Cha 16 - Pertemuan 2

Tao Ming menarik napas panjang dan mengembuskannya secara perlahan. Lalu ia melemparkan pandangannya ke arah air terjun.

"hhhhhhh... Wei'er, desa Teratai Putih sudah banyak berubah. kedamaian yang dulu kita rasakan kini hanya tinggal kenangan."

Tao Ming menatap tajam Chi Wei, kemudian ia pun melanjutkan ceritanya. menjelaskan semua yang ia ketahui tentang apa saja yang terjadi selama ini.

Semua penjelasan Tao Ming sama persis dengan apa yang Chi Wei saksikan saat masih berada di alam roh.

"Wei'er, apa kau baiak-baik saja?" tanya Tao Ming yang merasa heran atas sikap Chi Wei yang terkesan biasa saja, terutama setelah ia menceritakan apa yang menimpa keluarganya.

"ya, tentu, aku baik-baik saja, bahkan aku merasa sangat baik. kenapa, apa ada masalah?" Chi Wei bertanya balik kepada Tao Ming.

"apa kau tidak merasa sedih setelah tahu apa yang menimpa keluargamu? terutama apa yang terjadi dengan Paman Chi Fan?" Tanya Yan San yang juga merasakan hal yang sama dengan Tao Ming.

"hhhhhhh... sahabatku, maaf jika aku mengecewakan kalian. tapi apa yang harus aku tunjukkan kepada kalian? apa aku harus marah, nangis, atau berteriak-teriak melampiaskan amarah di depan semua orang?"

"apa dengan begitu semuanya akan kembali seperti dulu? hhhhhh... sebagai manusia biasa tentu aku merasakan hal yang sama dengan kalian. Marah, sedih, bahkan dendam."

"Tapi kita tidak boleh gegabah membiarkan amarah menguasai diri kita yang akhirnya hanya akan mengantarkan kita ke lembah penderitaan yang lebih dalam."

"Semua yang terjadi merupakan takdir yang tidak mungkin kita hindari. Memang sangat menyakitkan, tapi seburuk apa pun itu pasti ada nilai-nilai baik yang bisa kita petik. Tugas kita sekarang adalah, bagaimana caranya mengembalikan kedamaian desa Teratai Putih seperti dulu lagi."

"kita?..." Tao Ming dan Yan San bertanya bersamaan.

"ya, kalau bukan kita, siapa lagi? ini mungkin tidak akan mudah, tapi bukan berarti tidak bisa. Pilihan ada di tangan kita sendiri, bergerak melawan atau diam dan membiarkan semuanya semakin memburuk?"

Tao Ming dan Yan San hanya mampu saling tatap tanpa bisa berkata apa-apa. Mereka seakan melihat sosok lain dari diri Chi Wei.

"Baiklah, hari sudah sore sebaiknya kita kembali ke desa, tapi sebelumnya aku ingin kalian mengantarku ke tempat di mana ayahku di makamkan."

"Baik, sebaiknya kita berangkat sekarang, sebentar lagi hari beranjak malam." Tao Ming setuju dengan ajakan Chi Wei yang dibalas anggukan kepala oleh Yan San.

Mereka bertiga pun bersiap berangkat menuju desa Teratai Putih.

"Wei'er,,, sepertinya kau harus sedikit menunjukkan kehebatanmu." tiba-tiba suara Lung Huo menggema dalam pikiran Chi Wei.

"Baik guru." jawab Chi Wei membatin sambil tersenyum tipis.

Tao Ming dan Yan San merasa sedikit aneh melihat Chi Wei tersenyum sendiri tanpa sebab.

Tiba-tiba Chi Wei memegang pinggang Tao Ming dan Yan San, lalu bergerak lompat secepat kilat dari pohon satu ke pohon yang lain. Tao Ming dan Yan San yang tidak siap hanya tersentak kaget dan pasrah atas apa yang dilakukan pendekar tampan itu.

Dalam hitungan detik mereka tiba di sebuah area pemakaman umum. Area tersebut terletak di sebuah kaki bukit tidak jauh dari area terluar hutan Timur.

Sesampainya ditempat itu, Tao Ming dan Yan San terhuyung ambruk berlutut ke tanah sambil terbatuk mengeluarkan isi perut mereka.

Menyaksikan kedua sahabatnya tersebut Chi Wei hanya geleng-geleng kepala sambil tersenyum tipis.

"maaf jika aku mengagetkan kalian, hahaha." ucap Chi Wei sedikit meledek.

"uhuk, uhuk....lain kali jangan kau ulangi lagi atau kami akan mati mendadak." jawab Tao Ming mendengus kesal.

"baiklah... sekarang tunjukkan di mana makam ayahku!"

Kemudian Yan San yang keadaannya sedikit lebih baik dari Tao Ming mengajak Chi Wei menuju sebuah batu nisan berwarna hitam yang terletak di bawah pohon kemboja berukuran sedang.

Yan San pun beranjak pergi meninggalkan Chi Wei yang berlutut di depan batu nisan tersebut. Ia pun menghampiri Tao Ming yang duduk bersandar di sebuah batu besar sambil mengatur napasnya yang masih terengah-engah.

Dari jarak beberapa meter Tao Ming dan Yan San menyaksikan Chi Wei yang masih berlutut di depan makam ayahnya, saat itu mereka menyadari ada yang aneh dengan rambut Chi Wei.

"Ming'er, apa ada yang salah dengan mataku? sepertinya ada yang aneh dengan rambut Wei'er?" Bisik Yan San kepada Tao Ming yang perlahan napasnya mulai berangsur normal.

"kau baru menyadari hal itu? aku bahkan sudah melihatnya sejak masih di air terjun." jawab Tao Ming sedikit kesal.

"entah lah, terlalu banyak hal aneh dari diri Wei'er yang sekarang. selain tubuhnya yang sangat gagah, parasnya pun jadi semakin tampan. sepertinya mulai saat ini dia akan menjadi pria paling tampan di desa Teratai Putih." Yan San berkata dengan penuh rasa kagum.

Sementara itu dari kejauhan Chi Wei yang mampu mendengar percakapan Tao Ming dan Yan San hanya tersenyum tipis.

"kalau kalian sudah merasa lebih baik, sebaiknya kita lanjutkan perjalanan. Aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengan ibuku dan si kembar." Chi Wei berkata sambil berjalan mendekati Tao Ming dan Yan San yang masih duduk bersandar sambil berbincang.

"Baiklah Wei'er, tapi dari sini kita lanjutkan dengan berjalan kaki saja. Bagaimana menurutmu San'er?" tanya Tao Ming sambil menepuk pundak Yan San.

"Tentu saja aku setuju, lagi pula jaraknya juga sudah cukup dekat." jawab Yan San penuh semangat.

Menanggapi kedua sahabatnya tersebut Chi Wei hanya tertawa pelan. Seakan mengerti alasan sebenarnya.

"hahahahaha... Baiklah, mari kita berangkat!"

Mereka bertiga pun kemudian melanjutkan perjalanan pulang dengan berjalan kaki. Sesekali suara gelak tawa terdengar di sela perjalanan mereka.

Sesampainya di pinggiran desa, mereka bertiga menyaksikan beberapa orang petani yang masih sibuk di ladang masing-masing. Dengan mata sakti yang di milikinya, Chi Wei melihat ada beberapa ladang yang di bawahnya terdapat seperti sebuah ruang bawah tanah yang berisi berbagai macam hasil bumi. Namun dari atas nampak seperti permukaan tanah biasa yang di tutupi dengan berbagai macam tanaman bahkan rumput liar.

Chi Wei merasakan banyak keanehan saat dia mulai memasuki wilayah desa Teratai Putih. Suasana damai yang dulu ia rasakan kini seakan hilang tak berbekas. Suasana desa terasa begitu dingin dan mencekam.

Dengan cepat berita kedatangan Tao Ming dan Yan San bersama seorang pemuda asing mulai menyebar ke seluruh pelosok desa. Mereka yang merasa penasaran dengan sosok pemuda asing tersebut mengikuti Tao Ming dan Yan San dari kejauhan.

Namun tak sedikit pula yang merasa ketakutan dan memutuskan pulang dan bersembunyi di rumahnya masing-masing.

Seketika suasana desa menjadi riuh ramai oleh penduduk desa yang membicarakan kehadiran sosok pemuda gagah nan berparas tampan itu.

Kabar tersebut pun sampai ke telinga Xin Yia yang tak lain adalah ibu kandung Chi Wei. Yang membuat Xin Yia sangat penasaran adalah kabar bahwa pemuda asing tersebut memiliki paras yang mirip dengan Chi Wei. Putra tercintanya yang tiba-tiba menghilang beberapa tahun yang lalu.

Xin Yia menunggu di bale-bale rumahnya dengan penuh rasa penasaran. Karena menurut kabar yang beredar di antara penduduk desa, pemuda asing itu datang bersama Tao Ming dan Yan San dan kini sedang berjalan menuju ke arah tempat tinggal Xin Yia.

Terpopuler

Comments

Albet Jalius

Albet Jalius

siiip lanjut....

2022-09-21

0

Rob&son🤗

Rob&son🤗

komen

2022-03-11

1

Yasdin Syam

Yasdin Syam

lanjutttt thorrrr

2021-12-28

0

lihat semua
Episodes
1 Cha 1 - Desa Teratai Putih
2 Cha 2 - Hutan Timur
3 Cha 3 - Chi Wei Menghilang
4 Cha 4 - Berita Yang Menggemparkan
5 Cha 5 - Menerima Kehilangan
6 Cha 6 - Alam Roh
7 Cha 7 - Mulai Berlatih
8 Cha 8 - Tiga Jiwa Yang Menyatu
9 Cha 9 - Latihan Bertarung
10 Cha 10 - Hakikat Sebuah Pertarungan
11 Cha 11 - Lin Ling (Sebuah Gambaran Masa Depan)
12 Cha 12 - Kenyataan Pahit
13 Cha 13 - Warisan Senjata Pusaka
14 Cha - 14 Kembali
15 Cha 15 - Pertemuan
16 Cha 16 - Pertemuan 2
17 Cha 17 - Pertemuan 3
18 Cha 18 - Kehadiran Sosok Pahlawan
19 Cha 19 - Titik Awal Sebuah Perubahan
20 Cha 20 - Pendekar Rambut Biru
21 Cha 21 - Nama Yang Semakin Terkenal
22 Cha 22 - Pendekar Cambuk Api
23 Cha 23 - Berlatih Di Air Terjun
24 Cha 24 - Aura Seorang Pendekar
25 Cha 25 - Penjelasan Lung Huo
26 Cha 26 - Kebangkitan Desa Teratai Putih
27 Cha 27 - Sekte Teratai Putih
28 Cha 28 - Membuat Pusaka Cincin Dimensi
29 Cha 29 - Siluman Kalajengking 1
30 Cha 30 - Siluman Kalajengking 2
31 Cha 31 - Kehidupan Yang Dirindukan
32 Cha 32 - Rahasia Seorang Gadis
33 Cha 33 - Ritual 1
34 Cha 34 - Ritual 2
35 Cha 35 - Kesedihan Penduduk Desa Teratai Putih
36 Cha 36 - Tetua Agung
37 Cha 37 - Kegaduhan di Ruang Pertemuan
38 Cha 38 - Usaha yang Gagal
39 Cha 39 - Sebuah Rencana Besar
40 Cha 40 - Pertarungan Tak Seimbang
41 Cha 41 - Hukuman Untuk Seorang Penghianat
42 Cha 42 - Masalah Baru
43 Cha 43 - Informasi Penting
44 Cha 44 - Persiapan Perang
45 Cha 45 - Sahabat Lama
46 Cha 46 - Kehebatan Wajan Pusaka
47 Cha 47 - Menjemput Sang Dewi
48 Cha 48 - Dewi Surga
49 Cha 49 - Kecantikan Yang Menggemparkan
50 Cha 50 - Dewi Yang Kelaparan
51 Cha 51 - Curahan Hati Lung Huo
52 Cha 52 - Keputusan Lin Ling
53 Cha 53 - Sosok Gadis Yang Ditunggu
54 Cha 54 - Malam Yang Mendebarkan
55 Cha 55 - Pelukan Pertama
56 Cha 56 - Dewi Teratai
57 Cha 57 - Gagak Hitam Yang Malang
58 Cha 58 - Perubahan Rencana
59 Cha 59 - Malam Ke Tiga
60 Cha 60 - Rencana Yang Berantakan
61 Cha 61 - Rahasia Kekuatan Ghuo Lan
62 Cha 62 - Kemunculan Sang Pahlawan
63 Cha 63 - Bantuan Desa Tetangga
64 Cha 64 - Gabungan Kekuatan
65 Cha 65 - Akhir Hidup Yang Mengerikan
66 Cha 66 - Kemenangan Yang Pahit
67 Cha 67 - Tangisan Lin Ling
68 Cha 68 - Rencana Selanjutnya
69 Cha 69 - Gagak Putih (Bai Wuya)
70 Cha 70 - Bantuan Para Siluman
71 Cha 71 - Mimpi Yang Sama
72 Cha 72 - Pendekar Teratai Putih
73 Cha 73 - Keajaiban Satu Malam
74 Cha 74 - Manusia Tujuh Karakter
75 Cha 75 - Rencana Lima Siluman Pelindung Desa
76 Cha 76 - Pemanasan Lin Ling
77 Cha 77 - Raksasa Mata Merah
78 Cha 78 - Disaat Chi Wei Cemburu
79 Cha 79 - Kecerdikan Ghuo Kun
80 Cha 80 - Penyamaran Yang Terbongkar
81 Cha 81 - Membebaskan Para Tahanan
82 Cha 82 - Sosok Sang Pahlawan
83 Cha 83 - Balas Budi
84 Cha 84 - Kekuatan Perisai Pertahanan Kota Embun
85 Cha 85 - Sisi Lain Seorang Pendekar
86 Cha 86 - Berburu Harta
87 Cha 87 - Siluman Penjaga Kota Embun
88 Cha 88 - Jendral King Cheng
89 Cha 89 - Kabar Bahagia
90 Cha 90 - Rindu Berat
91 Cha 91 - Jenderal Besar Guan Bin
92 Cha 92 - Siluman Lebah Hitam
93 Cha 93 - Hari Yang Berbahagia
94 Cha 94 - Rencana Selanjutnya
95 Cha 95 - Chi Wei Yang Perkasa
96 Cha 96 - Meninggalkan Kota Embun
97 Cha 97 - Petualangan Pertama
98 Cha 98 - Lin Ling Yang Sangat Menggoda
99 Cha 99 - Siluman Buaya
100 Cha 100 - Siluman Buaya 2
101 Pengumuman Penting
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Cha 1 - Desa Teratai Putih
2
Cha 2 - Hutan Timur
3
Cha 3 - Chi Wei Menghilang
4
Cha 4 - Berita Yang Menggemparkan
5
Cha 5 - Menerima Kehilangan
6
Cha 6 - Alam Roh
7
Cha 7 - Mulai Berlatih
8
Cha 8 - Tiga Jiwa Yang Menyatu
9
Cha 9 - Latihan Bertarung
10
Cha 10 - Hakikat Sebuah Pertarungan
11
Cha 11 - Lin Ling (Sebuah Gambaran Masa Depan)
12
Cha 12 - Kenyataan Pahit
13
Cha 13 - Warisan Senjata Pusaka
14
Cha - 14 Kembali
15
Cha 15 - Pertemuan
16
Cha 16 - Pertemuan 2
17
Cha 17 - Pertemuan 3
18
Cha 18 - Kehadiran Sosok Pahlawan
19
Cha 19 - Titik Awal Sebuah Perubahan
20
Cha 20 - Pendekar Rambut Biru
21
Cha 21 - Nama Yang Semakin Terkenal
22
Cha 22 - Pendekar Cambuk Api
23
Cha 23 - Berlatih Di Air Terjun
24
Cha 24 - Aura Seorang Pendekar
25
Cha 25 - Penjelasan Lung Huo
26
Cha 26 - Kebangkitan Desa Teratai Putih
27
Cha 27 - Sekte Teratai Putih
28
Cha 28 - Membuat Pusaka Cincin Dimensi
29
Cha 29 - Siluman Kalajengking 1
30
Cha 30 - Siluman Kalajengking 2
31
Cha 31 - Kehidupan Yang Dirindukan
32
Cha 32 - Rahasia Seorang Gadis
33
Cha 33 - Ritual 1
34
Cha 34 - Ritual 2
35
Cha 35 - Kesedihan Penduduk Desa Teratai Putih
36
Cha 36 - Tetua Agung
37
Cha 37 - Kegaduhan di Ruang Pertemuan
38
Cha 38 - Usaha yang Gagal
39
Cha 39 - Sebuah Rencana Besar
40
Cha 40 - Pertarungan Tak Seimbang
41
Cha 41 - Hukuman Untuk Seorang Penghianat
42
Cha 42 - Masalah Baru
43
Cha 43 - Informasi Penting
44
Cha 44 - Persiapan Perang
45
Cha 45 - Sahabat Lama
46
Cha 46 - Kehebatan Wajan Pusaka
47
Cha 47 - Menjemput Sang Dewi
48
Cha 48 - Dewi Surga
49
Cha 49 - Kecantikan Yang Menggemparkan
50
Cha 50 - Dewi Yang Kelaparan
51
Cha 51 - Curahan Hati Lung Huo
52
Cha 52 - Keputusan Lin Ling
53
Cha 53 - Sosok Gadis Yang Ditunggu
54
Cha 54 - Malam Yang Mendebarkan
55
Cha 55 - Pelukan Pertama
56
Cha 56 - Dewi Teratai
57
Cha 57 - Gagak Hitam Yang Malang
58
Cha 58 - Perubahan Rencana
59
Cha 59 - Malam Ke Tiga
60
Cha 60 - Rencana Yang Berantakan
61
Cha 61 - Rahasia Kekuatan Ghuo Lan
62
Cha 62 - Kemunculan Sang Pahlawan
63
Cha 63 - Bantuan Desa Tetangga
64
Cha 64 - Gabungan Kekuatan
65
Cha 65 - Akhir Hidup Yang Mengerikan
66
Cha 66 - Kemenangan Yang Pahit
67
Cha 67 - Tangisan Lin Ling
68
Cha 68 - Rencana Selanjutnya
69
Cha 69 - Gagak Putih (Bai Wuya)
70
Cha 70 - Bantuan Para Siluman
71
Cha 71 - Mimpi Yang Sama
72
Cha 72 - Pendekar Teratai Putih
73
Cha 73 - Keajaiban Satu Malam
74
Cha 74 - Manusia Tujuh Karakter
75
Cha 75 - Rencana Lima Siluman Pelindung Desa
76
Cha 76 - Pemanasan Lin Ling
77
Cha 77 - Raksasa Mata Merah
78
Cha 78 - Disaat Chi Wei Cemburu
79
Cha 79 - Kecerdikan Ghuo Kun
80
Cha 80 - Penyamaran Yang Terbongkar
81
Cha 81 - Membebaskan Para Tahanan
82
Cha 82 - Sosok Sang Pahlawan
83
Cha 83 - Balas Budi
84
Cha 84 - Kekuatan Perisai Pertahanan Kota Embun
85
Cha 85 - Sisi Lain Seorang Pendekar
86
Cha 86 - Berburu Harta
87
Cha 87 - Siluman Penjaga Kota Embun
88
Cha 88 - Jendral King Cheng
89
Cha 89 - Kabar Bahagia
90
Cha 90 - Rindu Berat
91
Cha 91 - Jenderal Besar Guan Bin
92
Cha 92 - Siluman Lebah Hitam
93
Cha 93 - Hari Yang Berbahagia
94
Cha 94 - Rencana Selanjutnya
95
Cha 95 - Chi Wei Yang Perkasa
96
Cha 96 - Meninggalkan Kota Embun
97
Cha 97 - Petualangan Pertama
98
Cha 98 - Lin Ling Yang Sangat Menggoda
99
Cha 99 - Siluman Buaya
100
Cha 100 - Siluman Buaya 2
101
Pengumuman Penting

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!