Cha - 14 Kembali

Selain membuat kekuatan Chi Wei menjadi semakin mengerikan, jubah berwarna biru yang dipakainya pun membuat pendekar muda itu terlihat semakin gagah dan tampan.

Chi Wei sempat merasa kikuk saat mendapati Lung Huo menatapnya takjub tanpa berkedip untuk beberapa saat.

"ekhm...maaf Guru, apa kita sudah selesai?"

"eh.... Wei'er, maaf aku masih belum percaya memiliki murid seperti dirimu." Jawab Lung Huo dengan sedikit merasa malu.

"masih ada satu tempat lagi yang harus kita datangi sebelum kita kembali ke alam nyata."

"kita? maksud Guru?" ada ukiran pertanyaan di mimik muka Chi Wei.

"ya aku akan mendampingimu kembali ke alam nyata, tapi tenang saja, karena nantinya hanya dirimu saja yang bisa berkomunikasi denganku, tak akan ada orang lain yang mengetahui keberadaanku saat bersamamu."

Ctakkkkk....

Dalam satu jentikkan jari, Chi Wei dan Lung Huo kembali berpindah tempat.

Kini mereka berdua berada di sebuah tempat yang sangat luas. Di sana terdapat berbagai macam tumbuhan sumber daya energi yang sangat diperlukan oleh seorang pendekar. Selain itu, di sana juga terdapat buah-buahan yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan kultivasi seorang pendekar.

"Wei'er, ribuan tahun aku menyiapkan semuanya demi menjalankan hukuman. Berharap hukumanku segera berakhir. Namun, perlahan-lahan seiring berjalannya waktu aku mulai menikmati hukuman yang aku jalani."

"kini, waktunyatelah tiba. Semuanya untukmu, dan memang dipersiapkan hanya untukmu. Entahlah, aku tak mengerti perasaanku saat ini. Yang pasti aku sangat merasa bahagia karena apa yang telah aku kumpulkan selama ini, dalam waktu dekat kemungkinan besar akan sangat bermanfaat untuk orang banyak."

Chi Wei hanya bisa mendengarkan apa yang tengah Lung Huo sampaikan. ia seakan tidak mau mengganggu suasana hati gurunya tersebut. Lung Huo begitu bersemangat bercerita tentang apa saja yang ia lakukan untuk mempersiapkan segalanya yang kelak akan dia berikan untuk membantu Chi Wei.

Jika dulu Lung Huo ingin segera menuntaskan tugasnya dengan cepat serta ingin segera mengakhiri hukumannya, namun kini setelah bertemu dengan Chi Wei dan menyaksikan apa yang telah terjadi di desa Teratai Putih, membuat dia teringat kembali kehidupannya di masa lalu. Rasa bersalah yang besar kini memenuhi setiap rongga hati dan pikirannya. Hingga akhirnya, dia pun memutuskan untuk mendampingi Chi Wei yang mendapat tanggung jawab besar untuk menjaga kedamaian di seluruh daratan benua bintang.

"Wei'er, semua tumbuhan yang ada di sini kelak akan sangat berguna untuk membantu orang-orang terdekatmu dalam meningkatkan kekuatan dan tenaga dalam mereka. Tentu ini hanya berlaku bagi mereka dari kalangan pendekar saja, kecuali tanaman obat, itu bisa kau gunakan kepada siapapun yang memerlukan pengobatan." Lung Huo menjelaskan semua tanaman yang ada di tempat tersebut.

"Namun, untuk memindahkan semua tanaman yang ada di sini kau perlu membuat satu ruang jiwa di dalam cincin dimensimu. Dimana, di dalam ruang jiwa tersebut kau bisa menjaga semua tanaman sumber daya ini agar tetap hidup."

"Baik, aku mengerti Guru." Jawab Chi Wei sambil membungkuk hormat kepada Lung Huo.

Hanya membutuhkan waktu beberapa saat saja Chi Wei sudah selesai membuat ruang jiwa yang sangat luas di dalam cincin dimensi miliknya. Lalu dia pun membuat sebuah portal dimensi sebagai pintu masuk menuju ruang jiwa tersebut. Setelah semuanya siap, ia pun segera memindahkan seluruh tanaman sumber daya tadi tanpa ada satu pun yang tersisa.

"Kau sangat cepat belajar Wei'er, aku turut bangga atas pencapaianmu sampai sejauh ini. Semoga Kau tidak pernah merasa puas dan terus berlatih."

Ctakkk.....

Pasangan guru dan murid itu kini telah berada di ruangan pertama kali Chi Wei tersadar dari pingsannya.

"Wei'er, waktunya telah tiba. Kita akan segera kembali ke alam nyata. Namun, seperti yang sudah aku katakan sebelumnya, mulai saat ini aku akan selalu mendampingi dan mengikutimu kemana pun kau pergi."

Wush...

Tubuh Lung Huo berubah menjadi cahaya berwarna hijau, dan beberapa saat kemudian cahaya itu meliuk-liuk seperti seekor ular dan bergerak menuju kearah tubuh Chi Wei. Setelah beberapa kali berputar-putar, cahaya tersebut perlahan mengecil dan melilit melingkar di pergelangan tangan kanan Chi Wei.

Cling....

Cahaya tersebut berubah jadi sebuah gelang giok berwarna hijau keemasan.

"Wei'er, apa kau sudah siap?" suara Lung Huo menggema dalam pikiran Chi Wei.

"Guru, apa yang terjadi dengan guru?" Chi Wei merasa sedikit cemas.

"hahahahahaha...aku bisa merasakan kecemasanmu muridku. Wei'er, kau tidak perlu khawatir, selama gelang giok itu melingkar di tanganmu, kita akan selalu bersama. Kau tidak perlu berteriak memanggilku. Karena mulai saat ini, aku bahkan bisa mendengar apa yang kau bisikan dalam pikiranmu."

"hmmmm...." Gumam Chi Wei sambil menggaruk kepala.

"Lalu, apa yang akan kita lakukan sekarang Guru?"

"kenapa kau masih menanyakannya, bukankah kau ingin kembali ke desa Teratai Putih secepatnya?"

"Iya guru, tentu saja aku ingin kembali ke desa Teratai Putih secepatnya."

"kalau begitu, ayo kita pergi!"

"Tapi Guru, bagaimana caranya agar aku bisa kembali ke alam nyata?"

"hmmm... sepertinya kau melupakan kitab pusaka teratai putih? Tapi baiklah, untuk saat ini aku akan memberi tahu caranya agar kita bisa pergi ke alam nyata."

"maafkan aku guru."

"sudah...sudah...tidak perlu minta maaf. sekarang pejamkan matamu, lalu tempelkan berlian biru yang ada di cincin dimensi tepat di keningmu. Lalu sebutkan nama tempat yang hendak kau datangi."

"Baik Guru."

Chi Wei pun segera melakukan apa yang dikatakan oleh gurunya tersebut. Perlahan-lahan tubuhnya mengeluarkan cahaya berwarna biru keemasan, lalu cahaya tersebut membentuk sebuah portal dimensi tepat di hadapan Chi Wei.

Beberapa saat kemudian, tubuh Chi Wei berubah menjadi butiran-butiran kristal yang sangat lembut. Dan wushhhhh....Butiran-butiran kristal itu terhisap masuk ke dalam portal dimensi tersebut.

Duarrrr....

Sesaat setelah tubuh Chi Wei menghilang, tempat di mana roh Lung Huo disegel pun hancur berkeping-keping.

Cling.....

Hanya dalam waktu beberapa detik saja, kini Chi Wei telah berada di pinggir sungai sebelah air terjun tempat di mana dulu ia menghilang.

Tak ada yang berubah dari tempat tersebut, kecuali di sana terdapat sebuah gubuk kayu sederhana dan di depan gubuk tersebut terdapat tumpukkan abu dari sisa-sisa pembakaran.

"Guru, tempat ini.....?" Chi Wei membatin.

"ya, kau benar Wei'er, di tempat inilah pertama kali kita bertemu dulu.hehehe." Lung Huo terkekeh.

"lebih tepatnya saat itu Guru menculikku." gerutu Chi Wei dengan nada pura-pura kesal.

"iya deh iya, terserah kau saja lah."

"sudah, jangan dibahas lagi. sebaiknya sekarang kau bersiap, karena sebentar lagi dua sahabatmu akan datang ke tempat ini." lanjut Lung Huo membuyarkan lamunan Chi Wei.

"Tao Ming..... Yan San.... Hmmmmmm.... kalian memang sahabat terbaikku." Chi Wei bergumam sambil tersenyum tipis membayangkan pertemuannya dengan kedua sahabatnya tersebut.

Terpopuler

Comments

Dzikir Ari

Dzikir Ari

sahabat kadang melebehi saudara sendiri.,.

2023-04-13

0

Anonymous

Anonymous

mantap

2021-12-15

0

Wedus Gembel

Wedus Gembel

cling menghilang

2021-12-02

0

lihat semua
Episodes
1 Cha 1 - Desa Teratai Putih
2 Cha 2 - Hutan Timur
3 Cha 3 - Chi Wei Menghilang
4 Cha 4 - Berita Yang Menggemparkan
5 Cha 5 - Menerima Kehilangan
6 Cha 6 - Alam Roh
7 Cha 7 - Mulai Berlatih
8 Cha 8 - Tiga Jiwa Yang Menyatu
9 Cha 9 - Latihan Bertarung
10 Cha 10 - Hakikat Sebuah Pertarungan
11 Cha 11 - Lin Ling (Sebuah Gambaran Masa Depan)
12 Cha 12 - Kenyataan Pahit
13 Cha 13 - Warisan Senjata Pusaka
14 Cha - 14 Kembali
15 Cha 15 - Pertemuan
16 Cha 16 - Pertemuan 2
17 Cha 17 - Pertemuan 3
18 Cha 18 - Kehadiran Sosok Pahlawan
19 Cha 19 - Titik Awal Sebuah Perubahan
20 Cha 20 - Pendekar Rambut Biru
21 Cha 21 - Nama Yang Semakin Terkenal
22 Cha 22 - Pendekar Cambuk Api
23 Cha 23 - Berlatih Di Air Terjun
24 Cha 24 - Aura Seorang Pendekar
25 Cha 25 - Penjelasan Lung Huo
26 Cha 26 - Kebangkitan Desa Teratai Putih
27 Cha 27 - Sekte Teratai Putih
28 Cha 28 - Membuat Pusaka Cincin Dimensi
29 Cha 29 - Siluman Kalajengking 1
30 Cha 30 - Siluman Kalajengking 2
31 Cha 31 - Kehidupan Yang Dirindukan
32 Cha 32 - Rahasia Seorang Gadis
33 Cha 33 - Ritual 1
34 Cha 34 - Ritual 2
35 Cha 35 - Kesedihan Penduduk Desa Teratai Putih
36 Cha 36 - Tetua Agung
37 Cha 37 - Kegaduhan di Ruang Pertemuan
38 Cha 38 - Usaha yang Gagal
39 Cha 39 - Sebuah Rencana Besar
40 Cha 40 - Pertarungan Tak Seimbang
41 Cha 41 - Hukuman Untuk Seorang Penghianat
42 Cha 42 - Masalah Baru
43 Cha 43 - Informasi Penting
44 Cha 44 - Persiapan Perang
45 Cha 45 - Sahabat Lama
46 Cha 46 - Kehebatan Wajan Pusaka
47 Cha 47 - Menjemput Sang Dewi
48 Cha 48 - Dewi Surga
49 Cha 49 - Kecantikan Yang Menggemparkan
50 Cha 50 - Dewi Yang Kelaparan
51 Cha 51 - Curahan Hati Lung Huo
52 Cha 52 - Keputusan Lin Ling
53 Cha 53 - Sosok Gadis Yang Ditunggu
54 Cha 54 - Malam Yang Mendebarkan
55 Cha 55 - Pelukan Pertama
56 Cha 56 - Dewi Teratai
57 Cha 57 - Gagak Hitam Yang Malang
58 Cha 58 - Perubahan Rencana
59 Cha 59 - Malam Ke Tiga
60 Cha 60 - Rencana Yang Berantakan
61 Cha 61 - Rahasia Kekuatan Ghuo Lan
62 Cha 62 - Kemunculan Sang Pahlawan
63 Cha 63 - Bantuan Desa Tetangga
64 Cha 64 - Gabungan Kekuatan
65 Cha 65 - Akhir Hidup Yang Mengerikan
66 Cha 66 - Kemenangan Yang Pahit
67 Cha 67 - Tangisan Lin Ling
68 Cha 68 - Rencana Selanjutnya
69 Cha 69 - Gagak Putih (Bai Wuya)
70 Cha 70 - Bantuan Para Siluman
71 Cha 71 - Mimpi Yang Sama
72 Cha 72 - Pendekar Teratai Putih
73 Cha 73 - Keajaiban Satu Malam
74 Cha 74 - Manusia Tujuh Karakter
75 Cha 75 - Rencana Lima Siluman Pelindung Desa
76 Cha 76 - Pemanasan Lin Ling
77 Cha 77 - Raksasa Mata Merah
78 Cha 78 - Disaat Chi Wei Cemburu
79 Cha 79 - Kecerdikan Ghuo Kun
80 Cha 80 - Penyamaran Yang Terbongkar
81 Cha 81 - Membebaskan Para Tahanan
82 Cha 82 - Sosok Sang Pahlawan
83 Cha 83 - Balas Budi
84 Cha 84 - Kekuatan Perisai Pertahanan Kota Embun
85 Cha 85 - Sisi Lain Seorang Pendekar
86 Cha 86 - Berburu Harta
87 Cha 87 - Siluman Penjaga Kota Embun
88 Cha 88 - Jendral King Cheng
89 Cha 89 - Kabar Bahagia
90 Cha 90 - Rindu Berat
91 Cha 91 - Jenderal Besar Guan Bin
92 Cha 92 - Siluman Lebah Hitam
93 Cha 93 - Hari Yang Berbahagia
94 Cha 94 - Rencana Selanjutnya
95 Cha 95 - Chi Wei Yang Perkasa
96 Cha 96 - Meninggalkan Kota Embun
97 Cha 97 - Petualangan Pertama
98 Cha 98 - Lin Ling Yang Sangat Menggoda
99 Cha 99 - Siluman Buaya
100 Cha 100 - Siluman Buaya 2
101 Pengumuman Penting
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Cha 1 - Desa Teratai Putih
2
Cha 2 - Hutan Timur
3
Cha 3 - Chi Wei Menghilang
4
Cha 4 - Berita Yang Menggemparkan
5
Cha 5 - Menerima Kehilangan
6
Cha 6 - Alam Roh
7
Cha 7 - Mulai Berlatih
8
Cha 8 - Tiga Jiwa Yang Menyatu
9
Cha 9 - Latihan Bertarung
10
Cha 10 - Hakikat Sebuah Pertarungan
11
Cha 11 - Lin Ling (Sebuah Gambaran Masa Depan)
12
Cha 12 - Kenyataan Pahit
13
Cha 13 - Warisan Senjata Pusaka
14
Cha - 14 Kembali
15
Cha 15 - Pertemuan
16
Cha 16 - Pertemuan 2
17
Cha 17 - Pertemuan 3
18
Cha 18 - Kehadiran Sosok Pahlawan
19
Cha 19 - Titik Awal Sebuah Perubahan
20
Cha 20 - Pendekar Rambut Biru
21
Cha 21 - Nama Yang Semakin Terkenal
22
Cha 22 - Pendekar Cambuk Api
23
Cha 23 - Berlatih Di Air Terjun
24
Cha 24 - Aura Seorang Pendekar
25
Cha 25 - Penjelasan Lung Huo
26
Cha 26 - Kebangkitan Desa Teratai Putih
27
Cha 27 - Sekte Teratai Putih
28
Cha 28 - Membuat Pusaka Cincin Dimensi
29
Cha 29 - Siluman Kalajengking 1
30
Cha 30 - Siluman Kalajengking 2
31
Cha 31 - Kehidupan Yang Dirindukan
32
Cha 32 - Rahasia Seorang Gadis
33
Cha 33 - Ritual 1
34
Cha 34 - Ritual 2
35
Cha 35 - Kesedihan Penduduk Desa Teratai Putih
36
Cha 36 - Tetua Agung
37
Cha 37 - Kegaduhan di Ruang Pertemuan
38
Cha 38 - Usaha yang Gagal
39
Cha 39 - Sebuah Rencana Besar
40
Cha 40 - Pertarungan Tak Seimbang
41
Cha 41 - Hukuman Untuk Seorang Penghianat
42
Cha 42 - Masalah Baru
43
Cha 43 - Informasi Penting
44
Cha 44 - Persiapan Perang
45
Cha 45 - Sahabat Lama
46
Cha 46 - Kehebatan Wajan Pusaka
47
Cha 47 - Menjemput Sang Dewi
48
Cha 48 - Dewi Surga
49
Cha 49 - Kecantikan Yang Menggemparkan
50
Cha 50 - Dewi Yang Kelaparan
51
Cha 51 - Curahan Hati Lung Huo
52
Cha 52 - Keputusan Lin Ling
53
Cha 53 - Sosok Gadis Yang Ditunggu
54
Cha 54 - Malam Yang Mendebarkan
55
Cha 55 - Pelukan Pertama
56
Cha 56 - Dewi Teratai
57
Cha 57 - Gagak Hitam Yang Malang
58
Cha 58 - Perubahan Rencana
59
Cha 59 - Malam Ke Tiga
60
Cha 60 - Rencana Yang Berantakan
61
Cha 61 - Rahasia Kekuatan Ghuo Lan
62
Cha 62 - Kemunculan Sang Pahlawan
63
Cha 63 - Bantuan Desa Tetangga
64
Cha 64 - Gabungan Kekuatan
65
Cha 65 - Akhir Hidup Yang Mengerikan
66
Cha 66 - Kemenangan Yang Pahit
67
Cha 67 - Tangisan Lin Ling
68
Cha 68 - Rencana Selanjutnya
69
Cha 69 - Gagak Putih (Bai Wuya)
70
Cha 70 - Bantuan Para Siluman
71
Cha 71 - Mimpi Yang Sama
72
Cha 72 - Pendekar Teratai Putih
73
Cha 73 - Keajaiban Satu Malam
74
Cha 74 - Manusia Tujuh Karakter
75
Cha 75 - Rencana Lima Siluman Pelindung Desa
76
Cha 76 - Pemanasan Lin Ling
77
Cha 77 - Raksasa Mata Merah
78
Cha 78 - Disaat Chi Wei Cemburu
79
Cha 79 - Kecerdikan Ghuo Kun
80
Cha 80 - Penyamaran Yang Terbongkar
81
Cha 81 - Membebaskan Para Tahanan
82
Cha 82 - Sosok Sang Pahlawan
83
Cha 83 - Balas Budi
84
Cha 84 - Kekuatan Perisai Pertahanan Kota Embun
85
Cha 85 - Sisi Lain Seorang Pendekar
86
Cha 86 - Berburu Harta
87
Cha 87 - Siluman Penjaga Kota Embun
88
Cha 88 - Jendral King Cheng
89
Cha 89 - Kabar Bahagia
90
Cha 90 - Rindu Berat
91
Cha 91 - Jenderal Besar Guan Bin
92
Cha 92 - Siluman Lebah Hitam
93
Cha 93 - Hari Yang Berbahagia
94
Cha 94 - Rencana Selanjutnya
95
Cha 95 - Chi Wei Yang Perkasa
96
Cha 96 - Meninggalkan Kota Embun
97
Cha 97 - Petualangan Pertama
98
Cha 98 - Lin Ling Yang Sangat Menggoda
99
Cha 99 - Siluman Buaya
100
Cha 100 - Siluman Buaya 2
101
Pengumuman Penting

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!