Cha 3 - Chi Wei Menghilang

Angin sepoi-sepoi yang berembus semakin menghanyutkan Tao Ming terlelap makin dalam. Sementara Yan San, semakin jauh membayangkan keuntungan besar jika dia dan ayahnya mampu membudidayakan jenis ikan langka yang baru saja ia ketahui.

Tidak terasa waktu pun bergulir cepat, matahari semakin condong ke arah barat. Yan San pun mulai merasa aneh, sudah lebih dari dua jam Chi Wei tak kunjung kembali dari sungai. Tao Ming tidak biasanya dia tertidur di tengah hutan begitu lama.

Tersadar dari segala lamunannya, Yan San bergegas membangunkan Tao Ming.

"Tao Ming...bangun...cepat bangun." seru Yan San sambil menggoyang-goyangkan tubuh Tao Ming.

"hmmm....apa sih Yan San...aku masih ngantuk." jawab Tao Ming sambil mengubah posisi tidurnya miring ke kanan.

"kamu sudah tidur lebih dari dua jam, Chi Wei juga belum kembali dari sungai."

"huaaahhhh...masa iya aku sudah tidur selama itu?" tanya Tao Ming sambil menguap.

"buka mata mu, lihat tuh matahari sudah mau terbenam. lagian tidak biasanya kamu tidur di hutan begitu lama?"

"huaaaaahhhhh...ayo kita susul Chi Wei" Tao Ming beranjak bangun lalu melangkah pergi menuju sungai. Sementara Yan San menyusul di belakangnya kebingungan.

"Wei....Chi Wei!!!....."

"Chi Wei lesung!!!......"

Tao Ming dan Yan San bergantian memanggil-manggil Chi Wei setelah beberapa saat mencari namun tidak juga bertemu dengan sahabatnya itu.

"hmmm...apa mungkin Chi Wei sudah pulang lebih dulu?" Yan San bertanya sambil melirik ke arah Tao Ming.

"dia tidak mungkin meninggalkan kita di sini" sergap Tao Ming sambil terus melemparkan pandangannya menyusuri sungai untuk mencari keberadaan Chi Wei.

Seketika Tao Ming teringat betapa Chi Wei menyayangi mereka berdua. Dia rela melakukan apa pun asal kedua sahabatnya tersebut merasa senang. Bahkan Chi Wei berani masuk ke hutan malam-malam hanya untuk mencari tanaman herbal untuk mengobati Yan San yang saat itu keracunan hingga tak sadarkan diri.

Rasanya tidak mungkin Chi Wei pulang lebih dulu dan meninggalkan mereka berdua di tengah hutan belantara.

Hari yang semakin sore membuat Tao Ming dan Yan San mulai dilanda rasa khawatir. Mereka semakin panik setelah menemukan baju dan tas berukuran sedang punya Chi Wei. Baju dan tas tersebut di simpan diatas batu dipinggir sungai yang di sana terdapat air terjun.

Tas yang terbuat dari anyaman rotan itu biasa Chi Wei bawa saat mereka berburu. Di dalam tas itu terdapat beberapa tanaman herbal dan buah-buahan segar yang Chi Wei dapatkan selama menyusuri hutan Timur.

Air terjun tersebut tidak terlalu besar, tingginya hanya beberapa meter saja, namun debit airnya cukup besar. Debit air yang cukup untuk menghanyutkan tubuh anak-anak seusia mereka bertiga. Namun Tao Ming dan Yan San sepakat, dengan kemampuan berenang Chi Wei yang diatas rata-rata anak seusianya rasanya tidak mungkin dia tenggelam dan hanyut terbawa arus sungai.

Namun begitu, pikiran-pikiran jelek itu mulai merasuki isi kepala Tao Ming dan Yan San. Setelah berpencar menyusuri area air terjun, mereka berdua tetap tidak menemukan apa-apa. Hingga akhirnya Tao Ming memutuskan untuk masuk berenang di bawah air terjun.

"Yan San, kamu tunggu di sini. aku akan berenang di bawah air terjun, untuk memastikan keberadaan Chi Wei di sana. Aku takut terjadi hal buruk yang pastinya sangat tidak kita harapkan menimpa sahabat kita." Cerocos Tao Ming sambil melepaskan baju dan langsung masuk ke sungai di bawah air terjun. Sementara Yan San hanya membalasnya dengan anggukan kepala pelan.

Setelah beberapa saat berenang menyusuri sungai di bawah air terjun, Tao Ming tidak juga menemukan apa-apa di sana. Di satu sisi dia merasa senang karena artinya Chi Wei tidak tenggelam di situ, sementara di sisi lain dia juga masih merasa cemas akan keberadaan Chi Wei yang tak kunjung mereka temukan.

Kubangan air sungai yang membentuk sebuah kolam di bawah air terjun tersebut tidak terlalu besar dan juga tidak terlalu dalam. Lebarnya hanya sekitar 15 meter, kedalaman sungai tersebut juga hanya setinggi orang dewasa. Dan tepat di tengah-tengah bagian yang terdalam di bawah air terjun itu, terdapat batu yang cukup besar. Batu itu cukup unik karena kalau di injak rasanya seperti menginjak permukaan lantai ubin. Lebar dan rata.

Sehingga kalau ada orang dewasa berdiri tepat di atas batu itu, maka permukaan air sungai itu persis ada di ubun-ubun orang dewasa tersebut.

Tao Ming pun bergegas menghampiri Yan San dipinggir sungai yang setia menunggunya.

"Bagaimana...apa kamu menemukan sesuatu di sana?" Yan San bertanya seraya memegang kedua lengan Tao Ming.

"aku tidak menemukan apa-apa, selain ikan kanibal sialan yang menggerogoti kakiku." Tao Ming meringis menahan perih menunjukkan beberapa luka gores bekas gigitan ikan kanibal di kedua betisnya.

"Lalu,,,apa yang harus kita lakukan sekarang?"

"sebaiknya kita pulang dan segera memberitahu paman Chi Fan dan semua penduduk desa, mungkin dengan begitu kita akan lebih cepat menemukan Chi Wei." ...Meski dilanda rasa cemas, Tao Ming berusaha untuk tetap tenang.

"iya, kamu benar Tao Ming, lagi pula sungai ini kan mengalir ke desa bagian utara, kalau memang Chi Wei hanyut terbawa arus sungai harusnya dia sekarang ada di sana."

Tao Ming dan Yan San pun bergegas pulang meninggalkan hutan Timur, mereka berlari semampu yang mereka bisa, agar bisa secepatnya memberi tahu orang tua Chi Wei.

Berlari dengan diliputi rasa khawatir, membuat mereka berdua beberapa kali terjatuh. Rasa sakit akibat luka yang mereka dapatkan saat jatuh berkali-kali seakan tak terasa tertutup kekhawatiran akan keberadaan sahabat terkasih yang sudah mereka anggap layaknya sodara sendiri.

Berlari pontang panting tanpa henti dengan napas tersengal-sengal, membuat para penduduk desa yang ditemui mereka merasa heran diliputi begitu banyak pertanyaan. Terlebih mereka berlari keluar dari arah hutan Timur hanya berdua, sementara seluruh penduduk desa Teratai Putih tahu dimana ada Tao Ming dan Yan San di situ pasti ada Chi Wei.

Rasa khawatir mulai merasuki para penduduk desa tersebut, saat mereka menangkap mimik cemas dari wajah Tao Ming yang berlari sambil membawa baju dan tas anyaman rotan milik Chi Wei.

Tiga anak kecil yang bersahabat itu, sangat populer dikalangan penduduk desa Teratai Putih. Terutama Chi Wei, bocah berusia 7tahun yang memiliki kecerdasan diatas rata-rata. Bocah pemilik senyum manis yang tanpa ragu menolong orang lain meski itu diluar batas kemampuannya.

Terlebih Chi Wei merupakan keponakan dari Tuan Yun Lou kepala desa Teratai Putih. Nyonya Xinn Yia ibu Chi Wei adalah sodara sepupu dari nyonya Xin Xia istri dari Tuan Yun Lou.

Tao Ming dan Yan San tak bergeming atas tatapan heran dari para penduduk desa yang dilalui mereka. Keduanya terus berlari menuju kediaman orang tua Chi Wei.

Terpopuler

Comments

Dzikir Ari

Dzikir Ari

ini awal aku .... Tor lanjut .......

2023-04-12

0

rajes salam lubis

rajes salam lubis

ok

2021-12-21

0

Roma Rio Farhan Wibowo

Roma Rio Farhan Wibowo

👍

2021-12-14

0

lihat semua
Episodes
1 Cha 1 - Desa Teratai Putih
2 Cha 2 - Hutan Timur
3 Cha 3 - Chi Wei Menghilang
4 Cha 4 - Berita Yang Menggemparkan
5 Cha 5 - Menerima Kehilangan
6 Cha 6 - Alam Roh
7 Cha 7 - Mulai Berlatih
8 Cha 8 - Tiga Jiwa Yang Menyatu
9 Cha 9 - Latihan Bertarung
10 Cha 10 - Hakikat Sebuah Pertarungan
11 Cha 11 - Lin Ling (Sebuah Gambaran Masa Depan)
12 Cha 12 - Kenyataan Pahit
13 Cha 13 - Warisan Senjata Pusaka
14 Cha - 14 Kembali
15 Cha 15 - Pertemuan
16 Cha 16 - Pertemuan 2
17 Cha 17 - Pertemuan 3
18 Cha 18 - Kehadiran Sosok Pahlawan
19 Cha 19 - Titik Awal Sebuah Perubahan
20 Cha 20 - Pendekar Rambut Biru
21 Cha 21 - Nama Yang Semakin Terkenal
22 Cha 22 - Pendekar Cambuk Api
23 Cha 23 - Berlatih Di Air Terjun
24 Cha 24 - Aura Seorang Pendekar
25 Cha 25 - Penjelasan Lung Huo
26 Cha 26 - Kebangkitan Desa Teratai Putih
27 Cha 27 - Sekte Teratai Putih
28 Cha 28 - Membuat Pusaka Cincin Dimensi
29 Cha 29 - Siluman Kalajengking 1
30 Cha 30 - Siluman Kalajengking 2
31 Cha 31 - Kehidupan Yang Dirindukan
32 Cha 32 - Rahasia Seorang Gadis
33 Cha 33 - Ritual 1
34 Cha 34 - Ritual 2
35 Cha 35 - Kesedihan Penduduk Desa Teratai Putih
36 Cha 36 - Tetua Agung
37 Cha 37 - Kegaduhan di Ruang Pertemuan
38 Cha 38 - Usaha yang Gagal
39 Cha 39 - Sebuah Rencana Besar
40 Cha 40 - Pertarungan Tak Seimbang
41 Cha 41 - Hukuman Untuk Seorang Penghianat
42 Cha 42 - Masalah Baru
43 Cha 43 - Informasi Penting
44 Cha 44 - Persiapan Perang
45 Cha 45 - Sahabat Lama
46 Cha 46 - Kehebatan Wajan Pusaka
47 Cha 47 - Menjemput Sang Dewi
48 Cha 48 - Dewi Surga
49 Cha 49 - Kecantikan Yang Menggemparkan
50 Cha 50 - Dewi Yang Kelaparan
51 Cha 51 - Curahan Hati Lung Huo
52 Cha 52 - Keputusan Lin Ling
53 Cha 53 - Sosok Gadis Yang Ditunggu
54 Cha 54 - Malam Yang Mendebarkan
55 Cha 55 - Pelukan Pertama
56 Cha 56 - Dewi Teratai
57 Cha 57 - Gagak Hitam Yang Malang
58 Cha 58 - Perubahan Rencana
59 Cha 59 - Malam Ke Tiga
60 Cha 60 - Rencana Yang Berantakan
61 Cha 61 - Rahasia Kekuatan Ghuo Lan
62 Cha 62 - Kemunculan Sang Pahlawan
63 Cha 63 - Bantuan Desa Tetangga
64 Cha 64 - Gabungan Kekuatan
65 Cha 65 - Akhir Hidup Yang Mengerikan
66 Cha 66 - Kemenangan Yang Pahit
67 Cha 67 - Tangisan Lin Ling
68 Cha 68 - Rencana Selanjutnya
69 Cha 69 - Gagak Putih (Bai Wuya)
70 Cha 70 - Bantuan Para Siluman
71 Cha 71 - Mimpi Yang Sama
72 Cha 72 - Pendekar Teratai Putih
73 Cha 73 - Keajaiban Satu Malam
74 Cha 74 - Manusia Tujuh Karakter
75 Cha 75 - Rencana Lima Siluman Pelindung Desa
76 Cha 76 - Pemanasan Lin Ling
77 Cha 77 - Raksasa Mata Merah
78 Cha 78 - Disaat Chi Wei Cemburu
79 Cha 79 - Kecerdikan Ghuo Kun
80 Cha 80 - Penyamaran Yang Terbongkar
81 Cha 81 - Membebaskan Para Tahanan
82 Cha 82 - Sosok Sang Pahlawan
83 Cha 83 - Balas Budi
84 Cha 84 - Kekuatan Perisai Pertahanan Kota Embun
85 Cha 85 - Sisi Lain Seorang Pendekar
86 Cha 86 - Berburu Harta
87 Cha 87 - Siluman Penjaga Kota Embun
88 Cha 88 - Jendral King Cheng
89 Cha 89 - Kabar Bahagia
90 Cha 90 - Rindu Berat
91 Cha 91 - Jenderal Besar Guan Bin
92 Cha 92 - Siluman Lebah Hitam
93 Cha 93 - Hari Yang Berbahagia
94 Cha 94 - Rencana Selanjutnya
95 Cha 95 - Chi Wei Yang Perkasa
96 Cha 96 - Meninggalkan Kota Embun
97 Cha 97 - Petualangan Pertama
98 Cha 98 - Lin Ling Yang Sangat Menggoda
99 Cha 99 - Siluman Buaya
100 Cha 100 - Siluman Buaya 2
101 Pengumuman Penting
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Cha 1 - Desa Teratai Putih
2
Cha 2 - Hutan Timur
3
Cha 3 - Chi Wei Menghilang
4
Cha 4 - Berita Yang Menggemparkan
5
Cha 5 - Menerima Kehilangan
6
Cha 6 - Alam Roh
7
Cha 7 - Mulai Berlatih
8
Cha 8 - Tiga Jiwa Yang Menyatu
9
Cha 9 - Latihan Bertarung
10
Cha 10 - Hakikat Sebuah Pertarungan
11
Cha 11 - Lin Ling (Sebuah Gambaran Masa Depan)
12
Cha 12 - Kenyataan Pahit
13
Cha 13 - Warisan Senjata Pusaka
14
Cha - 14 Kembali
15
Cha 15 - Pertemuan
16
Cha 16 - Pertemuan 2
17
Cha 17 - Pertemuan 3
18
Cha 18 - Kehadiran Sosok Pahlawan
19
Cha 19 - Titik Awal Sebuah Perubahan
20
Cha 20 - Pendekar Rambut Biru
21
Cha 21 - Nama Yang Semakin Terkenal
22
Cha 22 - Pendekar Cambuk Api
23
Cha 23 - Berlatih Di Air Terjun
24
Cha 24 - Aura Seorang Pendekar
25
Cha 25 - Penjelasan Lung Huo
26
Cha 26 - Kebangkitan Desa Teratai Putih
27
Cha 27 - Sekte Teratai Putih
28
Cha 28 - Membuat Pusaka Cincin Dimensi
29
Cha 29 - Siluman Kalajengking 1
30
Cha 30 - Siluman Kalajengking 2
31
Cha 31 - Kehidupan Yang Dirindukan
32
Cha 32 - Rahasia Seorang Gadis
33
Cha 33 - Ritual 1
34
Cha 34 - Ritual 2
35
Cha 35 - Kesedihan Penduduk Desa Teratai Putih
36
Cha 36 - Tetua Agung
37
Cha 37 - Kegaduhan di Ruang Pertemuan
38
Cha 38 - Usaha yang Gagal
39
Cha 39 - Sebuah Rencana Besar
40
Cha 40 - Pertarungan Tak Seimbang
41
Cha 41 - Hukuman Untuk Seorang Penghianat
42
Cha 42 - Masalah Baru
43
Cha 43 - Informasi Penting
44
Cha 44 - Persiapan Perang
45
Cha 45 - Sahabat Lama
46
Cha 46 - Kehebatan Wajan Pusaka
47
Cha 47 - Menjemput Sang Dewi
48
Cha 48 - Dewi Surga
49
Cha 49 - Kecantikan Yang Menggemparkan
50
Cha 50 - Dewi Yang Kelaparan
51
Cha 51 - Curahan Hati Lung Huo
52
Cha 52 - Keputusan Lin Ling
53
Cha 53 - Sosok Gadis Yang Ditunggu
54
Cha 54 - Malam Yang Mendebarkan
55
Cha 55 - Pelukan Pertama
56
Cha 56 - Dewi Teratai
57
Cha 57 - Gagak Hitam Yang Malang
58
Cha 58 - Perubahan Rencana
59
Cha 59 - Malam Ke Tiga
60
Cha 60 - Rencana Yang Berantakan
61
Cha 61 - Rahasia Kekuatan Ghuo Lan
62
Cha 62 - Kemunculan Sang Pahlawan
63
Cha 63 - Bantuan Desa Tetangga
64
Cha 64 - Gabungan Kekuatan
65
Cha 65 - Akhir Hidup Yang Mengerikan
66
Cha 66 - Kemenangan Yang Pahit
67
Cha 67 - Tangisan Lin Ling
68
Cha 68 - Rencana Selanjutnya
69
Cha 69 - Gagak Putih (Bai Wuya)
70
Cha 70 - Bantuan Para Siluman
71
Cha 71 - Mimpi Yang Sama
72
Cha 72 - Pendekar Teratai Putih
73
Cha 73 - Keajaiban Satu Malam
74
Cha 74 - Manusia Tujuh Karakter
75
Cha 75 - Rencana Lima Siluman Pelindung Desa
76
Cha 76 - Pemanasan Lin Ling
77
Cha 77 - Raksasa Mata Merah
78
Cha 78 - Disaat Chi Wei Cemburu
79
Cha 79 - Kecerdikan Ghuo Kun
80
Cha 80 - Penyamaran Yang Terbongkar
81
Cha 81 - Membebaskan Para Tahanan
82
Cha 82 - Sosok Sang Pahlawan
83
Cha 83 - Balas Budi
84
Cha 84 - Kekuatan Perisai Pertahanan Kota Embun
85
Cha 85 - Sisi Lain Seorang Pendekar
86
Cha 86 - Berburu Harta
87
Cha 87 - Siluman Penjaga Kota Embun
88
Cha 88 - Jendral King Cheng
89
Cha 89 - Kabar Bahagia
90
Cha 90 - Rindu Berat
91
Cha 91 - Jenderal Besar Guan Bin
92
Cha 92 - Siluman Lebah Hitam
93
Cha 93 - Hari Yang Berbahagia
94
Cha 94 - Rencana Selanjutnya
95
Cha 95 - Chi Wei Yang Perkasa
96
Cha 96 - Meninggalkan Kota Embun
97
Cha 97 - Petualangan Pertama
98
Cha 98 - Lin Ling Yang Sangat Menggoda
99
Cha 99 - Siluman Buaya
100
Cha 100 - Siluman Buaya 2
101
Pengumuman Penting

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!