Chapter 11 - Pesta II

"Selamat datang, aku tidak menyangka kau akan datang kemari."

Mendengar ucapan Allen, Liyuna tersenyum, "Kenapa tidak? Kita kan tidak ada masalah antara satu sama lain. Jadi bukan hal aneh jika aku datang."

Tentu saja apa yang Liyuna katakan adalah bullshit. Tidak ada masalah antara satu sama lain? Itu adalah kebohongan yang sangat kentara. Siapa yang tidak tahu bahwa kedua orang ini pernah terlibat insiden yang cukup menghebohkan beberapa bulan yang lalu.

"Aku tidak tahu bahwa Nona Castris adalah orang yang murah hati." Lagi-lagi Allen berusaha menyindir Liyuna. Namun tentu saja, jiwa yang berada dalam tubuh Liyuna adalah orang yang lebih dewasa dari Allen jadi dia tidak mudah terpancing oleh provokasi seorang anak berumur enam tahun.

"Itu tidak benar, Tuan Muda Allen kan tidak sengaja melukaiku. Jadi untuk apa memperpanjang masalah."

Mendengar hal itu Allen terlihat sedikit terkejut. Dia tidak pernah tahu kalau Liyuna menganggap semua hanya kecelakaan saja, apalagi sebelumnya dia meminta maaf dengan sangat tidak tulus karena paksaan kakaknya.

"Kalian ini sedang apa? Kenapa memanggil satu sama lain dengan formal? Bukankah biasanya juga memanggil hanya dengan nama?"

Mendengar kedua teman sekolahnya yang saling memanggil dengan formal, Yvette tidak bisa diam saja dan akhirnya membuka suara.

Ternyata mendengar temannya memanggil satu sama lain dengan formal terdengar sangat aneh, pantas saja Liyuna memintanya untuk tidak memanggilnya Nona lagi.

"Sejak kapan kalian berdua dekat?" Tanya Liyuna mengalihkan topik pembicaraan. Dari tadi dia sudah sangat penasaran kenapa Allen dan Yvette bisa menjadi sangat dekat, padahal sebelumnya mereka tidak terlalu dekat dan hanya saling mengetahui nama saja.

"Tadi aku menunggu Yuna sendiri disini, terus Allen datang, mungkin dia ingin kabur dari orang-orang. Allen kan memang suka memberontak." Bisik Yvette ke telinga Liyuna.

Memang benar apa kata Yvette, Allen adalah anak yang suka memberontak dan bertindak sesuai dengan emosi dan perasaannya. Jadi tidak aneh jika dia kabur dari orang-orang yang berusaha mendekatinya. Di pesta seperti ini, bukan hal aneh jika orang-orang akan berusaha mencari koneksi dengan keluarga peringkat atas. Namun bagi Allen yang tidak suka hal seperti itu, lebih memilih untuk menghindari orang-orang yang mendekatinya dan memanfaatkan Yvette sebagai alasan.

"Temanku datang kesini, aku mau menyapanya."

Begitulah Allen meminta izin untuk undur diri kepada orang tuanya dan tentu saja itu hanyalah sebuah alasan.

Beberapa menit kemudian, Almer dan Eldo memulai pesta secara resmi dengan memberi sambutan dan ucapan terima kasih pada seluruh hadirin yang ada di ballroom. Setelah pesta dimulai, kelompok orkestra mulai memainkan musik dengan sangat indah dan tentu saja enak di dengar. Dengan adanya background musik, orang-orang mulai mencari dan membentuk koneksi satu dengan yang lainnya.

"Ngomong-ngomong kenapa kau pindah sekolah secara mendadak?" Tanya Yvette, ditangannya kini ad segelas jus jeruk yang baru saja ia ambil dari pelayan yang keliling membawa nampan berisi jus.

"Kedua orang tuaku ada bisnis penting di luar negeri dan aku disuruh ikut dengan mereka." Jawab Allen dengan muka datar seolah hal itu bukanlah hal yang penting.

"Gara-gara kau, Yuna menjadi sasaran rumor tak berdasar lagi, tahu!"

Liyuna yang mendengar Yvette mengatakan hal itu merasa tersentuh, dia merasa senang Yvette begitu memperhatikannya.

Allen masih memasang muka datar sembari meminum jus jeruk yang ada ditangannya.

"Kalau begitu aku minta maaf." Ucapnya.

"Tidak perlu meminta maaf. Rumor seperti itu bukan apa-apa bagiku." Ucap Liyuna berbohong.

Untuknya, rumor yang beredar beberapa waktu lalu disekolah membuatnya sedikit frustasi. Dia paham kalau image Liyuna memang tidak bagus di sekolah, tapi gara-gara rumor tentang kepindahan Allen, image nya semakin memburuk. Untung saja ada Lucas yang membuat image nya sedikit membaik dikalangan murid-murid.

"Tentu saja, bagi Nona Castris hal seperti itu pasti hanya seperti gonggongan anjing."

Liyuna tetap diam walau mendengar ucapan Allen yang menyindir. Dia tahu Allen sengaja mengatakan hal seperti itu padanya, entah karena alasan apa. Yang pasti sedari tadi dia terus mencoba untuk memprovokasinya. Dia jadi heran, bagaimana bisa di dalam game Liyuna menyukai orang seperti Allen.

Seingatnya, hanya Allen satu-satunya target yang Liyuna cintai pada pandangan pertama. Karena di rute Zion, Liyuna tidak langsung jatuh cinta padanya dan membutuhkan waktu yang cukup lama.

Liyuna mencoba melihat sekelilingnya, dia baru sadar kalau banyak orang yang melihat kearahnya. Mereka berbisik-bisik ketika melihat Liyuna dan Allen bersama, hal ini menimbulkan rumor tentang pernikahan antar keluarga yang Liyuna sangat benci. Dia tidak ingin bertunangan dengan Allen atau pun berniat memiliki hubungan percintaan dengan Allen karena Allen hanya milik Yuriel si heroine. Lagi pula, jika dia terlalu terlibat dengan target, bisa-bisa dia mati. Itu adalah hal yang ingin Liyuna hindari, mati karena plot dalam game.

"Yvette, aku mau ke ruang istirahat." Ucap Liyuna.

Sebelum pesta, Karl dan Sara memberitahu Liyuna jika dia lelah tapi masih ingin disini dia bisa pergi ke ruang istirahat yang sudah disiapkan di lantai dua. Liyuna yang tidak ingin mengganggu Sara dan Karl sudah pasti lebih memilih pergi ke lantai dua untuk kabur dari pada langsung pulang, dia tidak ingin terlalu merepotkan kedua orang tuanya.

"Aku ikut!" Ucap Yvette.

Liyuna mengiyakan permintaan Yvette untuk ikut karena tujuan awalnya kan memang untuk melindungi Yvette jika sesuatu terjadi.

"Aku akan mengantarkan kalian." Ucap Allen.

"Tidak usah." Liyuna menolak karena alasan utama dia ingin istirahat di lantai dua adalah untuk menghindari tatapan orang-orang dan juga Allen.

Allen yang mendengar penolakan dari Liyuna menatapnya dengan tajam. Matanya memincing karena merasa tidak senang.

"Aku tidak mau ditempat seperti ini sendirian." Ucapnya jujur.

Melihat Allen yang memasang muka tidak nyaman membuat Liyuna sedikit iba. Dia tahu kenapa Allen bersikap seperti ini. Allen tidak ingin berhubungan dengan orang-orang yang menginginkan koneksi dengan Ravenray, terlebih lagi bertemu dengan kakaknya yang saat ini sedang menyapa tamu satu persatu.

Meski sedari tadi Liyuna belum bertemu dengan Zion, dia tahu bahwa Zion juga sedang ada disini. Tentu saja, dia kan Tuan Muda Ravenray sekaligus pewaris utama, jadi mustahil dia tidak hadir. Namun, karena banyaknya tamu dan Liyuna sedari tadi hanya fokus pada Yvette dan Allen dia tidak bertemu maupun melihat Zion.

"Baiklah, ayo kita ke ruang istirahat bersama." Ucap Liyuna yang pad akhirnya memutuskan untuk memperbolehkan Allen ikut bersamanya.

Mereka bertiga berjalan bersama menuju lantai dua. Di tangga menuju lantai dua, ada seorang staff yang memberi mereka kartu yang nantinya harus mereka gesek agar pintu terbuka.

Ruang 202, letaknya cukup jauh di pojok apalagi dengan banyaknya lorong, Liyuna yakin dia akan tersesat jika tidak menghafal jalan dengan benar. Liyuna yang dari dulu sedikit buta arah merasa cemas.

Setelah memasuki ruang istirahat, mereka duduk di sofa besar yang ada dalam ruangan. Allen yang merasa sedikit lega karena jauh dari pandangan orang-orang, menjatuhkan tubuhnya ke sofa dan menutup kedua matanya.

"Hei, apa kau berniat tidur disini?" Tanya Yvette yang sedikit terkejut melihat Allen yang langsung rebahan di sofa.

"Iya, aku mau tidur sebentar." Balasnya singkat.

"Setidaknya lepas jas yang kamu pakai terlebih dahulu. Tidak nyaman tidur memakai jas." Saran Liyuna yang saat ini duduk di sofa yang masih kosong.

Tidak ada pilihan lain bagi Liyuna selain bersama dengan Allen. Mungkin dengan interaksi mereka saat ini, masa depan bisa sedikit berubah dan jika mereka bisa berteman seperti orang pada umumnya, mungkin Liyuna juga tidak akan mendapatkan bad ending.

'Yang terpenting adalah aku tidak boleh memiliki perasaan padanya dan harus mencomblangkannya dengan Yuriel.'

Allen tidak mendengarkan saran dari Liyuna karena dia sudah mulai terlelap di dunia mimpi.

"Cepat sekali dia tertidur." Komentar Yvette ketika melihat Allen yang sudah tertidur dengan sangat pulas.

"Biarkan saja, mungkin dia kelelahan."

"Aku mengerti."

Di dalam ruang istirahat, Liyuna dan Yvette hanya mengobrol biasa dan sesekali meminum air mineral yang disediakan di meja. Sampai akhirnya Liyuna merasa perlu menggunakan kamar mandi.

Liyuna pergi ke kamar mandi sendirian, awalnya dia ingin membangunkan Allen dan bertanya dimana letak kamar mandi, tapi dia mengurungkan niat ketika melihat Allen yang sudah tertidur pulas. Dia tidak enak membangunkan anak kecil yang kelelahan. Karena itulah dia memutuskan untuk mencarinya sendiri. Tapi sebelum itu, dia berusaha mengingat jalan menuju ruang 202. Karena bentuk pintu semua ruangan sama, Liyuna takut tersesat. Menang sih, di depan pintu ada tulisan nomor ruangan, tapi tetap saja dengan kompleksnya lorong yang ada, tidak menutup kemungkinan Liyuna bisa tersesat.

Liyuna mulai berjalan keluar, melewati lorong yang terlihat sama dan tidak ada bedanya dengan lorong lainnya. Namun, sudah tujuh menit Liyuna berputar-putar ke sana kemari masih saja tidak menemukan tanda toilet, sampai akhirnya dia melihat seorang anak laki-laki berdiri di depan salah satu pintu. Dia menatap layar ponselnya dengan cukup serius.

Liyuna memutuskan untuk bertanya padanya, siapa tahu dia bisa menunjukkan jalan yang benar padanya.

"Permisi, apa kakak tahu dimana letak toilet?" Tanya Liyuna.

Meski anak laki-laki itu terlihat masih muda, tetap saja dia lebih tua dari Liyuna makanya dia mencoba untuk bersikap sopan terhadap orang asing di depannya.

Rambut ash-brown anak itu terlihat berkilauan karena cahaya lampu, setelan berwarna abu-abu yang dia pakai juga terlihat sangat pas ditubuhnya.

Mendengar suara Liyuna, anak itu mengangkat kepalanya dan mengalihkan pandangannya pada Liyuna.

"Dari sini lurus saja, terus belok ke kiri dua kali, setelah itu belok ke kanan. Kau akan melihat tanda toilet setelahnya." Ucap anak itu mencoba menjelaskan arahnya pada Liyuna.

Liyuna yang mendengar penjelasan darinya langsung berterima kasih dan berjalan menuju toilet. Ketika melihat anak itu, Liyuna merasa tidak asing. Dia seperti pernah melihatnya di suatu tempat.

Rambut berwarna ash-brown dengan mata amber yang memikat. Itu adalah perpaduan warna yang tidak mudah ditemukan dimana pun. Namun seberapa keras pun Liyuna memikirkannya, tetap saja tidak ada ingatan yang terlintas dalam otaknya.

'Dia jelas terlihat sangat familiar.'

Setelah keluar dari toilet, Liyuna bertemu dengan anak lakk-laki itu lagi. Dia masih berdiri ditempat yang sama namun kali ini dia bersama dengan pemuda lain yang memiliki rambut berwarna hitam yang sedikit ada kesan navy. Pemuda itu memakai jas dan vest berwarna navy dengan kemeja putih didalamnya.

Setelah Liyuna memperhatikan anak berambut ash-brown dengan seksama, kedua matanya membulat dengan sempurna. Ini adalah realita yang tidak ingin Liyuna anggap sebagai mimpi.

Dia adalah salah seorang target, Yuda Harvenhelt.

TBC

Terpopuler

Comments

🎤K_Fris🎧

🎤K_Fris🎧

lanjut

2022-01-27

1

Yukity

Yukity

like👍🏼😍

2022-01-23

0

louise

louise

gas sindir balik sampek kena mindbreak

2021-12-17

3

lihat semua
Episodes
1 Prologue
2 Chapter 1 - Aku Mengambil Alih Tubuh Liyuna?!
3 Chapter 2 - Masih Hidup
4 Chapter 3- Si Menyebalkan Allen!
5 Chapter 4 - Kepindahan Allen Yang Tiba-Tiba
6 Chapter 5 - Munculnya Karakter Baru?!
7 Chapter 6 - Orang-Orang Bersetelan Hitam
8 Chapter 7 - Lucas Obelian si Ekstra
9 Chapter 8 - Mata Monster Beracun
10 Chapter 9 - Kesan Yang Membaik
11 Chapter 10 - Pesta I
12 Chapter 11 - Pesta II
13 Chapter 12 - Pesta III
14 Chapter 13 - Musim Semi Pertama
15 Chapter 14 - Havelian Park
16 Chapter 15 - Keputusan Lucas
17 Chapter 16 - Pulang ke Rusia
18 Chapter 17 - Obelian's Circle
19 Chapter 18 - Insiden Pengeboman
20 Chapter 19 - Allen dan Victor
21 Chapter 20 - Yuda Harvenhelt
22 Chapter 21 - Liburan Musim Panas I
23 Chapter 22 - Liburan Musim Panas II
24 Chapter 23 - Kalung Kupu-Kupu
25 Chapter 24 - Pulang
26 Chapter 25 - Sleepover
27 Chapter 26 - Perasaan
28 Chapter 27 - Eksplor
29 Chapter 28 - Penghuni Rumah Matahari
30 Chapter 29 - Berita Kematian
31 Chapter 30 - Topeng Yuda
32 Chapter 31 - Menulis Ingatan
33 Spesial Q&A
34 Chapter 32 - Kedatangan Yuriel I
35 Chapter 33 - Kedatangan Yuriel II
36 Chapter 34 - Ikatan & Kepercayaan
37 Chapter 35 - Orang Itu Adalah?
38 Chapter 36 - Hidden Target
39 Chapter 37 - Hajun
40 Chapter 38 - Yuriel di Sekolah I
41 Chapter 39 - Yuriel di Sekolah II
42 Chapter 40 - Yuriel di Sekolah III
43 Chapter 41 - Mimpi
44 Chapter 42 - Menyembunyikan Sesuatu
45 Chapter 43 - Keadaan
46 Chapter 44 - Altzion Ravenray
47 Chapter 45 - Ravenray
48 Chapter 46 - Wanita dalam Lukisan
49 Chapter 47 - Luka yang Dimilikinya
50 Chapter 48 - Masa Lalu Yuda
51 Chapter 49 - Persiapan
52 Chapter 50 - Pemeran Utama
53 Chapter 51 - Kegembiraan dan Keceriaan
54 Chapter 52 - Sebuah Janji
55 Chapter 53 - Kembali
56 Chapter 54 - Musim Semi Keenam
57 Chapter 55 - Tempat Persembunyian
58 Chapter 56 - Konfrontasi
59 Chapter 57 - Mimpi yang Terlihat Nyata
60 Chapter 58 - Ketua OSIS
61 Chapter 59 - Mirror of the World
62 Chapter 60 - Munculnya Tokoh Berbahaya
63 Chapter 61 - Liyuna Asli!
64 Chapter 62 - Perkumpulan
65 Chapter 63 - Hari Pertama
66 Chapter 64 - Seperti Biasa
67 Chapter 65 - Menjadi Anggota Resmi
68 Chapter 66 - Perasaan Yuriel
69 Chapter 67 - Emosi yang Tidak Stabil
70 Chapter 68 - Liburan Bersama Allen
71 Chapter 69 - Pembunuh Bayaran
72 Chapter 70 - Liyuna dalam Bahaya
73 Chapter 71 - Menyelamatkan Diri
74 Chapter 72 - Kembali ke Vila
75 Chapter 73 - Bala Bantuan Datang!
76 Chapter 74 - Recovery
77 Chapter 75 - Malam Natal Berdarah
78 Chapter 76 - Berita Duka
79 Chapter 77 - Penyelidikan
80 Chapter 78 - Almera Menemukan Kebenaran
81 Chapter 79 - Pemakaman
82 Chapter 80 - Ketakutan Melanda
83 Chapter 81 - Belum Waktunya
84 Chapter 82 - Musim Semi Kesepuluh
85 Chapter 83 - Kembalinya Lucas
86 Chapter 84 - Lama Tidak Bertemu
87 Chapter 85 - Reuni
88 Chapter 86 - Ilusi atau Ingatan?
89 Chapter 87 - Bertemu Dengannya
90 Chapter 88 - Mimpi Atau Premonisi?
91 Chapter 89 - Kesan Pertama (Allen's POV)
92 Chapter 90 - Pesta Anniversary
93 Chapter 91 - Terima Kasih Tehnya
94 Chapter 92 - Allen dan Zion
95 Chapter 93 - Pentas Seni
96 Chapter 94 - The Romancers
97 Chapter 95 - Backstage
98 Chapter 96 - Insiden Besar Terjadi
99 Chapter 97 - Cerberus
100 Chapter 98 - Kebenaran yang Disembunyikan
101 Chapter 99 - Wanita yang Selalu Menghantui
102 Chapter 100 - Alasan (Zion's POV)
103 Chapter 101 - Aku yang Berasal Dari Dunia Lain
104 Chapter 102 - Januari
105 103 - Lucas dan Hajun
106 Chapter 104 - Istirahat Sejenak
107 Chapter 105 - General Manager
108 Chapter 106 - Hasil Dari Sebuah Pilihan
109 Chapter 107 - Insiden Frozen December
110 Chapter 108 - Tekad yang Bulat
111 109 - Awal Mulai Dari Time Loop (Allen's POV)
112 Chapter 110 - Kedatangan Victor
113 Chapter 111 - Akhir Dari Ravenray
114 Chapter 112 - Pemindahan Kekuasaan
115 Chapter 113 - Awal Dari Sebuah Cerita (Yuriel's POV)
116 Chapter 114 - Allen dan Yuriel
117 Chapter 115 - Mulai Bergerak
118 Chapter 116 - Panti Asuhan Astraea
119 Chapter 117 - Noel dan Panti Astraea
120 Chapter 118 - Tidak Kondusif
121 Chapter 119 - Bertemu Lucas
122 Chapter 120 - Tamu Tak Diundang
123 Chapter 121 - Sesuatu Terjadi Pada Lucas
124 Chapter 122 - Kita Harus Membantu Lucas
125 Chapter 123 - Menyelinap Ke Obelian's Circle
126 Chapter 124 - Pergi ke Rusia
127 Chapter 125 - Menyusun Rencana
128 Chapter 126 - Persiapan
129 Chapter 127 - Keributan
130 Chapter 128 - Irina
131 Chapter 129 - Basement
132 Chapter 130 - Ketahuan?!
133 Chapter 131 - Kakak Lucas
134 Chapter 132 - Meninggalkan Obelian's Circle
135 Chapter 133 - Kembali Elisien
136 Chapter 134 - Daun Mulai Berguguran
137 Chapter 135 - Diintai
138 Chapter 136 - Kecelakaan
139 Chapter 137 - Red Diamond
140 Chapter 138 - Pencarian
141 Chapter 139 - Kalung Kupu-Kupu II
142 Chapter 140 - Tersadar
143 Chapter 141 - Dia adalah Pamanku?
144 Chapter 142 - Gudang Penyimpanan
145 Chapter 143 - Barang Lelang
146 Chapter 144 - Identitas Pemimpin Cerberus
147 Chapter 145 - Barang Terakhir
148 Chapter 146 - Harrioth Aerian Castris
149 Chapter 147 - Pasukan Penyelamat
150 Chapter 148 - Meninggalkan Red Diamond
151 Chapter 149 - Liyuna
152 Chapter 150 - Perubahan
153 Chapter 151 - Kebenaran
154 Chapter 152 - Keluarga Castris
155 Chapter 153 - Keluarga Castris (2)
156 Chapter 154 - Keluarga Castris (3)
157 Chapter 155 – Karl dan Harry
158 Chapter 156 - Karl dan Harry (2)
159 Chapter 157 – Karl dan Harry (3)
160 Chapter 158 – Retakan
161 Chapter 159 – Retakan (2)
162 Chapter 160 - Pamanmu, Harrioth
Episodes

Updated 162 Episodes

1
Prologue
2
Chapter 1 - Aku Mengambil Alih Tubuh Liyuna?!
3
Chapter 2 - Masih Hidup
4
Chapter 3- Si Menyebalkan Allen!
5
Chapter 4 - Kepindahan Allen Yang Tiba-Tiba
6
Chapter 5 - Munculnya Karakter Baru?!
7
Chapter 6 - Orang-Orang Bersetelan Hitam
8
Chapter 7 - Lucas Obelian si Ekstra
9
Chapter 8 - Mata Monster Beracun
10
Chapter 9 - Kesan Yang Membaik
11
Chapter 10 - Pesta I
12
Chapter 11 - Pesta II
13
Chapter 12 - Pesta III
14
Chapter 13 - Musim Semi Pertama
15
Chapter 14 - Havelian Park
16
Chapter 15 - Keputusan Lucas
17
Chapter 16 - Pulang ke Rusia
18
Chapter 17 - Obelian's Circle
19
Chapter 18 - Insiden Pengeboman
20
Chapter 19 - Allen dan Victor
21
Chapter 20 - Yuda Harvenhelt
22
Chapter 21 - Liburan Musim Panas I
23
Chapter 22 - Liburan Musim Panas II
24
Chapter 23 - Kalung Kupu-Kupu
25
Chapter 24 - Pulang
26
Chapter 25 - Sleepover
27
Chapter 26 - Perasaan
28
Chapter 27 - Eksplor
29
Chapter 28 - Penghuni Rumah Matahari
30
Chapter 29 - Berita Kematian
31
Chapter 30 - Topeng Yuda
32
Chapter 31 - Menulis Ingatan
33
Spesial Q&A
34
Chapter 32 - Kedatangan Yuriel I
35
Chapter 33 - Kedatangan Yuriel II
36
Chapter 34 - Ikatan & Kepercayaan
37
Chapter 35 - Orang Itu Adalah?
38
Chapter 36 - Hidden Target
39
Chapter 37 - Hajun
40
Chapter 38 - Yuriel di Sekolah I
41
Chapter 39 - Yuriel di Sekolah II
42
Chapter 40 - Yuriel di Sekolah III
43
Chapter 41 - Mimpi
44
Chapter 42 - Menyembunyikan Sesuatu
45
Chapter 43 - Keadaan
46
Chapter 44 - Altzion Ravenray
47
Chapter 45 - Ravenray
48
Chapter 46 - Wanita dalam Lukisan
49
Chapter 47 - Luka yang Dimilikinya
50
Chapter 48 - Masa Lalu Yuda
51
Chapter 49 - Persiapan
52
Chapter 50 - Pemeran Utama
53
Chapter 51 - Kegembiraan dan Keceriaan
54
Chapter 52 - Sebuah Janji
55
Chapter 53 - Kembali
56
Chapter 54 - Musim Semi Keenam
57
Chapter 55 - Tempat Persembunyian
58
Chapter 56 - Konfrontasi
59
Chapter 57 - Mimpi yang Terlihat Nyata
60
Chapter 58 - Ketua OSIS
61
Chapter 59 - Mirror of the World
62
Chapter 60 - Munculnya Tokoh Berbahaya
63
Chapter 61 - Liyuna Asli!
64
Chapter 62 - Perkumpulan
65
Chapter 63 - Hari Pertama
66
Chapter 64 - Seperti Biasa
67
Chapter 65 - Menjadi Anggota Resmi
68
Chapter 66 - Perasaan Yuriel
69
Chapter 67 - Emosi yang Tidak Stabil
70
Chapter 68 - Liburan Bersama Allen
71
Chapter 69 - Pembunuh Bayaran
72
Chapter 70 - Liyuna dalam Bahaya
73
Chapter 71 - Menyelamatkan Diri
74
Chapter 72 - Kembali ke Vila
75
Chapter 73 - Bala Bantuan Datang!
76
Chapter 74 - Recovery
77
Chapter 75 - Malam Natal Berdarah
78
Chapter 76 - Berita Duka
79
Chapter 77 - Penyelidikan
80
Chapter 78 - Almera Menemukan Kebenaran
81
Chapter 79 - Pemakaman
82
Chapter 80 - Ketakutan Melanda
83
Chapter 81 - Belum Waktunya
84
Chapter 82 - Musim Semi Kesepuluh
85
Chapter 83 - Kembalinya Lucas
86
Chapter 84 - Lama Tidak Bertemu
87
Chapter 85 - Reuni
88
Chapter 86 - Ilusi atau Ingatan?
89
Chapter 87 - Bertemu Dengannya
90
Chapter 88 - Mimpi Atau Premonisi?
91
Chapter 89 - Kesan Pertama (Allen's POV)
92
Chapter 90 - Pesta Anniversary
93
Chapter 91 - Terima Kasih Tehnya
94
Chapter 92 - Allen dan Zion
95
Chapter 93 - Pentas Seni
96
Chapter 94 - The Romancers
97
Chapter 95 - Backstage
98
Chapter 96 - Insiden Besar Terjadi
99
Chapter 97 - Cerberus
100
Chapter 98 - Kebenaran yang Disembunyikan
101
Chapter 99 - Wanita yang Selalu Menghantui
102
Chapter 100 - Alasan (Zion's POV)
103
Chapter 101 - Aku yang Berasal Dari Dunia Lain
104
Chapter 102 - Januari
105
103 - Lucas dan Hajun
106
Chapter 104 - Istirahat Sejenak
107
Chapter 105 - General Manager
108
Chapter 106 - Hasil Dari Sebuah Pilihan
109
Chapter 107 - Insiden Frozen December
110
Chapter 108 - Tekad yang Bulat
111
109 - Awal Mulai Dari Time Loop (Allen's POV)
112
Chapter 110 - Kedatangan Victor
113
Chapter 111 - Akhir Dari Ravenray
114
Chapter 112 - Pemindahan Kekuasaan
115
Chapter 113 - Awal Dari Sebuah Cerita (Yuriel's POV)
116
Chapter 114 - Allen dan Yuriel
117
Chapter 115 - Mulai Bergerak
118
Chapter 116 - Panti Asuhan Astraea
119
Chapter 117 - Noel dan Panti Astraea
120
Chapter 118 - Tidak Kondusif
121
Chapter 119 - Bertemu Lucas
122
Chapter 120 - Tamu Tak Diundang
123
Chapter 121 - Sesuatu Terjadi Pada Lucas
124
Chapter 122 - Kita Harus Membantu Lucas
125
Chapter 123 - Menyelinap Ke Obelian's Circle
126
Chapter 124 - Pergi ke Rusia
127
Chapter 125 - Menyusun Rencana
128
Chapter 126 - Persiapan
129
Chapter 127 - Keributan
130
Chapter 128 - Irina
131
Chapter 129 - Basement
132
Chapter 130 - Ketahuan?!
133
Chapter 131 - Kakak Lucas
134
Chapter 132 - Meninggalkan Obelian's Circle
135
Chapter 133 - Kembali Elisien
136
Chapter 134 - Daun Mulai Berguguran
137
Chapter 135 - Diintai
138
Chapter 136 - Kecelakaan
139
Chapter 137 - Red Diamond
140
Chapter 138 - Pencarian
141
Chapter 139 - Kalung Kupu-Kupu II
142
Chapter 140 - Tersadar
143
Chapter 141 - Dia adalah Pamanku?
144
Chapter 142 - Gudang Penyimpanan
145
Chapter 143 - Barang Lelang
146
Chapter 144 - Identitas Pemimpin Cerberus
147
Chapter 145 - Barang Terakhir
148
Chapter 146 - Harrioth Aerian Castris
149
Chapter 147 - Pasukan Penyelamat
150
Chapter 148 - Meninggalkan Red Diamond
151
Chapter 149 - Liyuna
152
Chapter 150 - Perubahan
153
Chapter 151 - Kebenaran
154
Chapter 152 - Keluarga Castris
155
Chapter 153 - Keluarga Castris (2)
156
Chapter 154 - Keluarga Castris (3)
157
Chapter 155 – Karl dan Harry
158
Chapter 156 - Karl dan Harry (2)
159
Chapter 157 – Karl dan Harry (3)
160
Chapter 158 – Retakan
161
Chapter 159 – Retakan (2)
162
Chapter 160 - Pamanmu, Harrioth

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!