Chapter 7 - Lucas Obelian si Ekstra

Keesokan harinya, Liyuna berangkat ke sekolah seperti biasa diantar oleh Noel. Hari ini Liyuna pergi ke sekolah sedikit lebih pagi dari biasanya karena ia bangun lebih pagi dari biasanya. Mungkin ini karena kemarin dia terlalu banyak pikiran sehingga sulit untuk tidur.

Karena itulah dia meminta Noel untuk menurunkannya beberapa ratus meter dari sekolah karena Liyuna ingin berjalan kaki agar merasa sedikit fresh. Noel awalnya menolak karena merasa berbahaya jika Liyuna berjalan sendirian di pagi hari, namun pada akhirnya Liyuna dapat meyakinkannya.

Liyuna memutuskan membeli segelas latte dingin dengan whipped cream yang banyak di sebuah coffee shop dekat sekolah karena Liyuna takut ketiduran di kelas makanya ia membeli kopi. Meski saat ini dia belum merasa mengantuk, pasti nanti siang dia akan merasakannya. Apa lagi di musim panas sangat enak untuk tidur siang.

Berbeda dengan sekolah yang ada di kehidupannya dulu, sekolah yang di masuki Liyuna ini tidak mengharuskan muridnya datang sebelum jam 7. Batas maksimal datang adalah jam 8 pagi, karena itulah siswa terbiasanya datang pukul 8 tepat. Karena kebanyakan siswa disini adalah seorang penerus, mereka terbiasa datang tepat waktu, tidak lebih dan tidak kurang karena mereka terbiasa memanfaatkan waktu mereka dengan se efisien dan sebaik mungkin.

Sekarang pukul 6 pagi, biasanya sekolah masih sepi dan hanya ada segelintir pegawai saja. Tidak terlihat satu pun murid maupun guru namun Liyuna tidak merasa takut atau pun khawatir. Di kehidupan sebelumnya, dia juga sering datang pagi ke sekolah untuk tidur karena bisanya dia kerja part-time sampai larut malam sehingga waktu istirahatnya kurang. Biasnya dia sengaja datang 1 jam lebih pagi agar bisa tidur dikelas karena jika ia tidur di kosan, bisa dipastikan kalau dia akan telat.

Tiba-tiba saja tubuh Liyuna terdorong ke depan dengan sangat keras karena seseorang menabraknya dari belakang hingga membuatnya menjatuhkan latte dingin yang ada di genggamannya.

Secara reflek Liyuna berteriak, "Ahhh, latte kuuu!!!"

Latte dingin yang baru diminum separuh olehnya jatuh ke tanah dan isinya tumpah kemana-mana, termasuk whipped cream nya. Liyuna sedikit merasa kesal karena tiba-tiba saja ditabrak dari belakang padahal jalanan cukup luas.

Tidak ingin tersangka utama kabur, Liyuna mencengkram baju orang yang baru saja menabraknya dan menariknya.

Liyuna berdiri dihadapan orang itu dan berkata dengan sangat kesal, "Hei kamu! Lihat apa yang kamu lakukan pada latte ku!

Mendengar suara kesal Liyuna anak laki-laki yang tidak sengaja menabraknya menatap Liyuna terkejut.

Dengan gerakan cepat, dia berdiri dan menarik pergelangan tangan Liyuna dan berlari.

"Hei, apa-apaan ini? Lepaskan aku!" Protes Liyuna berusaha untuk melepaskan diri dari cengkraman anak laki-laki itu.

"Kalau mau selamat, lari lah yang kencang." Ucap anak laki-laki itu sambil menatap Liyuna.

Liyuna sangat terkejut dengan penampilan anak laki-laki yang ada dihadapannya. Dia memiliki rambut perak bersinar yang memantulkan sinar matahari, matanya ungu seperti berlian dan terlihat sangat cantik.

'Tunggu... Apa di Red String ada karakter sepertinya?'

Mana mungkin ada extra yang memiliki penampilan semencolok ini? Bahkan Allen yang seorang target saja tidak memiliki penampilan mencolok sepertinya.

Apa-apaan rambut silver itu??

Padahal karakter utama di game ini saja hampir semua berambut hitam. Memang sih, Liyuna memiliki mata biru seperti langit dan Allen memiliki mata berwarna abu, tapi tetap saja jika dibandingkan dengan mata dan rambut si extra, perbedaannya jelas sekali. Dia sangat mencolok!!

"Huff... Huff..."

Liyuna sudah tidak kuat berlari lagi. Nafasnya mulai terengah-engah karena kelelahan. Yah, mau bagaimana lagi, tubuhnya memang lemah sejak kecil. Dia tidak bisa melakukan hal-hal yang melebihi kapasitas fisiknya. Melihat Liyuna yang kelelahan, anak laki-laki itu langsung memutuskan menggendong Liyuna dengan menaruh kedua tangannya di kaki Liyuna dan mengangkat tubuh kecil dan ringannya itu dengan mudah.

"Pegangan yang erat." Bisik anak laki-laki itu ke telinga Liyuna.

Dengan cepat, Liyuna melingkarkan kedua tangannya ke leher anak laki-laki tersebut dan dengan sangat mengejutkan anak itu bisa berlari dengan sangat mudah seolah dia tidak sedang membawa sebuah beban melainkan membawa sebuah kertas.

Akhirnya Liyuna bisa melihat dengan jelas mengapa anak ini menarik tangannya dan mengajaknya berlari. Ada sekelompok orang ber setelan hitam lengkap dengan kaca mata hitam dan walkie talkie sedang mengejar-ngejar mereka. Otak Liyuna langsung berputar dengan cepat memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang ada.

Kemungkinan pertama, mereka mengejar Liyuna karena uang.

Dan kemungkinan kedua, mereka mengejar anak laki-laki yang sedang menggendongnya entah karena apa.

Tidak mungkin ada kemungkinan lain selain itu. Karena orang yang menargetkan Liyuna harus siap dengan segala konsekuensi yang akan mereka dapat dari Castris.

"Kenapa orang-orang itu mengejar kita?" Tanya Liyuna yang semakin mempererat pegangannya.

Namun anak laki-laki itu tidak menjawab dan terus berlari kearah sekolah.

Jika diperhatikan, anak ini memakai seragam yang sama dengan Liyuna. Jadi, dia juga murid di sekolah ini.

'Tunggu dulu, hoodie ini ...'

Liyuna menatap hoodie yang terlihat familiar baginya.

'Ini kan hoodie anak laki-laki yang dikejar-kejar kemarin?'

Dalam hatinya, Liyuna merasa ia sedang mengalami kesialan yang tidak berujung. Bagaimana mungkin dia berurusan dengan anak bermasalah seperti ini. Kemarin dia tidak terlalu memperhatikan rambutnya, tidak disangka dia memiliki warna rambut yang sangat mencolok. Yah, walau Liyuna sendiri tidak terlaku memusingkannya karena ini adalah dunia game dan apa pun bisa terjadi.

Entah sudah berapa lama, akhirnya anak laki-laki itu menurunkan Liyuna. Setelah melihat sekitar, Liyuna menyimpulkan bahwa mereka ada di area sekolah.

"Kita aman kalau berada disini." Ucap anak laki-laki itu sembari membenarkan seragamnya yang berantakan.

Mendengar ucapan anak laki-laki itu, Liyuna merasa sangat kesal. Dia berulang kali mengumpat dalam hati saking kesalnya.

'Dasar extra sialan!'

Gara-gara dia Liyuna hampir saja terlibat masalah. Pikiran bahwa dia bisa saja mati bahkan sebelum cerita utama di mulai membuat Liyuna semakin ketakutan.

Hal ini membuatnya bertindak secara impulsif dengan menarik kerah seragam anak laki-laki yang hanya extra itu.

"Hei, kau! Jangan menarik orang lain ke dalam masalahmu!" Ucap Liyuna memperingatkan.

Karena sekolah sepi, suara Liyuna dapat terdengar dengan sangat jelas. Matanya memincing, menatap anak laki-laki itu dengan tajam.

Melihat Liyuna yang marah, anak itu malah menampakkan senyum cerah secerah matahari.

"Ah! Aku minta maaf karena tidak sengaja menyeretmu dalam masalahku." Ucapnya.

Melihatnya yang tersenyum sambil meminta maaf membuat Liyuna semakin kesal karena ia merasa anak laki-laki dihadapannya ini tidak merasa bersalah sama sekali bahkan tidak berniat untuk meminta maaf.

Liyuna menatap anak laki-laki itu dengan sangat dingin. Berbeda dari Liyuna yang biasanya jarang menampakkan ekspresi kesal secara terang-terangan, saat ini dia tidak bisa menahan perasannya.

Beberapa menit gang lalu, dia bisa saja terseret masalah anak dihadapannya ini dan skenario terburuknya dia bisa saja mati atau terluka parah. Bagaimana tidak, orang bersetelan hitam yang tadi mengejar mereka terlihat sangat terlatih dan terorganisir. Meski tubuhnya masih berumur 6 tahun, mental Liyuna saat ini setara dengan anak berumur 18 tahun dan dia termasuk orang yang pandai dalam membaca situasi karena di kehidupan sebelumnya dia harus selalu berhati-hati dengan segala perbuatannya, karena sekalinya ia berbuat salah tidak akan ada jalan keluar karena dia adalah seorang yatim piatu.

Melihat tatapan dingin Liyuna, anak laki-laki itu terlihat sedikit terkejut karena ia sering sekali mendengar rumor bahwa meski Liyuna orang yang sangat di takuti dan sebisa mungkin dihindari, dia tidak pernah menatap anak lain dengan tatapan dingin penuh amarah atau pun tatapan merendahkan. Liyuna menatap semua orang seolah mereka tidak ada dan selalu mengabaikan keberadaan anak-anak lain.

Sepertinya rumor itu salah, ternyata Nona dari keluarga Castris bisa menatap seseorang dengan sangat dingin. Ya, dia adalah seorang pewaris dari keluarga konglomerat, tentu saja dia harus bisa melakukan hal seperti ini.

Anak laki-laki itu menundukkan kepalanya, bibirnya membentuk senyuman misterius yang sulit untuk diartikan, tentu saja Liyuna tidak bisa melihatnya karena kepala anak itu menunduk.

"Saya benar-benar minta maaf Nona Liyuna. Saya yakin jika itu Nona, tidak akan ada satu pun yang berani menyentuh anda. Tapi jika memang anda berada dalam masalah karena saya, saya sendiri yang akan membereskan semuanya." Ucapnya sembari memegang tangan Liyuna dan mencium punggung tangannya.

Apa yang baru saja dilakukan anak laki-laki itu membuat Liyuna sedikit terkejut karena tiba-tiba anak itu berbicara dengan sangat sopan, bahkan menggunakan 'saya'. Itu adalah tata krama yang biasanya digunakan dalam pergaulan kelas atas saja, karena di sana mereka harus mencari koneksi sehingga sangat wajib mengikuti tata krama yang ada. Apalagi mencium punggung tangan adalah tanda hormat yang sering di lakukan oleh para anak laki-laki dari keluarga elit kepada putri keluarga elit lainnya.

Ini juga merupakan salah satu detail yang ada di dalam game, dimana biasanya anak laki-laki dari keluarga terpandang akan mencium punggung tangan putri keluarga terpandang lainnya sebagai tanda hormat dan salam. Namun tentu saja, tidak semua Nona dari keluarga terpandang bisa mendapatkan rasa hormat dan salam seperti itu, hanya orang yang dirasa sudah memenuhi kriteria saja yang biasanya bisa diperlakukan seperti itu. Salah satu kriterianya adalah keluarga Nona tersebut harus memiliki kekuasaan lebih besar dari si laki-laki, tentu saja jika masalah kekuasaan Liyun tidak akan kalah dari siapapun karena dia adalah seorang Castris.

Memang terdengar cukup menggelikan, tapi kebiasaan ini sudah ada sejak lama dan wanita yang sering mendapatkan perlakuan seperti ini hanyalah si heroine, Yuriel. Karena tidak hanga wajahnya saja yang cantik, dia juga sangat pintar dan elegan. Kesopanannya pun tidak bisa dibandingkan dengan Nona dari keluarga lain, karena itulah dia menjadi kupu-kupu dalam pergaulan kelas atas dan selalu menjadi sorotan ketika ada pesta.

"Kau akan membereskan semuanya? Bagaimana caranya?" Tanya Liyuna dengan nada suara sedikit meremehkan.

Dia hanyalah seorang extra yang bahkan tidak pernah disebutkan dalam game, sedangkan Liyuna adalah vilainess yang selalu berada disekitar heroine. Jadi, bagaimana cara dia membereskan semuanya tanpa bantuan Castris? Liyuna tidak percaya bahwa dia bisa melakukannya.

Liyuna berpikir kalau anak laki-laki itu pasti marah karena dia sudah diremehkan, namun berbeda dari apa yang Liyuna pikirkan, anak itu malah tersenyum lebar ke arah Liyuna.

"Rahasia,–" Ucapnya.

"Ngomong-ngomong, perkenalkan, aku Lucas Obelian." Lanjutnya, bibirnya masih tersenyum cerah seperti matahari.

Senyumannya terlihat sangat polos dan tidak berbahaya, membuat siapa pun yang melihatnya secara tidak sadar menurunkan dinding pertahanan mereka. Biasanya di dalam game, orang seperti ini selalu menyembunyikan sifat asli mereka.

'Lucas Obelian... Seingatku tidak ada karakter dengan nama itu di Red String.'

 

 

 

 

TBC

 

 

Terpopuler

Comments

Blue Twins

Blue Twins

Lucas Obelian, jadi keinget lucas yang ada di Kerajaan de alger obelia

2021-09-23

8

JW🦅MA

JW🦅MA

SEMNAGAT YA

BERKARAKTER

2021-08-09

2

Quora_youtixs🖋️

Quora_youtixs🖋️

mantab

2021-07-26

4

lihat semua
Episodes
1 Prologue
2 Chapter 1 - Aku Mengambil Alih Tubuh Liyuna?!
3 Chapter 2 - Masih Hidup
4 Chapter 3- Si Menyebalkan Allen!
5 Chapter 4 - Kepindahan Allen Yang Tiba-Tiba
6 Chapter 5 - Munculnya Karakter Baru?!
7 Chapter 6 - Orang-Orang Bersetelan Hitam
8 Chapter 7 - Lucas Obelian si Ekstra
9 Chapter 8 - Mata Monster Beracun
10 Chapter 9 - Kesan Yang Membaik
11 Chapter 10 - Pesta I
12 Chapter 11 - Pesta II
13 Chapter 12 - Pesta III
14 Chapter 13 - Musim Semi Pertama
15 Chapter 14 - Havelian Park
16 Chapter 15 - Keputusan Lucas
17 Chapter 16 - Pulang ke Rusia
18 Chapter 17 - Obelian's Circle
19 Chapter 18 - Insiden Pengeboman
20 Chapter 19 - Allen dan Victor
21 Chapter 20 - Yuda Harvenhelt
22 Chapter 21 - Liburan Musim Panas I
23 Chapter 22 - Liburan Musim Panas II
24 Chapter 23 - Kalung Kupu-Kupu
25 Chapter 24 - Pulang
26 Chapter 25 - Sleepover
27 Chapter 26 - Perasaan
28 Chapter 27 - Eksplor
29 Chapter 28 - Penghuni Rumah Matahari
30 Chapter 29 - Berita Kematian
31 Chapter 30 - Topeng Yuda
32 Chapter 31 - Menulis Ingatan
33 Spesial Q&A
34 Chapter 32 - Kedatangan Yuriel I
35 Chapter 33 - Kedatangan Yuriel II
36 Chapter 34 - Ikatan & Kepercayaan
37 Chapter 35 - Orang Itu Adalah?
38 Chapter 36 - Hidden Target
39 Chapter 37 - Hajun
40 Chapter 38 - Yuriel di Sekolah I
41 Chapter 39 - Yuriel di Sekolah II
42 Chapter 40 - Yuriel di Sekolah III
43 Chapter 41 - Mimpi
44 Chapter 42 - Menyembunyikan Sesuatu
45 Chapter 43 - Keadaan
46 Chapter 44 - Altzion Ravenray
47 Chapter 45 - Ravenray
48 Chapter 46 - Wanita dalam Lukisan
49 Chapter 47 - Luka yang Dimilikinya
50 Chapter 48 - Masa Lalu Yuda
51 Chapter 49 - Persiapan
52 Chapter 50 - Pemeran Utama
53 Chapter 51 - Kegembiraan dan Keceriaan
54 Chapter 52 - Sebuah Janji
55 Chapter 53 - Kembali
56 Chapter 54 - Musim Semi Keenam
57 Chapter 55 - Tempat Persembunyian
58 Chapter 56 - Konfrontasi
59 Chapter 57 - Mimpi yang Terlihat Nyata
60 Chapter 58 - Ketua OSIS
61 Chapter 59 - Mirror of the World
62 Chapter 60 - Munculnya Tokoh Berbahaya
63 Chapter 61 - Liyuna Asli!
64 Chapter 62 - Perkumpulan
65 Chapter 63 - Hari Pertama
66 Chapter 64 - Seperti Biasa
67 Chapter 65 - Menjadi Anggota Resmi
68 Chapter 66 - Perasaan Yuriel
69 Chapter 67 - Emosi yang Tidak Stabil
70 Chapter 68 - Liburan Bersama Allen
71 Chapter 69 - Pembunuh Bayaran
72 Chapter 70 - Liyuna dalam Bahaya
73 Chapter 71 - Menyelamatkan Diri
74 Chapter 72 - Kembali ke Vila
75 Chapter 73 - Bala Bantuan Datang!
76 Chapter 74 - Recovery
77 Chapter 75 - Malam Natal Berdarah
78 Chapter 76 - Berita Duka
79 Chapter 77 - Penyelidikan
80 Chapter 78 - Almera Menemukan Kebenaran
81 Chapter 79 - Pemakaman
82 Chapter 80 - Ketakutan Melanda
83 Chapter 81 - Belum Waktunya
84 Chapter 82 - Musim Semi Kesepuluh
85 Chapter 83 - Kembalinya Lucas
86 Chapter 84 - Lama Tidak Bertemu
87 Chapter 85 - Reuni
88 Chapter 86 - Ilusi atau Ingatan?
89 Chapter 87 - Bertemu Dengannya
90 Chapter 88 - Mimpi Atau Premonisi?
91 Chapter 89 - Kesan Pertama (Allen's POV)
92 Chapter 90 - Pesta Anniversary
93 Chapter 91 - Terima Kasih Tehnya
94 Chapter 92 - Allen dan Zion
95 Chapter 93 - Pentas Seni
96 Chapter 94 - The Romancers
97 Chapter 95 - Backstage
98 Chapter 96 - Insiden Besar Terjadi
99 Chapter 97 - Cerberus
100 Chapter 98 - Kebenaran yang Disembunyikan
101 Chapter 99 - Wanita yang Selalu Menghantui
102 Chapter 100 - Alasan (Zion's POV)
103 Chapter 101 - Aku yang Berasal Dari Dunia Lain
104 Chapter 102 - Januari
105 103 - Lucas dan Hajun
106 Chapter 104 - Istirahat Sejenak
107 Chapter 105 - General Manager
108 Chapter 106 - Hasil Dari Sebuah Pilihan
109 Chapter 107 - Insiden Frozen December
110 Chapter 108 - Tekad yang Bulat
111 109 - Awal Mulai Dari Time Loop (Allen's POV)
112 Chapter 110 - Kedatangan Victor
113 Chapter 111 - Akhir Dari Ravenray
114 Chapter 112 - Pemindahan Kekuasaan
115 Chapter 113 - Awal Dari Sebuah Cerita (Yuriel's POV)
116 Chapter 114 - Allen dan Yuriel
117 Chapter 115 - Mulai Bergerak
118 Chapter 116 - Panti Asuhan Astraea
119 Chapter 117 - Noel dan Panti Astraea
120 Chapter 118 - Tidak Kondusif
121 Chapter 119 - Bertemu Lucas
122 Chapter 120 - Tamu Tak Diundang
123 Chapter 121 - Sesuatu Terjadi Pada Lucas
124 Chapter 122 - Kita Harus Membantu Lucas
125 Chapter 123 - Menyelinap Ke Obelian's Circle
126 Chapter 124 - Pergi ke Rusia
127 Chapter 125 - Menyusun Rencana
128 Chapter 126 - Persiapan
129 Chapter 127 - Keributan
130 Chapter 128 - Irina
131 Chapter 129 - Basement
132 Chapter 130 - Ketahuan?!
133 Chapter 131 - Kakak Lucas
134 Chapter 132 - Meninggalkan Obelian's Circle
135 Chapter 133 - Kembali Elisien
136 Chapter 134 - Daun Mulai Berguguran
137 Chapter 135 - Diintai
138 Chapter 136 - Kecelakaan
139 Chapter 137 - Red Diamond
140 Chapter 138 - Pencarian
141 Chapter 139 - Kalung Kupu-Kupu II
142 Chapter 140 - Tersadar
143 Chapter 141 - Dia adalah Pamanku?
144 Chapter 142 - Gudang Penyimpanan
145 Chapter 143 - Barang Lelang
146 Chapter 144 - Identitas Pemimpin Cerberus
147 Chapter 145 - Barang Terakhir
148 Chapter 146 - Harrioth Aerian Castris
149 Chapter 147 - Pasukan Penyelamat
150 Chapter 148 - Meninggalkan Red Diamond
151 Chapter 149 - Liyuna
152 Chapter 150 - Perubahan
153 Chapter 151 - Kebenaran
154 Chapter 152 - Keluarga Castris
155 Chapter 153 - Keluarga Castris (2)
156 Chapter 154 - Keluarga Castris (3)
157 Chapter 155 – Karl dan Harry
158 Chapter 156 - Karl dan Harry (2)
159 Chapter 157 – Karl dan Harry (3)
160 Chapter 158 – Retakan
161 Chapter 159 – Retakan (2)
162 Chapter 160 - Pamanmu, Harrioth
Episodes

Updated 162 Episodes

1
Prologue
2
Chapter 1 - Aku Mengambil Alih Tubuh Liyuna?!
3
Chapter 2 - Masih Hidup
4
Chapter 3- Si Menyebalkan Allen!
5
Chapter 4 - Kepindahan Allen Yang Tiba-Tiba
6
Chapter 5 - Munculnya Karakter Baru?!
7
Chapter 6 - Orang-Orang Bersetelan Hitam
8
Chapter 7 - Lucas Obelian si Ekstra
9
Chapter 8 - Mata Monster Beracun
10
Chapter 9 - Kesan Yang Membaik
11
Chapter 10 - Pesta I
12
Chapter 11 - Pesta II
13
Chapter 12 - Pesta III
14
Chapter 13 - Musim Semi Pertama
15
Chapter 14 - Havelian Park
16
Chapter 15 - Keputusan Lucas
17
Chapter 16 - Pulang ke Rusia
18
Chapter 17 - Obelian's Circle
19
Chapter 18 - Insiden Pengeboman
20
Chapter 19 - Allen dan Victor
21
Chapter 20 - Yuda Harvenhelt
22
Chapter 21 - Liburan Musim Panas I
23
Chapter 22 - Liburan Musim Panas II
24
Chapter 23 - Kalung Kupu-Kupu
25
Chapter 24 - Pulang
26
Chapter 25 - Sleepover
27
Chapter 26 - Perasaan
28
Chapter 27 - Eksplor
29
Chapter 28 - Penghuni Rumah Matahari
30
Chapter 29 - Berita Kematian
31
Chapter 30 - Topeng Yuda
32
Chapter 31 - Menulis Ingatan
33
Spesial Q&A
34
Chapter 32 - Kedatangan Yuriel I
35
Chapter 33 - Kedatangan Yuriel II
36
Chapter 34 - Ikatan & Kepercayaan
37
Chapter 35 - Orang Itu Adalah?
38
Chapter 36 - Hidden Target
39
Chapter 37 - Hajun
40
Chapter 38 - Yuriel di Sekolah I
41
Chapter 39 - Yuriel di Sekolah II
42
Chapter 40 - Yuriel di Sekolah III
43
Chapter 41 - Mimpi
44
Chapter 42 - Menyembunyikan Sesuatu
45
Chapter 43 - Keadaan
46
Chapter 44 - Altzion Ravenray
47
Chapter 45 - Ravenray
48
Chapter 46 - Wanita dalam Lukisan
49
Chapter 47 - Luka yang Dimilikinya
50
Chapter 48 - Masa Lalu Yuda
51
Chapter 49 - Persiapan
52
Chapter 50 - Pemeran Utama
53
Chapter 51 - Kegembiraan dan Keceriaan
54
Chapter 52 - Sebuah Janji
55
Chapter 53 - Kembali
56
Chapter 54 - Musim Semi Keenam
57
Chapter 55 - Tempat Persembunyian
58
Chapter 56 - Konfrontasi
59
Chapter 57 - Mimpi yang Terlihat Nyata
60
Chapter 58 - Ketua OSIS
61
Chapter 59 - Mirror of the World
62
Chapter 60 - Munculnya Tokoh Berbahaya
63
Chapter 61 - Liyuna Asli!
64
Chapter 62 - Perkumpulan
65
Chapter 63 - Hari Pertama
66
Chapter 64 - Seperti Biasa
67
Chapter 65 - Menjadi Anggota Resmi
68
Chapter 66 - Perasaan Yuriel
69
Chapter 67 - Emosi yang Tidak Stabil
70
Chapter 68 - Liburan Bersama Allen
71
Chapter 69 - Pembunuh Bayaran
72
Chapter 70 - Liyuna dalam Bahaya
73
Chapter 71 - Menyelamatkan Diri
74
Chapter 72 - Kembali ke Vila
75
Chapter 73 - Bala Bantuan Datang!
76
Chapter 74 - Recovery
77
Chapter 75 - Malam Natal Berdarah
78
Chapter 76 - Berita Duka
79
Chapter 77 - Penyelidikan
80
Chapter 78 - Almera Menemukan Kebenaran
81
Chapter 79 - Pemakaman
82
Chapter 80 - Ketakutan Melanda
83
Chapter 81 - Belum Waktunya
84
Chapter 82 - Musim Semi Kesepuluh
85
Chapter 83 - Kembalinya Lucas
86
Chapter 84 - Lama Tidak Bertemu
87
Chapter 85 - Reuni
88
Chapter 86 - Ilusi atau Ingatan?
89
Chapter 87 - Bertemu Dengannya
90
Chapter 88 - Mimpi Atau Premonisi?
91
Chapter 89 - Kesan Pertama (Allen's POV)
92
Chapter 90 - Pesta Anniversary
93
Chapter 91 - Terima Kasih Tehnya
94
Chapter 92 - Allen dan Zion
95
Chapter 93 - Pentas Seni
96
Chapter 94 - The Romancers
97
Chapter 95 - Backstage
98
Chapter 96 - Insiden Besar Terjadi
99
Chapter 97 - Cerberus
100
Chapter 98 - Kebenaran yang Disembunyikan
101
Chapter 99 - Wanita yang Selalu Menghantui
102
Chapter 100 - Alasan (Zion's POV)
103
Chapter 101 - Aku yang Berasal Dari Dunia Lain
104
Chapter 102 - Januari
105
103 - Lucas dan Hajun
106
Chapter 104 - Istirahat Sejenak
107
Chapter 105 - General Manager
108
Chapter 106 - Hasil Dari Sebuah Pilihan
109
Chapter 107 - Insiden Frozen December
110
Chapter 108 - Tekad yang Bulat
111
109 - Awal Mulai Dari Time Loop (Allen's POV)
112
Chapter 110 - Kedatangan Victor
113
Chapter 111 - Akhir Dari Ravenray
114
Chapter 112 - Pemindahan Kekuasaan
115
Chapter 113 - Awal Dari Sebuah Cerita (Yuriel's POV)
116
Chapter 114 - Allen dan Yuriel
117
Chapter 115 - Mulai Bergerak
118
Chapter 116 - Panti Asuhan Astraea
119
Chapter 117 - Noel dan Panti Astraea
120
Chapter 118 - Tidak Kondusif
121
Chapter 119 - Bertemu Lucas
122
Chapter 120 - Tamu Tak Diundang
123
Chapter 121 - Sesuatu Terjadi Pada Lucas
124
Chapter 122 - Kita Harus Membantu Lucas
125
Chapter 123 - Menyelinap Ke Obelian's Circle
126
Chapter 124 - Pergi ke Rusia
127
Chapter 125 - Menyusun Rencana
128
Chapter 126 - Persiapan
129
Chapter 127 - Keributan
130
Chapter 128 - Irina
131
Chapter 129 - Basement
132
Chapter 130 - Ketahuan?!
133
Chapter 131 - Kakak Lucas
134
Chapter 132 - Meninggalkan Obelian's Circle
135
Chapter 133 - Kembali Elisien
136
Chapter 134 - Daun Mulai Berguguran
137
Chapter 135 - Diintai
138
Chapter 136 - Kecelakaan
139
Chapter 137 - Red Diamond
140
Chapter 138 - Pencarian
141
Chapter 139 - Kalung Kupu-Kupu II
142
Chapter 140 - Tersadar
143
Chapter 141 - Dia adalah Pamanku?
144
Chapter 142 - Gudang Penyimpanan
145
Chapter 143 - Barang Lelang
146
Chapter 144 - Identitas Pemimpin Cerberus
147
Chapter 145 - Barang Terakhir
148
Chapter 146 - Harrioth Aerian Castris
149
Chapter 147 - Pasukan Penyelamat
150
Chapter 148 - Meninggalkan Red Diamond
151
Chapter 149 - Liyuna
152
Chapter 150 - Perubahan
153
Chapter 151 - Kebenaran
154
Chapter 152 - Keluarga Castris
155
Chapter 153 - Keluarga Castris (2)
156
Chapter 154 - Keluarga Castris (3)
157
Chapter 155 – Karl dan Harry
158
Chapter 156 - Karl dan Harry (2)
159
Chapter 157 – Karl dan Harry (3)
160
Chapter 158 – Retakan
161
Chapter 159 – Retakan (2)
162
Chapter 160 - Pamanmu, Harrioth

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!