Chapter 15 - Keputusan Lucas

Setelah turun dari bianglala, Yvette berjalan mendekati Lucas dan Liyuna. Wajahnya sudah tidak terlihat sepucat tadi, namun masih menampakkan keletihan.

"Yvette, apa kamu sudah tidak apa-apa?" Tanya Liyuna khawatir.

"Iya, tapi rasanya masih sangat lelah."

"Ayo duduk dulu." Liyuna menggandeng tangan Yvette dan mengajaknya duduk di kursi yang ada di bawah pohon.

Saat kedua gadis itu tidak memerhatikan, Lucas diam-diam pergi meninggalkan mereka berdua.

"Apa aku harus menelpon kak Noel? Sepertinya kau sudah tidak ada tenaga untuk naik kereta."

"Maaf merepotkanmu, Yuna."

"Tidak masalah."

Setelah mendengar jawaban positif Yvette, Liyuna langsung menelpon Noel. Setelah terdengar bunyi tersambung Liyuna langsung mengutarakan apa yang ingin dia katakan.

"Kak Noel, bisa jemput Yuna di Havelian Park tidak?"

"Tentu nona, saya akan ke sana sekarang."

"Kalau bisa agak cepat ya, soalnya Yvette sedang tidak enak badan."

"Baik."

Meski Liyuna bilang untuk datang lebih cepat, dia sadar bahwa itu tidak mungkin karena jarak Havelian Park dan rumahnya cukup jauh. Mungkin jika naik mobil bisa mencapai 2 jam jika tidak macet. Namun meski begitu, ia ingin segera mengantar Yvette ke rumah karena dia kelihatan sangat letih sekali. Liyuna juga merasa tidak enak karena sedari tadi dia bersenang-senang dengan Lucas sedangkan Yvette sendirian. Lagipula, kenapa juga Yvette tidak bilang kalau dia tidak bisa naik wahana ekstrim. Seharusnya dia tidak perlu naik jika tidak bisa.

Ngomong-ngomong soal Lucas, Liyuna baru sadar kalau Lucas menghilang.

"Loh, Lucas kemana?" Ucap Liyuna terheran-heran, dia melihat ke kanan dan ke kiri namun tidak dapat menemukan Lucas.

"Bukannya tadi dia berjalan dibelakang kita, ya?"

Yvette yang juga baru saja menyadari Lucas yang menghilang juga ikut bertanya-tanya. Senior satu itu memang hobi sekali menghilang tiba-tiba.

"Apa mungkin dia ke toilet?"

"Mungkin saja."

***

Lucas terlihat berdiri di depan sebuah tempat yabg cukup gelap. Jika tidak dilihat dengan seksama, kita tidak akan tahu bahwa ada orang berpakaian serba hitam bersembunyi di sana.

"Keluarlah kalian." Ucap Lucas dengan suara yang begitu tegas. Kedua matanya menatap orang-orang berpakaian serba hitam dengan sangat dingin. Auranya yang sejak tadi seperti matahari kini berubah menjadi menakutkan dan mencekam. Jika tatapan bisa membunuh, orang-orang itu bisa dipastikan sudah mati.

Salah satu dari orang-orang berpakaian serba hitam itu berjalan keluar dari kegelapan, wajahnya tersinari cahaya jingga matahari sore dan wajahnya terlihat tidak menampakkan emosi apapun. Dihadapannya saat ini adalah putra dari Nyonya yang mereka layani dan meski dia masih berumur 9 tahun, auranya sudah terasa sangat menakutkan. Namun, dia harus bersikap profesional dan berusaha untuk tidak terintimidasi oleh Tuan Muda nya.

"Aku sudah sering bilang jangan mengikuti ku lagi." Ucap Lucas mencoba untuk memperingkatkan mereka.

"Maaf Tuan Muda, tapi kami tidak bisa melakukan itu. Nyonya secara langsung memberi kami perintah untuk selalu berada di dekat Tuan Muda."

"Kalian pikir aku ini siapa? Aku tidak perlu penjaga."

"Kehadiran kami tidak dimaksudkan untuk menjaga, namun untuk mengawasi."

Mendengar hal ini, aura Lucas semakin terasa menekan. Mata ungunya yang semakin mendingin terlihat seperti seekor ular beracun yang siap menerkam mangsanya.

"Pergilah, ini peringatan terakhir."

Mendengar ancaman dari Lucas, orang yang memakai pakaian serba hitam itu terlihat menghubungi seseorang dengan earphone yang terpasang di telinganya.

"Kami akan mundur untuk hari ini. Besok kami akan datang lagi." Ucap orang itu sembari kembali dalam kegelapan.

Lucas masih menatap orang-orang itu dengan sangat angkuh. Dia sangat membenci situasi seperti ini. Dia tidak suka dengan ibunya yang selalu ikut campur dalam segala urusannya padahal dia sudah menyerah untuk menjadi pewaris. Ibunya terllau keras kepala hingga membuatnya sakit kepala. Jika terus begini, orang-orang yang ada di dekatnya bisa terkena masalah. Sepertinya dia harus mulai bertindak sebelum kelakukan ibunya semakin menjadi-jadi.

Lucas mengambil ponselnya dan mengirim pesan untuk Liyuna.

To : Yuna

From Lucas

Aku ada urusan mendadak. Kalian pulanglah tanpa ku.

Liyuna yang menerima pesan ini langsung membalas 'okay'. Dia tidak tahu urusan apa yang dibicarakan Lucas, namun jika dia bilang itu penting maka dia hanya bisa percaya.

Setelah menunggu cukup lama, akhirnya Noel sampai di Havelian Park dan membantu Yvette berjalan. Liyuna meminta Noel untuk mengantarkan Yvette terlebih dahulu. Untungnya rumah Yvette tidak terlalu jauh dengan rumahnya, mungkin hanya sekitar 40 menit saja.

Sesampainya dirumah, Yvette mengatakan terima kasih pada Liyuna karena sudah diantar. Karena besok hari senin, maka Liyuna meminta Yvette untuk langsung istirahat saja supaya tidak sakit.

Setelah itu, Noel kembali menyetir pulang. Dia menyetir cukup pelan agar Liyuna juga bisa istirahat di mobil.

"Dimana teman Nona yang satunya? Katanya Nona pergi bertiga?" Tanya Noel yang dari tadi penasaran kenapa Liyuna hanya berdua dengan Yvette.

"Lucas bilang ada urusan mendadak, dia sudah pulang duluan." Ucap Liyuna mencoba menjelaskan.

Setelah obrolan singkat itu, Liyuna tanpa sadar tertidur, mungkin karena dia terlalu lelah. Melihat hal itu Noel menaikkan suhu ac di mobil supaya Liyuna tidak kedinginan.

Perjalanan pulang mereka diselimuti oleh keheningan yang membuat siapapun merasa nyaman dan tidak canggung.

Sesampainya dirumah, Noel membukakan pintu mobil untuk Liyuna. Beberapa pelayan berbaris dengan sangat rapi untuk menyambut kedatangan Liyuna.

"Selamat datang, Nona."

Awalnya Liyuna merasa terkejut dan merasa tidak nyaman di sapa oleh banyak orang ketika masuk ke rumah, namun setelah waktu berjalan cukup lama, Liyuna akhirnya bisa membiasakan diri dengan kehidupan barunya.

Salah seorang pelayan mendekati Liyuna dan melepaskan cardigan yabg ia pakai sembari bertanya, "Kami sudah menyiapkan air hangat untuk Nona."

"Terima kasih."

Selama setahun ini, Liyuna menyadari bahwa kehidupannya sangatlah lurus. Tidak ada satu pun halangan yang bisa membuatnya kesulitan dan apapun yang dia inginkan pasti akan terwujud. Bahkan, untuk kehidupan sehari-hari saja Liyuna selalu dibantu oleh para pelayan. Benar-benar kehidupan layaknya seorang tuan putri. Mungkin, ini lah yang membuat Liyuna asli merasa tidak adil ketika semua perhatian orang-orang beralih pada Yuriel.

Jika kau terbiasa dimanjakan dan tiba-tiba saja diperlakukan bak orang biasa, sudah pasti hatimu akan menghitam.

Namun bagi Liyuna, semua itu tidak terlalu berarti. Dia sudah terbiasa dengan rasa susah di kehidupannya dulu, jadi kesenangan yang ia rasakan sekarang tidak akan berdampak apa-apa jika memang suatu nanti akan menghilang. Dia juga yakin kalau dia bisa bertahan hidup jika keluar dari keluarga Castris. Segala macam pekerjaan sudah pernah ia lakoni.

Setelah berendam air hangat, Liyuna langsung membasuh tubuhnya dengan air shower, setelah itu ia memakai piyama yang ada di dalam lemari. Tak lama kemudian, dia turun ke bawah untuk makan malam. Sepertinya Sara dan Karl sedang tidak ada dirumah, makanya Liyuna makan sendiri.

Saat ini Liyuna masih tidak tahu bahwa dia tidak akan bertemu dengan sahabatnya untuk waktu yang cukup lama.

TBC

Terpopuler

Comments

Amel Widya

Amel Widya

mungkin agar tidak kepanasan

2022-01-14

2

Blue Twins

Blue Twins

Apa yang terjadi dengan sahabatnya?

2021-09-23

2

shana 3108

shana 3108

lanjut lagi ya thor

2021-07-29

1

lihat semua
Episodes
1 Prologue
2 Chapter 1 - Aku Mengambil Alih Tubuh Liyuna?!
3 Chapter 2 - Masih Hidup
4 Chapter 3- Si Menyebalkan Allen!
5 Chapter 4 - Kepindahan Allen Yang Tiba-Tiba
6 Chapter 5 - Munculnya Karakter Baru?!
7 Chapter 6 - Orang-Orang Bersetelan Hitam
8 Chapter 7 - Lucas Obelian si Ekstra
9 Chapter 8 - Mata Monster Beracun
10 Chapter 9 - Kesan Yang Membaik
11 Chapter 10 - Pesta I
12 Chapter 11 - Pesta II
13 Chapter 12 - Pesta III
14 Chapter 13 - Musim Semi Pertama
15 Chapter 14 - Havelian Park
16 Chapter 15 - Keputusan Lucas
17 Chapter 16 - Pulang ke Rusia
18 Chapter 17 - Obelian's Circle
19 Chapter 18 - Insiden Pengeboman
20 Chapter 19 - Allen dan Victor
21 Chapter 20 - Yuda Harvenhelt
22 Chapter 21 - Liburan Musim Panas I
23 Chapter 22 - Liburan Musim Panas II
24 Chapter 23 - Kalung Kupu-Kupu
25 Chapter 24 - Pulang
26 Chapter 25 - Sleepover
27 Chapter 26 - Perasaan
28 Chapter 27 - Eksplor
29 Chapter 28 - Penghuni Rumah Matahari
30 Chapter 29 - Berita Kematian
31 Chapter 30 - Topeng Yuda
32 Chapter 31 - Menulis Ingatan
33 Spesial Q&A
34 Chapter 32 - Kedatangan Yuriel I
35 Chapter 33 - Kedatangan Yuriel II
36 Chapter 34 - Ikatan & Kepercayaan
37 Chapter 35 - Orang Itu Adalah?
38 Chapter 36 - Hidden Target
39 Chapter 37 - Hajun
40 Chapter 38 - Yuriel di Sekolah I
41 Chapter 39 - Yuriel di Sekolah II
42 Chapter 40 - Yuriel di Sekolah III
43 Chapter 41 - Mimpi
44 Chapter 42 - Menyembunyikan Sesuatu
45 Chapter 43 - Keadaan
46 Chapter 44 - Altzion Ravenray
47 Chapter 45 - Ravenray
48 Chapter 46 - Wanita dalam Lukisan
49 Chapter 47 - Luka yang Dimilikinya
50 Chapter 48 - Masa Lalu Yuda
51 Chapter 49 - Persiapan
52 Chapter 50 - Pemeran Utama
53 Chapter 51 - Kegembiraan dan Keceriaan
54 Chapter 52 - Sebuah Janji
55 Chapter 53 - Kembali
56 Chapter 54 - Musim Semi Keenam
57 Chapter 55 - Tempat Persembunyian
58 Chapter 56 - Konfrontasi
59 Chapter 57 - Mimpi yang Terlihat Nyata
60 Chapter 58 - Ketua OSIS
61 Chapter 59 - Mirror of the World
62 Chapter 60 - Munculnya Tokoh Berbahaya
63 Chapter 61 - Liyuna Asli!
64 Chapter 62 - Perkumpulan
65 Chapter 63 - Hari Pertama
66 Chapter 64 - Seperti Biasa
67 Chapter 65 - Menjadi Anggota Resmi
68 Chapter 66 - Perasaan Yuriel
69 Chapter 67 - Emosi yang Tidak Stabil
70 Chapter 68 - Liburan Bersama Allen
71 Chapter 69 - Pembunuh Bayaran
72 Chapter 70 - Liyuna dalam Bahaya
73 Chapter 71 - Menyelamatkan Diri
74 Chapter 72 - Kembali ke Vila
75 Chapter 73 - Bala Bantuan Datang!
76 Chapter 74 - Recovery
77 Chapter 75 - Malam Natal Berdarah
78 Chapter 76 - Berita Duka
79 Chapter 77 - Penyelidikan
80 Chapter 78 - Almera Menemukan Kebenaran
81 Chapter 79 - Pemakaman
82 Chapter 80 - Ketakutan Melanda
83 Chapter 81 - Belum Waktunya
84 Chapter 82 - Musim Semi Kesepuluh
85 Chapter 83 - Kembalinya Lucas
86 Chapter 84 - Lama Tidak Bertemu
87 Chapter 85 - Reuni
88 Chapter 86 - Ilusi atau Ingatan?
89 Chapter 87 - Bertemu Dengannya
90 Chapter 88 - Mimpi Atau Premonisi?
91 Chapter 89 - Kesan Pertama (Allen's POV)
92 Chapter 90 - Pesta Anniversary
93 Chapter 91 - Terima Kasih Tehnya
94 Chapter 92 - Allen dan Zion
95 Chapter 93 - Pentas Seni
96 Chapter 94 - The Romancers
97 Chapter 95 - Backstage
98 Chapter 96 - Insiden Besar Terjadi
99 Chapter 97 - Cerberus
100 Chapter 98 - Kebenaran yang Disembunyikan
101 Chapter 99 - Wanita yang Selalu Menghantui
102 Chapter 100 - Alasan (Zion's POV)
103 Chapter 101 - Aku yang Berasal Dari Dunia Lain
104 Chapter 102 - Januari
105 103 - Lucas dan Hajun
106 Chapter 104 - Istirahat Sejenak
107 Chapter 105 - General Manager
108 Chapter 106 - Hasil Dari Sebuah Pilihan
109 Chapter 107 - Insiden Frozen December
110 Chapter 108 - Tekad yang Bulat
111 109 - Awal Mulai Dari Time Loop (Allen's POV)
112 Chapter 110 - Kedatangan Victor
113 Chapter 111 - Akhir Dari Ravenray
114 Chapter 112 - Pemindahan Kekuasaan
115 Chapter 113 - Awal Dari Sebuah Cerita (Yuriel's POV)
116 Chapter 114 - Allen dan Yuriel
117 Chapter 115 - Mulai Bergerak
118 Chapter 116 - Panti Asuhan Astraea
119 Chapter 117 - Noel dan Panti Astraea
120 Chapter 118 - Tidak Kondusif
121 Chapter 119 - Bertemu Lucas
122 Chapter 120 - Tamu Tak Diundang
123 Chapter 121 - Sesuatu Terjadi Pada Lucas
124 Chapter 122 - Kita Harus Membantu Lucas
125 Chapter 123 - Menyelinap Ke Obelian's Circle
126 Chapter 124 - Pergi ke Rusia
127 Chapter 125 - Menyusun Rencana
128 Chapter 126 - Persiapan
129 Chapter 127 - Keributan
130 Chapter 128 - Irina
131 Chapter 129 - Basement
132 Chapter 130 - Ketahuan?!
133 Chapter 131 - Kakak Lucas
134 Chapter 132 - Meninggalkan Obelian's Circle
135 Chapter 133 - Kembali Elisien
136 Chapter 134 - Daun Mulai Berguguran
137 Chapter 135 - Diintai
138 Chapter 136 - Kecelakaan
139 Chapter 137 - Red Diamond
140 Chapter 138 - Pencarian
141 Chapter 139 - Kalung Kupu-Kupu II
142 Chapter 140 - Tersadar
143 Chapter 141 - Dia adalah Pamanku?
144 Chapter 142 - Gudang Penyimpanan
145 Chapter 143 - Barang Lelang
146 Chapter 144 - Identitas Pemimpin Cerberus
147 Chapter 145 - Barang Terakhir
148 Chapter 146 - Harrioth Aerian Castris
149 Chapter 147 - Pasukan Penyelamat
150 Chapter 148 - Meninggalkan Red Diamond
151 Chapter 149 - Liyuna
152 Chapter 150 - Perubahan
153 Chapter 151 - Kebenaran
154 Chapter 152 - Keluarga Castris
155 Chapter 153 - Keluarga Castris (2)
156 Chapter 154 - Keluarga Castris (3)
157 Chapter 155 – Karl dan Harry
158 Chapter 156 - Karl dan Harry (2)
159 Chapter 157 – Karl dan Harry (3)
160 Chapter 158 – Retakan
161 Chapter 159 – Retakan (2)
162 Chapter 160 - Pamanmu, Harrioth
Episodes

Updated 162 Episodes

1
Prologue
2
Chapter 1 - Aku Mengambil Alih Tubuh Liyuna?!
3
Chapter 2 - Masih Hidup
4
Chapter 3- Si Menyebalkan Allen!
5
Chapter 4 - Kepindahan Allen Yang Tiba-Tiba
6
Chapter 5 - Munculnya Karakter Baru?!
7
Chapter 6 - Orang-Orang Bersetelan Hitam
8
Chapter 7 - Lucas Obelian si Ekstra
9
Chapter 8 - Mata Monster Beracun
10
Chapter 9 - Kesan Yang Membaik
11
Chapter 10 - Pesta I
12
Chapter 11 - Pesta II
13
Chapter 12 - Pesta III
14
Chapter 13 - Musim Semi Pertama
15
Chapter 14 - Havelian Park
16
Chapter 15 - Keputusan Lucas
17
Chapter 16 - Pulang ke Rusia
18
Chapter 17 - Obelian's Circle
19
Chapter 18 - Insiden Pengeboman
20
Chapter 19 - Allen dan Victor
21
Chapter 20 - Yuda Harvenhelt
22
Chapter 21 - Liburan Musim Panas I
23
Chapter 22 - Liburan Musim Panas II
24
Chapter 23 - Kalung Kupu-Kupu
25
Chapter 24 - Pulang
26
Chapter 25 - Sleepover
27
Chapter 26 - Perasaan
28
Chapter 27 - Eksplor
29
Chapter 28 - Penghuni Rumah Matahari
30
Chapter 29 - Berita Kematian
31
Chapter 30 - Topeng Yuda
32
Chapter 31 - Menulis Ingatan
33
Spesial Q&A
34
Chapter 32 - Kedatangan Yuriel I
35
Chapter 33 - Kedatangan Yuriel II
36
Chapter 34 - Ikatan & Kepercayaan
37
Chapter 35 - Orang Itu Adalah?
38
Chapter 36 - Hidden Target
39
Chapter 37 - Hajun
40
Chapter 38 - Yuriel di Sekolah I
41
Chapter 39 - Yuriel di Sekolah II
42
Chapter 40 - Yuriel di Sekolah III
43
Chapter 41 - Mimpi
44
Chapter 42 - Menyembunyikan Sesuatu
45
Chapter 43 - Keadaan
46
Chapter 44 - Altzion Ravenray
47
Chapter 45 - Ravenray
48
Chapter 46 - Wanita dalam Lukisan
49
Chapter 47 - Luka yang Dimilikinya
50
Chapter 48 - Masa Lalu Yuda
51
Chapter 49 - Persiapan
52
Chapter 50 - Pemeran Utama
53
Chapter 51 - Kegembiraan dan Keceriaan
54
Chapter 52 - Sebuah Janji
55
Chapter 53 - Kembali
56
Chapter 54 - Musim Semi Keenam
57
Chapter 55 - Tempat Persembunyian
58
Chapter 56 - Konfrontasi
59
Chapter 57 - Mimpi yang Terlihat Nyata
60
Chapter 58 - Ketua OSIS
61
Chapter 59 - Mirror of the World
62
Chapter 60 - Munculnya Tokoh Berbahaya
63
Chapter 61 - Liyuna Asli!
64
Chapter 62 - Perkumpulan
65
Chapter 63 - Hari Pertama
66
Chapter 64 - Seperti Biasa
67
Chapter 65 - Menjadi Anggota Resmi
68
Chapter 66 - Perasaan Yuriel
69
Chapter 67 - Emosi yang Tidak Stabil
70
Chapter 68 - Liburan Bersama Allen
71
Chapter 69 - Pembunuh Bayaran
72
Chapter 70 - Liyuna dalam Bahaya
73
Chapter 71 - Menyelamatkan Diri
74
Chapter 72 - Kembali ke Vila
75
Chapter 73 - Bala Bantuan Datang!
76
Chapter 74 - Recovery
77
Chapter 75 - Malam Natal Berdarah
78
Chapter 76 - Berita Duka
79
Chapter 77 - Penyelidikan
80
Chapter 78 - Almera Menemukan Kebenaran
81
Chapter 79 - Pemakaman
82
Chapter 80 - Ketakutan Melanda
83
Chapter 81 - Belum Waktunya
84
Chapter 82 - Musim Semi Kesepuluh
85
Chapter 83 - Kembalinya Lucas
86
Chapter 84 - Lama Tidak Bertemu
87
Chapter 85 - Reuni
88
Chapter 86 - Ilusi atau Ingatan?
89
Chapter 87 - Bertemu Dengannya
90
Chapter 88 - Mimpi Atau Premonisi?
91
Chapter 89 - Kesan Pertama (Allen's POV)
92
Chapter 90 - Pesta Anniversary
93
Chapter 91 - Terima Kasih Tehnya
94
Chapter 92 - Allen dan Zion
95
Chapter 93 - Pentas Seni
96
Chapter 94 - The Romancers
97
Chapter 95 - Backstage
98
Chapter 96 - Insiden Besar Terjadi
99
Chapter 97 - Cerberus
100
Chapter 98 - Kebenaran yang Disembunyikan
101
Chapter 99 - Wanita yang Selalu Menghantui
102
Chapter 100 - Alasan (Zion's POV)
103
Chapter 101 - Aku yang Berasal Dari Dunia Lain
104
Chapter 102 - Januari
105
103 - Lucas dan Hajun
106
Chapter 104 - Istirahat Sejenak
107
Chapter 105 - General Manager
108
Chapter 106 - Hasil Dari Sebuah Pilihan
109
Chapter 107 - Insiden Frozen December
110
Chapter 108 - Tekad yang Bulat
111
109 - Awal Mulai Dari Time Loop (Allen's POV)
112
Chapter 110 - Kedatangan Victor
113
Chapter 111 - Akhir Dari Ravenray
114
Chapter 112 - Pemindahan Kekuasaan
115
Chapter 113 - Awal Dari Sebuah Cerita (Yuriel's POV)
116
Chapter 114 - Allen dan Yuriel
117
Chapter 115 - Mulai Bergerak
118
Chapter 116 - Panti Asuhan Astraea
119
Chapter 117 - Noel dan Panti Astraea
120
Chapter 118 - Tidak Kondusif
121
Chapter 119 - Bertemu Lucas
122
Chapter 120 - Tamu Tak Diundang
123
Chapter 121 - Sesuatu Terjadi Pada Lucas
124
Chapter 122 - Kita Harus Membantu Lucas
125
Chapter 123 - Menyelinap Ke Obelian's Circle
126
Chapter 124 - Pergi ke Rusia
127
Chapter 125 - Menyusun Rencana
128
Chapter 126 - Persiapan
129
Chapter 127 - Keributan
130
Chapter 128 - Irina
131
Chapter 129 - Basement
132
Chapter 130 - Ketahuan?!
133
Chapter 131 - Kakak Lucas
134
Chapter 132 - Meninggalkan Obelian's Circle
135
Chapter 133 - Kembali Elisien
136
Chapter 134 - Daun Mulai Berguguran
137
Chapter 135 - Diintai
138
Chapter 136 - Kecelakaan
139
Chapter 137 - Red Diamond
140
Chapter 138 - Pencarian
141
Chapter 139 - Kalung Kupu-Kupu II
142
Chapter 140 - Tersadar
143
Chapter 141 - Dia adalah Pamanku?
144
Chapter 142 - Gudang Penyimpanan
145
Chapter 143 - Barang Lelang
146
Chapter 144 - Identitas Pemimpin Cerberus
147
Chapter 145 - Barang Terakhir
148
Chapter 146 - Harrioth Aerian Castris
149
Chapter 147 - Pasukan Penyelamat
150
Chapter 148 - Meninggalkan Red Diamond
151
Chapter 149 - Liyuna
152
Chapter 150 - Perubahan
153
Chapter 151 - Kebenaran
154
Chapter 152 - Keluarga Castris
155
Chapter 153 - Keluarga Castris (2)
156
Chapter 154 - Keluarga Castris (3)
157
Chapter 155 – Karl dan Harry
158
Chapter 156 - Karl dan Harry (2)
159
Chapter 157 – Karl dan Harry (3)
160
Chapter 158 – Retakan
161
Chapter 159 – Retakan (2)
162
Chapter 160 - Pamanmu, Harrioth

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!