Cha 7 - Mulai Berlatih

Saat Chi Wei membuka mata, dia telah berada di tempat yang berbeda. Dia kini berada di sebuah ruangan yang berbentuk menyerupai sebuah kubah yang setiap permukaannya terbuat dari kristal berwarna putih susu.

Di setiap permukaan ruangan itu, terdapat kilatan-kilatan cahaya petir berwarna kuning keemasan. Sementara di tengah-tengah lantai ruangan itu ada sebuah sumur kecil berdiameter kurang dari satu meter.

Sumur tersebut dipenuhi air yang sangat jernih, sehingga dasar dan dinding sumur bisa terlihat dengan jelas.

Lung Huo pun membawa Chi Wei mendekati sumur tersebut.

"apa yang akan kita lakukan di sini Guru?"

"badanmu bau mengkudu, jadi kau harus berendam di dalam sumur ini...hahahahaha...." Lung Huo menjawab sambil terbahak.

Chi Wei hanya bisa mengangkat salah satu alisnya saja menanggapi jawaban gurunya tersebut.

"Tapi sebelum kau masuk ke dalam sumur, telanlah dulu pil ini!" kata Lung Huo sambil memberikan sebuah pil berwarna emas kepada Chi Wei.

Chi Wei pun menerima pil tersebut dan langsung melemparkannya kedalam mulut. Saat pil itu menyentuh lidahnya, rasa pedas yang teramat sangat segera memenuhi seluruh rongga mulutnya.

Dengan mata yang hampir loncat dari tempatnya, Chi Wei membuka mulutnya lebar-lebar sambil mengibas-ngibaskan telapak tangannya.

"Telan!..." bentak Lung Huo saat mengetahui Chi Wei hendak memuntahkan pil berwarna emas itu.

Dengan sangat terpaksa Chi Wei pun menuruti perintah gurunya itu.

"kau seperti anak perempuan saja." ledek Lung Huo.

"maaf Guru, kalau untuk urusan makan yang pedas-pedas sepertinya kita laki-laki harus mengakui kehebatan kaum perempuan." Balas Chi Wei sambil menggaruk jakunnya.

"Diam kau bocah kecil, tahu apa kau tentang mereka?.....sudah jangan diteruskan. aku tidak suka membahas mahluk yang paling sulit dipahami itu."

"cepat kau masuk kedalam sumur itu!" lanjut Lung Huo menyuruh Chi Wei untuk segera masuk kedalam sumur kecil yang terdapat di ruangan tersebut.

Tidak mau membuat Lung Huo semakin kesal, Chi Wei pun langsung menuruti perintah gurunya itu.

Saat tubuh Chi Wei sudah masuk seluruhnya ke dalam sumur, ubun-ubun Chi Wei berada tepat sejajar dengan permukaan air yang ada di dalam sumur itu. Namun anehnya, Dia masih bisa bernapas secara normal.

"masukan kedua tanganmu ke dalam lubang yang ada di samping kanan dan kirimu itu." suara Lung Huo menggema dalam pikiran Chi Wei. Dengan cepat Chi Wei pun melakukan perintah gurunya tersebut.

Sementara itu, Lung Huo duduk bersila di bibir sumur. Dia menempatkan sebelah telapak tangannya tepat di atas ubun-ubun Chi Wei. Dari telapak tangan Lung Huo muncul cahaya berwarna hijau.

Dari dasar sumur perlahan muncul gelembung udara yang semakin lama semakin banyak, seolah air di dalam sumur itu mendidih.

Tubuh Chi Wei bergetar hebat, rasa panas yang teramat sangat seketika menjalar ke seluruh tubuhnya. Dari tubuh Chi Wei muncul kilatan-kilatan cahaya petir berwarna kuning keemasan.

Ingin rasanya Chi Wei berteriak menahan rasa sakit yang teramat sangat. Namun yang bisa dia lakukan hanya merapatkan giginya hingga bentuk tulang rahangnya terlihat jelas di wajahnya.

Proses itu berjalan selama tiga hari tiga malam tanpa jeda. Selama proses itu berjalan air sumur yang sebelumnya jernih, perlahan-lahan berubah menjadi keruh. Dan di hari ketiga bertepatan dengan berakhirnya proses tersebut, air itu pun berubah warna menjadi hitam pekat.

"bangunlah Wei'er!...." Lung Huo berkata lembut sambil meletakkan sebuah kain berwarna biru di depan Chi Wei.

Selama proses itu berjalan, Lung Huo tidak dapat membayangkan betapa tersiksanya tubuh Chi Wei. Ingin rasanya dia menangis seakan ikut merasakan apa yang di rasakan muridnya itu.

Namun tidak ada pilihan lain, itulah proses yang harus dilalui Chi Wei demi menjalankan sebuah tanggung jawab besar yang kelak akan dipikulnya.

Perlahan Chi Wei membuka matanya, setelah kesadarannya pulih secara utuh, dia baru menyadari kalau sumur yang sebelumnya menelan seluruh tubuhnya kini permukaan air sumur tersebut berada tepat di atas pusarnya.

Awalnya dia tidak menghiraukan kain yang diletakkan Lung Huo, namun setelah dia mencoba mengangkat sebelah kakinya dia baru menyadari kalau bagian bawah tubuhnya ternyata polos tanpa pelindung. Secepat kilat Chi Wei pun menurunkan lagi kaki yang sudah diangkatnya tadi.

"hehehe .... maaf guru, bisakah guru berbalik badan untuk sebentar?..." Chi Wei memohon sambil tersenyum canggung.

"ya ya ya...." balas Lung Huo sambil balik badan membelakangi muridnya tersebut.

Dengan cepat Chi Wei pun naik dari sumur dan segera mengenakkan kain yang diberikan gurunya tadi dan ternyata itu sepotong celana.

"sudah selesai guru." kata Chi Wei sambil berjalan ke arah Lung Huo.

Lung Huo pun membalikkan badan.

"Kau sungguh gagah Wei'er." Ucap pria sepuh itu mengagumi perubahan fisik muridnya itu.

Lalu, Lung Huo mengibaskan sebelah tangannya ke arah sebelah kanan. Seketika itu muncul sebuah cermin.

Chi Wei pun berjalan mendekati cermin itu.

"apakah itu aku guru?"

Tanya Chi Wei sambil memandangi cermin yang memantulkan bayangan sosok pemuda gagah nan tampan bertubuh putih dan atletis.

"memang kau pikir itu siapa?" jawab Lung Huo bernada sedikit kesal.

"apa benar aku setampan itu?" gumam Chi Wei sambil menampar pelan wajahnya sendiri.

"lalu, apa yang terjadi dengan rambutku?" Chi Wei bertanya setelah mendapati rambut hitamnya kini berubah warna menjadi biru gelap.

"sudahlah,,, itu tidak penting Wei'er, aku harap kau mampu menjaga paras tampanmu itu. Jangan sampai ketampananmu melukai hati banyak wanita...hahahaha."

"kemana lesung pipiku?"

"haduhhhhh..." geram Lung Huo sambil menepuk jidatnya sendiri.

"coba kau tersenyum!!!.... Lung Huo membentak gemas.

"hehehe......eh iya masih ada guru." kata Chi Wei sambil senyum-senyum sendiri di depan cermin.

wusssshhhhhh....tiba-tiba cermin itu menghilang.

"Wei'er,,,apa yang kau rasakan sekarang?" Tanya Lung Huo sambil menatap Chi Wei dengan lembut.

"entahlah guru, aku juga bingung menjelaskannya. Yang pasti, tubuhku terasa ringan dan sangat bertenaga." jawab Chi Wei sambil memamerkan senyum manisnya.

"hhhmmm.....kau baru saja menjalani proses penempaan tubuh, selain mengganti seluruh bagian ragamu dengan yang baru dan sangat kuat, saat ini di dalam tubuhmu terdapat tenaga dalam yang tak terbatas. Dengan adanya tenaga dalam tersebut, Kau tidak akan pernah merasakan kelelahan."

"selain itu, mulai saat ini tak akan ada satu pun senjata pusaka yang mampu menggores kulitmu."

Chi Wei hanya menyimak apa yang dijelaskan gurunya itu sambil sesekali mengangguk-nganggukkan kepalanya.

"apakah itu artinya latihanku sudah selesai guru?"

"tentu saja belum Wei'er, masih ada beberapa proses yang harus kau jalani."

"perlu kau ketahui, setinggi dan sekuat apa pun ilmu yang kau miliki, jangan pernah berpikir untuk berhenti berlatih. Tidak ada kata selesai dalam proses belajar."

"Baik Guru."

Ctakkkkk...Lung Huo menjentikkan jarinya. Dengan sekejap mata, mereka berdua berpindah tempat ke ruangan lain.

Terpopuler

Comments

Albet Jalius

Albet Jalius

siiip.,..

2022-09-21

0

Anonymous

Anonymous

Cerita yang menarik dan seru!

2022-03-03

0

Dikky Ptatama

Dikky Ptatama

bahkan pria sekaliber guru lung Huo pun kena mental dengar chi wey bahas yg namanya ........!

2021-12-11

0

lihat semua
Episodes
1 Cha 1 - Desa Teratai Putih
2 Cha 2 - Hutan Timur
3 Cha 3 - Chi Wei Menghilang
4 Cha 4 - Berita Yang Menggemparkan
5 Cha 5 - Menerima Kehilangan
6 Cha 6 - Alam Roh
7 Cha 7 - Mulai Berlatih
8 Cha 8 - Tiga Jiwa Yang Menyatu
9 Cha 9 - Latihan Bertarung
10 Cha 10 - Hakikat Sebuah Pertarungan
11 Cha 11 - Lin Ling (Sebuah Gambaran Masa Depan)
12 Cha 12 - Kenyataan Pahit
13 Cha 13 - Warisan Senjata Pusaka
14 Cha - 14 Kembali
15 Cha 15 - Pertemuan
16 Cha 16 - Pertemuan 2
17 Cha 17 - Pertemuan 3
18 Cha 18 - Kehadiran Sosok Pahlawan
19 Cha 19 - Titik Awal Sebuah Perubahan
20 Cha 20 - Pendekar Rambut Biru
21 Cha 21 - Nama Yang Semakin Terkenal
22 Cha 22 - Pendekar Cambuk Api
23 Cha 23 - Berlatih Di Air Terjun
24 Cha 24 - Aura Seorang Pendekar
25 Cha 25 - Penjelasan Lung Huo
26 Cha 26 - Kebangkitan Desa Teratai Putih
27 Cha 27 - Sekte Teratai Putih
28 Cha 28 - Membuat Pusaka Cincin Dimensi
29 Cha 29 - Siluman Kalajengking 1
30 Cha 30 - Siluman Kalajengking 2
31 Cha 31 - Kehidupan Yang Dirindukan
32 Cha 32 - Rahasia Seorang Gadis
33 Cha 33 - Ritual 1
34 Cha 34 - Ritual 2
35 Cha 35 - Kesedihan Penduduk Desa Teratai Putih
36 Cha 36 - Tetua Agung
37 Cha 37 - Kegaduhan di Ruang Pertemuan
38 Cha 38 - Usaha yang Gagal
39 Cha 39 - Sebuah Rencana Besar
40 Cha 40 - Pertarungan Tak Seimbang
41 Cha 41 - Hukuman Untuk Seorang Penghianat
42 Cha 42 - Masalah Baru
43 Cha 43 - Informasi Penting
44 Cha 44 - Persiapan Perang
45 Cha 45 - Sahabat Lama
46 Cha 46 - Kehebatan Wajan Pusaka
47 Cha 47 - Menjemput Sang Dewi
48 Cha 48 - Dewi Surga
49 Cha 49 - Kecantikan Yang Menggemparkan
50 Cha 50 - Dewi Yang Kelaparan
51 Cha 51 - Curahan Hati Lung Huo
52 Cha 52 - Keputusan Lin Ling
53 Cha 53 - Sosok Gadis Yang Ditunggu
54 Cha 54 - Malam Yang Mendebarkan
55 Cha 55 - Pelukan Pertama
56 Cha 56 - Dewi Teratai
57 Cha 57 - Gagak Hitam Yang Malang
58 Cha 58 - Perubahan Rencana
59 Cha 59 - Malam Ke Tiga
60 Cha 60 - Rencana Yang Berantakan
61 Cha 61 - Rahasia Kekuatan Ghuo Lan
62 Cha 62 - Kemunculan Sang Pahlawan
63 Cha 63 - Bantuan Desa Tetangga
64 Cha 64 - Gabungan Kekuatan
65 Cha 65 - Akhir Hidup Yang Mengerikan
66 Cha 66 - Kemenangan Yang Pahit
67 Cha 67 - Tangisan Lin Ling
68 Cha 68 - Rencana Selanjutnya
69 Cha 69 - Gagak Putih (Bai Wuya)
70 Cha 70 - Bantuan Para Siluman
71 Cha 71 - Mimpi Yang Sama
72 Cha 72 - Pendekar Teratai Putih
73 Cha 73 - Keajaiban Satu Malam
74 Cha 74 - Manusia Tujuh Karakter
75 Cha 75 - Rencana Lima Siluman Pelindung Desa
76 Cha 76 - Pemanasan Lin Ling
77 Cha 77 - Raksasa Mata Merah
78 Cha 78 - Disaat Chi Wei Cemburu
79 Cha 79 - Kecerdikan Ghuo Kun
80 Cha 80 - Penyamaran Yang Terbongkar
81 Cha 81 - Membebaskan Para Tahanan
82 Cha 82 - Sosok Sang Pahlawan
83 Cha 83 - Balas Budi
84 Cha 84 - Kekuatan Perisai Pertahanan Kota Embun
85 Cha 85 - Sisi Lain Seorang Pendekar
86 Cha 86 - Berburu Harta
87 Cha 87 - Siluman Penjaga Kota Embun
88 Cha 88 - Jendral King Cheng
89 Cha 89 - Kabar Bahagia
90 Cha 90 - Rindu Berat
91 Cha 91 - Jenderal Besar Guan Bin
92 Cha 92 - Siluman Lebah Hitam
93 Cha 93 - Hari Yang Berbahagia
94 Cha 94 - Rencana Selanjutnya
95 Cha 95 - Chi Wei Yang Perkasa
96 Cha 96 - Meninggalkan Kota Embun
97 Cha 97 - Petualangan Pertama
98 Cha 98 - Lin Ling Yang Sangat Menggoda
99 Cha 99 - Siluman Buaya
100 Cha 100 - Siluman Buaya 2
101 Pengumuman Penting
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Cha 1 - Desa Teratai Putih
2
Cha 2 - Hutan Timur
3
Cha 3 - Chi Wei Menghilang
4
Cha 4 - Berita Yang Menggemparkan
5
Cha 5 - Menerima Kehilangan
6
Cha 6 - Alam Roh
7
Cha 7 - Mulai Berlatih
8
Cha 8 - Tiga Jiwa Yang Menyatu
9
Cha 9 - Latihan Bertarung
10
Cha 10 - Hakikat Sebuah Pertarungan
11
Cha 11 - Lin Ling (Sebuah Gambaran Masa Depan)
12
Cha 12 - Kenyataan Pahit
13
Cha 13 - Warisan Senjata Pusaka
14
Cha - 14 Kembali
15
Cha 15 - Pertemuan
16
Cha 16 - Pertemuan 2
17
Cha 17 - Pertemuan 3
18
Cha 18 - Kehadiran Sosok Pahlawan
19
Cha 19 - Titik Awal Sebuah Perubahan
20
Cha 20 - Pendekar Rambut Biru
21
Cha 21 - Nama Yang Semakin Terkenal
22
Cha 22 - Pendekar Cambuk Api
23
Cha 23 - Berlatih Di Air Terjun
24
Cha 24 - Aura Seorang Pendekar
25
Cha 25 - Penjelasan Lung Huo
26
Cha 26 - Kebangkitan Desa Teratai Putih
27
Cha 27 - Sekte Teratai Putih
28
Cha 28 - Membuat Pusaka Cincin Dimensi
29
Cha 29 - Siluman Kalajengking 1
30
Cha 30 - Siluman Kalajengking 2
31
Cha 31 - Kehidupan Yang Dirindukan
32
Cha 32 - Rahasia Seorang Gadis
33
Cha 33 - Ritual 1
34
Cha 34 - Ritual 2
35
Cha 35 - Kesedihan Penduduk Desa Teratai Putih
36
Cha 36 - Tetua Agung
37
Cha 37 - Kegaduhan di Ruang Pertemuan
38
Cha 38 - Usaha yang Gagal
39
Cha 39 - Sebuah Rencana Besar
40
Cha 40 - Pertarungan Tak Seimbang
41
Cha 41 - Hukuman Untuk Seorang Penghianat
42
Cha 42 - Masalah Baru
43
Cha 43 - Informasi Penting
44
Cha 44 - Persiapan Perang
45
Cha 45 - Sahabat Lama
46
Cha 46 - Kehebatan Wajan Pusaka
47
Cha 47 - Menjemput Sang Dewi
48
Cha 48 - Dewi Surga
49
Cha 49 - Kecantikan Yang Menggemparkan
50
Cha 50 - Dewi Yang Kelaparan
51
Cha 51 - Curahan Hati Lung Huo
52
Cha 52 - Keputusan Lin Ling
53
Cha 53 - Sosok Gadis Yang Ditunggu
54
Cha 54 - Malam Yang Mendebarkan
55
Cha 55 - Pelukan Pertama
56
Cha 56 - Dewi Teratai
57
Cha 57 - Gagak Hitam Yang Malang
58
Cha 58 - Perubahan Rencana
59
Cha 59 - Malam Ke Tiga
60
Cha 60 - Rencana Yang Berantakan
61
Cha 61 - Rahasia Kekuatan Ghuo Lan
62
Cha 62 - Kemunculan Sang Pahlawan
63
Cha 63 - Bantuan Desa Tetangga
64
Cha 64 - Gabungan Kekuatan
65
Cha 65 - Akhir Hidup Yang Mengerikan
66
Cha 66 - Kemenangan Yang Pahit
67
Cha 67 - Tangisan Lin Ling
68
Cha 68 - Rencana Selanjutnya
69
Cha 69 - Gagak Putih (Bai Wuya)
70
Cha 70 - Bantuan Para Siluman
71
Cha 71 - Mimpi Yang Sama
72
Cha 72 - Pendekar Teratai Putih
73
Cha 73 - Keajaiban Satu Malam
74
Cha 74 - Manusia Tujuh Karakter
75
Cha 75 - Rencana Lima Siluman Pelindung Desa
76
Cha 76 - Pemanasan Lin Ling
77
Cha 77 - Raksasa Mata Merah
78
Cha 78 - Disaat Chi Wei Cemburu
79
Cha 79 - Kecerdikan Ghuo Kun
80
Cha 80 - Penyamaran Yang Terbongkar
81
Cha 81 - Membebaskan Para Tahanan
82
Cha 82 - Sosok Sang Pahlawan
83
Cha 83 - Balas Budi
84
Cha 84 - Kekuatan Perisai Pertahanan Kota Embun
85
Cha 85 - Sisi Lain Seorang Pendekar
86
Cha 86 - Berburu Harta
87
Cha 87 - Siluman Penjaga Kota Embun
88
Cha 88 - Jendral King Cheng
89
Cha 89 - Kabar Bahagia
90
Cha 90 - Rindu Berat
91
Cha 91 - Jenderal Besar Guan Bin
92
Cha 92 - Siluman Lebah Hitam
93
Cha 93 - Hari Yang Berbahagia
94
Cha 94 - Rencana Selanjutnya
95
Cha 95 - Chi Wei Yang Perkasa
96
Cha 96 - Meninggalkan Kota Embun
97
Cha 97 - Petualangan Pertama
98
Cha 98 - Lin Ling Yang Sangat Menggoda
99
Cha 99 - Siluman Buaya
100
Cha 100 - Siluman Buaya 2
101
Pengumuman Penting

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!