Jam makan siang telah usai, namun Liyuna masih memikirkan tentang orang-orang berbaju hitam yang tadi dilihatnya. Jika dipikirkan bagaimana pun, dia yakin siapa pun orang yang dijaga mereka adalah orang yang punya kekuasaan. Tapi masalahnya, dia tidak ingat karakter lain yang memiliki kekuasaan setara Liyuna dan para target.
Sejak awal Red String adalah game yang di targetkan untuk para wanita dan tentu saja bukan hal aneh jika cerita yang ada hanya mengikuti tokoh utama saja, namun meski begitu jika ada tokoh dengan kekuasaan yang hampir setara dengan Liyuna dan para target seharusnya pernah disebutkan meski hanya sekali.
Tapi kalau dipikir-pikir, sekolah Liyuna ini memang tempat berkumpulnya para penerus dan ahli waris perusahaan besar, ada juga anak politikus dan juga anak artis. Namun mereka bukanlah karakter yang memiliki peran penting bahkan mereka tidak memegang label tokoh pembantu. Tidak hanya nama mereka, wajah mereka pun tidak pernah diilustrasikan, disebut sebagai Murid A dan Murid B saja sudah bagus.
Ngomong-ngomong ada beberapa tokoh sampingan yang sempat disebutkan dalam game seperti; Jay, Luca, Veya, Oz, dan beberapa lainnya yang tidak Liyuna ingat. Tapi mustahil mereka muncul sekarang karena seharusnya mereka muncul ketika Yuriel masuk SMA. Bisa saja sih ini seperti kasus Allen yang Liyuna sendiri tidak tahu jika sebenarnya mereka satu sekolah sejak SD karena memang di game tidak pernah dijelaskan namun menurut Liyuna hal yang sama mustahil terjadi. Seingat Liyuna tokoh sampingan hanya muncul sekelebat saja dan tidak memiliki peran penting, jadi mustahil mereka sudah muncul. Tapi, hal aneh yang saat ini terjadi mustahil terjadi begitu saja. Di dalam game tokoh sampingan tidak ada yang memakai jasa body guard sekalipun mereka anak Presiden kecuali jika itu adalah Liyuna, para target, dan Yuriel yang sudah menjadi bagian dari keluarga Castris.
Kelas terasa berjalan dengan sangat lambat, Liyuna beberapa kali menguap karena mengantuk. Angin musim panas benar-benar membuatnya mengantuk, namun dia harus menahan rasa kantuknya karena saat ini Pak Guru sedang menjelaskan materi di depan kelas. Meski pelajaran anak SD tidak berat bagi Liyuna yang dirasuki jiwa berumur delapan belas tahun, namun tetap saja gadis rajin yang cukup ambisius di kehidupan sebelumnya itu akan berusaha keras untuk tetap memperhatikan walau mengantuk.
Benar-benar definisi murid teladan!
Sesekali Liyuna mencorat-coret bukunya dengan pulpen warna dan menstabilo kalimat penting yang ada di buku cetaknya. Huft, pelajaran bahasa Inggris hari cukup membosankan. Sebelum merasuki tubuh Liyuna, dia sudah cukup mahir berbahasa Inggris karena saat melakukan tes masuk kuliah dia harus tes wawancara berbahasa Inggris. Ah, hal ini belum pernah dibahas bukan?
Gadis berumur 18 tahun itu, sebelum merasuki tubuh Liyuna adalah seorang mahasiswi gap year yang mendapat peringkat pertama dalam tes masuk universitas. Alasan dia masuk setahun lebih lambat untuk berkuliah karena dia perlu mengumpulkan biaya untuk membayar sewa kos yang dekat dengan kampus, apa lagi saat umurnya menginjak 18 tahun dia tidak bisa tinggal dipanti lagi karena itu adalah kebijakan panti. Karena tidak ada biaya, mau tidak mau setelah lulus SMA dia harus mencari uang untuk biaya di masa depan. Untungnya saat ia ikut tes masuk universitas dia mendapat nilai cukup tinggi dan hal ini membuatnya bisa mendaftar ke universitas paling bagus sekaligus mendapat beasiswa bidikmisi. Lalu, karena nilainya yang cukup tinggi dia memiliki kesempatan untuk ikut tes tertulis dan tes wawancara agar bisa masuk ke kelas Internasional dan ya, dia lolos seleksi tersebut.
Sebelum merasuki tubuh Liyuna dia bukan orang yang bebal, namun tidak bisa dikatakan pintar juga karena semua yang dia dapat adalah hasil dari usaha kerasnya dalam belajar. Dia hanya orang tekun yang selalu berusaha dengan keras. Mungkin karena dia sudah terbiasa untuk tidak bergantung pada siapapun dan hanya bergantung pada kemampuannya sendiri.
Waktu berlalu, langit biru bagai lautan itu kini berubah menjadi langit jingga yang cantik seperti kobaran api. Di Red String, anak SD pun baru bisa pulang ketika langit biru sudah berubah menjadi oranye. Hal itu dikarenakan kurikulum Red String berbeda dengan kurikulum yang ada di dunia nyata. Karena hal ini lah, Red String sempat mengalami kontroversi karena dianggap mengambil hak anak dibawah umur. Padahal hal-hal mengenai Liyuna ketika masih SD hanya disebutkan sekilas saja karena dia adalah tokoh antagonis namun penggemar yang sudah bermain berkali-kali menyadarinya dan mempostingnya ke forum.
Jika di dalam game, mungkin hal itu akan terlihat tidak benar namun ketika sudah dirasakan sendiri seperti saat ini, mengambil hak anak dibawah umur itu kurang tepat karena di sekolah ini murid mendapat waktu istirahat sebanyak 3 kali yaitu pada pukul 9 pagi sampai 9.30, pukul 12 siang sampai 13.30, dan pada pukul 16 sore sampai pukul 16.30. Lalu jadwal pelajarannya pun tidak dibuat benar-benar padat dan full materi karena dalam satu hari ada yang namanya pelajaran bakat dan minat dimana setiap siswa yang memiliki bakat atau minat pada subjek tertentu harus menghadiri kelas yang mereka pilih berdasarkan bakat dan minat tersebut. Dikelas ini, semua murid dari kelas 1-6 digabung karena kelas ini dimaksudkan untuk melatih keunggulan setiap murid. Guru yang mengajar pun para profesional yang bersetifikat dan pernah mendapat banyak gelar dan piagam penghargaan. Bagi wali murid ini bukanlah hal yang merugikan karena pelajaran ini bisa mengurangi waktu kursus individu setiap murid. Seperti yang tadi sudah disebutkan, karena murid disekolah ini adalah anak dari keluarga terpandang, mereka diwajibkan memiliki satu keahlian atau minat yang memang ingin mereka tekuni. Seperti contohnya Yvette, dia memiliki minat dalam melukis dengan cat air dan memiliki bakat dalam hal tersebut juga, jadi dia mengikuti kelas melukis. Kelas melukis disini pun ada 3, kelas melukis dengan cat air, cat minyak, dan cat akrilik.
Lalu ada Liyuna, dia adalah anak yang cukup berbakat dalam bidang seni musik dan dia memiliki kelebihan pada daya ingatnya yang kuat. Karena itulah dia mengikuti kelas piano, namun karena saat ini tubuhnya dirasuki oleh orang yang sama sekali tidak bisa bermain piano, permainannya menjadi hancur berantakan, alhasil dia mengubah kelas bakat dan minatnya menjadi kelas menjahit dan mendesain karena di kehidupan sebelumnya dia cukup mahir menjahit. Karena kepindahan yang tiba-tiba orang tua Liyuna sempat terkejut namun akhirnya memperbolehkan Liyuna karena mereka memang sangat memanjakan Liyuna dan selalu memperlakukannya seperti seorang putri.
Setelah bel pulang berdering Liyuna segera mengemasi barang-barangnya dan memasukkan semuanya ke dalam tas. Namun gerakannya terhenti ketika dia tidak sengaja melihat kearah jendela dan melihat orang-orang berpakaian serba hitam tadi berlari mengejar seorang anak laki-laki berhoodie abu-abu. Anak itu berlari cukup kencang hingga para body guard itu kesusahan.
"Yvette, lihat! Orang berpakaian serba hitam itu mengejar seorang anak laki-laki." Ucap Liyuna sembari menunjuk kearah jendela.
"Ah, benar! Kenapa mereka mengejar anak itu? Bukankah mereka seorang body guard? Pekerjaan body guard adalah melindungi bukan?" Sahut Yvette yang meras heran karena orang berpakaian serba hitam yang ada dibawah mengejar seorang anak laki-laki dan bukannya melindungi anak tersebut.
"Mungkin mereka bukan body guard?"
"Itu tidak mungkin, Nona."
"Kenapa tidak mungkin?"
"Karena aku pernah menanyai mereka langsung."
Mendengar hal ini, Liyuna langsung menoleh kearah Yvette karena terkejut. Dia tidak menyangka Yvette menanyakan hal seperti itu pada mereka secara langsung.
"Kau menanyakannya pada orang berpakaian serba hitam yang ad dibawah?"
"Benar, Nona. Karena aku sangat penasaran, makanya aku bertanya. Mereka bilang mereka sedang menjaga Master mereka. Mungkin, orang yang mereka kejar berbuat masalah dengan sang Master ?"
'Seorang anak SD membuat ulah sampai dikejar-kejar? Hmm... Itu bukan hal mustahil sih, namanya juga anak-anak tapi tetap saja sulit dipercaya!'
Meski ini dunia game dan apa pun bisa terjadi, tetap saja, apa yang terjadi di dalamnya harus mengikuti aturan klise yang sudah ditetapkan. Biasanya orang yang mencolok dalam game hanya pemeran utama saja, tokoh sampingan ada hanya untuk trigger cinta heroine dan para target saja, itu adalah peraturan mutlak yang hampir tidak mungkin dilanggar oleh developer game.
Berusaha untuk tidak menekan pikiran liarnya terhadap apa yang baru saja terjadi, Liyuna akhirnya memutuskan untuk langsung pulang setelah berbicara dengan Yvette sebentar.
"Nona, hari ini ingin makan malam dengan apa?" Tanya Noel yang sedang menyetir di depan.
Sopir pribadi Liyuna ini bisa dikatakan cukup muda, dia baru saja lulus kuliah dan memutuskan untuk bekerja pada keluarga Castris. Alasan dia bekerja pada Castris karena Castris lah yang membiayai sekolahnya dari kecil hingga dewasa. Hal ini mungkin belum dibahas sebelumnya, tapi keluarga Castris juga memiliki panti asuhan dibawah yayasan mereka dan siapapun yang masuk ke panti ini akan dibiayai hingga kuliah karena ada banyak konglomerat yang bersedia menjadi sponsor maupun menyumbang dengan nominal yang cukup besar. Hal ini membuat Panti Astraea menjadi panti asuhan terbesar sekaligus selalu menghasilkan anak didik yang mumpuni.
Noel sendiri sebenarnya mendapat tawaran untuk bekerja di perusahaan Castris namun dia lebih memilih menjadi sopir pribadi Liyuna untuk membalas budi Tuan dan Nyona Castris yang selama ini baik padanya.
Panti Astraea berbeda dengan panti asuhan pada umumnya karena selain panti ini memiliki kemampuan finansial yang jauh dari kata kekurangan, panti ini juga memiliki fasilitas lengkap dengan pengajaran yang cukup ketat karena mereka diharapkan bisa membantu dan bekerja untuk keluarga besar lainnya yang menjadi donatur dan sponsor, namun tentu saja tidak ada paksaan dan jika anak tersebut menolak tidak ada yang boleh memaksanya, itu adalah peraturan dari keluarga Castris. Karena itulah biasanya anak yang berasal dari panti tersebut memiliki skill luar biasa dalam berbagai bidang, mulai dari seni, bela diri, strategi, menembak, dan masih banyak lagi.
"Aku tidak terlalu menginginkan sesuatu, jadi makan dengan apapun tidak masalah Kak Noel." Sahut Liyuna yang duduk dibelakang.
"Nyonya hari ini akan berada di studio sampai malam, jadi Nona akan makan malam sendiri."
"Mama akan pulang larut?"
"Benar, Nona."
"Apa Mama masih memiliki banyak pekerjaan?"
"Sebentar lagi Elisien Fashion Week akan digelar, jadi Nyonya sedang mempersiapkan segalanya dengan teliti."
Liyuna mengangguk mengerti setelah mendengar penjelasan Noel.
Salah satu alasan mengapa Sara setuju atas perpindahan kelas Liyuna adalah karena Sara sendiri adalah seorang desainer dan karyanya selalu tampil di ajang internasional. Karena itulah Sara berpikir Liyuna tertarik dengan pekerjaannya sehingga ingin mencoba apa yang Ibunya lakukan, padahal kenyataannya tidak begitu.
Sesampainya dirumah, Liyuna langsung mandi dan menata buku untuk kelas besok pagi, setelahnya ia turun ke bawah untuk makan malam.
Sesekali Liyuna akan makan sendirian seperti ini karena ayahnya jarang sekali pulang dan mamanya juga kadang pulang larut malam. Bagi Liyuna yang sudah terbiasa makan malam sendiri, ini bukanlah hal besar.
Bibi Olla memasak masakan jepang favorit Liyuna, ada gyudon, mini sushi, dan juga nasi kepal isi tuna mayo. Kemampuan memasak Olla tidak perlu diragukan lagi karena wanita berumur 40 tahun ini dulunya adalah chef bersertifikat yang cukup bertalenta. Sampai sekarang gadis berusia 18 tahun yang merasuki tubuh Liyuna masih tidak habis pikir karena orang-orang yang bekerja dirumahnya adalah orang luar biasa yang seharusnya tidak melayani suatu keluarga.
Meski dunia yang ada di Red String adalah dunia alternatif, tetap saja dunia ini mirip dunia asli. Dimana di dunia ini juga ada negara Amerika, Jepang, China dan juga negara lainnya yang ada di dunia nyata.
Liyuna jadi merasa sedikit aneh dan ini semua terasa tidak masuk akal karena Castris terlalu kaya sampai dititik yang sulit dipercaya.
Setelah makan malam, Liyuna melanjutkan kegiatannya seperti biasa yaitu mengerjakan PR dan membaca buku sebelum tidur.
Kegiatan sehari-hari Liyuna bisa dikatakan cukup normal ketika berada dirumah karena memang waktu Liyuna dirumah dan disekolah, lebih banyakan disekolah.
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 162 Episodes
Comments
Ida Blado
aq suka kalau partnya panjang,tpi kalau kebanyakan narasi ya ngebosenin,,,aq harap lbh banyak percakapannya dripada narasinya.
2022-01-03
5
JW🦅MA
MAKNA YANG ,MENDALA,M
AYO AUTHOR JALANKAN
2021-08-09
1
🍫Gugu<𝀋𝓚ℬ🛡༺ ᶠ²ᶜ🌠
di dalam cerita ini dpt di simpulkan bahwa :
1. jika ingin sukses haruslah tekun
2. jgn melihat sifat seseorang hanya sekilas (lihat luarnya aja)
3. iri dan dengki dapat menimbulkan musibah
4. orng jahat adalah orng baik yg iri, dan dengki maupun tersakiti (kalimat film " orang jahat adalah orng baik yg tersakiti " )
ya begitulah kesimpulan yg dapat di petik dlm novel dari prolog hingga chapter 6
2021-07-06
28