Cha 6 - Alam Roh

Hari di mana ketika Chi Wei menghilang

Rasa lengket dibadannya membuat Chi Wei bergegas melangkah pergi menuju sungai meninggalkan Tao Ming dan Yan San. Dia sudah tak lagi menghiraukan kedua sahabatnya itu yang terus menertawakannya.

Sesampainya di bibir sungai, Chi Wei berjalan menuju sebuah air terjun. Setelah hampir seharian bermandikan keringat, rasanya ingin sekali memberikan kesegaran pada tubuhnya dengan berenang di bawah air terjun tersebut.

Tanpa ba bi bu lagi, Chi Wei membuka baju dan meletakkannya di atas sebuah batu bersama tas anyaman rotan yang selalu ia bawa ketika berburu.

Dengan hanya bertelanjang dada, perlahan Chi Wei menurunkan kakinya ke dasar sungai. Seketika itu sensasi kesejukan menjalar keseluruh tubuh meski pun saat itu hanya sebatas pinggangnya saja yang tenggelam masuk kedalam air.

Setelah selesai membasuh setiap jengkal tubuhnya, Chi Wei memutuskan untuk masuk ke dasar sungai yang berada tepat di bawah air terjun.

Byurrrr....Chi Wei pun melompat meluncur ke dasar sungai. Namun ketika sampai di dalam sana, tiba-tiba ada seekor ular berwarna hijau dengan ukuran sebesar paha orang dewasa yang panjangnya entah berapa meter, ular tersebut dengan cepat menangkap dan melilit sekujur tubuh Chi Wei.

Dengan tubuh kecilnya itu, Chi Wei hanya bisa pasrah tanpa bisa melakukan perlawanan apa-apa. Seketika dia teringat orang-orang yang disayanginya. Ayah, Ibu, si kembar, dan tentunya dua sahabatnya yang saat ini sedang menunggunya di bawah rumpun bambu. Tidak lama kemudian Chi Wei pun perlahan mulai kehilangan kesadarannya. Dan akhirnya semua terlihat begitu gelap dan pekat.

"uhuk...uhuk..."

Perlahan Chi Wei membuka mata, sekujur tubuhnya terasa sangat dingin. Bola mata Chi Wei bergerak memutar memperhatikan sekeliling. Namun yang terlihat hanya dinding dan langit-langit sebuah lorong goa berwarna emas kecoklatan berhias bercak-bercak sinar menyerupai cahaya bintang berwarna putih keperakan. Pelan-pelan kesadarannya mulai kembali secara utuh, kaget, takut, dan berbagai macam perasaan bercampur menjadi satu saat Chi Wei mendapati dirinya tengah terbaring di atas sebuah batu hitam legam berbentuk lingkaran dengan diameter yang sama persis dengan tinggi badannya.

"Di mana ini?"...Chi Wei membatin.

Pelan-pelan dia bangun dan duduk bersila di atas batu tersebut.

"selamat datang anak muda." tiba-tiba suara seseorang membuyarkan lamunan Chi Wei.

Secara spontan Chi Wei pun menoleh ke arah sumber suara tersebut yang berada persis di belakangnya. Betapa kaget dia saat melihat seberkas sinar berwarna hijau yang sangat menyilaukan mata.

"sssssiapa kau...?" tanya Chi Wei dengan terbata-bata.

Cling......

Seketika saja cahaya itu berubah menjadi sosok seorang pria tua yang alis, kumis, jenggot dan rambutnya berwarna putih bersih. Pria tua itu mengenakan jubah warna hijau dengan motif seekor ular berwarna perak.

"ma...maaf tuan, kalau boleh tahu, siapa tuan sebenarnya, dan di mana aku berada sekarang?...

Chi Wei berusaha bersikap tenang sambil terus berusaha untuk mencerna apa yang tengah dia alami saat ini.

"Aku Lung Huo,Kau bisa memanggilku Guru Huo, dan kau tidak perlu takut anak muda. Tak ada yang bisa mencelakaimu di sini." Jawab pria tua tersebut dengan penuh wibawa.

"saat ini kau berada di alam roh." lanjutnya sambil tersenyum ramah.

"Alam Roh?..." Chi Wei berkata lirih.

"ya, alam di mana kau berada sebelum engkau dilahirkan ke dunia nyata."

"lalu,,,kenapa aku harus memanggil tuan dengan panggilan Guru Huo?...bukankah tidak ada hubungan apa-apa diantara kita?" Chi Wei bertanya dengan mimik muka dipenuhi tanda tanya.

"tentu,,,kau benar anak muda. sebelumnya memang tak ada hubungan apa-apa diantara kita, tapi mulai saat ini kau adalah muridku."

"kalau aku tidak mau menjadi murid tuan Huo bagaimana?"

"kalau kau tidak mau menjadi muridku, maka selamanya kau akan terkurung di sini. karena hanya dengan menyerap semua yang terkandung di tempat ini kau bisa kembali ke kehidupanmu di alam nyata." Jawab Lung Huo dengan senyum kemenangan.

"hhhhhh......dasar licik." gumam Chi Wei mendengus kesal.

"hahahahahaha....... istirahatlah anak muda, biasakan dirimu dengan tempat ini. jika nanti sudah siap, kau akan segera berlatih."

"memangnya, apa yang akan tuan ajarkan kepadaku?"

"semuanya anak muda, aku akan mengajarkan segala apa yang kau butuhkan untuk menjadi seorang pendekar hebat."

"anda tidak tidak perlu repot-repot tuan Huo, aku tidak suka berkelahi, aku sangat mencintai perdamaian dan aku tidak mau menjadi seorang pendekar."

"kau sungguh naif anak muda, sayangnya aku sangat suka memaksa...hahahahahahahaha."

Cling...

Sosok Lung Huo tiba-tiba menghilang dari pandangan Chi Wei yang sontak kaget celingak-celinguk mencari keberadaan pria tua tersebut.

"huhhhh...dasar orang tua tidak tahu diri, datang dan pergi sesuka hati, memangnya aku ini dianggap apa.........eh." umpat Chi Wei yang tentunya hanya berani berucap dalam hati.

Chi Wei beranjak dari duduknya, menyusuri setiap jengkal ruangan itu. Ada rasa kagum saat ia menyaksikan kerlap kerlip cahaya yang begitu indah.

Menyadari tidak ada yang bisa dilakukannya di tempat itu, dia pun kembali duduk di atas batu hitam bulat tempat di mana ia terbaring tadi.

Saat Chi Wei duduk termenung, tiba-tiba secara otomatis tubuhnya bergerak sendiri diluar kendalinya. Tubuh Chi Wei bergeser ke tengah-tengah batu tersebut dengan posisi bersila menyerupai seseorang yang sedang bermeditasi.

Pelan-pelan mata Chi Wei mulai tertutup, dan secara perlahan tubuh Chi Wei membimbingnya untuk mengolah pernapasan. Meski diliputi dengan berbagai macam pertanyaan, Chi Wei tidak bisa berbuat apa-apa selain pasrah mengikuti keinginan tubuhnya.

Disetiap tarikan napasnya yang dalam, ada sensasi hangat yang terasa begitu nyaman. Sensasi yang memberikan kedamaian seperti disaat ia menghirup aroma teratai putih, namun bedanya sensasi yang saat ini ia rasakan jauh lebih kuat dari apa yang dia rasakan sebelumnya.

Sensasi yang mampu menghancurkan segala prasangka buruk yang sebelumnya ia rasakan ketika baru sampai di tempat itu.

Raut wajahnya telah berubah menjadi lebih baik, di sana terukir jelas sebuah ekspresi yang menggambarkan bahwa dia sudah jauh lebih tenang. Sebuah pertanda jika Chi Wei telah siap untuk berlatih dan menyerap segala apa yang ada di tempat itu.

Chi Wei terhanyut jauh terlempar semakin dalam, menikmati sensasi damai yang ia rasakan. Kedamaian yang dia rasakan semakin meyakinkan hatinya bahwa tidak ada alasan untuk dia menolak atas apa yang di tawarkan oleh Lung Huo. Tawaran yang perlahan dia yakini sebagai takdir hidup yang harus ia jalani.

"sepertinya kau sudah siap berlatih anak muda?" tiba-tiba suara Lung Huo menggema dalam pikiran Chi Wei.

Chi Wei pun mengangguk pelan.

"baiklah, sudah saatnya kau berlatih. Bukalah matamu anak muda."

Lagi-lagi Chi Wei terperanjat kaget, di saat dia membuka mata, dia telah berada di tempat yang berbeda.

Terpopuler

Comments

Dzikir Ari

Dzikir Ari

moga tambah nenarik

2023-04-12

0

Ge-man

Ge-man

udah pake baju belum itu si chi Wei mau berlatih😆😆😆

2022-10-27

0

Albet Jalius

Albet Jalius

siip lanjut

2022-09-21

0

lihat semua
Episodes
1 Cha 1 - Desa Teratai Putih
2 Cha 2 - Hutan Timur
3 Cha 3 - Chi Wei Menghilang
4 Cha 4 - Berita Yang Menggemparkan
5 Cha 5 - Menerima Kehilangan
6 Cha 6 - Alam Roh
7 Cha 7 - Mulai Berlatih
8 Cha 8 - Tiga Jiwa Yang Menyatu
9 Cha 9 - Latihan Bertarung
10 Cha 10 - Hakikat Sebuah Pertarungan
11 Cha 11 - Lin Ling (Sebuah Gambaran Masa Depan)
12 Cha 12 - Kenyataan Pahit
13 Cha 13 - Warisan Senjata Pusaka
14 Cha - 14 Kembali
15 Cha 15 - Pertemuan
16 Cha 16 - Pertemuan 2
17 Cha 17 - Pertemuan 3
18 Cha 18 - Kehadiran Sosok Pahlawan
19 Cha 19 - Titik Awal Sebuah Perubahan
20 Cha 20 - Pendekar Rambut Biru
21 Cha 21 - Nama Yang Semakin Terkenal
22 Cha 22 - Pendekar Cambuk Api
23 Cha 23 - Berlatih Di Air Terjun
24 Cha 24 - Aura Seorang Pendekar
25 Cha 25 - Penjelasan Lung Huo
26 Cha 26 - Kebangkitan Desa Teratai Putih
27 Cha 27 - Sekte Teratai Putih
28 Cha 28 - Membuat Pusaka Cincin Dimensi
29 Cha 29 - Siluman Kalajengking 1
30 Cha 30 - Siluman Kalajengking 2
31 Cha 31 - Kehidupan Yang Dirindukan
32 Cha 32 - Rahasia Seorang Gadis
33 Cha 33 - Ritual 1
34 Cha 34 - Ritual 2
35 Cha 35 - Kesedihan Penduduk Desa Teratai Putih
36 Cha 36 - Tetua Agung
37 Cha 37 - Kegaduhan di Ruang Pertemuan
38 Cha 38 - Usaha yang Gagal
39 Cha 39 - Sebuah Rencana Besar
40 Cha 40 - Pertarungan Tak Seimbang
41 Cha 41 - Hukuman Untuk Seorang Penghianat
42 Cha 42 - Masalah Baru
43 Cha 43 - Informasi Penting
44 Cha 44 - Persiapan Perang
45 Cha 45 - Sahabat Lama
46 Cha 46 - Kehebatan Wajan Pusaka
47 Cha 47 - Menjemput Sang Dewi
48 Cha 48 - Dewi Surga
49 Cha 49 - Kecantikan Yang Menggemparkan
50 Cha 50 - Dewi Yang Kelaparan
51 Cha 51 - Curahan Hati Lung Huo
52 Cha 52 - Keputusan Lin Ling
53 Cha 53 - Sosok Gadis Yang Ditunggu
54 Cha 54 - Malam Yang Mendebarkan
55 Cha 55 - Pelukan Pertama
56 Cha 56 - Dewi Teratai
57 Cha 57 - Gagak Hitam Yang Malang
58 Cha 58 - Perubahan Rencana
59 Cha 59 - Malam Ke Tiga
60 Cha 60 - Rencana Yang Berantakan
61 Cha 61 - Rahasia Kekuatan Ghuo Lan
62 Cha 62 - Kemunculan Sang Pahlawan
63 Cha 63 - Bantuan Desa Tetangga
64 Cha 64 - Gabungan Kekuatan
65 Cha 65 - Akhir Hidup Yang Mengerikan
66 Cha 66 - Kemenangan Yang Pahit
67 Cha 67 - Tangisan Lin Ling
68 Cha 68 - Rencana Selanjutnya
69 Cha 69 - Gagak Putih (Bai Wuya)
70 Cha 70 - Bantuan Para Siluman
71 Cha 71 - Mimpi Yang Sama
72 Cha 72 - Pendekar Teratai Putih
73 Cha 73 - Keajaiban Satu Malam
74 Cha 74 - Manusia Tujuh Karakter
75 Cha 75 - Rencana Lima Siluman Pelindung Desa
76 Cha 76 - Pemanasan Lin Ling
77 Cha 77 - Raksasa Mata Merah
78 Cha 78 - Disaat Chi Wei Cemburu
79 Cha 79 - Kecerdikan Ghuo Kun
80 Cha 80 - Penyamaran Yang Terbongkar
81 Cha 81 - Membebaskan Para Tahanan
82 Cha 82 - Sosok Sang Pahlawan
83 Cha 83 - Balas Budi
84 Cha 84 - Kekuatan Perisai Pertahanan Kota Embun
85 Cha 85 - Sisi Lain Seorang Pendekar
86 Cha 86 - Berburu Harta
87 Cha 87 - Siluman Penjaga Kota Embun
88 Cha 88 - Jendral King Cheng
89 Cha 89 - Kabar Bahagia
90 Cha 90 - Rindu Berat
91 Cha 91 - Jenderal Besar Guan Bin
92 Cha 92 - Siluman Lebah Hitam
93 Cha 93 - Hari Yang Berbahagia
94 Cha 94 - Rencana Selanjutnya
95 Cha 95 - Chi Wei Yang Perkasa
96 Cha 96 - Meninggalkan Kota Embun
97 Cha 97 - Petualangan Pertama
98 Cha 98 - Lin Ling Yang Sangat Menggoda
99 Cha 99 - Siluman Buaya
100 Cha 100 - Siluman Buaya 2
101 Pengumuman Penting
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Cha 1 - Desa Teratai Putih
2
Cha 2 - Hutan Timur
3
Cha 3 - Chi Wei Menghilang
4
Cha 4 - Berita Yang Menggemparkan
5
Cha 5 - Menerima Kehilangan
6
Cha 6 - Alam Roh
7
Cha 7 - Mulai Berlatih
8
Cha 8 - Tiga Jiwa Yang Menyatu
9
Cha 9 - Latihan Bertarung
10
Cha 10 - Hakikat Sebuah Pertarungan
11
Cha 11 - Lin Ling (Sebuah Gambaran Masa Depan)
12
Cha 12 - Kenyataan Pahit
13
Cha 13 - Warisan Senjata Pusaka
14
Cha - 14 Kembali
15
Cha 15 - Pertemuan
16
Cha 16 - Pertemuan 2
17
Cha 17 - Pertemuan 3
18
Cha 18 - Kehadiran Sosok Pahlawan
19
Cha 19 - Titik Awal Sebuah Perubahan
20
Cha 20 - Pendekar Rambut Biru
21
Cha 21 - Nama Yang Semakin Terkenal
22
Cha 22 - Pendekar Cambuk Api
23
Cha 23 - Berlatih Di Air Terjun
24
Cha 24 - Aura Seorang Pendekar
25
Cha 25 - Penjelasan Lung Huo
26
Cha 26 - Kebangkitan Desa Teratai Putih
27
Cha 27 - Sekte Teratai Putih
28
Cha 28 - Membuat Pusaka Cincin Dimensi
29
Cha 29 - Siluman Kalajengking 1
30
Cha 30 - Siluman Kalajengking 2
31
Cha 31 - Kehidupan Yang Dirindukan
32
Cha 32 - Rahasia Seorang Gadis
33
Cha 33 - Ritual 1
34
Cha 34 - Ritual 2
35
Cha 35 - Kesedihan Penduduk Desa Teratai Putih
36
Cha 36 - Tetua Agung
37
Cha 37 - Kegaduhan di Ruang Pertemuan
38
Cha 38 - Usaha yang Gagal
39
Cha 39 - Sebuah Rencana Besar
40
Cha 40 - Pertarungan Tak Seimbang
41
Cha 41 - Hukuman Untuk Seorang Penghianat
42
Cha 42 - Masalah Baru
43
Cha 43 - Informasi Penting
44
Cha 44 - Persiapan Perang
45
Cha 45 - Sahabat Lama
46
Cha 46 - Kehebatan Wajan Pusaka
47
Cha 47 - Menjemput Sang Dewi
48
Cha 48 - Dewi Surga
49
Cha 49 - Kecantikan Yang Menggemparkan
50
Cha 50 - Dewi Yang Kelaparan
51
Cha 51 - Curahan Hati Lung Huo
52
Cha 52 - Keputusan Lin Ling
53
Cha 53 - Sosok Gadis Yang Ditunggu
54
Cha 54 - Malam Yang Mendebarkan
55
Cha 55 - Pelukan Pertama
56
Cha 56 - Dewi Teratai
57
Cha 57 - Gagak Hitam Yang Malang
58
Cha 58 - Perubahan Rencana
59
Cha 59 - Malam Ke Tiga
60
Cha 60 - Rencana Yang Berantakan
61
Cha 61 - Rahasia Kekuatan Ghuo Lan
62
Cha 62 - Kemunculan Sang Pahlawan
63
Cha 63 - Bantuan Desa Tetangga
64
Cha 64 - Gabungan Kekuatan
65
Cha 65 - Akhir Hidup Yang Mengerikan
66
Cha 66 - Kemenangan Yang Pahit
67
Cha 67 - Tangisan Lin Ling
68
Cha 68 - Rencana Selanjutnya
69
Cha 69 - Gagak Putih (Bai Wuya)
70
Cha 70 - Bantuan Para Siluman
71
Cha 71 - Mimpi Yang Sama
72
Cha 72 - Pendekar Teratai Putih
73
Cha 73 - Keajaiban Satu Malam
74
Cha 74 - Manusia Tujuh Karakter
75
Cha 75 - Rencana Lima Siluman Pelindung Desa
76
Cha 76 - Pemanasan Lin Ling
77
Cha 77 - Raksasa Mata Merah
78
Cha 78 - Disaat Chi Wei Cemburu
79
Cha 79 - Kecerdikan Ghuo Kun
80
Cha 80 - Penyamaran Yang Terbongkar
81
Cha 81 - Membebaskan Para Tahanan
82
Cha 82 - Sosok Sang Pahlawan
83
Cha 83 - Balas Budi
84
Cha 84 - Kekuatan Perisai Pertahanan Kota Embun
85
Cha 85 - Sisi Lain Seorang Pendekar
86
Cha 86 - Berburu Harta
87
Cha 87 - Siluman Penjaga Kota Embun
88
Cha 88 - Jendral King Cheng
89
Cha 89 - Kabar Bahagia
90
Cha 90 - Rindu Berat
91
Cha 91 - Jenderal Besar Guan Bin
92
Cha 92 - Siluman Lebah Hitam
93
Cha 93 - Hari Yang Berbahagia
94
Cha 94 - Rencana Selanjutnya
95
Cha 95 - Chi Wei Yang Perkasa
96
Cha 96 - Meninggalkan Kota Embun
97
Cha 97 - Petualangan Pertama
98
Cha 98 - Lin Ling Yang Sangat Menggoda
99
Cha 99 - Siluman Buaya
100
Cha 100 - Siluman Buaya 2
101
Pengumuman Penting

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!