Chapter 6 - Orang-Orang Bersetelan Hitam

Jam makan siang telah usai, namun Liyuna masih memikirkan tentang orang-orang berbaju hitam yang tadi dilihatnya. Jika dipikirkan bagaimana pun, dia yakin siapa pun orang yang dijaga mereka adalah orang yang punya kekuasaan. Tapi masalahnya, dia tidak ingat karakter lain yang memiliki kekuasaan setara Liyuna dan para target.

Sejak awal Red String adalah game yang di targetkan untuk para wanita dan tentu saja bukan hal aneh jika cerita yang ada hanya mengikuti tokoh utama saja, namun meski begitu jika ada tokoh dengan kekuasaan yang hampir setara dengan Liyuna dan para target seharusnya pernah disebutkan meski hanya sekali.

Tapi kalau dipikir-pikir, sekolah Liyuna ini memang tempat berkumpulnya para penerus dan ahli waris perusahaan besar, ada juga anak politikus dan juga anak artis. Namun mereka bukanlah karakter yang memiliki peran penting bahkan mereka tidak memegang label tokoh pembantu. Tidak hanya nama mereka, wajah mereka pun tidak pernah diilustrasikan, disebut sebagai Murid A dan Murid B saja sudah bagus.

Ngomong-ngomong ada beberapa tokoh sampingan yang sempat disebutkan dalam game seperti; Jay, Luca, Veya, Oz, dan beberapa lainnya yang tidak Liyuna ingat. Tapi mustahil mereka muncul sekarang karena seharusnya mereka muncul ketika Yuriel masuk SMA. Bisa saja sih ini seperti kasus Allen yang Liyuna sendiri tidak tahu jika sebenarnya mereka satu sekolah sejak SD karena memang di game tidak pernah dijelaskan namun menurut Liyuna hal yang sama mustahil terjadi. Seingat Liyuna tokoh sampingan hanya muncul sekelebat saja dan tidak memiliki peran penting, jadi mustahil mereka sudah muncul. Tapi, hal aneh yang saat ini terjadi mustahil terjadi begitu saja. Di dalam game tokoh sampingan tidak ada yang memakai jasa body guard sekalipun mereka anak Presiden kecuali jika itu adalah Liyuna, para target, dan Yuriel yang sudah menjadi bagian dari keluarga Castris.

Kelas terasa berjalan dengan sangat lambat, Liyuna beberapa kali menguap karena mengantuk. Angin musim panas benar-benar membuatnya mengantuk, namun dia harus menahan rasa kantuknya karena saat ini Pak Guru sedang menjelaskan materi di depan kelas. Meski pelajaran anak SD tidak berat bagi Liyuna yang dirasuki jiwa berumur delapan belas tahun, namun tetap saja gadis rajin yang cukup ambisius di kehidupan sebelumnya itu akan berusaha keras untuk tetap memperhatikan walau mengantuk.

Benar-benar definisi murid teladan!

Sesekali Liyuna mencorat-coret bukunya dengan pulpen warna dan menstabilo kalimat penting yang ada di buku cetaknya. Huft, pelajaran bahasa Inggris hari cukup membosankan. Sebelum merasuki tubuh Liyuna, dia sudah cukup mahir berbahasa Inggris karena saat melakukan tes masuk kuliah dia harus tes wawancara berbahasa Inggris. Ah, hal ini belum pernah dibahas bukan?

Gadis berumur 18 tahun itu, sebelum merasuki tubuh Liyuna adalah seorang mahasiswi gap year yang mendapat peringkat pertama dalam tes masuk universitas. Alasan dia masuk setahun lebih lambat untuk berkuliah karena dia perlu mengumpulkan biaya untuk membayar sewa kos yang dekat dengan kampus, apa lagi saat umurnya menginjak 18 tahun dia tidak bisa tinggal dipanti lagi karena itu adalah kebijakan panti. Karena tidak ada biaya, mau tidak mau setelah lulus SMA dia harus mencari uang untuk biaya di masa depan. Untungnya saat ia ikut tes masuk universitas dia mendapat nilai cukup tinggi dan hal ini membuatnya bisa mendaftar ke universitas paling bagus sekaligus mendapat beasiswa bidikmisi. Lalu, karena nilainya yang cukup tinggi dia memiliki kesempatan untuk ikut tes tertulis dan tes wawancara agar bisa masuk ke kelas Internasional dan ya, dia lolos seleksi tersebut.

Sebelum merasuki tubuh Liyuna dia bukan orang yang bebal, namun tidak bisa dikatakan pintar juga karena semua yang dia dapat adalah hasil dari usaha kerasnya dalam belajar. Dia hanya orang tekun yang selalu berusaha dengan keras. Mungkin karena dia sudah terbiasa untuk tidak bergantung pada siapapun dan hanya bergantung pada kemampuannya sendiri.

Waktu berlalu, langit biru bagai lautan itu kini berubah menjadi langit jingga yang cantik seperti kobaran api. Di Red String, anak SD pun baru bisa pulang ketika langit biru sudah berubah menjadi oranye. Hal itu dikarenakan kurikulum Red String berbeda dengan kurikulum yang ada di dunia nyata. Karena hal ini lah, Red String sempat mengalami kontroversi karena dianggap mengambil hak anak dibawah umur. Padahal hal-hal mengenai Liyuna ketika masih SD hanya disebutkan sekilas saja karena dia adalah tokoh antagonis namun penggemar yang sudah bermain berkali-kali menyadarinya dan mempostingnya ke forum.

Jika di dalam game, mungkin hal itu akan terlihat tidak benar namun ketika sudah dirasakan sendiri seperti saat ini, mengambil hak anak dibawah umur itu kurang tepat karena di sekolah ini murid mendapat waktu istirahat sebanyak 3 kali yaitu pada pukul 9 pagi sampai 9.30, pukul 12 siang sampai 13.30, dan pada pukul 16 sore sampai pukul 16.30. Lalu jadwal pelajarannya pun tidak dibuat benar-benar padat dan full materi karena dalam satu hari ada yang namanya pelajaran bakat dan minat dimana setiap siswa yang memiliki bakat atau minat pada subjek tertentu harus menghadiri kelas yang mereka pilih berdasarkan bakat dan minat tersebut. Dikelas ini, semua murid dari kelas 1-6 digabung karena kelas ini dimaksudkan untuk melatih keunggulan setiap murid. Guru yang mengajar pun para profesional yang bersetifikat dan pernah mendapat banyak gelar dan piagam penghargaan. Bagi wali murid ini bukanlah hal yang merugikan karena pelajaran ini bisa mengurangi waktu kursus individu setiap murid. Seperti yang tadi sudah disebutkan, karena murid disekolah ini adalah anak dari keluarga terpandang, mereka diwajibkan memiliki satu keahlian atau minat yang memang ingin mereka tekuni. Seperti contohnya Yvette, dia memiliki minat dalam melukis dengan cat air dan memiliki bakat dalam hal tersebut juga, jadi dia mengikuti kelas melukis. Kelas melukis disini pun ada 3, kelas melukis dengan cat air, cat minyak, dan cat akrilik.

Lalu ada Liyuna, dia adalah anak yang cukup berbakat dalam bidang seni musik dan dia memiliki kelebihan pada daya ingatnya yang kuat. Karena itulah dia mengikuti kelas piano, namun karena saat ini tubuhnya dirasuki oleh orang yang sama sekali tidak bisa bermain piano, permainannya menjadi hancur berantakan, alhasil dia mengubah kelas bakat dan minatnya menjadi kelas menjahit dan mendesain karena di kehidupan sebelumnya dia cukup mahir menjahit. Karena kepindahan yang tiba-tiba orang tua Liyuna sempat terkejut namun akhirnya memperbolehkan Liyuna karena mereka memang sangat memanjakan Liyuna dan selalu memperlakukannya seperti seorang putri.

Setelah bel pulang berdering Liyuna segera mengemasi barang-barangnya dan memasukkan semuanya ke dalam tas. Namun gerakannya terhenti ketika dia tidak sengaja melihat kearah jendela dan melihat orang-orang berpakaian serba hitam tadi berlari mengejar seorang anak laki-laki berhoodie abu-abu. Anak itu berlari cukup kencang hingga para body guard itu kesusahan.

"Yvette, lihat! Orang berpakaian serba hitam itu mengejar seorang anak laki-laki." Ucap Liyuna sembari menunjuk kearah jendela.

"Ah, benar! Kenapa mereka mengejar anak itu? Bukankah mereka seorang body guard? Pekerjaan body guard adalah melindungi bukan?" Sahut Yvette yang meras heran karena orang berpakaian serba hitam yang ada dibawah mengejar seorang anak laki-laki dan bukannya melindungi anak tersebut.

"Mungkin mereka bukan body guard?"

"Itu tidak mungkin, Nona."

"Kenapa tidak mungkin?"

"Karena aku pernah menanyai mereka langsung."

Mendengar hal ini, Liyuna langsung menoleh kearah Yvette karena terkejut. Dia tidak menyangka Yvette menanyakan hal seperti itu pada mereka secara langsung.

"Kau menanyakannya pada orang berpakaian serba hitam yang ad dibawah?"

"Benar, Nona. Karena aku sangat penasaran, makanya aku bertanya. Mereka bilang mereka sedang menjaga Master mereka. Mungkin, orang yang mereka kejar berbuat masalah dengan sang Master ?"

'Seorang anak SD membuat ulah sampai dikejar-kejar? Hmm... Itu bukan hal mustahil sih, namanya juga anak-anak tapi tetap saja sulit dipercaya!'

Meski ini dunia game dan apa pun bisa terjadi, tetap saja, apa yang terjadi di dalamnya harus mengikuti aturan klise yang sudah ditetapkan. Biasanya orang yang mencolok dalam game hanya pemeran utama saja, tokoh sampingan ada hanya untuk trigger cinta heroine dan para target saja, itu adalah peraturan mutlak yang hampir tidak mungkin dilanggar oleh developer game.

Berusaha untuk tidak menekan pikiran liarnya terhadap apa yang baru saja terjadi, Liyuna akhirnya memutuskan untuk langsung pulang setelah berbicara dengan Yvette sebentar.

"Nona, hari ini ingin makan malam dengan apa?" Tanya Noel yang sedang menyetir di depan.

Sopir pribadi Liyuna ini bisa dikatakan cukup muda, dia baru saja lulus kuliah dan memutuskan untuk bekerja pada keluarga Castris. Alasan dia bekerja pada Castris karena Castris lah yang membiayai sekolahnya dari kecil hingga dewasa. Hal ini mungkin belum dibahas sebelumnya, tapi keluarga Castris juga memiliki panti asuhan dibawah yayasan mereka dan siapapun yang masuk ke panti ini akan dibiayai hingga kuliah karena ada banyak konglomerat yang bersedia menjadi sponsor maupun menyumbang dengan nominal yang cukup besar. Hal ini membuat Panti Astraea menjadi panti asuhan terbesar sekaligus selalu menghasilkan anak didik yang mumpuni.

Noel sendiri sebenarnya mendapat tawaran untuk bekerja di perusahaan Castris namun dia lebih memilih menjadi sopir pribadi Liyuna untuk membalas budi Tuan dan Nyona Castris yang selama ini baik padanya.

Panti Astraea berbeda dengan panti asuhan pada umumnya karena selain panti ini memiliki kemampuan finansial yang jauh dari kata kekurangan, panti ini juga memiliki fasilitas lengkap dengan pengajaran yang cukup ketat karena mereka diharapkan bisa membantu dan bekerja untuk keluarga besar lainnya yang menjadi donatur dan sponsor, namun tentu saja tidak ada paksaan dan jika anak tersebut menolak tidak ada yang boleh memaksanya, itu adalah peraturan dari keluarga Castris. Karena itulah biasanya anak yang berasal dari panti tersebut memiliki skill luar biasa dalam berbagai bidang, mulai dari seni, bela diri, strategi, menembak, dan masih banyak lagi.

"Aku tidak terlalu menginginkan sesuatu, jadi makan dengan apapun tidak masalah Kak Noel." Sahut Liyuna yang duduk dibelakang.

"Nyonya hari ini akan berada di studio sampai malam, jadi Nona akan makan malam sendiri."

"Mama akan pulang larut?"

"Benar, Nona."

"Apa Mama masih memiliki banyak pekerjaan?"

"Sebentar lagi Elisien Fashion Week akan digelar, jadi Nyonya sedang mempersiapkan segalanya dengan teliti."

Liyuna mengangguk mengerti setelah mendengar penjelasan Noel.

Salah satu alasan mengapa Sara setuju atas perpindahan kelas Liyuna adalah karena Sara sendiri adalah seorang desainer dan karyanya selalu tampil di ajang internasional. Karena itulah Sara berpikir Liyuna tertarik dengan pekerjaannya sehingga ingin mencoba apa yang Ibunya lakukan, padahal kenyataannya tidak begitu.

Sesampainya dirumah, Liyuna langsung mandi dan menata buku untuk kelas besok pagi, setelahnya ia turun ke bawah untuk makan malam.

Sesekali Liyuna akan makan sendirian seperti ini karena ayahnya jarang sekali pulang dan mamanya juga kadang pulang larut malam. Bagi Liyuna yang sudah terbiasa makan malam sendiri, ini bukanlah hal besar.

Bibi Olla memasak masakan jepang favorit Liyuna, ada gyudon, mini sushi, dan juga nasi kepal isi tuna mayo. Kemampuan memasak Olla tidak perlu diragukan lagi karena wanita berumur 40 tahun ini dulunya adalah chef bersertifikat yang cukup bertalenta. Sampai sekarang gadis berusia 18 tahun yang merasuki tubuh Liyuna masih tidak habis pikir karena orang-orang yang bekerja dirumahnya adalah orang luar biasa yang seharusnya tidak melayani suatu keluarga.

Meski dunia yang ada di Red String adalah dunia alternatif, tetap saja dunia ini mirip dunia asli. Dimana di dunia ini juga ada negara Amerika, Jepang, China dan juga negara lainnya yang ada di dunia nyata.

Liyuna jadi merasa sedikit aneh dan ini semua terasa tidak masuk akal karena Castris terlalu kaya sampai dititik yang sulit dipercaya.

Setelah makan malam, Liyuna melanjutkan kegiatannya seperti biasa yaitu mengerjakan PR dan membaca buku sebelum tidur.

Kegiatan sehari-hari Liyuna bisa dikatakan cukup normal ketika berada dirumah karena memang waktu Liyuna dirumah dan disekolah, lebih banyakan disekolah.

TBC

Terpopuler

Comments

Ida Blado

Ida Blado

aq suka kalau partnya panjang,tpi kalau kebanyakan narasi ya ngebosenin,,,aq harap lbh banyak percakapannya dripada narasinya.

2022-01-03

5

JW🦅MA

JW🦅MA

MAKNA YANG ,MENDALA,M

AYO AUTHOR JALANKAN

2021-08-09

1

🍫Gugu<𝀋𝓚ℬ🛡༺ ᶠ²ᶜ🌠

🍫Gugu<𝀋𝓚ℬ🛡༺ ᶠ²ᶜ🌠

di dalam cerita ini dpt di simpulkan bahwa :
1. jika ingin sukses haruslah tekun
2. jgn melihat sifat seseorang hanya sekilas (lihat luarnya aja)
3. iri dan dengki dapat menimbulkan musibah
4. orng jahat adalah orng baik yg iri, dan dengki maupun tersakiti (kalimat film " orang jahat adalah orng baik yg tersakiti " )

ya begitulah kesimpulan yg dapat di petik dlm novel dari prolog hingga chapter 6

2021-07-06

28

lihat semua
Episodes
1 Prologue
2 Chapter 1 - Aku Mengambil Alih Tubuh Liyuna?!
3 Chapter 2 - Masih Hidup
4 Chapter 3- Si Menyebalkan Allen!
5 Chapter 4 - Kepindahan Allen Yang Tiba-Tiba
6 Chapter 5 - Munculnya Karakter Baru?!
7 Chapter 6 - Orang-Orang Bersetelan Hitam
8 Chapter 7 - Lucas Obelian si Ekstra
9 Chapter 8 - Mata Monster Beracun
10 Chapter 9 - Kesan Yang Membaik
11 Chapter 10 - Pesta I
12 Chapter 11 - Pesta II
13 Chapter 12 - Pesta III
14 Chapter 13 - Musim Semi Pertama
15 Chapter 14 - Havelian Park
16 Chapter 15 - Keputusan Lucas
17 Chapter 16 - Pulang ke Rusia
18 Chapter 17 - Obelian's Circle
19 Chapter 18 - Insiden Pengeboman
20 Chapter 19 - Allen dan Victor
21 Chapter 20 - Yuda Harvenhelt
22 Chapter 21 - Liburan Musim Panas I
23 Chapter 22 - Liburan Musim Panas II
24 Chapter 23 - Kalung Kupu-Kupu
25 Chapter 24 - Pulang
26 Chapter 25 - Sleepover
27 Chapter 26 - Perasaan
28 Chapter 27 - Eksplor
29 Chapter 28 - Penghuni Rumah Matahari
30 Chapter 29 - Berita Kematian
31 Chapter 30 - Topeng Yuda
32 Chapter 31 - Menulis Ingatan
33 Spesial Q&A
34 Chapter 32 - Kedatangan Yuriel I
35 Chapter 33 - Kedatangan Yuriel II
36 Chapter 34 - Ikatan & Kepercayaan
37 Chapter 35 - Orang Itu Adalah?
38 Chapter 36 - Hidden Target
39 Chapter 37 - Hajun
40 Chapter 38 - Yuriel di Sekolah I
41 Chapter 39 - Yuriel di Sekolah II
42 Chapter 40 - Yuriel di Sekolah III
43 Chapter 41 - Mimpi
44 Chapter 42 - Menyembunyikan Sesuatu
45 Chapter 43 - Keadaan
46 Chapter 44 - Altzion Ravenray
47 Chapter 45 - Ravenray
48 Chapter 46 - Wanita dalam Lukisan
49 Chapter 47 - Luka yang Dimilikinya
50 Chapter 48 - Masa Lalu Yuda
51 Chapter 49 - Persiapan
52 Chapter 50 - Pemeran Utama
53 Chapter 51 - Kegembiraan dan Keceriaan
54 Chapter 52 - Sebuah Janji
55 Chapter 53 - Kembali
56 Chapter 54 - Musim Semi Keenam
57 Chapter 55 - Tempat Persembunyian
58 Chapter 56 - Konfrontasi
59 Chapter 57 - Mimpi yang Terlihat Nyata
60 Chapter 58 - Ketua OSIS
61 Chapter 59 - Mirror of the World
62 Chapter 60 - Munculnya Tokoh Berbahaya
63 Chapter 61 - Liyuna Asli!
64 Chapter 62 - Perkumpulan
65 Chapter 63 - Hari Pertama
66 Chapter 64 - Seperti Biasa
67 Chapter 65 - Menjadi Anggota Resmi
68 Chapter 66 - Perasaan Yuriel
69 Chapter 67 - Emosi yang Tidak Stabil
70 Chapter 68 - Liburan Bersama Allen
71 Chapter 69 - Pembunuh Bayaran
72 Chapter 70 - Liyuna dalam Bahaya
73 Chapter 71 - Menyelamatkan Diri
74 Chapter 72 - Kembali ke Vila
75 Chapter 73 - Bala Bantuan Datang!
76 Chapter 74 - Recovery
77 Chapter 75 - Malam Natal Berdarah
78 Chapter 76 - Berita Duka
79 Chapter 77 - Penyelidikan
80 Chapter 78 - Almera Menemukan Kebenaran
81 Chapter 79 - Pemakaman
82 Chapter 80 - Ketakutan Melanda
83 Chapter 81 - Belum Waktunya
84 Chapter 82 - Musim Semi Kesepuluh
85 Chapter 83 - Kembalinya Lucas
86 Chapter 84 - Lama Tidak Bertemu
87 Chapter 85 - Reuni
88 Chapter 86 - Ilusi atau Ingatan?
89 Chapter 87 - Bertemu Dengannya
90 Chapter 88 - Mimpi Atau Premonisi?
91 Chapter 89 - Kesan Pertama (Allen's POV)
92 Chapter 90 - Pesta Anniversary
93 Chapter 91 - Terima Kasih Tehnya
94 Chapter 92 - Allen dan Zion
95 Chapter 93 - Pentas Seni
96 Chapter 94 - The Romancers
97 Chapter 95 - Backstage
98 Chapter 96 - Insiden Besar Terjadi
99 Chapter 97 - Cerberus
100 Chapter 98 - Kebenaran yang Disembunyikan
101 Chapter 99 - Wanita yang Selalu Menghantui
102 Chapter 100 - Alasan (Zion's POV)
103 Chapter 101 - Aku yang Berasal Dari Dunia Lain
104 Chapter 102 - Januari
105 103 - Lucas dan Hajun
106 Chapter 104 - Istirahat Sejenak
107 Chapter 105 - General Manager
108 Chapter 106 - Hasil Dari Sebuah Pilihan
109 Chapter 107 - Insiden Frozen December
110 Chapter 108 - Tekad yang Bulat
111 109 - Awal Mulai Dari Time Loop (Allen's POV)
112 Chapter 110 - Kedatangan Victor
113 Chapter 111 - Akhir Dari Ravenray
114 Chapter 112 - Pemindahan Kekuasaan
115 Chapter 113 - Awal Dari Sebuah Cerita (Yuriel's POV)
116 Chapter 114 - Allen dan Yuriel
117 Chapter 115 - Mulai Bergerak
118 Chapter 116 - Panti Asuhan Astraea
119 Chapter 117 - Noel dan Panti Astraea
120 Chapter 118 - Tidak Kondusif
121 Chapter 119 - Bertemu Lucas
122 Chapter 120 - Tamu Tak Diundang
123 Chapter 121 - Sesuatu Terjadi Pada Lucas
124 Chapter 122 - Kita Harus Membantu Lucas
125 Chapter 123 - Menyelinap Ke Obelian's Circle
126 Chapter 124 - Pergi ke Rusia
127 Chapter 125 - Menyusun Rencana
128 Chapter 126 - Persiapan
129 Chapter 127 - Keributan
130 Chapter 128 - Irina
131 Chapter 129 - Basement
132 Chapter 130 - Ketahuan?!
133 Chapter 131 - Kakak Lucas
134 Chapter 132 - Meninggalkan Obelian's Circle
135 Chapter 133 - Kembali Elisien
136 Chapter 134 - Daun Mulai Berguguran
137 Chapter 135 - Diintai
138 Chapter 136 - Kecelakaan
139 Chapter 137 - Red Diamond
140 Chapter 138 - Pencarian
141 Chapter 139 - Kalung Kupu-Kupu II
142 Chapter 140 - Tersadar
143 Chapter 141 - Dia adalah Pamanku?
144 Chapter 142 - Gudang Penyimpanan
145 Chapter 143 - Barang Lelang
146 Chapter 144 - Identitas Pemimpin Cerberus
147 Chapter 145 - Barang Terakhir
148 Chapter 146 - Harrioth Aerian Castris
149 Chapter 147 - Pasukan Penyelamat
150 Chapter 148 - Meninggalkan Red Diamond
151 Chapter 149 - Liyuna
152 Chapter 150 - Perubahan
153 Chapter 151 - Kebenaran
154 Chapter 152 - Keluarga Castris
155 Chapter 153 - Keluarga Castris (2)
156 Chapter 154 - Keluarga Castris (3)
157 Chapter 155 – Karl dan Harry
158 Chapter 156 - Karl dan Harry (2)
159 Chapter 157 – Karl dan Harry (3)
160 Chapter 158 – Retakan
161 Chapter 159 – Retakan (2)
162 Chapter 160 - Pamanmu, Harrioth
Episodes

Updated 162 Episodes

1
Prologue
2
Chapter 1 - Aku Mengambil Alih Tubuh Liyuna?!
3
Chapter 2 - Masih Hidup
4
Chapter 3- Si Menyebalkan Allen!
5
Chapter 4 - Kepindahan Allen Yang Tiba-Tiba
6
Chapter 5 - Munculnya Karakter Baru?!
7
Chapter 6 - Orang-Orang Bersetelan Hitam
8
Chapter 7 - Lucas Obelian si Ekstra
9
Chapter 8 - Mata Monster Beracun
10
Chapter 9 - Kesan Yang Membaik
11
Chapter 10 - Pesta I
12
Chapter 11 - Pesta II
13
Chapter 12 - Pesta III
14
Chapter 13 - Musim Semi Pertama
15
Chapter 14 - Havelian Park
16
Chapter 15 - Keputusan Lucas
17
Chapter 16 - Pulang ke Rusia
18
Chapter 17 - Obelian's Circle
19
Chapter 18 - Insiden Pengeboman
20
Chapter 19 - Allen dan Victor
21
Chapter 20 - Yuda Harvenhelt
22
Chapter 21 - Liburan Musim Panas I
23
Chapter 22 - Liburan Musim Panas II
24
Chapter 23 - Kalung Kupu-Kupu
25
Chapter 24 - Pulang
26
Chapter 25 - Sleepover
27
Chapter 26 - Perasaan
28
Chapter 27 - Eksplor
29
Chapter 28 - Penghuni Rumah Matahari
30
Chapter 29 - Berita Kematian
31
Chapter 30 - Topeng Yuda
32
Chapter 31 - Menulis Ingatan
33
Spesial Q&A
34
Chapter 32 - Kedatangan Yuriel I
35
Chapter 33 - Kedatangan Yuriel II
36
Chapter 34 - Ikatan & Kepercayaan
37
Chapter 35 - Orang Itu Adalah?
38
Chapter 36 - Hidden Target
39
Chapter 37 - Hajun
40
Chapter 38 - Yuriel di Sekolah I
41
Chapter 39 - Yuriel di Sekolah II
42
Chapter 40 - Yuriel di Sekolah III
43
Chapter 41 - Mimpi
44
Chapter 42 - Menyembunyikan Sesuatu
45
Chapter 43 - Keadaan
46
Chapter 44 - Altzion Ravenray
47
Chapter 45 - Ravenray
48
Chapter 46 - Wanita dalam Lukisan
49
Chapter 47 - Luka yang Dimilikinya
50
Chapter 48 - Masa Lalu Yuda
51
Chapter 49 - Persiapan
52
Chapter 50 - Pemeran Utama
53
Chapter 51 - Kegembiraan dan Keceriaan
54
Chapter 52 - Sebuah Janji
55
Chapter 53 - Kembali
56
Chapter 54 - Musim Semi Keenam
57
Chapter 55 - Tempat Persembunyian
58
Chapter 56 - Konfrontasi
59
Chapter 57 - Mimpi yang Terlihat Nyata
60
Chapter 58 - Ketua OSIS
61
Chapter 59 - Mirror of the World
62
Chapter 60 - Munculnya Tokoh Berbahaya
63
Chapter 61 - Liyuna Asli!
64
Chapter 62 - Perkumpulan
65
Chapter 63 - Hari Pertama
66
Chapter 64 - Seperti Biasa
67
Chapter 65 - Menjadi Anggota Resmi
68
Chapter 66 - Perasaan Yuriel
69
Chapter 67 - Emosi yang Tidak Stabil
70
Chapter 68 - Liburan Bersama Allen
71
Chapter 69 - Pembunuh Bayaran
72
Chapter 70 - Liyuna dalam Bahaya
73
Chapter 71 - Menyelamatkan Diri
74
Chapter 72 - Kembali ke Vila
75
Chapter 73 - Bala Bantuan Datang!
76
Chapter 74 - Recovery
77
Chapter 75 - Malam Natal Berdarah
78
Chapter 76 - Berita Duka
79
Chapter 77 - Penyelidikan
80
Chapter 78 - Almera Menemukan Kebenaran
81
Chapter 79 - Pemakaman
82
Chapter 80 - Ketakutan Melanda
83
Chapter 81 - Belum Waktunya
84
Chapter 82 - Musim Semi Kesepuluh
85
Chapter 83 - Kembalinya Lucas
86
Chapter 84 - Lama Tidak Bertemu
87
Chapter 85 - Reuni
88
Chapter 86 - Ilusi atau Ingatan?
89
Chapter 87 - Bertemu Dengannya
90
Chapter 88 - Mimpi Atau Premonisi?
91
Chapter 89 - Kesan Pertama (Allen's POV)
92
Chapter 90 - Pesta Anniversary
93
Chapter 91 - Terima Kasih Tehnya
94
Chapter 92 - Allen dan Zion
95
Chapter 93 - Pentas Seni
96
Chapter 94 - The Romancers
97
Chapter 95 - Backstage
98
Chapter 96 - Insiden Besar Terjadi
99
Chapter 97 - Cerberus
100
Chapter 98 - Kebenaran yang Disembunyikan
101
Chapter 99 - Wanita yang Selalu Menghantui
102
Chapter 100 - Alasan (Zion's POV)
103
Chapter 101 - Aku yang Berasal Dari Dunia Lain
104
Chapter 102 - Januari
105
103 - Lucas dan Hajun
106
Chapter 104 - Istirahat Sejenak
107
Chapter 105 - General Manager
108
Chapter 106 - Hasil Dari Sebuah Pilihan
109
Chapter 107 - Insiden Frozen December
110
Chapter 108 - Tekad yang Bulat
111
109 - Awal Mulai Dari Time Loop (Allen's POV)
112
Chapter 110 - Kedatangan Victor
113
Chapter 111 - Akhir Dari Ravenray
114
Chapter 112 - Pemindahan Kekuasaan
115
Chapter 113 - Awal Dari Sebuah Cerita (Yuriel's POV)
116
Chapter 114 - Allen dan Yuriel
117
Chapter 115 - Mulai Bergerak
118
Chapter 116 - Panti Asuhan Astraea
119
Chapter 117 - Noel dan Panti Astraea
120
Chapter 118 - Tidak Kondusif
121
Chapter 119 - Bertemu Lucas
122
Chapter 120 - Tamu Tak Diundang
123
Chapter 121 - Sesuatu Terjadi Pada Lucas
124
Chapter 122 - Kita Harus Membantu Lucas
125
Chapter 123 - Menyelinap Ke Obelian's Circle
126
Chapter 124 - Pergi ke Rusia
127
Chapter 125 - Menyusun Rencana
128
Chapter 126 - Persiapan
129
Chapter 127 - Keributan
130
Chapter 128 - Irina
131
Chapter 129 - Basement
132
Chapter 130 - Ketahuan?!
133
Chapter 131 - Kakak Lucas
134
Chapter 132 - Meninggalkan Obelian's Circle
135
Chapter 133 - Kembali Elisien
136
Chapter 134 - Daun Mulai Berguguran
137
Chapter 135 - Diintai
138
Chapter 136 - Kecelakaan
139
Chapter 137 - Red Diamond
140
Chapter 138 - Pencarian
141
Chapter 139 - Kalung Kupu-Kupu II
142
Chapter 140 - Tersadar
143
Chapter 141 - Dia adalah Pamanku?
144
Chapter 142 - Gudang Penyimpanan
145
Chapter 143 - Barang Lelang
146
Chapter 144 - Identitas Pemimpin Cerberus
147
Chapter 145 - Barang Terakhir
148
Chapter 146 - Harrioth Aerian Castris
149
Chapter 147 - Pasukan Penyelamat
150
Chapter 148 - Meninggalkan Red Diamond
151
Chapter 149 - Liyuna
152
Chapter 150 - Perubahan
153
Chapter 151 - Kebenaran
154
Chapter 152 - Keluarga Castris
155
Chapter 153 - Keluarga Castris (2)
156
Chapter 154 - Keluarga Castris (3)
157
Chapter 155 – Karl dan Harry
158
Chapter 156 - Karl dan Harry (2)
159
Chapter 157 – Karl dan Harry (3)
160
Chapter 158 – Retakan
161
Chapter 159 – Retakan (2)
162
Chapter 160 - Pamanmu, Harrioth

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!