Mobil rolls royce. berwarna hitam legam itu berhenti di depan sebuah gedung pencakar langit yang memiliki desain tidak biasa. Gedung tersebut sangatlah tinggi dan terlihat sangat elegan dari luar. Orang yang memakai baju hitam membukakan pintu mobil untuk Lucas. Namanya adalah Baran, orang yang memimpin regu Beta untuk mengawasi Tuan Muda Obelian, Lucas Obelian. Selama ini, Baran lah orang yang memerintah para bodyguard yang ada di Elisien untuk mengawasi Lucas atas perintah Nyonya yang ia layani. Baran termasuk orang yang diakui oleh pemimpin keluarga Obelian, atau yang kita kenal sebagai Ibu dari Lucas Obelian.
Lucas turun dari mobil perlahan-lahan. Meski hatinya merasa enggan untuk bertemu dengan sang Ibu, Lucas berusaha untuk tidak menampakannya. Ia memasang wajah datar seperti tidak ada masalah apapun. Para penjaga yang menjaga pintu masuk gedung pencakar langit tesebut, membungkuk ketika melihat Lucas yang berjalan dengan sangat elegan dan penuh wibawa. Meski masih kecil, aura otoritas Lucas tidak main-main. Dia memang pantas disebut sebagai kandidat pewaris terkuat, sayangnya Lucas memilih untuk mundur dan menyerahkan hak waris pada kakaknya. Karena itu lah, Ibu Lucas menjadi marah dan selalu mengawasi pergerakan Lucas.
Sejak berumur 6 tahun, Lucas pergi meninggalkan Rusia dan tinggal bersama kakaknya di Elisien, Ibu Kota sebuah Negara kecil namun cukup kaya di daerah Asia Timur dengan dalih ingin mengasah kemampuan sebagai penerus. Namun, satu tahun kemudian ketika dia berumur 7 tahun, Lucas malah menyatakan menyerah dalam perebutan hak waris, dia malah memilih kakaknya sebagai pewaris berikutnya. Hal ini membuat Ibu Lucas sangat marah, ia tidak suka jika putra semata wayangnya menyerah pada anak yang bukan lahir dari rahimnya. Dia adalah Ibu yang keras, dia tidak mau anaknya menjadi lemah. Tak lama setelah itu, Lucas mulai menjalin hubungan dengan putri keluarga Castris, hal ini menyulitkan Ibu Lucas untuk terus mengawasinya karena dia tidak ingin ketahuan oleh pengawal keluarga Castris yang bersembunyi di bayang-bayang. Masalah akan menjadi sangat rumit jika keluarga Castris dilibatkan, makanya dia sedikit mundur untuk sejenak, hingga pada akhirnya dia bisa memegang ekor Lucas yang tanpa sadar terlihat. Lucas terlalu ceroboh karena pergi keluar bersama dengan beban. Ya, Liyuna dan Yvette hanyalah beban yang membuat Lucas terpaksa kembali menampakkan diri. Lucas tidak bisa pergi begitu saja jika ada dua orang tersebut.
Lucas masuk kedalam elevator dan memencet tombol untuk pergi ke lantai teratas, sebuah penthouse dimana Ibunya tinggal sembari bekerja. Tentu saja penthouse yang ada di gedung ini bukanlah rumah utama mereka. Ini hanyalah tempat tinggal sementara karena Ibunya tidak bisa bolak-balik pulang dan bekerja.
DING
Pintu elevator terbuka, Lucas segera keluar dan berjalan lurus hingga sampa kesebuah pintu besar yang terbuat dari kayu eboni berwarna hitam. Gagang pintu yang terbuat dari emas dan dihiasi butiran berlian itu terlihat sangat berkilau karena pantulan cahaya lampu. Lucas membuang napasnya secara kasar sebelum membuka pintu tersebut.
Ketika pintu dibuka, dia disuguhi pemandangan tidak biasa. Disebelah kanannya terlihat ada akuarium berukuran luar biasa besar, bisa dibilang sekat yang seharusnya di buat dari semen dan bata malah menggunakan akuarium. Ada seekor ikan besar entah jenis apa di dalam akuarium tersebut dan juga terlihat ada ubur-ubur yang berenang ke sana kemari.
Lucas tidak terlalu memperhatikan akuarium tersebut dan langsung berjalan menuju ruang kerja Ibunya. Penthouse yang hanya ditinggali Ibunya ini memang sangat mewah. Hampir semua furniture-nya terbuat dari kayu eboni dan juga agarwood. Hiasan yabg dipajang pun kebanyakan terbuat dari emas dan sesekali terlihat lukisan antik yang harganya sangat mahal di pelelangan. Selera Ibunya memang tidak berubah.
"Kau sudah pulang." Ucap seorang wanita berambut perak. Dia memiliki tubuh ramping dan tinggi yang proporsional. Namun dari balik blazer yang ia pakai, bisa dilihat bahwa ia memiliki otot yang kuat.
Rambut wanita itu diikat ekor kuda tanpa adanya poni yang menutupi dahinya. Dia duduk di kursi kerjanya sembari meletakkan kedua tangannya di meja. Jari-jarinya saling bertautan, matanya menatap tajam ke arah Lucas. Benar-benar aura yang begitu menakutkan, seolah dia berbicara 'Aku adalah raja disini'.
"Duduklah." Ucapnya. Dari nadanya saja bisa kita ketahui bahwa itu adalah perintah.
Lucas yang tidak ingin berdebat menuruti permintaan wanita itu dan duduk di sofa yang jaraknya sedikit jauh dengan tempat wanita itu berada. Ada 5 botol minuman Svalbardi di atas meja, Lucas membuka salah satu botol itu dan meminumnya. Sejak tadi dari bandara dia belum meminum apapun, makanya dia merasa haus. Air mineral yang berasal dari bongkahan es di kutub utara itu masuk kedalam tenggorokan Lucas dan menghilangkan rasa haus yang ia rasakan sedari tadi.
"Aku hanya akan disini sebentar." Ucap Lucas sembari menaruh kembali botol Svalbardi di atas meja.
Mendengar ucapan anak semata wayangnya, dahi Irina mengerut. Tatapannya menjadi lebih tajam dari sebelumnya, namun Lucas tidak gentar. Dia tetap teguh pada pendiriannya, dia tidak ingin menetap dia Rusia, dia ingin kembali ke Elisien.
"Kau akan terus disini dan berlatih untuk menjadi penerus."
"Aku sudah menyerah akan hak waris ku, jadi tidak perlu melakukan pelatihan."
"Itu bukan hal yang bisa kamu putuskan."
Lucas menggertakkan giginya. Ibunya memang orang yang sangat keras kepala jika menyangkut hak waris.
"Aku akan memberikan hak ku pada kakak."
"Aku tidak akan mengulanginya, itu bukan lah sesuatu yang bisa kamu putuskan. Sebagai pemimpin Obelian's Circle, aku berhak menolak pengunduran dirimu."
"Aku tidak cocok untuk menjadi seorang pewaris."
"Hal itu hanya bisa dibuktikan ketika ujian dilaksanakan."
Anak dan Ibu itu saling menatap satu sama lain dengan tajam. Tidak ada satu pun diantara mereka yang mau mengalah dan mundur.
"Sejak kau menapakkan kaki di area Obelian's Circle, kau sudah tidak punya jalan keluar." Ucap Irina memperingatkan putranya. Ia menekan sebuah tombol merah yang ada di mejanya dan seketika juga seluruh jendela yang ada di penthouse tertutup rapat dengan tirai yang terbuat dari besi.
Lucas yang melihat hal itu merasa marah dan membanting botol Svalbardi yang ada di meja.
"Kalau begitu, panggilkan kakak untukku." Ucapnya sembari mengancam Irina dengan pecahan botol yang ujungnya tajam.
"Itu tidak bisa dilakukan. Dia adalah orang yang memegang kendali di Elisien. Berdasarkan peraturan, aku tidak bisa menghubunginya sampai waktu yang telah ditentukan."
Mendengar hal ini, Lucas menggigit bibirnya hingga berdarah. Peraturan yang ada di Obelian's Circle memanglah sangat ketat dan keras. Tidak ada satupun yang boleh melanggar ataupun menyalahi aturan karena jika ada kesalahan sedikit saja, nyawa para bawahan mereka bisa terancam.
Untuk saat ini, mau tidak mau Lucas harus mengikuti skenario yang dibuat Ibunya.
"Kalau begitu, aku akan ikut dalam pertarungan memperebutkan hak waris." Ucap Lucas lirih. Kepalanya sedikit menunduk, membuat kedua bola matanya tertutup rambut perak miliknya.
"Itulah yang ingin aku dengar."
"Tapi ada syaratnya."
"Baiklah, apa itu?"
"....."
Irina mengangguk sebagai tanda setuju. Jika Lucas sudah berani membuat perjanjian, maka dia tidak bisa pergi kemana-mana. Perjanjian yang dibuat Lucas adalah rantai yang nantinya akan mengikat dia dan membuatnya tidak bisa bergerak bebas. Meski Lucas sadar akan hal itu, dia tidak punya pilihan lain. Jika kau terlahir dalam keluarga Obelian, mau tidak mu kau harus mengikuti peraturan mereka. Apalagi Lucas adalah satu-satunya pewaris yang memiliki darah Obelian, dia semakin dituntut untuk bisa mendapatkan tahta tertinggi di tempat itu.
"Dan satu hal lagi, jangan panggil dia kakak. Aku tidak ingat pernah melahirkan putra sebesar dia."
Obelian's Circle adalah perusahan yang bergerak di bidang jasa keamanan dan perlindungan. Siapapun yang membutuhkan jasa bodyguard bisa menyewa orang-orang disini. Skill para pegawai mereka sudah terjamin karena pelatihan keras yang dilakukan Obelian's Circle. Berbeda dengan perusahaan besar lainnya, Obelian's Circle tidak mengharuskan pewarisnya memiliki ikatan darah. Siapapun yang dianggap pantas dan telah lulus untuk uji kelayakan untuk mendapat hak waris, diperbolehkan ikut serta dalam pertandingan untuk memperebutkan hak waris. Peraturannya hanya satu, jangan pernah melibatkan perasaan pribadi dalam pertarungan.
Sebagai anak satu-satunya keluarga Obelian, Lucas tidak diharuskan untuk mengikuti ujian tersebut, namun karena sejak kecil ia memiliki kemampuan luar bisa di atas kandidat lain, membuat Ibunya memaksanya ikut bergabung. Ia menjadi orang yang paling tidak disukai dikalangan kandidat lain, namun hanya orang yang dia sebut 'kakak' mau membantunya. Hanya dia seorang.
Itu adalah sedikit informasi mengenai Obelian. Untuk informasi lainnya, mungkin akan dibahas pada kisah selanjutnya.
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 162 Episodes
Comments
shana 3108
lanjut lagi ya thor
2021-07-29
2