Cha 5 - Menerima Kehilangan

Hari demi hari, minggu demi minggu, bulan berganti bulan, dan waktu terus berjalan. Namun, penduduk desa Teratai Putih tidak pernah bosan dan menyerah untuk terus melakukan pencarian.

Bahkan Tuan Yun Lou membentuk tim khusus yang bertugas secara bergantian mencari di mana keberadaan Chi Wei.

Meski hasilnya tetap sama, tapi mereka tidak pernah mengeluh untuk terus membantu Chi Fan mencari anak sulungnya tersebut.

Semua yang mereka lakukan malah membuat ikatan persaudaraan terasa semakin erat. Di balik rasa sedih atas kehilangan keponakannya, Tuan Yun Lou merasa sangat bangga menyaksikan kebersamaan warganya yang tidak membiarkan sodaranya mengalami musibah berjuang sendirian.

Setiap malam selepas si kembar terlelap tidur, Xin Yia akan masuk ke kamar Chi Wei berbaring di ranjang tempat biasa anaknya tidur sambil memeluk benda apa pun milik putra sulungnya tersebut. Hingga ia pun terlelap membawa rasa rindu akan kehadiran sosok putera yang senantiasa membuatnya tersenyum bangga.

Menyaksikan kebiasan baru wanita yang sangat dicintainya itu, Chi Fan hanya bisa menghela napas panjang. Sambil membelai rambut dan mengecup kening Xin Yia dengan penuh kasih sayang. Berharap itu bisa sedikit memberi ketenangan jiwa Xin Yia.

***

Di suatu malam

Tuan Yun Lou dan istrinya datang berkunjung ke kediaman Chi Fan. Mereka berbincang hangat sambil menikmati olahan sayur yang di masak oleh Xin Yia.

Menjalani hari-hari sebagai petani sayur, membuat Xin Yia sangat pandai mengolah sayuran tersebut menjadi hidangan yang begitu lezat.

"kakak sepupu, kakak ipar, menurutku sebaiknya pencarian Wei'er dihentikan saja." kata Xin Yia di tengah perbincangan mereka.

"Tapi kenapa adik ipar, kami ikhlas membantu kalian, sebagai kepala desa tentu aku sangat bertanggung jawab atas semua yang terjadi di desa kita, termasuk mencari Wei'er sampai berhasil kita temukan." sahut tuan Yun Lou merasa heran.

"mmm.....Tuan Kepala Desa, kami merasa tidak enak hati jika terus menerus merepotkan seluruh penduduk desa. Kami tidak mau berhutang budi terlalu banyak." Chi Fan pun turut memberi penjelasan.

"Kami sekeluarga sudah bisa menerima dengan ikhlas atas apa yang menimpa putera kami, mungkin ini sudah menjadi takdir kami. Lagi pula kita semua punya kegiatan dan kesibukan masing-masing, kami tidak mau merepotkan kalian lebih lama lagi sementara hingga saat ini hasilnya selalu sama." lanjut Chi Fan meyakin kan Tuan Yun Lou dan Nyonya Xin Xia yang tetap bersikukuh untuk tetap melanjutkan pencarian.

Xin Yia pun meyakinkan Tuan Yun Lou dan Nyonya Xin Xia bahwa mereka baik-baik saja. Menerima dengan lapang dada bahwa Chi Wei sudah tidak mungkin ditemukan lagi. Mereka pun tidak mau terus menerus larut meratapi kehilangan putera sulungnya tersebut. Biar bagaimana pun hidup harus tetap berjalan sebagaimana mestinya. Mereka tidak mau menghabiskan lebih banyak waktu dan tenaga hanya untuk melakukan hal yang hasilnya selalu sama, gagal.

"hhhhhhhhhhhh....baiklah kalau begitu. kalau itu sudah menjadi keputusan kalian, secepatnya aku akan mengungumkannya kepada semua penduduk desa." Balas tuan Yun Lou yang tidak lama setelah itu dia dan istrinya pamit undur diri dari kediaman Chi Fan.

Dalam sebuah pertemuan, Tuan Yun Lou pun mengumumkan bahawa pencarian Chi Wei resmi dihentikan.

Berbagai reaksi datang dari para penduduk desa, ada yang setuju, ada yang menanggapinya biasa saja. Namun tak sedikit pula yang tidak setuju dan akan tetap terus melakukan pencarian. Entah mengapa mereka merasa sangat yakin kalau Chi Wei masih berada di wilayah desa Teratai Putih dalam keadaan baik-baik saja.

Diantara mereka yang masih tetap melakukan pencarian adalah dua orang sahabat Chi Wei sendiri, yaitu Tao Ming dan Yan San. Setelah selesai belajar, berlatih dan membantu orang tua masing-masing, Tao Ming dan Yan San akan pergi menuju air terjun di hutan Timur. Dan akan kembali pulang ke desa setelah hari mulai senja.

Selain berburu mereka berdua akan banyak menghabiskan waktu di pinggir sungai dekat air terjun tempat dimana dulu Chi Wei menghilang untuk sekadar berbincang sambil terus berharap tiba-tiba Chi Wei hadir kembali datang di tengah-tengah mereka.

Kegiatan itu mereka lakukan setiap hari, sebagai bentuk pertanggung jawaban mereka yang selalu merasa bersalah atas menghilangnya Chi Wei.

Lambat laun para penduduk desa Teratai Putih pun semakin terbiasa atas kebiasaan Tao Ming dan Yan San tersebut.

Meski hidup di kelilingi gunung dan hutan belantara yang di dalamnya terdapat banyak hewan buas dan siluman, entah kenapa mereka sedikitpun tidak pernah merasa takut. ini yang membuat para penduduk desa Teratai Putih merasa bersyukur sekaligus merasa aneh, karena selama ini tidak pernah sekali pun terjadi kasus hewan buas atau siluman yang menyerang bahkan membunuh penduduk desa.

Bahkan pernah suatu ketika ada seorang warga desa yang kesulitan menangkap seekor rusa saat berburu. Tiba-tiba datang seekor harimau menangkap rusa tersebut, lalu kemudian harimau itu menoleh kearah pemburu tadi seakan menyuruhnya untuk segera mengambil rusa yang telah ditangkapnya. Setelah itu harimau tersebut pergi menghilang entah kemana.

Kabar itu pun sempat menjadi buah bibir dikalangan warga desa Teratai Putih untuk waktu yang cukup lama. Mereka pun bersyukur bisa hidup damai berdampingan dengan alam liar.

Jika ada penduduk atau warga desa yang melakukan pelanggaran, termasuk salah satunya merusak kehidupan alam bebas, maka kepala desa tidak akan segan memberikan hukuman yang sangat berat. Mulai dari hukuman penjara sampai diusir dan diasingkan dari desa Teratai Putih. Tergantung tingkat pelanggarannya.

Sewaktu-waktu Tao Ming dan Yan San akan selalu datang berkunjung ke kediaman keluarga Chi Wei, selain melepas rindu kepada si kembar, tentunya mereka selalu ketagihan olahan sayur nyonya Xin Yia.

Chi Fan dan Xin Yia pun senantiasa menyambut kehadiran mereka dengan penuh kasih sayang. Kedua bocah tersebut tidak pernah sungkan membantu Chi Fan di kebun sayur miliknya, terutama ketika musim panen tiba. Tak hanya Tao Ming dan Yan San, bahkan kedua orang tua mereka pun datang untuk membantu.

Begitu pun sebaliknya, jika keluarga Tao Ming dan Yan San membutuhkan bantuan, Chi Fan dan Xin Yia tidak sungkan untuk mengulurkan tangan.

Mereka pun mulai terbiasa melewati hari-hari tanpa kehadiran Chi Wei.

Hingga suatu ketika, kedamaian desa Teratai Putih mulai terusik oleh kehadiran perampok dan kelompok pendekar aliran hitam. Desa yang sebelumnya penuh dengan ketenangan kini perlahan-lahan berubah jadi mencekam.

Tiada hari yang terlewati tanpa jerit tangis kesedihan penduduk desa. Satu persatu kebahagiaan mereka direnggut oleh orang-orang berhati iblis.

Perampokan, penculikan dan pembunuhan terus datang silih berganti.

Terpopuler

Comments

S P Lani

S P Lani

ini terlalu biasa kalau begini ceritanya

2025-02-01

0

Albet Jalius

Albet Jalius

siip....

2022-09-21

0

rajes salam lubis

rajes salam lubis

masih kurang thor

2021-12-21

0

lihat semua
Episodes
1 Cha 1 - Desa Teratai Putih
2 Cha 2 - Hutan Timur
3 Cha 3 - Chi Wei Menghilang
4 Cha 4 - Berita Yang Menggemparkan
5 Cha 5 - Menerima Kehilangan
6 Cha 6 - Alam Roh
7 Cha 7 - Mulai Berlatih
8 Cha 8 - Tiga Jiwa Yang Menyatu
9 Cha 9 - Latihan Bertarung
10 Cha 10 - Hakikat Sebuah Pertarungan
11 Cha 11 - Lin Ling (Sebuah Gambaran Masa Depan)
12 Cha 12 - Kenyataan Pahit
13 Cha 13 - Warisan Senjata Pusaka
14 Cha - 14 Kembali
15 Cha 15 - Pertemuan
16 Cha 16 - Pertemuan 2
17 Cha 17 - Pertemuan 3
18 Cha 18 - Kehadiran Sosok Pahlawan
19 Cha 19 - Titik Awal Sebuah Perubahan
20 Cha 20 - Pendekar Rambut Biru
21 Cha 21 - Nama Yang Semakin Terkenal
22 Cha 22 - Pendekar Cambuk Api
23 Cha 23 - Berlatih Di Air Terjun
24 Cha 24 - Aura Seorang Pendekar
25 Cha 25 - Penjelasan Lung Huo
26 Cha 26 - Kebangkitan Desa Teratai Putih
27 Cha 27 - Sekte Teratai Putih
28 Cha 28 - Membuat Pusaka Cincin Dimensi
29 Cha 29 - Siluman Kalajengking 1
30 Cha 30 - Siluman Kalajengking 2
31 Cha 31 - Kehidupan Yang Dirindukan
32 Cha 32 - Rahasia Seorang Gadis
33 Cha 33 - Ritual 1
34 Cha 34 - Ritual 2
35 Cha 35 - Kesedihan Penduduk Desa Teratai Putih
36 Cha 36 - Tetua Agung
37 Cha 37 - Kegaduhan di Ruang Pertemuan
38 Cha 38 - Usaha yang Gagal
39 Cha 39 - Sebuah Rencana Besar
40 Cha 40 - Pertarungan Tak Seimbang
41 Cha 41 - Hukuman Untuk Seorang Penghianat
42 Cha 42 - Masalah Baru
43 Cha 43 - Informasi Penting
44 Cha 44 - Persiapan Perang
45 Cha 45 - Sahabat Lama
46 Cha 46 - Kehebatan Wajan Pusaka
47 Cha 47 - Menjemput Sang Dewi
48 Cha 48 - Dewi Surga
49 Cha 49 - Kecantikan Yang Menggemparkan
50 Cha 50 - Dewi Yang Kelaparan
51 Cha 51 - Curahan Hati Lung Huo
52 Cha 52 - Keputusan Lin Ling
53 Cha 53 - Sosok Gadis Yang Ditunggu
54 Cha 54 - Malam Yang Mendebarkan
55 Cha 55 - Pelukan Pertama
56 Cha 56 - Dewi Teratai
57 Cha 57 - Gagak Hitam Yang Malang
58 Cha 58 - Perubahan Rencana
59 Cha 59 - Malam Ke Tiga
60 Cha 60 - Rencana Yang Berantakan
61 Cha 61 - Rahasia Kekuatan Ghuo Lan
62 Cha 62 - Kemunculan Sang Pahlawan
63 Cha 63 - Bantuan Desa Tetangga
64 Cha 64 - Gabungan Kekuatan
65 Cha 65 - Akhir Hidup Yang Mengerikan
66 Cha 66 - Kemenangan Yang Pahit
67 Cha 67 - Tangisan Lin Ling
68 Cha 68 - Rencana Selanjutnya
69 Cha 69 - Gagak Putih (Bai Wuya)
70 Cha 70 - Bantuan Para Siluman
71 Cha 71 - Mimpi Yang Sama
72 Cha 72 - Pendekar Teratai Putih
73 Cha 73 - Keajaiban Satu Malam
74 Cha 74 - Manusia Tujuh Karakter
75 Cha 75 - Rencana Lima Siluman Pelindung Desa
76 Cha 76 - Pemanasan Lin Ling
77 Cha 77 - Raksasa Mata Merah
78 Cha 78 - Disaat Chi Wei Cemburu
79 Cha 79 - Kecerdikan Ghuo Kun
80 Cha 80 - Penyamaran Yang Terbongkar
81 Cha 81 - Membebaskan Para Tahanan
82 Cha 82 - Sosok Sang Pahlawan
83 Cha 83 - Balas Budi
84 Cha 84 - Kekuatan Perisai Pertahanan Kota Embun
85 Cha 85 - Sisi Lain Seorang Pendekar
86 Cha 86 - Berburu Harta
87 Cha 87 - Siluman Penjaga Kota Embun
88 Cha 88 - Jendral King Cheng
89 Cha 89 - Kabar Bahagia
90 Cha 90 - Rindu Berat
91 Cha 91 - Jenderal Besar Guan Bin
92 Cha 92 - Siluman Lebah Hitam
93 Cha 93 - Hari Yang Berbahagia
94 Cha 94 - Rencana Selanjutnya
95 Cha 95 - Chi Wei Yang Perkasa
96 Cha 96 - Meninggalkan Kota Embun
97 Cha 97 - Petualangan Pertama
98 Cha 98 - Lin Ling Yang Sangat Menggoda
99 Cha 99 - Siluman Buaya
100 Cha 100 - Siluman Buaya 2
101 Pengumuman Penting
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Cha 1 - Desa Teratai Putih
2
Cha 2 - Hutan Timur
3
Cha 3 - Chi Wei Menghilang
4
Cha 4 - Berita Yang Menggemparkan
5
Cha 5 - Menerima Kehilangan
6
Cha 6 - Alam Roh
7
Cha 7 - Mulai Berlatih
8
Cha 8 - Tiga Jiwa Yang Menyatu
9
Cha 9 - Latihan Bertarung
10
Cha 10 - Hakikat Sebuah Pertarungan
11
Cha 11 - Lin Ling (Sebuah Gambaran Masa Depan)
12
Cha 12 - Kenyataan Pahit
13
Cha 13 - Warisan Senjata Pusaka
14
Cha - 14 Kembali
15
Cha 15 - Pertemuan
16
Cha 16 - Pertemuan 2
17
Cha 17 - Pertemuan 3
18
Cha 18 - Kehadiran Sosok Pahlawan
19
Cha 19 - Titik Awal Sebuah Perubahan
20
Cha 20 - Pendekar Rambut Biru
21
Cha 21 - Nama Yang Semakin Terkenal
22
Cha 22 - Pendekar Cambuk Api
23
Cha 23 - Berlatih Di Air Terjun
24
Cha 24 - Aura Seorang Pendekar
25
Cha 25 - Penjelasan Lung Huo
26
Cha 26 - Kebangkitan Desa Teratai Putih
27
Cha 27 - Sekte Teratai Putih
28
Cha 28 - Membuat Pusaka Cincin Dimensi
29
Cha 29 - Siluman Kalajengking 1
30
Cha 30 - Siluman Kalajengking 2
31
Cha 31 - Kehidupan Yang Dirindukan
32
Cha 32 - Rahasia Seorang Gadis
33
Cha 33 - Ritual 1
34
Cha 34 - Ritual 2
35
Cha 35 - Kesedihan Penduduk Desa Teratai Putih
36
Cha 36 - Tetua Agung
37
Cha 37 - Kegaduhan di Ruang Pertemuan
38
Cha 38 - Usaha yang Gagal
39
Cha 39 - Sebuah Rencana Besar
40
Cha 40 - Pertarungan Tak Seimbang
41
Cha 41 - Hukuman Untuk Seorang Penghianat
42
Cha 42 - Masalah Baru
43
Cha 43 - Informasi Penting
44
Cha 44 - Persiapan Perang
45
Cha 45 - Sahabat Lama
46
Cha 46 - Kehebatan Wajan Pusaka
47
Cha 47 - Menjemput Sang Dewi
48
Cha 48 - Dewi Surga
49
Cha 49 - Kecantikan Yang Menggemparkan
50
Cha 50 - Dewi Yang Kelaparan
51
Cha 51 - Curahan Hati Lung Huo
52
Cha 52 - Keputusan Lin Ling
53
Cha 53 - Sosok Gadis Yang Ditunggu
54
Cha 54 - Malam Yang Mendebarkan
55
Cha 55 - Pelukan Pertama
56
Cha 56 - Dewi Teratai
57
Cha 57 - Gagak Hitam Yang Malang
58
Cha 58 - Perubahan Rencana
59
Cha 59 - Malam Ke Tiga
60
Cha 60 - Rencana Yang Berantakan
61
Cha 61 - Rahasia Kekuatan Ghuo Lan
62
Cha 62 - Kemunculan Sang Pahlawan
63
Cha 63 - Bantuan Desa Tetangga
64
Cha 64 - Gabungan Kekuatan
65
Cha 65 - Akhir Hidup Yang Mengerikan
66
Cha 66 - Kemenangan Yang Pahit
67
Cha 67 - Tangisan Lin Ling
68
Cha 68 - Rencana Selanjutnya
69
Cha 69 - Gagak Putih (Bai Wuya)
70
Cha 70 - Bantuan Para Siluman
71
Cha 71 - Mimpi Yang Sama
72
Cha 72 - Pendekar Teratai Putih
73
Cha 73 - Keajaiban Satu Malam
74
Cha 74 - Manusia Tujuh Karakter
75
Cha 75 - Rencana Lima Siluman Pelindung Desa
76
Cha 76 - Pemanasan Lin Ling
77
Cha 77 - Raksasa Mata Merah
78
Cha 78 - Disaat Chi Wei Cemburu
79
Cha 79 - Kecerdikan Ghuo Kun
80
Cha 80 - Penyamaran Yang Terbongkar
81
Cha 81 - Membebaskan Para Tahanan
82
Cha 82 - Sosok Sang Pahlawan
83
Cha 83 - Balas Budi
84
Cha 84 - Kekuatan Perisai Pertahanan Kota Embun
85
Cha 85 - Sisi Lain Seorang Pendekar
86
Cha 86 - Berburu Harta
87
Cha 87 - Siluman Penjaga Kota Embun
88
Cha 88 - Jendral King Cheng
89
Cha 89 - Kabar Bahagia
90
Cha 90 - Rindu Berat
91
Cha 91 - Jenderal Besar Guan Bin
92
Cha 92 - Siluman Lebah Hitam
93
Cha 93 - Hari Yang Berbahagia
94
Cha 94 - Rencana Selanjutnya
95
Cha 95 - Chi Wei Yang Perkasa
96
Cha 96 - Meninggalkan Kota Embun
97
Cha 97 - Petualangan Pertama
98
Cha 98 - Lin Ling Yang Sangat Menggoda
99
Cha 99 - Siluman Buaya
100
Cha 100 - Siluman Buaya 2
101
Pengumuman Penting

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!