Chapter 17 - Obelian's Circle

Mobil rolls royce. berwarna hitam legam itu berhenti di depan sebuah gedung pencakar langit yang memiliki desain tidak biasa. Gedung tersebut sangatlah tinggi dan terlihat sangat elegan dari luar. Orang yang memakai baju hitam membukakan pintu mobil untuk Lucas. Namanya adalah Baran, orang yang memimpin regu Beta untuk mengawasi Tuan Muda Obelian, Lucas Obelian. Selama ini, Baran lah orang yang memerintah para bodyguard yang ada di Elisien untuk mengawasi Lucas atas perintah Nyonya yang ia layani. Baran termasuk orang yang diakui oleh pemimpin keluarga Obelian, atau yang kita kenal sebagai Ibu dari Lucas Obelian.

Lucas turun dari mobil perlahan-lahan. Meski hatinya merasa enggan untuk bertemu dengan sang Ibu, Lucas berusaha untuk tidak menampakannya. Ia memasang wajah datar seperti tidak ada masalah apapun. Para penjaga yang menjaga pintu masuk gedung pencakar langit tesebut, membungkuk ketika melihat Lucas yang berjalan dengan sangat elegan dan penuh wibawa. Meski masih kecil, aura otoritas Lucas tidak main-main. Dia memang pantas disebut sebagai kandidat pewaris terkuat, sayangnya Lucas memilih untuk mundur dan menyerahkan hak waris pada kakaknya. Karena itu lah, Ibu Lucas menjadi marah dan selalu mengawasi pergerakan Lucas.

Sejak berumur 6 tahun, Lucas pergi meninggalkan Rusia dan tinggal bersama kakaknya di Elisien, Ibu Kota sebuah Negara kecil namun cukup kaya di daerah Asia Timur dengan dalih ingin mengasah kemampuan sebagai penerus. Namun, satu tahun kemudian ketika dia berumur 7 tahun, Lucas malah menyatakan menyerah dalam perebutan hak waris, dia malah memilih kakaknya sebagai pewaris berikutnya. Hal ini membuat Ibu Lucas sangat marah, ia tidak suka jika putra semata wayangnya menyerah pada anak yang bukan lahir dari rahimnya. Dia adalah Ibu yang keras, dia tidak mau anaknya menjadi lemah. Tak lama setelah itu, Lucas mulai menjalin hubungan dengan putri keluarga Castris, hal ini menyulitkan Ibu Lucas untuk terus mengawasinya karena dia tidak ingin ketahuan oleh pengawal keluarga Castris yang bersembunyi di bayang-bayang. Masalah akan menjadi sangat rumit jika keluarga Castris dilibatkan, makanya dia sedikit mundur untuk sejenak, hingga pada akhirnya dia bisa memegang ekor Lucas yang tanpa sadar terlihat. Lucas terlalu ceroboh karena pergi keluar bersama dengan beban. Ya, Liyuna dan Yvette hanyalah beban yang membuat Lucas terpaksa kembali menampakkan diri. Lucas tidak bisa pergi begitu saja jika ada dua orang tersebut.

Lucas masuk kedalam elevator dan memencet tombol untuk pergi ke lantai teratas, sebuah penthouse dimana Ibunya tinggal sembari bekerja. Tentu saja penthouse yang ada di gedung ini bukanlah rumah utama mereka. Ini hanyalah tempat tinggal sementara karena Ibunya tidak bisa bolak-balik pulang dan bekerja.

DING

Pintu elevator terbuka, Lucas segera keluar dan berjalan lurus hingga sampa kesebuah pintu besar yang terbuat dari kayu eboni berwarna hitam. Gagang pintu yang terbuat dari emas dan dihiasi butiran berlian itu terlihat sangat berkilau karena pantulan cahaya lampu. Lucas membuang napasnya secara kasar sebelum membuka pintu tersebut.

Ketika pintu dibuka, dia disuguhi pemandangan tidak biasa. Disebelah kanannya terlihat ada akuarium berukuran luar biasa besar, bisa dibilang sekat yang seharusnya di buat dari semen dan bata malah menggunakan akuarium. Ada seekor ikan besar entah jenis apa di dalam akuarium tersebut dan juga terlihat ada ubur-ubur yang berenang ke sana kemari.

Lucas tidak terlalu memperhatikan akuarium tersebut dan langsung berjalan menuju ruang kerja Ibunya. Penthouse yang hanya ditinggali Ibunya ini memang sangat mewah. Hampir semua furniture-nya terbuat  dari kayu eboni dan juga agarwood. Hiasan yabg dipajang pun kebanyakan terbuat dari emas dan sesekali terlihat lukisan antik yang harganya sangat mahal di pelelangan. Selera Ibunya memang tidak berubah.

"Kau sudah pulang." Ucap seorang wanita berambut perak. Dia memiliki tubuh ramping dan tinggi yang proporsional. Namun dari balik blazer yang ia pakai, bisa dilihat bahwa ia memiliki otot yang kuat.

Rambut wanita itu diikat ekor kuda tanpa adanya poni yang menutupi dahinya. Dia duduk di kursi kerjanya sembari meletakkan kedua tangannya di meja. Jari-jarinya saling bertautan, matanya menatap tajam ke arah Lucas. Benar-benar aura yang begitu menakutkan, seolah dia berbicara 'Aku adalah raja disini'.

"Duduklah." Ucapnya. Dari nadanya saja bisa kita ketahui bahwa itu adalah perintah.

Lucas yang tidak ingin berdebat menuruti permintaan wanita itu dan duduk di sofa yang jaraknya sedikit jauh dengan tempat wanita itu berada. Ada 5 botol minuman Svalbardi di atas meja, Lucas membuka salah satu botol itu dan meminumnya. Sejak tadi dari bandara dia belum meminum apapun, makanya dia merasa haus. Air mineral yang berasal dari bongkahan es di kutub utara itu masuk kedalam tenggorokan Lucas dan menghilangkan rasa haus yang ia rasakan sedari tadi.

"Aku hanya akan disini sebentar." Ucap Lucas sembari menaruh kembali botol Svalbardi di atas meja.

Mendengar ucapan anak semata wayangnya, dahi Irina mengerut. Tatapannya menjadi lebih tajam dari sebelumnya, namun Lucas tidak gentar. Dia tetap teguh pada pendiriannya, dia tidak ingin menetap dia Rusia, dia ingin kembali ke Elisien.

"Kau akan terus disini dan berlatih untuk menjadi penerus."

"Aku sudah menyerah akan hak waris ku, jadi tidak perlu melakukan pelatihan."

"Itu bukan hal yang bisa kamu putuskan."

Lucas menggertakkan giginya. Ibunya memang orang yang sangat keras kepala jika menyangkut hak waris.

"Aku akan memberikan hak ku pada kakak."

"Aku tidak akan mengulanginya, itu bukan lah sesuatu yang bisa kamu putuskan. Sebagai pemimpin Obelian's Circle, aku berhak menolak pengunduran dirimu."

"Aku tidak cocok untuk menjadi seorang pewaris."

"Hal itu hanya bisa dibuktikan ketika ujian dilaksanakan."

Anak dan Ibu itu saling menatap satu sama lain dengan tajam. Tidak ada satu pun diantara mereka yang mau mengalah dan mundur.

"Sejak kau menapakkan kaki di area Obelian's Circle, kau sudah tidak punya jalan keluar." Ucap Irina memperingatkan putranya. Ia menekan sebuah tombol merah yang ada di mejanya dan seketika juga seluruh jendela yang ada di penthouse tertutup rapat dengan tirai yang terbuat dari besi.

Lucas yang melihat hal itu merasa marah dan membanting botol Svalbardi yang ada di meja.

"Kalau begitu, panggilkan kakak untukku." Ucapnya sembari mengancam Irina dengan pecahan botol yang ujungnya tajam.

"Itu tidak bisa dilakukan. Dia adalah orang yang memegang kendali di Elisien. Berdasarkan peraturan, aku tidak bisa menghubunginya sampai waktu yang telah ditentukan."

Mendengar hal ini, Lucas menggigit bibirnya hingga berdarah. Peraturan yang ada di Obelian's Circle memanglah sangat ketat dan keras. Tidak ada satupun yang boleh melanggar ataupun menyalahi aturan karena jika ada kesalahan sedikit saja, nyawa para bawahan mereka bisa terancam.

Untuk saat ini, mau tidak mau Lucas harus mengikuti skenario yang dibuat Ibunya.

"Kalau begitu, aku akan ikut dalam pertarungan memperebutkan hak waris." Ucap Lucas lirih. Kepalanya sedikit menunduk, membuat kedua bola matanya tertutup rambut perak miliknya.

"Itulah yang ingin aku dengar."

"Tapi ada syaratnya."

"Baiklah, apa itu?"

"....."

Irina mengangguk sebagai tanda setuju. Jika Lucas sudah berani membuat perjanjian, maka dia tidak bisa pergi kemana-mana. Perjanjian yang dibuat Lucas adalah rantai yang nantinya akan mengikat dia dan membuatnya tidak bisa bergerak bebas. Meski Lucas sadar akan hal itu, dia tidak punya pilihan lain. Jika kau terlahir dalam keluarga Obelian, mau tidak mu kau harus mengikuti peraturan mereka. Apalagi Lucas adalah satu-satunya pewaris yang memiliki darah Obelian, dia semakin dituntut untuk bisa mendapatkan tahta tertinggi di tempat itu.

"Dan satu hal lagi, jangan panggil dia kakak. Aku tidak ingat pernah melahirkan putra sebesar dia."

Obelian's Circle adalah perusahan yang bergerak di bidang jasa keamanan dan perlindungan. Siapapun yang membutuhkan jasa bodyguard bisa menyewa orang-orang disini. Skill para pegawai mereka sudah terjamin karena pelatihan keras yang dilakukan Obelian's Circle. Berbeda dengan perusahaan besar lainnya, Obelian's Circle tidak mengharuskan pewarisnya memiliki ikatan darah. Siapapun yang dianggap pantas dan telah lulus untuk uji kelayakan untuk mendapat hak waris, diperbolehkan ikut serta dalam pertandingan untuk memperebutkan hak waris. Peraturannya hanya satu, jangan pernah melibatkan perasaan pribadi dalam pertarungan.

Sebagai anak satu-satunya keluarga Obelian, Lucas tidak diharuskan untuk mengikuti ujian tersebut, namun karena sejak kecil ia memiliki kemampuan luar bisa di atas kandidat lain, membuat Ibunya memaksanya ikut bergabung. Ia menjadi orang yang paling tidak disukai dikalangan kandidat lain, namun hanya orang yang dia sebut 'kakak' mau membantunya. Hanya dia seorang.

Itu adalah sedikit informasi mengenai Obelian. Untuk informasi lainnya, mungkin akan dibahas pada kisah selanjutnya.

TBC

Terpopuler

Comments

shana 3108

shana 3108

lanjut lagi ya thor

2021-07-29

2

lihat semua
Episodes
1 Prologue
2 Chapter 1 - Aku Mengambil Alih Tubuh Liyuna?!
3 Chapter 2 - Masih Hidup
4 Chapter 3- Si Menyebalkan Allen!
5 Chapter 4 - Kepindahan Allen Yang Tiba-Tiba
6 Chapter 5 - Munculnya Karakter Baru?!
7 Chapter 6 - Orang-Orang Bersetelan Hitam
8 Chapter 7 - Lucas Obelian si Ekstra
9 Chapter 8 - Mata Monster Beracun
10 Chapter 9 - Kesan Yang Membaik
11 Chapter 10 - Pesta I
12 Chapter 11 - Pesta II
13 Chapter 12 - Pesta III
14 Chapter 13 - Musim Semi Pertama
15 Chapter 14 - Havelian Park
16 Chapter 15 - Keputusan Lucas
17 Chapter 16 - Pulang ke Rusia
18 Chapter 17 - Obelian's Circle
19 Chapter 18 - Insiden Pengeboman
20 Chapter 19 - Allen dan Victor
21 Chapter 20 - Yuda Harvenhelt
22 Chapter 21 - Liburan Musim Panas I
23 Chapter 22 - Liburan Musim Panas II
24 Chapter 23 - Kalung Kupu-Kupu
25 Chapter 24 - Pulang
26 Chapter 25 - Sleepover
27 Chapter 26 - Perasaan
28 Chapter 27 - Eksplor
29 Chapter 28 - Penghuni Rumah Matahari
30 Chapter 29 - Berita Kematian
31 Chapter 30 - Topeng Yuda
32 Chapter 31 - Menulis Ingatan
33 Spesial Q&A
34 Chapter 32 - Kedatangan Yuriel I
35 Chapter 33 - Kedatangan Yuriel II
36 Chapter 34 - Ikatan & Kepercayaan
37 Chapter 35 - Orang Itu Adalah?
38 Chapter 36 - Hidden Target
39 Chapter 37 - Hajun
40 Chapter 38 - Yuriel di Sekolah I
41 Chapter 39 - Yuriel di Sekolah II
42 Chapter 40 - Yuriel di Sekolah III
43 Chapter 41 - Mimpi
44 Chapter 42 - Menyembunyikan Sesuatu
45 Chapter 43 - Keadaan
46 Chapter 44 - Altzion Ravenray
47 Chapter 45 - Ravenray
48 Chapter 46 - Wanita dalam Lukisan
49 Chapter 47 - Luka yang Dimilikinya
50 Chapter 48 - Masa Lalu Yuda
51 Chapter 49 - Persiapan
52 Chapter 50 - Pemeran Utama
53 Chapter 51 - Kegembiraan dan Keceriaan
54 Chapter 52 - Sebuah Janji
55 Chapter 53 - Kembali
56 Chapter 54 - Musim Semi Keenam
57 Chapter 55 - Tempat Persembunyian
58 Chapter 56 - Konfrontasi
59 Chapter 57 - Mimpi yang Terlihat Nyata
60 Chapter 58 - Ketua OSIS
61 Chapter 59 - Mirror of the World
62 Chapter 60 - Munculnya Tokoh Berbahaya
63 Chapter 61 - Liyuna Asli!
64 Chapter 62 - Perkumpulan
65 Chapter 63 - Hari Pertama
66 Chapter 64 - Seperti Biasa
67 Chapter 65 - Menjadi Anggota Resmi
68 Chapter 66 - Perasaan Yuriel
69 Chapter 67 - Emosi yang Tidak Stabil
70 Chapter 68 - Liburan Bersama Allen
71 Chapter 69 - Pembunuh Bayaran
72 Chapter 70 - Liyuna dalam Bahaya
73 Chapter 71 - Menyelamatkan Diri
74 Chapter 72 - Kembali ke Vila
75 Chapter 73 - Bala Bantuan Datang!
76 Chapter 74 - Recovery
77 Chapter 75 - Malam Natal Berdarah
78 Chapter 76 - Berita Duka
79 Chapter 77 - Penyelidikan
80 Chapter 78 - Almera Menemukan Kebenaran
81 Chapter 79 - Pemakaman
82 Chapter 80 - Ketakutan Melanda
83 Chapter 81 - Belum Waktunya
84 Chapter 82 - Musim Semi Kesepuluh
85 Chapter 83 - Kembalinya Lucas
86 Chapter 84 - Lama Tidak Bertemu
87 Chapter 85 - Reuni
88 Chapter 86 - Ilusi atau Ingatan?
89 Chapter 87 - Bertemu Dengannya
90 Chapter 88 - Mimpi Atau Premonisi?
91 Chapter 89 - Kesan Pertama (Allen's POV)
92 Chapter 90 - Pesta Anniversary
93 Chapter 91 - Terima Kasih Tehnya
94 Chapter 92 - Allen dan Zion
95 Chapter 93 - Pentas Seni
96 Chapter 94 - The Romancers
97 Chapter 95 - Backstage
98 Chapter 96 - Insiden Besar Terjadi
99 Chapter 97 - Cerberus
100 Chapter 98 - Kebenaran yang Disembunyikan
101 Chapter 99 - Wanita yang Selalu Menghantui
102 Chapter 100 - Alasan (Zion's POV)
103 Chapter 101 - Aku yang Berasal Dari Dunia Lain
104 Chapter 102 - Januari
105 103 - Lucas dan Hajun
106 Chapter 104 - Istirahat Sejenak
107 Chapter 105 - General Manager
108 Chapter 106 - Hasil Dari Sebuah Pilihan
109 Chapter 107 - Insiden Frozen December
110 Chapter 108 - Tekad yang Bulat
111 109 - Awal Mulai Dari Time Loop (Allen's POV)
112 Chapter 110 - Kedatangan Victor
113 Chapter 111 - Akhir Dari Ravenray
114 Chapter 112 - Pemindahan Kekuasaan
115 Chapter 113 - Awal Dari Sebuah Cerita (Yuriel's POV)
116 Chapter 114 - Allen dan Yuriel
117 Chapter 115 - Mulai Bergerak
118 Chapter 116 - Panti Asuhan Astraea
119 Chapter 117 - Noel dan Panti Astraea
120 Chapter 118 - Tidak Kondusif
121 Chapter 119 - Bertemu Lucas
122 Chapter 120 - Tamu Tak Diundang
123 Chapter 121 - Sesuatu Terjadi Pada Lucas
124 Chapter 122 - Kita Harus Membantu Lucas
125 Chapter 123 - Menyelinap Ke Obelian's Circle
126 Chapter 124 - Pergi ke Rusia
127 Chapter 125 - Menyusun Rencana
128 Chapter 126 - Persiapan
129 Chapter 127 - Keributan
130 Chapter 128 - Irina
131 Chapter 129 - Basement
132 Chapter 130 - Ketahuan?!
133 Chapter 131 - Kakak Lucas
134 Chapter 132 - Meninggalkan Obelian's Circle
135 Chapter 133 - Kembali Elisien
136 Chapter 134 - Daun Mulai Berguguran
137 Chapter 135 - Diintai
138 Chapter 136 - Kecelakaan
139 Chapter 137 - Red Diamond
140 Chapter 138 - Pencarian
141 Chapter 139 - Kalung Kupu-Kupu II
142 Chapter 140 - Tersadar
143 Chapter 141 - Dia adalah Pamanku?
144 Chapter 142 - Gudang Penyimpanan
145 Chapter 143 - Barang Lelang
146 Chapter 144 - Identitas Pemimpin Cerberus
147 Chapter 145 - Barang Terakhir
148 Chapter 146 - Harrioth Aerian Castris
149 Chapter 147 - Pasukan Penyelamat
150 Chapter 148 - Meninggalkan Red Diamond
151 Chapter 149 - Liyuna
152 Chapter 150 - Perubahan
153 Chapter 151 - Kebenaran
154 Chapter 152 - Keluarga Castris
155 Chapter 153 - Keluarga Castris (2)
156 Chapter 154 - Keluarga Castris (3)
157 Chapter 155 – Karl dan Harry
158 Chapter 156 - Karl dan Harry (2)
159 Chapter 157 – Karl dan Harry (3)
160 Chapter 158 – Retakan
161 Chapter 159 – Retakan (2)
162 Chapter 160 - Pamanmu, Harrioth
Episodes

Updated 162 Episodes

1
Prologue
2
Chapter 1 - Aku Mengambil Alih Tubuh Liyuna?!
3
Chapter 2 - Masih Hidup
4
Chapter 3- Si Menyebalkan Allen!
5
Chapter 4 - Kepindahan Allen Yang Tiba-Tiba
6
Chapter 5 - Munculnya Karakter Baru?!
7
Chapter 6 - Orang-Orang Bersetelan Hitam
8
Chapter 7 - Lucas Obelian si Ekstra
9
Chapter 8 - Mata Monster Beracun
10
Chapter 9 - Kesan Yang Membaik
11
Chapter 10 - Pesta I
12
Chapter 11 - Pesta II
13
Chapter 12 - Pesta III
14
Chapter 13 - Musim Semi Pertama
15
Chapter 14 - Havelian Park
16
Chapter 15 - Keputusan Lucas
17
Chapter 16 - Pulang ke Rusia
18
Chapter 17 - Obelian's Circle
19
Chapter 18 - Insiden Pengeboman
20
Chapter 19 - Allen dan Victor
21
Chapter 20 - Yuda Harvenhelt
22
Chapter 21 - Liburan Musim Panas I
23
Chapter 22 - Liburan Musim Panas II
24
Chapter 23 - Kalung Kupu-Kupu
25
Chapter 24 - Pulang
26
Chapter 25 - Sleepover
27
Chapter 26 - Perasaan
28
Chapter 27 - Eksplor
29
Chapter 28 - Penghuni Rumah Matahari
30
Chapter 29 - Berita Kematian
31
Chapter 30 - Topeng Yuda
32
Chapter 31 - Menulis Ingatan
33
Spesial Q&A
34
Chapter 32 - Kedatangan Yuriel I
35
Chapter 33 - Kedatangan Yuriel II
36
Chapter 34 - Ikatan & Kepercayaan
37
Chapter 35 - Orang Itu Adalah?
38
Chapter 36 - Hidden Target
39
Chapter 37 - Hajun
40
Chapter 38 - Yuriel di Sekolah I
41
Chapter 39 - Yuriel di Sekolah II
42
Chapter 40 - Yuriel di Sekolah III
43
Chapter 41 - Mimpi
44
Chapter 42 - Menyembunyikan Sesuatu
45
Chapter 43 - Keadaan
46
Chapter 44 - Altzion Ravenray
47
Chapter 45 - Ravenray
48
Chapter 46 - Wanita dalam Lukisan
49
Chapter 47 - Luka yang Dimilikinya
50
Chapter 48 - Masa Lalu Yuda
51
Chapter 49 - Persiapan
52
Chapter 50 - Pemeran Utama
53
Chapter 51 - Kegembiraan dan Keceriaan
54
Chapter 52 - Sebuah Janji
55
Chapter 53 - Kembali
56
Chapter 54 - Musim Semi Keenam
57
Chapter 55 - Tempat Persembunyian
58
Chapter 56 - Konfrontasi
59
Chapter 57 - Mimpi yang Terlihat Nyata
60
Chapter 58 - Ketua OSIS
61
Chapter 59 - Mirror of the World
62
Chapter 60 - Munculnya Tokoh Berbahaya
63
Chapter 61 - Liyuna Asli!
64
Chapter 62 - Perkumpulan
65
Chapter 63 - Hari Pertama
66
Chapter 64 - Seperti Biasa
67
Chapter 65 - Menjadi Anggota Resmi
68
Chapter 66 - Perasaan Yuriel
69
Chapter 67 - Emosi yang Tidak Stabil
70
Chapter 68 - Liburan Bersama Allen
71
Chapter 69 - Pembunuh Bayaran
72
Chapter 70 - Liyuna dalam Bahaya
73
Chapter 71 - Menyelamatkan Diri
74
Chapter 72 - Kembali ke Vila
75
Chapter 73 - Bala Bantuan Datang!
76
Chapter 74 - Recovery
77
Chapter 75 - Malam Natal Berdarah
78
Chapter 76 - Berita Duka
79
Chapter 77 - Penyelidikan
80
Chapter 78 - Almera Menemukan Kebenaran
81
Chapter 79 - Pemakaman
82
Chapter 80 - Ketakutan Melanda
83
Chapter 81 - Belum Waktunya
84
Chapter 82 - Musim Semi Kesepuluh
85
Chapter 83 - Kembalinya Lucas
86
Chapter 84 - Lama Tidak Bertemu
87
Chapter 85 - Reuni
88
Chapter 86 - Ilusi atau Ingatan?
89
Chapter 87 - Bertemu Dengannya
90
Chapter 88 - Mimpi Atau Premonisi?
91
Chapter 89 - Kesan Pertama (Allen's POV)
92
Chapter 90 - Pesta Anniversary
93
Chapter 91 - Terima Kasih Tehnya
94
Chapter 92 - Allen dan Zion
95
Chapter 93 - Pentas Seni
96
Chapter 94 - The Romancers
97
Chapter 95 - Backstage
98
Chapter 96 - Insiden Besar Terjadi
99
Chapter 97 - Cerberus
100
Chapter 98 - Kebenaran yang Disembunyikan
101
Chapter 99 - Wanita yang Selalu Menghantui
102
Chapter 100 - Alasan (Zion's POV)
103
Chapter 101 - Aku yang Berasal Dari Dunia Lain
104
Chapter 102 - Januari
105
103 - Lucas dan Hajun
106
Chapter 104 - Istirahat Sejenak
107
Chapter 105 - General Manager
108
Chapter 106 - Hasil Dari Sebuah Pilihan
109
Chapter 107 - Insiden Frozen December
110
Chapter 108 - Tekad yang Bulat
111
109 - Awal Mulai Dari Time Loop (Allen's POV)
112
Chapter 110 - Kedatangan Victor
113
Chapter 111 - Akhir Dari Ravenray
114
Chapter 112 - Pemindahan Kekuasaan
115
Chapter 113 - Awal Dari Sebuah Cerita (Yuriel's POV)
116
Chapter 114 - Allen dan Yuriel
117
Chapter 115 - Mulai Bergerak
118
Chapter 116 - Panti Asuhan Astraea
119
Chapter 117 - Noel dan Panti Astraea
120
Chapter 118 - Tidak Kondusif
121
Chapter 119 - Bertemu Lucas
122
Chapter 120 - Tamu Tak Diundang
123
Chapter 121 - Sesuatu Terjadi Pada Lucas
124
Chapter 122 - Kita Harus Membantu Lucas
125
Chapter 123 - Menyelinap Ke Obelian's Circle
126
Chapter 124 - Pergi ke Rusia
127
Chapter 125 - Menyusun Rencana
128
Chapter 126 - Persiapan
129
Chapter 127 - Keributan
130
Chapter 128 - Irina
131
Chapter 129 - Basement
132
Chapter 130 - Ketahuan?!
133
Chapter 131 - Kakak Lucas
134
Chapter 132 - Meninggalkan Obelian's Circle
135
Chapter 133 - Kembali Elisien
136
Chapter 134 - Daun Mulai Berguguran
137
Chapter 135 - Diintai
138
Chapter 136 - Kecelakaan
139
Chapter 137 - Red Diamond
140
Chapter 138 - Pencarian
141
Chapter 139 - Kalung Kupu-Kupu II
142
Chapter 140 - Tersadar
143
Chapter 141 - Dia adalah Pamanku?
144
Chapter 142 - Gudang Penyimpanan
145
Chapter 143 - Barang Lelang
146
Chapter 144 - Identitas Pemimpin Cerberus
147
Chapter 145 - Barang Terakhir
148
Chapter 146 - Harrioth Aerian Castris
149
Chapter 147 - Pasukan Penyelamat
150
Chapter 148 - Meninggalkan Red Diamond
151
Chapter 149 - Liyuna
152
Chapter 150 - Perubahan
153
Chapter 151 - Kebenaran
154
Chapter 152 - Keluarga Castris
155
Chapter 153 - Keluarga Castris (2)
156
Chapter 154 - Keluarga Castris (3)
157
Chapter 155 – Karl dan Harry
158
Chapter 156 - Karl dan Harry (2)
159
Chapter 157 – Karl dan Harry (3)
160
Chapter 158 – Retakan
161
Chapter 159 – Retakan (2)
162
Chapter 160 - Pamanmu, Harrioth

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!