Sesampainya di rumah, Liyuna langsung masuk kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang berkeringat.
"Nona, makan malam sudah siap."
"Baik, aku akan segera turun."
Liyuna memilih pakaian rumahan yang simpel. Meski dikatakan simpel, pakaian yang Liyuna pakai memiliki harga yang cukup mahal. Sebenarnya tidak ada pakaian murah di lemari Liyuna, semua barang branded dan juga baju dari desainer terkenal.
"Mama!" Liyuna memeluk Sara yang sudah duduk di meja makan.
Sara yang tiba-tiba dipeluk putri kesayangannya merasa terkejut, namun ia langsung membalas pelukan putrinya dan tersenyum lembut.
"Bagaimana harimu?"
"Semua baik-baik saja, ma."
Mendengar jawaban positif dari Liyuna, Sara mengelus kepalanya dengan penuh kasih sayang.
"Ayo cepat makan, kau pasti sudah lelah."
Liyuna dan Sara makan malam bersama. Seperti biasa, mereka hanya makan malam berdua karena Karl sangat sibuk di perusahaan dan jarang makan bersama. Namun mereka tidak merasa sedih atau kesepian karena Karl sangat menyayangi keluarganya. Ia selalu melakukan hal yang terbaik untuk kebahagiaan Liyuna dan Sara.
"Ma, hari minggu aku mau pergi ke Havelian Park." Ucap Liyuna sembari memasukkan daging panggang ke mulutnya.
"Havelian Park? Maksudmu taman hiburan yang baru saja dibuka itu?"
"Benar, ma. Yvette mengajakku ke sana dan aku juga merasa penasaran."
"Boleh saja, nanti minta Noel untuk mengantar karena lokasinya cukup jauh dari rumah kita."
"Tidak perlu, Ma. Aku dan Yvette akan naik kereta."
Mendengar penolakan putrinya, Sara merasa terkejut setengah khawatir karena Liyuna belum pernah pergi tanpa sopir pribadi.
"Yuna kan belum pernah naik kereta sendiri, nanti berbahaya. Minta antar Noel saja, ya?" Ucap Sara mencoba meyakinkan Liyuna, namun percuma saja Liyuna tetap tegas dengan pendiriannya.
"Kak Noel bisa mengantarku sampai stasiun, tapi setelahnya aku ingin naik kereta dengan Yvette."
"Tapi Yuna, nanti kalau ada apa-apa gimana? Mama merasa khawatir."
"Tidak usah khawatir, ma. Keamanan di negara kita kan cukup bagus. Aku yakin tidak akan terjadi apa-apa." Liyuna mencoba meyakinkan Sara. Walau tubuhnya adalah tubuh anak kecil sekarang, dia punya mental seperti orang dewasa. Jadi dia yakin kalau semua pasti akan baik-baik saja.
Sara membuang napas pasrah, dia tahu kalau dia tidak bisa meyakinkan Liyuna.
"Baiklah, tapi kalau ada apa-apa segera hubungi Noel, mengerti?"
"Siap, dimengerti!"
Setelah meminta izin dan mendengar jawaban positif dari Sara, Liyuna merasa sangat senang. Untuk pertama kalinya dalam dua kehidupannya, dia bisa pergi ke taman hiburan yang selama ini hanya menjadi mimpi saja.
Tak terasa waktu berlalu sangat cepat. Liyuna yang sudah menantikan hari ini, sudah sampai di stasiun terlebih dahulu sebelum Yvette maupun Lucas datang. Noel awalnya ingin menemani Liyuna hingga temannya datang, namun Liyuna menolak dan memilih menunggunya sendiri. Di dekat stasiun ada cafe jadi Liyuna memutuskan untuk membeli segelas matcha latte dingin dan sepotong kue red velvet.
Setelah menghabiskan snack-nya, Liyuna bergegas ke stasiun.
"Yuna!" Lucas yang baru saja datang langsung menyapa Liyuna ketika dia melihat Liyuna berdiri sendirian di depan stasiun.
"Kau sudah menunggu lama?"
"Tidak, aku juga baru saja sampai."
Liyuna sedikit berbohong pada Lucas karena dia tidak ingin Lucas dan Yvette tahu bahwa dia sudah datang sejak 1 jam yang lalu.
"Yvette belum datang, ya?" Gumam Lucas lirih sembari melihat ke kanan dan ke kiri.
Liyuna menatap Lucas dengan seksama. Ia terlihat begitu cocok memakai pakaian santai. Kemeja putih yang tidak dikancingkan dengan kaos hitam di dalamnya dan juga celana berwarna abu-abu. Benar-benar sangat cocok dengan Lucas.
Orang-orang yang lewat terdengar saling berbisik ketika melihat Lucas dan Liyuna yang sedang berdiri bersebelahan. Mereka berdua terlihat sangat cantik san menawan seperti boneka, benar-benar sangat cocok satu sama lain. Apa lagi, Liyuna memakai mini dress dan cardigan dengan warna senada dengan Lucas. Sekilas orang pasti akan berpikir mereka adalah pasangan.
"Senior, kau sangat menarik perhatian." Ucap Liyuna berusaha memecah keheningan.
"Kau juga sama saja." Sahut Lucas sambil terkekeh pelan.
Beberapa menit kemudian, Yvette datang menghampiri mereka.
"Apa? Kenapa kalian memakai baju senada? Kenapa tidak bilang padaku?" Protes Yvette sedikit kesal karena warna bajunya sangat berbeda.
"Ini kebetulan saja, kita tidak janjian." Ucap Liyuna berusaha menjelaskan.
"Benar, kau tidak perlu seheboh ini."
"Ah, menyebalkan. Yasudah, ayo kita beli tiket kereta."
Mereka bertiga membeli tiket kereta bersama. Di Elisien, kita dapat membeli tiket menggunakan kartu yang disebut Crello yang memang di khususkan untuk membeli tiket kereta. Kita hanya perlu memasukkan kartu ke dalam mesin dan memilih tiket yang diinginkan. Setelah berhasil membeli, tiket dan kartu akan diberikan dan dikembalikan secara otomatis.
Karena ini hari minggu, kereta cukup ramai dan hal ini mengharuskan Liyuna dan yang lainnya berdiri. Namun, mereka tidak terlalu mempermasalahkan hal itu.
Sesampainya di Havelian Park –mereka harus naik taksi 30 menit dari stasiun– Liyuna dan yang lainnya langsung pergi ke stand permen kapas.
"Yuna, ini mirip sekali denganmu." Ucap Lucas sambil menyodorkan permen kapas berwarna baby blue yang terlihat seperti mata Liyuna.
"Apa maksudmu?! Kalau begitu ini mirip denganmu." Kesal karena dimiripkan dengan permen, Liyuna juga menyodorkan permen kapas berwarna ungu dan putih ke arah Lucas.
Melihat hal ini, Yvette tertawa terbahak-bahak. Meski Lucas mengatakan permen kapas itu mirip Liyuna, tapi pada kenyataannya permen kapas yang dipegang Liyuna lebih mirip Lucas karena mata Liyuna berwarna biru safir, bukan baby blue.
Mendengar Yvette yang tertawa lepas, Liyuna juga ikut tertawa. Lucas yang melihat kedua temannya tertawa hanya bisa mengerucutkan bibirnya.
Pandangannya teralihkan pada wahana rumah hantu dan tanpa sadar menarik tangan Liyuna untuk pergi ke sana. Yvette yang sangat takut pada hantu berniat untuk menolak namun tidak jadi karena merasa malu.
Akhirnya mereka bertiga masuk ke dalam rumah hantu. Belum ada lima menit, Yvette sudah teriak ketakutan ketika mendengar suara gergaji mesin yang dinyalakan.
"Aaaaah! Yuna, senior, aku takut!!!"
Yvette memeluk Liyuna dengan erat. Liyuna yang memang tidak takut pada hantu membiarkan Yvette memeluknya. Lucas yang melihat Liyuna kesulitan berjalan karena Yvette yang memeluknya dengan erat, menggenggam tangan Liyuna dan berusaha membantunya berjalan.
"Yvette, kau membuat Yuna kesulitan berjalan."
"Pokoknya aku tidak mau melepaskan Yuna."
Mendengar hal ini, Liyuna terkekeh pelan.
"Iya, aku juga tidak akan melepaskan mu."
"Kau terlalu memanjakannya." Cibir Lucas yang melihat Liyuna selalu luluh dengan Yvette.
Setelah keluar dari rumah hantu, Yvette sudah tidak punya tenaga lagi. Akhirnya mereka memutuskan untuk istirahat sebentar dan membeli minuman di vending machine.
"Ini." Ucap Lucas sembari menyodorkan minuman kearah Yvette dan Liyuna.
Setelah minum, Yvette merasa sedikit lega dan tenaganya terasa sedikit pulih.
"Ayo kit lanjut." Lucas tersenyum cerah kearah Yvette dan membuatnya ketakutan.
Jika Lucas mengeluarkan senyumannya yang terlihat tidak berbahaya, pasti hal buruk akan terjadi. Hal ini lah yang membuat Yvette sedikit ketakutan dan benar saja, Lucas mengajak mereka menaiki wahana tornado khusus untuk anak-anak. Walau khusus anak-anak pun, ini sudah terlihat sangat menakutkan. Yvette mulai merasa menyesal telah menyarankan pergi ke Havelian Park. Dia tidak menyangka kalau Lucas sangat gila dalam memilih wahana dan yang lebih mengejutkannya lagi adalah Liyuna yang merasa senang naik wahana ekstrim, padahal dia memiliki tubuh yang lemah. Pada akhirnya Yvette memilih membiarkan mereka menaiki wahana ekstrim berdua saja dan menepi ke sebuah cafe milkshake untuk istirahat dan makan cemilan.
Liyuna merasa khawatir dengan Yvette karena dia tidak terlihat sedang bersenang-senang dan berniat untuk menemaninya namun, Yvette menolak dengan dalih dia hanya butuh waktu istirahat sebentar. Mendengar hal itu, Liyuna mengiyakan keputusan Yvette dan bermain bermacam-macam wahana dengan Lucas.
Tak terasa matahari sudah mulai terbenam, langit yang tadinya berwarna biru kini berubah menjadi jingga seperti kobaran api.
Untuk mengakhiri hari mereka di taman hiburan, Lucas mengajak Liyuna untuk naik bianglala. Ketika berada dititik tertinggi bianglala, Lucas terlihat menyipitkan matanya. Dia sedari tadi melihat kearah bawah terus menerus membuat Liyuna penasaran.
"Ada apa di bawah?" Tanya Liyuna penasaran. Dia juga ikut menengok ke bawah namun tidak melihat sesuatu yang istimewa, hanya melihat orang-orang berjalan memutari taman.
"Tidak ada." Jawab Lucas sembari tersenyum kearah Liyuna.
"Oh ya, Yuna. Ayo kita ambil foto bersama."
"Eh? Kenapa tidak nanti saja berama Yvette?"
"Nanti bisa ambil lagi kan?"
"Baiklah."
Lucas mengeluarkan ponselnya dan mereka melakukan selfie bersamanya. Saat itu, Liyuna tidak tahu kalau Lucas berusaha mengalihkan perhatiannya terhadap sesuatu yang sedari tadi mengganggunya. Ya, dimana pun Lucas berada, serangga-serangga milik ibunya selalu ada di dekatnya.
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 162 Episodes
Comments
louise
🌈 indahnya yuri
2021-12-17
1
Mega Ackerman
Like thor
2021-09-18
3
senja
kayak gini pasti enak ya, harmonis, yg di rumah tau kl kepala rumah tangga beneran kerja n sayang, jd gak ada rasa kesepian n marah, karna saling support
2021-08-21
4