - Siluman Buaya 2
101
Pengumuman Penting

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!