Cha 8 - Tiga Jiwa Yang Menyatu

Chi Wei dan Lung Huo kini berada di sebuah ruangan yang bentuk dan ukurannya sama persis dengan ruangan sebelumnya.

Yang membedakan ruangan tersebut adalah permukaan dinding dan lantainya didominasi warna biru gelap, warna yang senada dengan rambut Chi Wei saat ini.

Selain itu, jika di ruangan sebelumnya terdapat sebuah sumur, maka di tempat berwarna biru gelap itu terdapat sebilah pedang yang bilahnya berwarna senada dengan ruangan itu sendiri. Sementara gagang dari pedang tersebut berwarna perak dengan ukiran berbentuk kepala seekor naga, yang di bagian matanya terdapat batu berlian berwarna sama dengan bilahnya.

Selain sebilah pedang, di sana juga terdapat sebuah kitab pusaka dengan ukuran cukup besar namun tidak terlalu tebal. Sampul kitab tersebut berwarna perak dan terdapat gambar bunga teratai putih. Nama kitab pusaka itu sesuai dengan gambar yang terdapat di sampulnya. Kitab Pusaka Teratai Putih.

Letak kedua benda tersebut berada di tengah-tengah ruangan berwarna biru gelap itu dengan posisi melayang dan berputar secara perlahan. Ujung dari bilah pedang itu mengarah kebawah, sementara Kitab Pusaka Teratai Putih berada di atas gagang pedang tersebut dengan jarak hanya beberapa centimeter saja.

"Wei'er,,,kemarilah!" Lung Huo memanggil Chi Wei yang masih berselimut rasa kagum atas keindahan ruangan tersebut.

Chi Wei pun berjalan menghampiri gurunya yang kini berada di sebelah dua benda pusaka idaman para pendekar itu.

"guru....?" Chi Wei menatap Lung Huo denga penuh tanda tanya.

"Wei'er, pedang ini bernama pusaka pedang berlian. Sesuai dengan namanya, bilah pedang ini terbuat dari berlian yang kekerasannya ribuan kali dari berlian biasa. Sehingga tak ada benda yang tak mampu dihancurkan oleh pedang ini, tapi semua itu tergantung dari kekuatan dan keahlian pemilik pedang itu sendiri."

"sekarang, apa kau sudah menemukan jawaban atas apa yang terjadi dengan rambutmu?"

Chi Wei sedikit tersentak mendengar kata-kata gurunya tersebut.

"Guru,,,a....apakah ini artinya......?"

"ya....kau dan pedang berlian biru ini telah ditakdirkan untuk bersama. Meski kelak akan banyak pendekar yang berusaha merebutnya darimu, tak ada satu orang pun yang mampu mengambilnya."

"kecuali kalau ada pendekar yang mampu membunuhmu dan menyerap seluruh kekuatanmu, itu pun kalau tubuh orang itu mampu menyerapnya atau tubuhnya akan hancur menjadi abu."

"apakah sekuat itu Guru?" Chi Wei bertanya dengan penuh rasa kagum.

"kelak suatu saat kau akan mengetahuinya, aku tidaklah pandai merangkai kata untuk menjelaskan semuanya. jadi, lebih baik kau mengetahui kekuatan pedang pusaka ini secara langsung."

"baiklah guru..." Chi Wei mengangguk pelan.

"hhhmmmmm.....aku yakin dengan melihat gambar bunga teratai ini, kau pasti tahu nama kitab pusaka ini, Wei'er?"

"teratai putih?"...

"tepat sekali, ini adalah kitab pusaka teratai putih, di dalamnya terdapat berbagai jurus ilmu beladiri. Baik itu jurus-jurus tangan kosong, ataupun jurus-jurus yang menggunakan senjata pusaka, baik itu pedang, tombak, busur panah, cambuk dan lain sebagainya. Dalam kitab ini juga terdapat berbagai jenis ilmu pengetahuan yang pastinya akan sangat berguna untukmu dan orang-orang sekitarmu."

"Dengan kitab pusaka ini, kau bisa mengubah pedang berlian menjadi senjata pusaka jenis lain. Kau hanya perlu berkonsentrasi dan membayangkan senjata jenis apa yang ingin kau gunakan."

"tentu itu semua hanya bisa dilakukan saat kedua benda pusaka ini telah menyatu dengan tubuhmu."

"hahhh!!!...lalu Guru, bagaimana cara agar pedang dan kitab pusaka ini menyatu dengan tubuhku?" Chi Wei bertanya dengan penuh semangat.

"sebentar lagi kau akan tahu,,,sepertinya kau sangat bersemangat?....padahal sebelumnya kau bahkan menolak jadi muridku." Lung Huo terkekeh menggoda murid satu-satunya itu.

"hehehe...iya iya aku minta maaf, guru." balas Chi Wei tersenyum canggung sambil menggaruk hidung.

"baiklah.....Wei'er, sekarang kau berdiri dan letakkan kedua kakimu di sini." perintah Lung Huo kepada Chi Wei sambil menunjuk ke lantai yang di sana terdapat sebuah pola berwarna emas berbentuk sepasang telapak kaki.

Blarrrrrr.....

Saat kedua telapak kaki Chi Wei menempel tepat di pola tersebut, tiba-tiba pusaka pedang berlian memancarkan kilatan-kilatan petir berwarna biru keemasan dan menjalar memadati seluruh ruangan.

"sekarang, kau bukalah kitab pusaka teratai putih." suara Lung Huo menggema dalam pikiran Chi Wei.

Chi Wei mengerutkan kening penuh keheranan, saat membuka kitab tersebut. Dalam kitab itu tidak terdapat tulisan atau gambar apa pun yang menjelaskan tentang sebuah jurus ilmu beladiri. Yang Chi Wei lihat hanya lembaran-lembaran kosong berwarna putih.

"terus buka kitab itu sampai lembaran yang terakhir!" suara Lung Huo seakan menjawab keraguan Chi Wei.

Chi Wei pun membuka lembar demi lembar kitab pusaka teratai putih secara perlahan sampai lembaran yang terakhir. Di lembar terakhir kitab itu terdapat sebuah pola gambar berwarna emas yang berbentuk sepasang telapak tangan.

Chi Wei mulai mengerti apa yang harus dia lakukan selanjutnya. Lantas, Chi Wei pun menempelkan kedua telapak tangannya ke pola gambar tersebut.

Saat ke dua telapak tangannya menyatu dengan kitab teratai putih, tiba-tiba sebuah keajaiban terjadi di dalam ruangan tersebut.

Blarrrrrrrrrrrrr.......

Kilatan-kilatan petir yang memenuhi ruangan itu, masuk ke setiap lubang pori-pori di tubuh Chi Wei. Tangan dan kaki Chi Wei menempel erat dengan pola masing-masing, telapak tangan dan kakinya terasa seperti sedang menghisap sesuatu dengan sangat kuat.

Bleng...

Pandangan Chi Wei menjadi gelap. Seketika itu, dia merasa seolah sedang berlatih berbagai macam jurus ilmu bela diri.

Selain itu, dalam benak Chi Wei terpampang jelas berbagai macam gambar dan tulisan yang menjelaskan berbagai ilmu pengetahuan. Mulai dari tata cara meramu obat, membuat pil energi, menempa senjata, dan lain sebagainya.

Selama proses itu berlangsung, perlahan warna biru di ruangan Chi Wei berada mulai memudar. sedangkan kedua benda pusaka yang berada di tempat itu sedikit demi sedikit secara perlahan berubah menjadi butiran debu dan terhisap masuk ke dalam tubuh Chi Wei.

Bruk... Chi Wei duduk berlutut dengan kepala tertunduk lesu. Napasnya tersengal seakan menggambarkan perasaan lelah yang teramat sangat.

Terasa sebuah telapak tangan menepuk pundaknya.

"bermeditasilah, tenangkan hati dan pikiranmu, buka matamu setelah kau merasa lebih baik."

Dengan posisi duduk bersila, Chi Wei berkonsentrasi untuk memulihkan ketenangan jiwanya. Ada sesuatu yang beda yang ia rasakan, Chi Wei seperti tak mengenal dirinya, namun semuanya terasa begitu menyenangkan.

Perlahan-lahan Chi Wei membuka matanya, dan mendapati Guru Huo duduk bersila di depannya sambil tersenyum bangga.

"selamat muridku, kau telah berhasil." Kata Lung Huo masih dengan senyuman bangga.

"Guru, di mana kita sekarang?... pedang dan kitab pusaka itu?"....

Lung Huo hanya tersenyum tipis melihat muridnya yang sedang kebingungan.

Terpopuler

Comments

Tut Mas Lgs

Tut Mas Lgs

kerenn

2022-03-07

0

Dikky Ptatama

Dikky Ptatama

chi Wei aja bingung apalagi say🤭a"

2021-12-11

0

Wedus Gembel

Wedus Gembel

cepat bener belajar langsung pinter

2021-12-02

0

lihat semua
Episodes
1 Cha 1 - Desa Teratai Putih
2 Cha 2 - Hutan Timur
3 Cha 3 - Chi Wei Menghilang
4 Cha 4 - Berita Yang Menggemparkan
5 Cha 5 - Menerima Kehilangan
6 Cha 6 - Alam Roh
7 Cha 7 - Mulai Berlatih
8 Cha 8 - Tiga Jiwa Yang Menyatu
9 Cha 9 - Latihan Bertarung
10 Cha 10 - Hakikat Sebuah Pertarungan
11 Cha 11 - Lin Ling (Sebuah Gambaran Masa Depan)
12 Cha 12 - Kenyataan Pahit
13 Cha 13 - Warisan Senjata Pusaka
14 Cha - 14 Kembali
15 Cha 15 - Pertemuan
16 Cha 16 - Pertemuan 2
17 Cha 17 - Pertemuan 3
18 Cha 18 - Kehadiran Sosok Pahlawan
19 Cha 19 - Titik Awal Sebuah Perubahan
20 Cha 20 - Pendekar Rambut Biru
21 Cha 21 - Nama Yang Semakin Terkenal
22 Cha 22 - Pendekar Cambuk Api
23 Cha 23 - Berlatih Di Air Terjun
24 Cha 24 - Aura Seorang Pendekar
25 Cha 25 - Penjelasan Lung Huo
26 Cha 26 - Kebangkitan Desa Teratai Putih
27 Cha 27 - Sekte Teratai Putih
28 Cha 28 - Membuat Pusaka Cincin Dimensi
29 Cha 29 - Siluman Kalajengking 1
30 Cha 30 - Siluman Kalajengking 2
31 Cha 31 - Kehidupan Yang Dirindukan
32 Cha 32 - Rahasia Seorang Gadis
33 Cha 33 - Ritual 1
34 Cha 34 - Ritual 2
35 Cha 35 - Kesedihan Penduduk Desa Teratai Putih
36 Cha 36 - Tetua Agung
37 Cha 37 - Kegaduhan di Ruang Pertemuan
38 Cha 38 - Usaha yang Gagal
39 Cha 39 - Sebuah Rencana Besar
40 Cha 40 - Pertarungan Tak Seimbang
41 Cha 41 - Hukuman Untuk Seorang Penghianat
42 Cha 42 - Masalah Baru
43 Cha 43 - Informasi Penting
44 Cha 44 - Persiapan Perang
45 Cha 45 - Sahabat Lama
46 Cha 46 - Kehebatan Wajan Pusaka
47 Cha 47 - Menjemput Sang Dewi
48 Cha 48 - Dewi Surga
49 Cha 49 - Kecantikan Yang Menggemparkan
50 Cha 50 - Dewi Yang Kelaparan
51 Cha 51 - Curahan Hati Lung Huo
52 Cha 52 - Keputusan Lin Ling
53 Cha 53 - Sosok Gadis Yang Ditunggu
54 Cha 54 - Malam Yang Mendebarkan
55 Cha 55 - Pelukan Pertama
56 Cha 56 - Dewi Teratai
57 Cha 57 - Gagak Hitam Yang Malang
58 Cha 58 - Perubahan Rencana
59 Cha 59 - Malam Ke Tiga
60 Cha 60 - Rencana Yang Berantakan
61 Cha 61 - Rahasia Kekuatan Ghuo Lan
62 Cha 62 - Kemunculan Sang Pahlawan
63 Cha 63 - Bantuan Desa Tetangga
64 Cha 64 - Gabungan Kekuatan
65 Cha 65 - Akhir Hidup Yang Mengerikan
66 Cha 66 - Kemenangan Yang Pahit
67 Cha 67 - Tangisan Lin Ling
68 Cha 68 - Rencana Selanjutnya
69 Cha 69 - Gagak Putih (Bai Wuya)
70 Cha 70 - Bantuan Para Siluman
71 Cha 71 - Mimpi Yang Sama
72 Cha 72 - Pendekar Teratai Putih
73 Cha 73 - Keajaiban Satu Malam
74 Cha 74 - Manusia Tujuh Karakter
75 Cha 75 - Rencana Lima Siluman Pelindung Desa
76 Cha 76 - Pemanasan Lin Ling
77 Cha 77 - Raksasa Mata Merah
78 Cha 78 - Disaat Chi Wei Cemburu
79 Cha 79 - Kecerdikan Ghuo Kun
80 Cha 80 - Penyamaran Yang Terbongkar
81 Cha 81 - Membebaskan Para Tahanan
82 Cha 82 - Sosok Sang Pahlawan
83 Cha 83 - Balas Budi
84 Cha 84 - Kekuatan Perisai Pertahanan Kota Embun
85 Cha 85 - Sisi Lain Seorang Pendekar
86 Cha 86 - Berburu Harta
87 Cha 87 - Siluman Penjaga Kota Embun
88 Cha 88 - Jendral King Cheng
89 Cha 89 - Kabar Bahagia
90 Cha 90 - Rindu Berat
91 Cha 91 - Jenderal Besar Guan Bin
92 Cha 92 - Siluman Lebah Hitam
93 Cha 93 - Hari Yang Berbahagia
94 Cha 94 - Rencana Selanjutnya
95 Cha 95 - Chi Wei Yang Perkasa
96 Cha 96 - Meninggalkan Kota Embun
97 Cha 97 - Petualangan Pertama
98 Cha 98 - Lin Ling Yang Sangat Menggoda
99 Cha 99 - Siluman Buaya
100 Cha 100 - Siluman Buaya 2
101 Pengumuman Penting
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Cha 1 - Desa Teratai Putih
2
Cha 2 - Hutan Timur
3
Cha 3 - Chi Wei Menghilang
4
Cha 4 - Berita Yang Menggemparkan
5
Cha 5 - Menerima Kehilangan
6
Cha 6 - Alam Roh
7
Cha 7 - Mulai Berlatih
8
Cha 8 - Tiga Jiwa Yang Menyatu
9
Cha 9 - Latihan Bertarung
10
Cha 10 - Hakikat Sebuah Pertarungan
11
Cha 11 - Lin Ling (Sebuah Gambaran Masa Depan)
12
Cha 12 - Kenyataan Pahit
13
Cha 13 - Warisan Senjata Pusaka
14
Cha - 14 Kembali
15
Cha 15 - Pertemuan
16
Cha 16 - Pertemuan 2
17
Cha 17 - Pertemuan 3
18
Cha 18 - Kehadiran Sosok Pahlawan
19
Cha 19 - Titik Awal Sebuah Perubahan
20
Cha 20 - Pendekar Rambut Biru
21
Cha 21 - Nama Yang Semakin Terkenal
22
Cha 22 - Pendekar Cambuk Api
23
Cha 23 - Berlatih Di Air Terjun
24
Cha 24 - Aura Seorang Pendekar
25
Cha 25 - Penjelasan Lung Huo
26
Cha 26 - Kebangkitan Desa Teratai Putih
27
Cha 27 - Sekte Teratai Putih
28
Cha 28 - Membuat Pusaka Cincin Dimensi
29
Cha 29 - Siluman Kalajengking 1
30
Cha 30 - Siluman Kalajengking 2
31
Cha 31 - Kehidupan Yang Dirindukan
32
Cha 32 - Rahasia Seorang Gadis
33
Cha 33 - Ritual 1
34
Cha 34 - Ritual 2
35
Cha 35 - Kesedihan Penduduk Desa Teratai Putih
36
Cha 36 - Tetua Agung
37
Cha 37 - Kegaduhan di Ruang Pertemuan
38
Cha 38 - Usaha yang Gagal
39
Cha 39 - Sebuah Rencana Besar
40
Cha 40 - Pertarungan Tak Seimbang
41
Cha 41 - Hukuman Untuk Seorang Penghianat
42
Cha 42 - Masalah Baru
43
Cha 43 - Informasi Penting
44
Cha 44 - Persiapan Perang
45
Cha 45 - Sahabat Lama
46
Cha 46 - Kehebatan Wajan Pusaka
47
Cha 47 - Menjemput Sang Dewi
48
Cha 48 - Dewi Surga
49
Cha 49 - Kecantikan Yang Menggemparkan
50
Cha 50 - Dewi Yang Kelaparan
51
Cha 51 - Curahan Hati Lung Huo
52
Cha 52 - Keputusan Lin Ling
53
Cha 53 - Sosok Gadis Yang Ditunggu
54
Cha 54 - Malam Yang Mendebarkan
55
Cha 55 - Pelukan Pertama
56
Cha 56 - Dewi Teratai
57
Cha 57 - Gagak Hitam Yang Malang
58
Cha 58 - Perubahan Rencana
59
Cha 59 - Malam Ke Tiga
60
Cha 60 - Rencana Yang Berantakan
61
Cha 61 - Rahasia Kekuatan Ghuo Lan
62
Cha 62 - Kemunculan Sang Pahlawan
63
Cha 63 - Bantuan Desa Tetangga
64
Cha 64 - Gabungan Kekuatan
65
Cha 65 - Akhir Hidup Yang Mengerikan
66
Cha 66 - Kemenangan Yang Pahit
67
Cha 67 - Tangisan Lin Ling
68
Cha 68 - Rencana Selanjutnya
69
Cha 69 - Gagak Putih (Bai Wuya)
70
Cha 70 - Bantuan Para Siluman
71
Cha 71 - Mimpi Yang Sama
72
Cha 72 - Pendekar Teratai Putih
73
Cha 73 - Keajaiban Satu Malam
74
Cha 74 - Manusia Tujuh Karakter
75
Cha 75 - Rencana Lima Siluman Pelindung Desa
76
Cha 76 - Pemanasan Lin Ling
77
Cha 77 - Raksasa Mata Merah
78
Cha 78 - Disaat Chi Wei Cemburu
79
Cha 79 - Kecerdikan Ghuo Kun
80
Cha 80 - Penyamaran Yang Terbongkar
81
Cha 81 - Membebaskan Para Tahanan
82
Cha 82 - Sosok Sang Pahlawan
83
Cha 83 - Balas Budi
84
Cha 84 - Kekuatan Perisai Pertahanan Kota Embun
85
Cha 85 - Sisi Lain Seorang Pendekar
86
Cha 86 - Berburu Harta
87
Cha 87 - Siluman Penjaga Kota Embun
88
Cha 88 - Jendral King Cheng
89
Cha 89 - Kabar Bahagia
90
Cha 90 - Rindu Berat
91
Cha 91 - Jenderal Besar Guan Bin
92
Cha 92 - Siluman Lebah Hitam
93
Cha 93 - Hari Yang Berbahagia
94
Cha 94 - Rencana Selanjutnya
95
Cha 95 - Chi Wei Yang Perkasa
96
Cha 96 - Meninggalkan Kota Embun
97
Cha 97 - Petualangan Pertama
98
Cha 98 - Lin Ling Yang Sangat Menggoda
99
Cha 99 - Siluman Buaya
100
Cha 100 - Siluman Buaya 2
101
Pengumuman Penting

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!