Chapter 18 - Insiden Pengeboman

Di kediaman Ravenray, Zion terlihat sedang menghabiskan waktunya di perpustakaan. Sejak pagi dia ada di perpustakaan, ditemani oleh ribuan buku yang ada di rak-rak dan beberapa buku yang dia ambil dan ia taruh di meja. Zion duduk di dekat jendela prancis besar dengan gorden putih polos. Cahaya matahari dapat masuk dengan baik karena kaca jendela tersebut berwana bening, membuat wajah Zion tersinari cahaya tersebut.

Sesekali terdengar suara Zion yang membalikkan halaman buku perlahan. Atmosfir di tempat ini sangatlah bagus, tenang dan damai. Entah waktu sudah berlalu selama apa, namun Zion akhirnya meletakkan buku yang sudah dia baca di atas tumpukan buku lainnya yang juga telah selesai ia baca. Zion meregangkan tubuhnya yang terasa sedikit kaku karena sejak tadi pagi dia duduk di perpustakaan. Sebagai anggota keluarga elit, Zion tidak perlu pergi jauh-jauh untuk membaca buku. Setiap bulannya, pelayan akan memesankan buku-buku yang baru terbit dan juga memesankan buku khusus jika ada permintaan. Hal ini membuat semuanya semakin mudah. Zion yang tidak suka membuang waktu untuk hal-hal tidak penting merasa senang terlahir dalam keluarga ini.

Sebenarnya akhir-akhir ini, pikiran Zion dipenuhi oleh masalah-masalah yang muncul setahun belakangan. Masalah mengenai kecelakaan-kecelakaan yang terus saja terjadi disekitar keluarga elit. Awalnya dia berpikir semua ini hanya kebetulan, namun hatinya merasa ada yang sedikit mengganjal. Meski dia belum tahu apa itu, ia yakin bahwa kecelakaan yang terjadi setahun belakangan ini memiliki maksud tersembunyi.

Zion berdiri dari tempat duduknya sembari membawa satu buku yang belum sempat ia baca dan meninggalkan buku lainnya di meja. Di dekat pintu perpustakaan ada seorang penjaga khusus untuk perpustakaan. Penjaga itu bekerja untuk mengorganisir perpustakaan dan membuat daftar buku apa saja yang keluar dan masuk.

"Tolong kembalikan buku yang ada di meja." Ucap Zion dengan suara monoton.

Meski terdengar sangat datar, penjaga perpustakaan bisa mendengar suara memerintah.

"Baik, Tuan Muda." Balas penjaga perpustakaan itu dengan sopan. Bagaimana pun juga, membereskan buku-buku juga tugasnya. Dia tidak mungkin menolak karena hanya dengan mengatur perpustakaan di kediaman Ravenray saja, dia sudah mendapat gaji yang besar. Ya, benar-benar keluarga kaya.

Langkah kaki Zion terdengar sangat halus karena saat ini dia sedang memakai sandal selop berbulu rumahan. Kita bisa melihat bayangannya terpantul di lantai yang terbuat dari batu marmer. Dengan langkah yang tegas dan berwibawa, Zion kembali ke kamarnya.

Zion menekan tombol elevator menuju lantai dua, dimana kamarnya berada.

DING

Pintu elevator terbuka, Zion keluar dari elevator dan berjalan melewati koridor panjang. Di sekelilingnya ada banyak sekali lukisan-lukisan vintage yang menambah kesan elegan.

Sesampainya di kamar, dia menaruh buku yang tadi ia bawa dari perpustakaan ke meja belajar yang ada di kamarnya lalu ia berjalan menuju rak buku yang ada di samping kasurnya dan memiringkan sebuah buku. Tiba-tiba saja rak buku tersebut bergerak, menampakkan sebuah ruangan kosong dibelakangnya. Zion berjalan memasuki ruangan tersebut, tidak lupa ia mengembalikan posisi rak buku seperti semula. Rak buku itu adalah pintu rahasia yang akan terbuka otomatis jika tombolnya ditekan, dalam hal ini buku yang tadi Zion miringkan ada tombol untuk membuka dan tombol untuk menutup ada di balik dinding sebelah kanan Zion.

Setelah tertutup, Zion menyalakan lampu agar ruangan itu menjadi terang. Ketika semuanya menjadi terang, kita bisa melihat banyak sekali potongan koran yang memuat kasus selama setahun terakhir. Potongan-potongan tersebut, Zion tempelkan ke dinding dan itu terlihat seperti sebuah penyelidikan. Ada coretan tinta berwarna merah dibeberapa kasus kecelakaan dan ada beberapa pula yang ditempeli sticky notes kotak berwarna kuning. Potongan kasus yang ada di ditengah saat ini adalah kasus terbaru, yaitu terjadinya pengeboman di Havelian Park yang menewaskan ratusan orang. Itu adalah berita yang cukup mengejutkan karena Havelian Park baru dibuka sekitar 3 minggu yang lalu.

Di tengah-tengah ruangan, ada sebuah kursi kerja dan juga meja yang menghadap potongan koran-korean tersebut dan di atas meja tersebut ada spidol merah dan juga sticky notes kuning.

Sejak kecil, Zion memiliki insting yang luar biasa kuat mengenai banyak hal. Karena itulah, tidak aneh jika dia yang berumur 27 tahun dalam game mampu menjadi Presdir muda. Apa yang saat ini berada di dinding, adalah hasil dari insting miliknya dan juga sedikit penyelidikan yang ia lakukan. Ada beberapa poin penting yang dapat dia dapatkan dari mengumpulkan semua kasus yang terjadi setahun belakangan ini, yaitu seseorang sengaja menargetkan keluarga elit yang tinggal di Elisien dan juga sengaja menyabotase mereka hingga terjadi banyak kasus kecelakaan.

Namun, untuk saat ini, penyelidikan yang dia lakukan tidak bisa dibuktikan.

***

Disebuah gang kecil yang gelap di Kota Elisien, terlihat seorang laki-laki sedang terengah-engah.

"Haaa... haaa... huff..."

Wajahnya terlihat begitu ketakutan seperti dikejar oleh binatang buas. Keringatnya pun mengucur dengan sangat deras seperti berada di sauna. Yah, itu tidak aneh karena dia baru saja berlari sekuat tenaga melebihi apa yang tubuhnya bisa lakukan.

Klik

Suara pengaman dari pistol revolver dilepaskan. Pria yang napasnya terengah-engah itu kembali berlari, namun kakinya sudah tidak kuat dan membuatnya terjatuh. Jantungnya berpacu semakin cepat, otaknya sudah tidak dapat berpikir lagi karena ia merasa sangat panik dan ketakutan. Dia tidak mau mati, dia ingin tetap hidup. Itulah yang bisa ia pikirkan saat ini.

"Maafkan aku." Ucapnya memohon. Ia bersujud dihadapan seseorang yang mengejarnya.

Orang itu membawa sebuah pistol revolver hitam. Pakaiannya terlihat sangat rapi dan sepatunya terbuat dari kulit. Di tangan kirinya terlihat sebuah jam Patek Philippe berwarna hitam dan emas. Dia memiliki proporsi tubuh yabg cukup tinggi, mungkin sekitar 185 cm dan dada yang cukup bidang. Karena setelan yang ia pakai sesuai dengan size miliknya, kita bisa mengetahui bahwa orang itu pasti rajin berolahraga dan merawat tubuhnya agar tetap sehat.

"Katakan siapa yang mengirimmu." Ucapnya. Dia masih berdiri dibawah bayangan, membuat wajahnya tidak terlihat.

"Aku tidak tahu."

DOR

"Aaaah..." Teriak pria yang sedang bersujud itu terkejut. Untungnya peluru tersebut tidak diarahkan padanya, melainkan ke tanah disebelahnya sebagai tanda peringatan.

"Sungguh, aku tidak tahu. Orang itu hanya menyuruhku menaruh bom ditempat itu."

"Kenapa tempat itu ditargetkan?"

Pria itu sedikit mendongak, berusaha melihat wajah orang yang sejak tadi mengejarnya, namun ia langsung menundukkan kepalanya lagi setelah melihat sorot mata orang itu yang begitu dingin dan menakutkan. Seumur hidupnya, dia tidak pernah bertemu dengan seseorang yang memiliki tatapan mata seperti itu.

"Orang itu bilang, ada seorang anak yang pergi ke tempat itu."

"Katakan lebih spesifik."

"Aku tidak tahu siapa yang dia maksud, sungguh."

Suara tembakan kembali terdengar, pria itu berteriak kesakitan karena kakinya baru saja ditembak. Meski dia merintih kesakitan, orang yang ada dihadapannya saat ini hanya memasang wajah datar, dia tidak merasa bersalah sedikitpun menembak dirinya.

Pria yang memegang pistol itu mengambil ponsel pintarnya yang ada di saku celana. Dia berusaha mencari pesan dari seseorang, namun tidak berhasil menemukannya. Sejak seminggu yang lalu, dia tidak bisa menghubungi orang itu setelah ia pergi ke luar negeri. Ia menjadi khawatir namun tidak bisa berbuat apapun.

TBC

Terpopuler

Comments

AshidaAkane

AshidaAkane

[A/N] Timeline di chapter ini seminggu setelah Yuna dkk pergi ke Havelian Park

2021-06-27

9

lihat semua
Episodes
1 Prologue
2 Chapter 1 - Aku Mengambil Alih Tubuh Liyuna?!
3 Chapter 2 - Masih Hidup
4 Chapter 3- Si Menyebalkan Allen!
5 Chapter 4 - Kepindahan Allen Yang Tiba-Tiba
6 Chapter 5 - Munculnya Karakter Baru?!
7 Chapter 6 - Orang-Orang Bersetelan Hitam
8 Chapter 7 - Lucas Obelian si Ekstra
9 Chapter 8 - Mata Monster Beracun
10 Chapter 9 - Kesan Yang Membaik
11 Chapter 10 - Pesta I
12 Chapter 11 - Pesta II
13 Chapter 12 - Pesta III
14 Chapter 13 - Musim Semi Pertama
15 Chapter 14 - Havelian Park
16 Chapter 15 - Keputusan Lucas
17 Chapter 16 - Pulang ke Rusia
18 Chapter 17 - Obelian's Circle
19 Chapter 18 - Insiden Pengeboman
20 Chapter 19 - Allen dan Victor
21 Chapter 20 - Yuda Harvenhelt
22 Chapter 21 - Liburan Musim Panas I
23 Chapter 22 - Liburan Musim Panas II
24 Chapter 23 - Kalung Kupu-Kupu
25 Chapter 24 - Pulang
26 Chapter 25 - Sleepover
27 Chapter 26 - Perasaan
28 Chapter 27 - Eksplor
29 Chapter 28 - Penghuni Rumah Matahari
30 Chapter 29 - Berita Kematian
31 Chapter 30 - Topeng Yuda
32 Chapter 31 - Menulis Ingatan
33 Spesial Q&A
34 Chapter 32 - Kedatangan Yuriel I
35 Chapter 33 - Kedatangan Yuriel II
36 Chapter 34 - Ikatan & Kepercayaan
37 Chapter 35 - Orang Itu Adalah?
38 Chapter 36 - Hidden Target
39 Chapter 37 - Hajun
40 Chapter 38 - Yuriel di Sekolah I
41 Chapter 39 - Yuriel di Sekolah II
42 Chapter 40 - Yuriel di Sekolah III
43 Chapter 41 - Mimpi
44 Chapter 42 - Menyembunyikan Sesuatu
45 Chapter 43 - Keadaan
46 Chapter 44 - Altzion Ravenray
47 Chapter 45 - Ravenray
48 Chapter 46 - Wanita dalam Lukisan
49 Chapter 47 - Luka yang Dimilikinya
50 Chapter 48 - Masa Lalu Yuda
51 Chapter 49 - Persiapan
52 Chapter 50 - Pemeran Utama
53 Chapter 51 - Kegembiraan dan Keceriaan
54 Chapter 52 - Sebuah Janji
55 Chapter 53 - Kembali
56 Chapter 54 - Musim Semi Keenam
57 Chapter 55 - Tempat Persembunyian
58 Chapter 56 - Konfrontasi
59 Chapter 57 - Mimpi yang Terlihat Nyata
60 Chapter 58 - Ketua OSIS
61 Chapter 59 - Mirror of the World
62 Chapter 60 - Munculnya Tokoh Berbahaya
63 Chapter 61 - Liyuna Asli!
64 Chapter 62 - Perkumpulan
65 Chapter 63 - Hari Pertama
66 Chapter 64 - Seperti Biasa
67 Chapter 65 - Menjadi Anggota Resmi
68 Chapter 66 - Perasaan Yuriel
69 Chapter 67 - Emosi yang Tidak Stabil
70 Chapter 68 - Liburan Bersama Allen
71 Chapter 69 - Pembunuh Bayaran
72 Chapter 70 - Liyuna dalam Bahaya
73 Chapter 71 - Menyelamatkan Diri
74 Chapter 72 - Kembali ke Vila
75 Chapter 73 - Bala Bantuan Datang!
76 Chapter 74 - Recovery
77 Chapter 75 - Malam Natal Berdarah
78 Chapter 76 - Berita Duka
79 Chapter 77 - Penyelidikan
80 Chapter 78 - Almera Menemukan Kebenaran
81 Chapter 79 - Pemakaman
82 Chapter 80 - Ketakutan Melanda
83 Chapter 81 - Belum Waktunya
84 Chapter 82 - Musim Semi Kesepuluh
85 Chapter 83 - Kembalinya Lucas
86 Chapter 84 - Lama Tidak Bertemu
87 Chapter 85 - Reuni
88 Chapter 86 - Ilusi atau Ingatan?
89 Chapter 87 - Bertemu Dengannya
90 Chapter 88 - Mimpi Atau Premonisi?
91 Chapter 89 - Kesan Pertama (Allen's POV)
92 Chapter 90 - Pesta Anniversary
93 Chapter 91 - Terima Kasih Tehnya
94 Chapter 92 - Allen dan Zion
95 Chapter 93 - Pentas Seni
96 Chapter 94 - The Romancers
97 Chapter 95 - Backstage
98 Chapter 96 - Insiden Besar Terjadi
99 Chapter 97 - Cerberus
100 Chapter 98 - Kebenaran yang Disembunyikan
101 Chapter 99 - Wanita yang Selalu Menghantui
102 Chapter 100 - Alasan (Zion's POV)
103 Chapter 101 - Aku yang Berasal Dari Dunia Lain
104 Chapter 102 - Januari
105 103 - Lucas dan Hajun
106 Chapter 104 - Istirahat Sejenak
107 Chapter 105 - General Manager
108 Chapter 106 - Hasil Dari Sebuah Pilihan
109 Chapter 107 - Insiden Frozen December
110 Chapter 108 - Tekad yang Bulat
111 109 - Awal Mulai Dari Time Loop (Allen's POV)
112 Chapter 110 - Kedatangan Victor
113 Chapter 111 - Akhir Dari Ravenray
114 Chapter 112 - Pemindahan Kekuasaan
115 Chapter 113 - Awal Dari Sebuah Cerita (Yuriel's POV)
116 Chapter 114 - Allen dan Yuriel
117 Chapter 115 - Mulai Bergerak
118 Chapter 116 - Panti Asuhan Astraea
119 Chapter 117 - Noel dan Panti Astraea
120 Chapter 118 - Tidak Kondusif
121 Chapter 119 - Bertemu Lucas
122 Chapter 120 - Tamu Tak Diundang
123 Chapter 121 - Sesuatu Terjadi Pada Lucas
124 Chapter 122 - Kita Harus Membantu Lucas
125 Chapter 123 - Menyelinap Ke Obelian's Circle
126 Chapter 124 - Pergi ke Rusia
127 Chapter 125 - Menyusun Rencana
128 Chapter 126 - Persiapan
129 Chapter 127 - Keributan
130 Chapter 128 - Irina
131 Chapter 129 - Basement
132 Chapter 130 - Ketahuan?!
133 Chapter 131 - Kakak Lucas
134 Chapter 132 - Meninggalkan Obelian's Circle
135 Chapter 133 - Kembali Elisien
136 Chapter 134 - Daun Mulai Berguguran
137 Chapter 135 - Diintai
138 Chapter 136 - Kecelakaan
139 Chapter 137 - Red Diamond
140 Chapter 138 - Pencarian
141 Chapter 139 - Kalung Kupu-Kupu II
142 Chapter 140 - Tersadar
143 Chapter 141 - Dia adalah Pamanku?
144 Chapter 142 - Gudang Penyimpanan
145 Chapter 143 - Barang Lelang
146 Chapter 144 - Identitas Pemimpin Cerberus
147 Chapter 145 - Barang Terakhir
148 Chapter 146 - Harrioth Aerian Castris
149 Chapter 147 - Pasukan Penyelamat
150 Chapter 148 - Meninggalkan Red Diamond
151 Chapter 149 - Liyuna
152 Chapter 150 - Perubahan
153 Chapter 151 - Kebenaran
154 Chapter 152 - Keluarga Castris
155 Chapter 153 - Keluarga Castris (2)
156 Chapter 154 - Keluarga Castris (3)
157 Chapter 155 – Karl dan Harry
158 Chapter 156 - Karl dan Harry (2)
159 Chapter 157 – Karl dan Harry (3)
160 Chapter 158 – Retakan
161 Chapter 159 – Retakan (2)
162 Chapter 160 - Pamanmu, Harrioth
Episodes

Updated 162 Episodes

1
Prologue
2
Chapter 1 - Aku Mengambil Alih Tubuh Liyuna?!
3
Chapter 2 - Masih Hidup
4
Chapter 3- Si Menyebalkan Allen!
5
Chapter 4 - Kepindahan Allen Yang Tiba-Tiba
6
Chapter 5 - Munculnya Karakter Baru?!
7
Chapter 6 - Orang-Orang Bersetelan Hitam
8
Chapter 7 - Lucas Obelian si Ekstra
9
Chapter 8 - Mata Monster Beracun
10
Chapter 9 - Kesan Yang Membaik
11
Chapter 10 - Pesta I
12
Chapter 11 - Pesta II
13
Chapter 12 - Pesta III
14
Chapter 13 - Musim Semi Pertama
15
Chapter 14 - Havelian Park
16
Chapter 15 - Keputusan Lucas
17
Chapter 16 - Pulang ke Rusia
18
Chapter 17 - Obelian's Circle
19
Chapter 18 - Insiden Pengeboman
20
Chapter 19 - Allen dan Victor
21
Chapter 20 - Yuda Harvenhelt
22
Chapter 21 - Liburan Musim Panas I
23
Chapter 22 - Liburan Musim Panas II
24
Chapter 23 - Kalung Kupu-Kupu
25
Chapter 24 - Pulang
26
Chapter 25 - Sleepover
27
Chapter 26 - Perasaan
28
Chapter 27 - Eksplor
29
Chapter 28 - Penghuni Rumah Matahari
30
Chapter 29 - Berita Kematian
31
Chapter 30 - Topeng Yuda
32
Chapter 31 - Menulis Ingatan
33
Spesial Q&A
34
Chapter 32 - Kedatangan Yuriel I
35
Chapter 33 - Kedatangan Yuriel II
36
Chapter 34 - Ikatan & Kepercayaan
37
Chapter 35 - Orang Itu Adalah?
38
Chapter 36 - Hidden Target
39
Chapter 37 - Hajun
40
Chapter 38 - Yuriel di Sekolah I
41
Chapter 39 - Yuriel di Sekolah II
42
Chapter 40 - Yuriel di Sekolah III
43
Chapter 41 - Mimpi
44
Chapter 42 - Menyembunyikan Sesuatu
45
Chapter 43 - Keadaan
46
Chapter 44 - Altzion Ravenray
47
Chapter 45 - Ravenray
48
Chapter 46 - Wanita dalam Lukisan
49
Chapter 47 - Luka yang Dimilikinya
50
Chapter 48 - Masa Lalu Yuda
51
Chapter 49 - Persiapan
52
Chapter 50 - Pemeran Utama
53
Chapter 51 - Kegembiraan dan Keceriaan
54
Chapter 52 - Sebuah Janji
55
Chapter 53 - Kembali
56
Chapter 54 - Musim Semi Keenam
57
Chapter 55 - Tempat Persembunyian
58
Chapter 56 - Konfrontasi
59
Chapter 57 - Mimpi yang Terlihat Nyata
60
Chapter 58 - Ketua OSIS
61
Chapter 59 - Mirror of the World
62
Chapter 60 - Munculnya Tokoh Berbahaya
63
Chapter 61 - Liyuna Asli!
64
Chapter 62 - Perkumpulan
65
Chapter 63 - Hari Pertama
66
Chapter 64 - Seperti Biasa
67
Chapter 65 - Menjadi Anggota Resmi
68
Chapter 66 - Perasaan Yuriel
69
Chapter 67 - Emosi yang Tidak Stabil
70
Chapter 68 - Liburan Bersama Allen
71
Chapter 69 - Pembunuh Bayaran
72
Chapter 70 - Liyuna dalam Bahaya
73
Chapter 71 - Menyelamatkan Diri
74
Chapter 72 - Kembali ke Vila
75
Chapter 73 - Bala Bantuan Datang!
76
Chapter 74 - Recovery
77
Chapter 75 - Malam Natal Berdarah
78
Chapter 76 - Berita Duka
79
Chapter 77 - Penyelidikan
80
Chapter 78 - Almera Menemukan Kebenaran
81
Chapter 79 - Pemakaman
82
Chapter 80 - Ketakutan Melanda
83
Chapter 81 - Belum Waktunya
84
Chapter 82 - Musim Semi Kesepuluh
85
Chapter 83 - Kembalinya Lucas
86
Chapter 84 - Lama Tidak Bertemu
87
Chapter 85 - Reuni
88
Chapter 86 - Ilusi atau Ingatan?
89
Chapter 87 - Bertemu Dengannya
90
Chapter 88 - Mimpi Atau Premonisi?
91
Chapter 89 - Kesan Pertama (Allen's POV)
92
Chapter 90 - Pesta Anniversary
93
Chapter 91 - Terima Kasih Tehnya
94
Chapter 92 - Allen dan Zion
95
Chapter 93 - Pentas Seni
96
Chapter 94 - The Romancers
97
Chapter 95 - Backstage
98
Chapter 96 - Insiden Besar Terjadi
99
Chapter 97 - Cerberus
100
Chapter 98 - Kebenaran yang Disembunyikan
101
Chapter 99 - Wanita yang Selalu Menghantui
102
Chapter 100 - Alasan (Zion's POV)
103
Chapter 101 - Aku yang Berasal Dari Dunia Lain
104
Chapter 102 - Januari
105
103 - Lucas dan Hajun
106
Chapter 104 - Istirahat Sejenak
107
Chapter 105 - General Manager
108
Chapter 106 - Hasil Dari Sebuah Pilihan
109
Chapter 107 - Insiden Frozen December
110
Chapter 108 - Tekad yang Bulat
111
109 - Awal Mulai Dari Time Loop (Allen's POV)
112
Chapter 110 - Kedatangan Victor
113
Chapter 111 - Akhir Dari Ravenray
114
Chapter 112 - Pemindahan Kekuasaan
115
Chapter 113 - Awal Dari Sebuah Cerita (Yuriel's POV)
116
Chapter 114 - Allen dan Yuriel
117
Chapter 115 - Mulai Bergerak
118
Chapter 116 - Panti Asuhan Astraea
119
Chapter 117 - Noel dan Panti Astraea
120
Chapter 118 - Tidak Kondusif
121
Chapter 119 - Bertemu Lucas
122
Chapter 120 - Tamu Tak Diundang
123
Chapter 121 - Sesuatu Terjadi Pada Lucas
124
Chapter 122 - Kita Harus Membantu Lucas
125
Chapter 123 - Menyelinap Ke Obelian's Circle
126
Chapter 124 - Pergi ke Rusia
127
Chapter 125 - Menyusun Rencana
128
Chapter 126 - Persiapan
129
Chapter 127 - Keributan
130
Chapter 128 - Irina
131
Chapter 129 - Basement
132
Chapter 130 - Ketahuan?!
133
Chapter 131 - Kakak Lucas
134
Chapter 132 - Meninggalkan Obelian's Circle
135
Chapter 133 - Kembali Elisien
136
Chapter 134 - Daun Mulai Berguguran
137
Chapter 135 - Diintai
138
Chapter 136 - Kecelakaan
139
Chapter 137 - Red Diamond
140
Chapter 138 - Pencarian
141
Chapter 139 - Kalung Kupu-Kupu II
142
Chapter 140 - Tersadar
143
Chapter 141 - Dia adalah Pamanku?
144
Chapter 142 - Gudang Penyimpanan
145
Chapter 143 - Barang Lelang
146
Chapter 144 - Identitas Pemimpin Cerberus
147
Chapter 145 - Barang Terakhir
148
Chapter 146 - Harrioth Aerian Castris
149
Chapter 147 - Pasukan Penyelamat
150
Chapter 148 - Meninggalkan Red Diamond
151
Chapter 149 - Liyuna
152
Chapter 150 - Perubahan
153
Chapter 151 - Kebenaran
154
Chapter 152 - Keluarga Castris
155
Chapter 153 - Keluarga Castris (2)
156
Chapter 154 - Keluarga Castris (3)
157
Chapter 155 – Karl dan Harry
158
Chapter 156 - Karl dan Harry (2)
159
Chapter 157 – Karl dan Harry (3)
160
Chapter 158 – Retakan
161
Chapter 159 – Retakan (2)
162
Chapter 160 - Pamanmu, Harrioth

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!