Cha 11 - Lin Ling (Sebuah Gambaran Masa Depan)

Dari apa yang telah Chi Wei dengar, terbesit sebuah pertanyaan nyeleneh yang membuat Lung Huo tertawa terpingkal-pingkal.

Sebuah tawa yang sempat melunturkan kewibawaan Lung Huo meski itu hanya sesaat saja.

"kalau aku tidak salah mengambil kesimpulan, berarti kelak aku lah yang akan menjadi suami dari pendekar wanita itu, apakah itu benar Guru?"

"ya....kau benar Wei'er."

"kalau begitu, berarti nanti aku akan menikah dengan seorang nenek-nenek keriput, Guru?" tanya Chi Wei sambil memajukan bibir bawahnya.

"Hahahahahaha...." Lung Huo tertawa terpingkal-pingkal sampai memegangi perutnya sendiri.

"yang penting dia masih gadis...hahaha."

"Tapi bagaimana bisa........... Guru?"

Chi Wei semakin kesal merasa telah dikerjai oleh Lung Huo.

"Ceritaku belum selesai anak muda...uhuk...uhuk...uhuk."

"huhhhh..... baiklah, kalau begitu lanjutkan ceritanya Guru." lanjut Chi Wei disertai sorot mata yang berbinar antusias.

Setelah menarik napas dalam-dalam, Lung Huo kembali melanjutkan ceritanya.

Dengan kesaktian yang dimilikinya, Lin Ling menyegel dan mengunci roh Lung Huo dengan menggunakan kekuatan Pusaka Pedang Berlian.

Selain berfungsi sebagai pengunci tempat di mana roh Lung Huo disegel, kekuatan dari Pusaka Pedang Berlian juga secara otomatis membersihkan segala kesaktian yang dimiliki Lung Huo dari pengaruh kekuatan iblis. dan semua kekuatan itu, menyatu bersama sumber daya dan kekuatan yang terkumpul di tempat itu.

Namun, saat Pusaka Pedang Berlian terpisah dari tubuh Lin Ling, saat itu juga kesaktian Lin Ling akan terus berkurang setiap hari. Hingga tepat dihari ke 100, Lin Ling kehilangan seluruh kekuatannya.

Lin Ling pun kembali menjadi seorang wanita biasa yang tak punya kekuatan apa-apa, dan akhirnya dia meninggal di usia di bawah 30 tahun dalam keadaan masih suci.

Namun, kelak di setiap seribu tahun sekali Lin Ling akan kembali terlahir bertepatan dengan munculnya setangkai bunga teratai putih di sebuah danau yang terbentuk dari kawah sisa pertarungan antara Lin Ling dan Lung Huo.

Dalam setiap kelahirannya, Lin Ling akan muncul sebagai manusia biasa yang berasal dari berbagai macam kalangan dengan nama yang berbeda-beda. Namun selama periode tersebut kecantikan dan keindahan tubuhnya akan terus meningkat.

Tapi, dari semua gadis yang terlahir sebagai reinkarnasi Lin Ling, ada satu kesamaan diantara mereka, yaitu; mereka akan meninggal diusia yang masih muda dalam keadaan masih suci tanpa sekalipun pernah tersentuh oleh laki-laki.

Hingga suatu saat, dikelahiran Lin Ling yang berikutnya akan terlahir seorang pemuda tampan yang ditakdirkan untuk menjadi pemilik dari pusaka Pedang Berlian. Dan pemuda tersebut juga telah ditakdirkan untuk menjadi suami Lin Ling.

Dia bersama Pusaka Pedang Berlian akan membantu Lin Ling untuk mendapatkan kembali seluruh kekuatannya. Lalu, mereka berdua akan bersama-sama diberikan tanggung jawab besar untuk menjaga kedamaian di seluruh daratan benua bintang.

ekhm..... ekhm..... ekhm.....

"Bagaimana Wei'er, apa kau masih minat untuk menikahi Nenek Lin Ling?" Lung Huo menggoda Chi Wei sambil mengedipkan sebelah matanya.

"hmmm....... sepertinya aku tidak bisa menolaknya, bukankah itu sudah menjadi takdir hidupku, Guru?

Lung Huo memejamkan kedua matanya sambil mengelus-elus janggutnya.

"Wei'er, jangan kau anggap apa yang baru saja kau dengar adalah satu hal yang pasti terjadi. Ingatlah, kita ini hanya manusia biasa dengan begitu banyak keterbatasan. Tak ada satu mahluk pun yang mampu memastikan apa yang akan terjadi di masa depan. Kalau pun kelak apa yang baru saja aku katakan benar-benar terjadi dalam kehidupanmu, percayalah itu hanya sebuah kebetulan"

Cling.....

Tiba-tiba Chi Wei mengeluarkan Pedang Berlian.

"Bukankah Pedang Berlian ini salah satu bukti kebenaran dari apa yang baru saja Guru sampaikan"?

"Wei'er, dengan apa yang kau miliki saat ini, maka secara otomatis kau telah resmi menjadi seorang pendekar. Dalam dunia persilatan, kehidupan seorang pendekar tak akan pernah waktu berjalan tanpa mengalami sebuah pertempuran."

"Tapi semuanya itu kembali tergantung pada dirimu sendiri, apakah kau akan menjalani hidup sebagai seorang pendekar, atau tidak?"

"maksud Guru...?"

"tidak ada paksaan bagi seorang manusia yang memiliki ilmu bela diri untuk melakukan sebuah pertarungan. Namun meski demikian, dengan kemampuan yang kau miliki saat ini, apakah kau akan diam saja jika ada sebuah tindak kejahatan terjadi di depan matamu sendiri? terlebih jika kejahatan itu menimpa orang-orang yang kau sayangi."

Ada rasa dilema yang saat ini muncul di benak Chi Wei. Secara pribadi, dia sangat menghindari terjadinya sebuah pertikaian apa lagi sampai harus melakukan pertarungan. Tapi di sisi lain, dengan kekuatan yang ia miliki saat ini, rasa-rasanya sangat lah tidak pantas jika seorang pendekar hebat seperti dirinya menutup mata atas terjadinya sebuah tindak kejahatan.

"kau tidak perlu menjawabnya Wei'er, kelak, waktu yang berjalan akan membantumu menentukan sikap."

"baiklah guru, terimakasih atas semua bimbingan yang telah guru berikan. Aku akan senantiasa mengingatnya."

"hmmm..." balas Lung Huo sambil menganggukkan kepalanya pelan.

Wushhhh.....

Dengan mengibaskan telapak tangannya Lung Huo memunculkan sebuah cermin berukuran besar di hadapan mereka berdua.

"Wei'er, sekarang waktunya kau mengetahui apa yang terjadi dengan orang-orang di desa Teratai Putih selama kau berada di sini."

Chi Wei pun langsung memusatkan perhatiannya ke arah cermin tersebut.

Perlahan-lahan dari cermin itu muncul sebuah gambaran peristiwa-peristiwa yang terjadi di desa Teratai Putih.

Di mulai dari menghilangnya Chi Wei di hutan Timur, penduduk desa Teratai Putih yang berbondong-bondong mencari keberadaannya, sampai apa yang sedang terjadi di desa Teratai Putih saat ini.

Kejadian demi kejadian menghadirkan perasaan dan ekspresi yang berubah-ubah di hati dan wajah Chi Wei.

Hingga, ada sebuah peristiwa yang membuat pendekar muda itu merasa geram dan sangat marah saat menyaksikannya, sekujur tubuhnya bergetar hebat dan berakhir dengan sebuah tangisan.

Dimana saat itu, Chi Wei menyaksikan ayahnya terbunuh dengan cara yang sangat kejam demi melindungi ibu dan dua adik kembarnya. Hatinya terasa begitu hancur saat menyaksikan bagaimana ayahnya meregang nyawa. dan seketika itu dari tubuhnya muncul kilatan-kilatan cahaya petir berwarna biru keemasan berselimut aura berwarna merah yang sangat pekat.

Sebuah aura yang menggambarkan bahwa ia tengah dikuasai amarah.

Sebuah aura yang memunculkan ***** membunuh yang sangat kuat, hingga membuat Lung Huo terpaksa mengerahkan tenaga dalam untuk melindungi dirinya dari tekanan aura tersebut.

"Aaaaarrrrrggggghhhhhhh....."

Chi Wei berteriak sangat keras membuat ***** membunuhnya semakin kuat, sehingga membuat para siluman yang mendengar teriakan Chi Wei berlari ketakutan.

Bahkan ada beberapa siluman yang tubuhnya hancur menjadi debu karena tidak sanggup menahan tekanan aura yang mengandung kekuatan yang sangat dahsyat itu.

Terpopuler

Comments

Albet Jalius

Albet Jalius

siip lanjut thor.,...

2022-09-21

0

Tut Mas Lgs

Tut Mas Lgs

mantap

2022-03-07

0

rajes salam lubis

rajes salam lubis

entahlah

2021-12-21

0

lihat semua
Episodes
1 Cha 1 - Desa Teratai Putih
2 Cha 2 - Hutan Timur
3 Cha 3 - Chi Wei Menghilang
4 Cha 4 - Berita Yang Menggemparkan
5 Cha 5 - Menerima Kehilangan
6 Cha 6 - Alam Roh
7 Cha 7 - Mulai Berlatih
8 Cha 8 - Tiga Jiwa Yang Menyatu
9 Cha 9 - Latihan Bertarung
10 Cha 10 - Hakikat Sebuah Pertarungan
11 Cha 11 - Lin Ling (Sebuah Gambaran Masa Depan)
12 Cha 12 - Kenyataan Pahit
13 Cha 13 - Warisan Senjata Pusaka
14 Cha - 14 Kembali
15 Cha 15 - Pertemuan
16 Cha 16 - Pertemuan 2
17 Cha 17 - Pertemuan 3
18 Cha 18 - Kehadiran Sosok Pahlawan
19 Cha 19 - Titik Awal Sebuah Perubahan
20 Cha 20 - Pendekar Rambut Biru
21 Cha 21 - Nama Yang Semakin Terkenal
22 Cha 22 - Pendekar Cambuk Api
23 Cha 23 - Berlatih Di Air Terjun
24 Cha 24 - Aura Seorang Pendekar
25 Cha 25 - Penjelasan Lung Huo
26 Cha 26 - Kebangkitan Desa Teratai Putih
27 Cha 27 - Sekte Teratai Putih
28 Cha 28 - Membuat Pusaka Cincin Dimensi
29 Cha 29 - Siluman Kalajengking 1
30 Cha 30 - Siluman Kalajengking 2
31 Cha 31 - Kehidupan Yang Dirindukan
32 Cha 32 - Rahasia Seorang Gadis
33 Cha 33 - Ritual 1
34 Cha 34 - Ritual 2
35 Cha 35 - Kesedihan Penduduk Desa Teratai Putih
36 Cha 36 - Tetua Agung
37 Cha 37 - Kegaduhan di Ruang Pertemuan
38 Cha 38 - Usaha yang Gagal
39 Cha 39 - Sebuah Rencana Besar
40 Cha 40 - Pertarungan Tak Seimbang
41 Cha 41 - Hukuman Untuk Seorang Penghianat
42 Cha 42 - Masalah Baru
43 Cha 43 - Informasi Penting
44 Cha 44 - Persiapan Perang
45 Cha 45 - Sahabat Lama
46 Cha 46 - Kehebatan Wajan Pusaka
47 Cha 47 - Menjemput Sang Dewi
48 Cha 48 - Dewi Surga
49 Cha 49 - Kecantikan Yang Menggemparkan
50 Cha 50 - Dewi Yang Kelaparan
51 Cha 51 - Curahan Hati Lung Huo
52 Cha 52 - Keputusan Lin Ling
53 Cha 53 - Sosok Gadis Yang Ditunggu
54 Cha 54 - Malam Yang Mendebarkan
55 Cha 55 - Pelukan Pertama
56 Cha 56 - Dewi Teratai
57 Cha 57 - Gagak Hitam Yang Malang
58 Cha 58 - Perubahan Rencana
59 Cha 59 - Malam Ke Tiga
60 Cha 60 - Rencana Yang Berantakan
61 Cha 61 - Rahasia Kekuatan Ghuo Lan
62 Cha 62 - Kemunculan Sang Pahlawan
63 Cha 63 - Bantuan Desa Tetangga
64 Cha 64 - Gabungan Kekuatan
65 Cha 65 - Akhir Hidup Yang Mengerikan
66 Cha 66 - Kemenangan Yang Pahit
67 Cha 67 - Tangisan Lin Ling
68 Cha 68 - Rencana Selanjutnya
69 Cha 69 - Gagak Putih (Bai Wuya)
70 Cha 70 - Bantuan Para Siluman
71 Cha 71 - Mimpi Yang Sama
72 Cha 72 - Pendekar Teratai Putih
73 Cha 73 - Keajaiban Satu Malam
74 Cha 74 - Manusia Tujuh Karakter
75 Cha 75 - Rencana Lima Siluman Pelindung Desa
76 Cha 76 - Pemanasan Lin Ling
77 Cha 77 - Raksasa Mata Merah
78 Cha 78 - Disaat Chi Wei Cemburu
79 Cha 79 - Kecerdikan Ghuo Kun
80 Cha 80 - Penyamaran Yang Terbongkar
81 Cha 81 - Membebaskan Para Tahanan
82 Cha 82 - Sosok Sang Pahlawan
83 Cha 83 - Balas Budi
84 Cha 84 - Kekuatan Perisai Pertahanan Kota Embun
85 Cha 85 - Sisi Lain Seorang Pendekar
86 Cha 86 - Berburu Harta
87 Cha 87 - Siluman Penjaga Kota Embun
88 Cha 88 - Jendral King Cheng
89 Cha 89 - Kabar Bahagia
90 Cha 90 - Rindu Berat
91 Cha 91 - Jenderal Besar Guan Bin
92 Cha 92 - Siluman Lebah Hitam
93 Cha 93 - Hari Yang Berbahagia
94 Cha 94 - Rencana Selanjutnya
95 Cha 95 - Chi Wei Yang Perkasa
96 Cha 96 - Meninggalkan Kota Embun
97 Cha 97 - Petualangan Pertama
98 Cha 98 - Lin Ling Yang Sangat Menggoda
99 Cha 99 - Siluman Buaya
100 Cha 100 - Siluman Buaya 2
101 Pengumuman Penting
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Cha 1 - Desa Teratai Putih
2
Cha 2 - Hutan Timur
3
Cha 3 - Chi Wei Menghilang
4
Cha 4 - Berita Yang Menggemparkan
5
Cha 5 - Menerima Kehilangan
6
Cha 6 - Alam Roh
7
Cha 7 - Mulai Berlatih
8
Cha 8 - Tiga Jiwa Yang Menyatu
9
Cha 9 - Latihan Bertarung
10
Cha 10 - Hakikat Sebuah Pertarungan
11
Cha 11 - Lin Ling (Sebuah Gambaran Masa Depan)
12
Cha 12 - Kenyataan Pahit
13
Cha 13 - Warisan Senjata Pusaka
14
Cha - 14 Kembali
15
Cha 15 - Pertemuan
16
Cha 16 - Pertemuan 2
17
Cha 17 - Pertemuan 3
18
Cha 18 - Kehadiran Sosok Pahlawan
19
Cha 19 - Titik Awal Sebuah Perubahan
20
Cha 20 - Pendekar Rambut Biru
21
Cha 21 - Nama Yang Semakin Terkenal
22
Cha 22 - Pendekar Cambuk Api
23
Cha 23 - Berlatih Di Air Terjun
24
Cha 24 - Aura Seorang Pendekar
25
Cha 25 - Penjelasan Lung Huo
26
Cha 26 - Kebangkitan Desa Teratai Putih
27
Cha 27 - Sekte Teratai Putih
28
Cha 28 - Membuat Pusaka Cincin Dimensi
29
Cha 29 - Siluman Kalajengking 1
30
Cha 30 - Siluman Kalajengking 2
31
Cha 31 - Kehidupan Yang Dirindukan
32
Cha 32 - Rahasia Seorang Gadis
33
Cha 33 - Ritual 1
34
Cha 34 - Ritual 2
35
Cha 35 - Kesedihan Penduduk Desa Teratai Putih
36
Cha 36 - Tetua Agung
37
Cha 37 - Kegaduhan di Ruang Pertemuan
38
Cha 38 - Usaha yang Gagal
39
Cha 39 - Sebuah Rencana Besar
40
Cha 40 - Pertarungan Tak Seimbang
41
Cha 41 - Hukuman Untuk Seorang Penghianat
42
Cha 42 - Masalah Baru
43
Cha 43 - Informasi Penting
44
Cha 44 - Persiapan Perang
45
Cha 45 - Sahabat Lama
46
Cha 46 - Kehebatan Wajan Pusaka
47
Cha 47 - Menjemput Sang Dewi
48
Cha 48 - Dewi Surga
49
Cha 49 - Kecantikan Yang Menggemparkan
50
Cha 50 - Dewi Yang Kelaparan
51
Cha 51 - Curahan Hati Lung Huo
52
Cha 52 - Keputusan Lin Ling
53
Cha 53 - Sosok Gadis Yang Ditunggu
54
Cha 54 - Malam Yang Mendebarkan
55
Cha 55 - Pelukan Pertama
56
Cha 56 - Dewi Teratai
57
Cha 57 - Gagak Hitam Yang Malang
58
Cha 58 - Perubahan Rencana
59
Cha 59 - Malam Ke Tiga
60
Cha 60 - Rencana Yang Berantakan
61
Cha 61 - Rahasia Kekuatan Ghuo Lan
62
Cha 62 - Kemunculan Sang Pahlawan
63
Cha 63 - Bantuan Desa Tetangga
64
Cha 64 - Gabungan Kekuatan
65
Cha 65 - Akhir Hidup Yang Mengerikan
66
Cha 66 - Kemenangan Yang Pahit
67
Cha 67 - Tangisan Lin Ling
68
Cha 68 - Rencana Selanjutnya
69
Cha 69 - Gagak Putih (Bai Wuya)
70
Cha 70 - Bantuan Para Siluman
71
Cha 71 - Mimpi Yang Sama
72
Cha 72 - Pendekar Teratai Putih
73
Cha 73 - Keajaiban Satu Malam
74
Cha 74 - Manusia Tujuh Karakter
75
Cha 75 - Rencana Lima Siluman Pelindung Desa
76
Cha 76 - Pemanasan Lin Ling
77
Cha 77 - Raksasa Mata Merah
78
Cha 78 - Disaat Chi Wei Cemburu
79
Cha 79 - Kecerdikan Ghuo Kun
80
Cha 80 - Penyamaran Yang Terbongkar
81
Cha 81 - Membebaskan Para Tahanan
82
Cha 82 - Sosok Sang Pahlawan
83
Cha 83 - Balas Budi
84
Cha 84 - Kekuatan Perisai Pertahanan Kota Embun
85
Cha 85 - Sisi Lain Seorang Pendekar
86
Cha 86 - Berburu Harta
87
Cha 87 - Siluman Penjaga Kota Embun
88
Cha 88 - Jendral King Cheng
89
Cha 89 - Kabar Bahagia
90
Cha 90 - Rindu Berat
91
Cha 91 - Jenderal Besar Guan Bin
92
Cha 92 - Siluman Lebah Hitam
93
Cha 93 - Hari Yang Berbahagia
94
Cha 94 - Rencana Selanjutnya
95
Cha 95 - Chi Wei Yang Perkasa
96
Cha 96 - Meninggalkan Kota Embun
97
Cha 97 - Petualangan Pertama
98
Cha 98 - Lin Ling Yang Sangat Menggoda
99
Cha 99 - Siluman Buaya
100
Cha 100 - Siluman Buaya 2
101
Pengumuman Penting

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!