Chapter 12 - Pesta III

Yuda dan pemuda berambut hitam itu terlihat saling berbincang. Jika dilihat dari tinggi badan, sepertinya lawan bicara Yuda sedikit lebih tua karena dia 10 cm lebih tinggi dari Yuda. Tapi, semua itu bisa saja salah. Tidak ada aturan yang tua akan lebih tinggi bukan? Namun jika dilihat dari bentuk tubuh mereka, jelas lawan bicara Yuda memiliki tubuh yang lebih besar seperti pemuda yang berada diumur 15 tahunan keatas.

Liyuna yang melihat hal ini berusaha bersembunyi dibalik lorong agar tidak kelihatan. Liyuna merasa ketiban sial setelah bertemu dengan Allen. Bagaimana bisa dia bertemu dua target dalam sehari?! Seingatnya Liyuna bertemu Yuda ketika berumur 17 tahunan, jadi kenapa dia bisa bertemu dengan Yuda sekarang?!

Liyuna tidak ingin bertemu dengan target lain malam ini, jadi dia memutuskan untuk sembunyi.

"Tuan Muda Zion, senang bertemu denganmu." Ucap Yuda sembari menjabat tangan Zion.

Mendengar nama Zion keluar dari mulut Yuda, Liyuna semakin tidak ingin keluar dari tempat persembunyian. Bertemu dengan Yuda saja sudah sangat buruk, eh, ini malah Zion juga muncul. Benar-benar tidak beruntung. Sepertinya Liyuna bukanlah orang yang cukup beruntung.

"Senang bertemu denganmu juga, Tuan Muda Yuda."

Zion membalas sapan Yuda dengan sopan, bagaimana pun juga sebagai seorang representatif dari keluarga Ravenray, Zion harus membalas sapaan siapapun dengan sopan. Apalagi jika orang yang berada dihadapannya berasal dari keluarga peringkat atas, dia tidak bisa sembarangan.

"Apakah Tuan Muda Zion ingin beristirahat?"

"Saya ada janji dengan seseorang di ruang istirahat."

"Oh, begitu rupanya. Maaf telah menahan anda disini."

Lama kelamaan, suara mereka menjadi semakin samar. Sepertinya mereka sengaja mengecilkan suara mereka agar tidak ada yang bisa mendengar percakapan mereka.

Melihat hal ini, ingin rasanya Liyuna mendekat, tapi dia tidak memiliki keberanian yang cukup. Ia terlalu takut dengan nasibnya di masa depan jika terus berhubungan dengan para target.

"Sedang apa kau disini?"

Suara seseorang terdengar dari belakang Liyuna. Dengan sigap dia menoleh ke sumber suara tersebut dan melihat Allen yang sudah berdiri tepat dibelakangnya.

Melihat Liyuna yang sedang menguping pembicaraan seseorang, Allen juga tanpa sadar ikut memajukan wajahnya untuk mengintip siapa orang yang Liyuna kuping barusan.

Ketika mata Allen menangkap sosok Zion, auranya berubah menjadi sangat dingin. Allen yang tadinya memiliki aura tenang dan biasa saja kini terasa sangat menyeramkan.

"Ayo kita kembali." Ajak Liyuna yang tidak ingin cari gara-gara, ia menarik tangan Allen dan berjalan menjauh dari Zion dan Yuda.

Tugas Liyuna saat ini adalah menjauhkan Allen dari Zion.

Allen dengan tenang mengikuti Liyuna dan membiarkannya menarik tangannya. Jika ini situasi biasa, dia sudah pasti akan menampik tangan Liyuna yang dengan berani menariknya.

"Kenapa kau menguping pembicaraan mereka? Kau tertarik dengan kakakku?" Tanya Allen. Matanya sedikit melirik kearah Liyuna, dia penasaran dengan apa yang Liyuna pikirkan tentang Zion, kakaknya.

Liyuna yang baru saja mendengar omong kosong sari Allen tanpa sadar membalas dengan ketus, "Kau sudah gila?!"

Dia memasang wajah tidak suka. Wajahnya terlihat seperti orang yang baru saja mendengar cerita horor, ketakutan dan tidak percaya.

Melihat ekspresi Liyuna yang sangat lucu, tanpa sadar membuat Allen terkekeh.

"Kau menertawai ku?" Liyuna yang tidak percaya bahwa ia baru saja ditertawakan karena alasan tidak jelas menjadi sedikit kesal.

"Ekspresimu barusan lucu sekali." Ucap Allen yang saat sedang berusaha mengendalikan tawanya.

"Lalu aku harus berekspresi seperti apa setelah mendengar pertanyaan tidak masuk akal seperti barusan?"

"Ahahaha... Terus kenapa kau menguping mereka jika bukan karena kakakku? Meski aku tidak menyukainya, faktanya kakakku itu sangat populer."

"Kau hanya tidak sengaja melihat mereka sedang berbicara dan merasa tidak enak jika harus menyela. Aku tidak ingin mengucapkan salam pada mereka."

"Ah, benar juga. Merupakan sebuah penghinaan jika Nona Castris memberi salam terlebih dahulu, benar bukan?

"Bukan itu maksudku! Kau ini sejak tadi ingin mengajakku bertengkar atau bagaimana?"

"Aku hanya ingin kau marah padaku di depan semua orang, itu saja."

"Kau ini masokis, ya?"

"Bukan begitu, aku sedang berada di situasi dimana akan lebih baik jika aku tidak menghadiri pesta."

Mendengar ucapan Allen, Liyuna bisa sedikit mengerti. Di dalam game, hubungan kakak beradik itu memang tidaklah akur. Allen sangat membenci kakaknya, tidak, mungkin lebih tepatnya Allen membenci Ravenray. Karena itulah dia selalu berusaha kabur dan menjauh dari semua orang yang berhubungan dengan keluarganya. Dengan memanfaatkan Liyuna, dia bisa memperoleh semua itu. Ya, jika tadi Liyuna terprovokasi san memarahinya di ballroom, Almera dan Eldo tidak punya pilihan lain selain menarik Allen keluar.

"Aku tidak akan melakukannya." Ucap Liyuna yang masih berjalan lurus ke depan tanpa menoleh kebelakang.

"Melakukan apa?"

"Memarahimu di depan semua orang,"

Mendengar ucapan Liyuna, Allen sedikit terkejut. Dia tidak menyangka bahwa Liyuna benar-benar sangat berbeda dari rumor yang beredar.

"Itu adalah perbuatan yang tidak sopan dan memalukan." Ucap Liyuna melanjutkan perkataannya tadi.

Apa yang barusan tidak sepenuhnya benar. Alasan mengapa dia tidak ingin memarahi Allen bukan karena itu tindakan yang tidak sopan dan memalukan, melainkan dia tidak ingin memperburuk hubungannya dengan para target. Dia juga tidak tahu apa yang akan terjadi jika dia membuat seorang target membencinya dan dia tidak ingin membayangkannya.

"Benar, sangat tidak cocok bagi Nona Castris marah-marah di tempat umum."

Jika Liyuna menoleh ke belakang saat ini, dia akan melihat senyuman langka milik Allen. Senyuman merekah dibibir Allen, membuat wajahnya yang selalu terlihat marah dan menakutkan menjadi sangat menawan. Dia terlihat sangat polos ketika tersenyum lepas seperti ini. Namun sayangnya, Liyuna tidak melihat senyuman langka ini.

"Berhenti memanggilku 'Nona Castris', itu terdengar seperti ejekan di telingaku."

"Kalau begitu, Yuna?"

"Bukan, tapi Liyuna!"

"Kenapa tidak? Yvette saja memanggilmu Yuna."

"Hanya orang yang dekat denganku saja yang boleh memanggilku Yuna."

"Suatu hari nanti, aku juga akan menjadi orang yang dekat denganmu. Jadi tidak masalah, kan?"

Saat ini Liyuna merasa masa bodoh dengan alur cerita dalam game. Dia sudah terjun terlalu jauh. Tidak mungkin dia tiba-tiba menjauhi Allen lagi. Lagi pula, Liyuna bisa merasakan bagaimana menderitanya anak itu. Jika dipikirkan kembali, Allen adalah anak yang kesepian, sama sepertinya di kehidupan terdahulu.

Dari pada membuatnya menjadi musuh, lebih baik menjadikannya teman. Siapa tahu dengan menjadikannya teman, Liyuna bisa melarikan diri dari kematian.

Dan untuk target lain, Liyuna akan menyerahkannya pada waktu. Toh mau sekeras apapun Liyuna berusaha menghindari mereka, cerita akan tetap berjalan semestinya. Terbukti dengan Liyuna yang tidak bisa menjauhi Allen. Karena itulah, Liyuna memutuskan untuk menggunakan cara lain untuk bertahan hidup, yaitu dengan berteman dengan mereka dan mengubah alur sedikit demi sedikit.

Jika di game Liyuna adalah tokoh antagonis yang jahat, maka sekarang Liyuna akan menjadi orang baik.

Jika di game Liyuna selalu menganggu Yuriel, maka mulai saat ini dia akan selalu berbuat baik pada Yuriel dan dengan sukarela memberikan aset Castris jika perlu.

Dan jika kematian Liyuna disebabkan karena Yuriel mendapat happy ending, maka Liyuna akan berusaha membuat happy ending untuk dirinya sendiri dimana dia akan selamat dan menghindari setiap tempat dan benda yang bisa membuatnya mati.

Dan yang terpenting adalah jangan pernah memiliki perasaan apapun pada target. Tidak perlu menganggap mereka laki-laki, cukup anggap mereka sebagai ikan yang harus dipancing oleh Yuriel.

Tidak lama setelah Liyuna sampai diruang 202, seorang staff mengantarnya ke ballroom lantai satu. Karl dan Sara mengundurkan diri lebih cepat dengan alasan tubuh Liyuna yang lemah. Namun sebenarnya, mereka mempunyai alasan lain untuk mengundurkan diri. Karena mereka adalah sosok yang sering menjadi spotlight, maka mereka harus memiliki kepekaan yang tinggi terhadap atmosfir disekitar. Jika mereka terlalu lama berada disitu, semua orang hanya akan berfokus pada mereka dan orang yang berasal dari keluarga peringkat kebawah tidak bisa mencari koneksi. Karena itulah mereka harus undur diri terlebih dahulu untuk memberi ruang kepada orang lain.

Sesampainya di rumah, Liyuna langsung menghapus make up-nya dan mandi dengan air hangat untuk menyegarkan tubuh. Dia juga mengirim pesan permintaan maaf pada Yvette karen tidak bisa menemaninya lebih lama. Setelah itu, Liyuna langsung tidur terlelap ke alam mimpi.

Sebelum dia pulang, Allen mengatakan bahwa dia akan kembali lagi ke negera ini setelah lulus SD. Dia akan melanjutkan studi nya di negara ini ketika masuk SMP. Karena itulah, dia meminta Liyuna untuk menyambutnya kelak, tentu saja itu hanya gurauan.

"Suatu hari nanti aku akan kembali, jangan sampai kau melupakanku."

TBC

Terpopuler

Comments

Maîra⊰⁠⊹

Maîra⊰⁠⊹

Gak salah sih, karena dia juga bukan Liyuna asli.

2022-11-06

1

AbC Home

AbC Home

dengan ini aq sedikit berspekulasi klo sebenarnya yuna itu baik tp karena yourina hadir dan mungkin saja yang jahat itu yourina yg berusaha merebut apapun yang yuna punya baik itu kasih sayang maupun harta mungkin y.... lanjut ah

2022-09-09

0

😎👌😐🕶️👌

😎👌😐🕶️👌

bjir kek orang gila jadinya, MC yang seorang anak kandung. malah GK dapet warisan keluarga nya🙏 yang dapat malah anak pungut, dan yang parah nya lagi MC nya malah suka rela awoakwoka. emg segitunya kah sampai GK mau bad ending?

2021-12-27

4

lihat semua
Episodes
1 Prologue
2 Chapter 1 - Aku Mengambil Alih Tubuh Liyuna?!
3 Chapter 2 - Masih Hidup
4 Chapter 3- Si Menyebalkan Allen!
5 Chapter 4 - Kepindahan Allen Yang Tiba-Tiba
6 Chapter 5 - Munculnya Karakter Baru?!
7 Chapter 6 - Orang-Orang Bersetelan Hitam
8 Chapter 7 - Lucas Obelian si Ekstra
9 Chapter 8 - Mata Monster Beracun
10 Chapter 9 - Kesan Yang Membaik
11 Chapter 10 - Pesta I
12 Chapter 11 - Pesta II
13 Chapter 12 - Pesta III
14 Chapter 13 - Musim Semi Pertama
15 Chapter 14 - Havelian Park
16 Chapter 15 - Keputusan Lucas
17 Chapter 16 - Pulang ke Rusia
18 Chapter 17 - Obelian's Circle
19 Chapter 18 - Insiden Pengeboman
20 Chapter 19 - Allen dan Victor
21 Chapter 20 - Yuda Harvenhelt
22 Chapter 21 - Liburan Musim Panas I
23 Chapter 22 - Liburan Musim Panas II
24 Chapter 23 - Kalung Kupu-Kupu
25 Chapter 24 - Pulang
26 Chapter 25 - Sleepover
27 Chapter 26 - Perasaan
28 Chapter 27 - Eksplor
29 Chapter 28 - Penghuni Rumah Matahari
30 Chapter 29 - Berita Kematian
31 Chapter 30 - Topeng Yuda
32 Chapter 31 - Menulis Ingatan
33 Spesial Q&A
34 Chapter 32 - Kedatangan Yuriel I
35 Chapter 33 - Kedatangan Yuriel II
36 Chapter 34 - Ikatan & Kepercayaan
37 Chapter 35 - Orang Itu Adalah?
38 Chapter 36 - Hidden Target
39 Chapter 37 - Hajun
40 Chapter 38 - Yuriel di Sekolah I
41 Chapter 39 - Yuriel di Sekolah II
42 Chapter 40 - Yuriel di Sekolah III
43 Chapter 41 - Mimpi
44 Chapter 42 - Menyembunyikan Sesuatu
45 Chapter 43 - Keadaan
46 Chapter 44 - Altzion Ravenray
47 Chapter 45 - Ravenray
48 Chapter 46 - Wanita dalam Lukisan
49 Chapter 47 - Luka yang Dimilikinya
50 Chapter 48 - Masa Lalu Yuda
51 Chapter 49 - Persiapan
52 Chapter 50 - Pemeran Utama
53 Chapter 51 - Kegembiraan dan Keceriaan
54 Chapter 52 - Sebuah Janji
55 Chapter 53 - Kembali
56 Chapter 54 - Musim Semi Keenam
57 Chapter 55 - Tempat Persembunyian
58 Chapter 56 - Konfrontasi
59 Chapter 57 - Mimpi yang Terlihat Nyata
60 Chapter 58 - Ketua OSIS
61 Chapter 59 - Mirror of the World
62 Chapter 60 - Munculnya Tokoh Berbahaya
63 Chapter 61 - Liyuna Asli!
64 Chapter 62 - Perkumpulan
65 Chapter 63 - Hari Pertama
66 Chapter 64 - Seperti Biasa
67 Chapter 65 - Menjadi Anggota Resmi
68 Chapter 66 - Perasaan Yuriel
69 Chapter 67 - Emosi yang Tidak Stabil
70 Chapter 68 - Liburan Bersama Allen
71 Chapter 69 - Pembunuh Bayaran
72 Chapter 70 - Liyuna dalam Bahaya
73 Chapter 71 - Menyelamatkan Diri
74 Chapter 72 - Kembali ke Vila
75 Chapter 73 - Bala Bantuan Datang!
76 Chapter 74 - Recovery
77 Chapter 75 - Malam Natal Berdarah
78 Chapter 76 - Berita Duka
79 Chapter 77 - Penyelidikan
80 Chapter 78 - Almera Menemukan Kebenaran
81 Chapter 79 - Pemakaman
82 Chapter 80 - Ketakutan Melanda
83 Chapter 81 - Belum Waktunya
84 Chapter 82 - Musim Semi Kesepuluh
85 Chapter 83 - Kembalinya Lucas
86 Chapter 84 - Lama Tidak Bertemu
87 Chapter 85 - Reuni
88 Chapter 86 - Ilusi atau Ingatan?
89 Chapter 87 - Bertemu Dengannya
90 Chapter 88 - Mimpi Atau Premonisi?
91 Chapter 89 - Kesan Pertama (Allen's POV)
92 Chapter 90 - Pesta Anniversary
93 Chapter 91 - Terima Kasih Tehnya
94 Chapter 92 - Allen dan Zion
95 Chapter 93 - Pentas Seni
96 Chapter 94 - The Romancers
97 Chapter 95 - Backstage
98 Chapter 96 - Insiden Besar Terjadi
99 Chapter 97 - Cerberus
100 Chapter 98 - Kebenaran yang Disembunyikan
101 Chapter 99 - Wanita yang Selalu Menghantui
102 Chapter 100 - Alasan (Zion's POV)
103 Chapter 101 - Aku yang Berasal Dari Dunia Lain
104 Chapter 102 - Januari
105 103 - Lucas dan Hajun
106 Chapter 104 - Istirahat Sejenak
107 Chapter 105 - General Manager
108 Chapter 106 - Hasil Dari Sebuah Pilihan
109 Chapter 107 - Insiden Frozen December
110 Chapter 108 - Tekad yang Bulat
111 109 - Awal Mulai Dari Time Loop (Allen's POV)
112 Chapter 110 - Kedatangan Victor
113 Chapter 111 - Akhir Dari Ravenray
114 Chapter 112 - Pemindahan Kekuasaan
115 Chapter 113 - Awal Dari Sebuah Cerita (Yuriel's POV)
116 Chapter 114 - Allen dan Yuriel
117 Chapter 115 - Mulai Bergerak
118 Chapter 116 - Panti Asuhan Astraea
119 Chapter 117 - Noel dan Panti Astraea
120 Chapter 118 - Tidak Kondusif
121 Chapter 119 - Bertemu Lucas
122 Chapter 120 - Tamu Tak Diundang
123 Chapter 121 - Sesuatu Terjadi Pada Lucas
124 Chapter 122 - Kita Harus Membantu Lucas
125 Chapter 123 - Menyelinap Ke Obelian's Circle
126 Chapter 124 - Pergi ke Rusia
127 Chapter 125 - Menyusun Rencana
128 Chapter 126 - Persiapan
129 Chapter 127 - Keributan
130 Chapter 128 - Irina
131 Chapter 129 - Basement
132 Chapter 130 - Ketahuan?!
133 Chapter 131 - Kakak Lucas
134 Chapter 132 - Meninggalkan Obelian's Circle
135 Chapter 133 - Kembali Elisien
136 Chapter 134 - Daun Mulai Berguguran
137 Chapter 135 - Diintai
138 Chapter 136 - Kecelakaan
139 Chapter 137 - Red Diamond
140 Chapter 138 - Pencarian
141 Chapter 139 - Kalung Kupu-Kupu II
142 Chapter 140 - Tersadar
143 Chapter 141 - Dia adalah Pamanku?
144 Chapter 142 - Gudang Penyimpanan
145 Chapter 143 - Barang Lelang
146 Chapter 144 - Identitas Pemimpin Cerberus
147 Chapter 145 - Barang Terakhir
148 Chapter 146 - Harrioth Aerian Castris
149 Chapter 147 - Pasukan Penyelamat
150 Chapter 148 - Meninggalkan Red Diamond
151 Chapter 149 - Liyuna
152 Chapter 150 - Perubahan
153 Chapter 151 - Kebenaran
154 Chapter 152 - Keluarga Castris
155 Chapter 153 - Keluarga Castris (2)
156 Chapter 154 - Keluarga Castris (3)
157 Chapter 155 – Karl dan Harry
158 Chapter 156 - Karl dan Harry (2)
159 Chapter 157 – Karl dan Harry (3)
160 Chapter 158 – Retakan
161 Chapter 159 – Retakan (2)
162 Chapter 160 - Pamanmu, Harrioth
Episodes

Updated 162 Episodes

1
Prologue
2
Chapter 1 - Aku Mengambil Alih Tubuh Liyuna?!
3
Chapter 2 - Masih Hidup
4
Chapter 3- Si Menyebalkan Allen!
5
Chapter 4 - Kepindahan Allen Yang Tiba-Tiba
6
Chapter 5 - Munculnya Karakter Baru?!
7
Chapter 6 - Orang-Orang Bersetelan Hitam
8
Chapter 7 - Lucas Obelian si Ekstra
9
Chapter 8 - Mata Monster Beracun
10
Chapter 9 - Kesan Yang Membaik
11
Chapter 10 - Pesta I
12
Chapter 11 - Pesta II
13
Chapter 12 - Pesta III
14
Chapter 13 - Musim Semi Pertama
15
Chapter 14 - Havelian Park
16
Chapter 15 - Keputusan Lucas
17
Chapter 16 - Pulang ke Rusia
18
Chapter 17 - Obelian's Circle
19
Chapter 18 - Insiden Pengeboman
20
Chapter 19 - Allen dan Victor
21
Chapter 20 - Yuda Harvenhelt
22
Chapter 21 - Liburan Musim Panas I
23
Chapter 22 - Liburan Musim Panas II
24
Chapter 23 - Kalung Kupu-Kupu
25
Chapter 24 - Pulang
26
Chapter 25 - Sleepover
27
Chapter 26 - Perasaan
28
Chapter 27 - Eksplor
29
Chapter 28 - Penghuni Rumah Matahari
30
Chapter 29 - Berita Kematian
31
Chapter 30 - Topeng Yuda
32
Chapter 31 - Menulis Ingatan
33
Spesial Q&A
34
Chapter 32 - Kedatangan Yuriel I
35
Chapter 33 - Kedatangan Yuriel II
36
Chapter 34 - Ikatan & Kepercayaan
37
Chapter 35 - Orang Itu Adalah?
38
Chapter 36 - Hidden Target
39
Chapter 37 - Hajun
40
Chapter 38 - Yuriel di Sekolah I
41
Chapter 39 - Yuriel di Sekolah II
42
Chapter 40 - Yuriel di Sekolah III
43
Chapter 41 - Mimpi
44
Chapter 42 - Menyembunyikan Sesuatu
45
Chapter 43 - Keadaan
46
Chapter 44 - Altzion Ravenray
47
Chapter 45 - Ravenray
48
Chapter 46 - Wanita dalam Lukisan
49
Chapter 47 - Luka yang Dimilikinya
50
Chapter 48 - Masa Lalu Yuda
51
Chapter 49 - Persiapan
52
Chapter 50 - Pemeran Utama
53
Chapter 51 - Kegembiraan dan Keceriaan
54
Chapter 52 - Sebuah Janji
55
Chapter 53 - Kembali
56
Chapter 54 - Musim Semi Keenam
57
Chapter 55 - Tempat Persembunyian
58
Chapter 56 - Konfrontasi
59
Chapter 57 - Mimpi yang Terlihat Nyata
60
Chapter 58 - Ketua OSIS
61
Chapter 59 - Mirror of the World
62
Chapter 60 - Munculnya Tokoh Berbahaya
63
Chapter 61 - Liyuna Asli!
64
Chapter 62 - Perkumpulan
65
Chapter 63 - Hari Pertama
66
Chapter 64 - Seperti Biasa
67
Chapter 65 - Menjadi Anggota Resmi
68
Chapter 66 - Perasaan Yuriel
69
Chapter 67 - Emosi yang Tidak Stabil
70
Chapter 68 - Liburan Bersama Allen
71
Chapter 69 - Pembunuh Bayaran
72
Chapter 70 - Liyuna dalam Bahaya
73
Chapter 71 - Menyelamatkan Diri
74
Chapter 72 - Kembali ke Vila
75
Chapter 73 - Bala Bantuan Datang!
76
Chapter 74 - Recovery
77
Chapter 75 - Malam Natal Berdarah
78
Chapter 76 - Berita Duka
79
Chapter 77 - Penyelidikan
80
Chapter 78 - Almera Menemukan Kebenaran
81
Chapter 79 - Pemakaman
82
Chapter 80 - Ketakutan Melanda
83
Chapter 81 - Belum Waktunya
84
Chapter 82 - Musim Semi Kesepuluh
85
Chapter 83 - Kembalinya Lucas
86
Chapter 84 - Lama Tidak Bertemu
87
Chapter 85 - Reuni
88
Chapter 86 - Ilusi atau Ingatan?
89
Chapter 87 - Bertemu Dengannya
90
Chapter 88 - Mimpi Atau Premonisi?
91
Chapter 89 - Kesan Pertama (Allen's POV)
92
Chapter 90 - Pesta Anniversary
93
Chapter 91 - Terima Kasih Tehnya
94
Chapter 92 - Allen dan Zion
95
Chapter 93 - Pentas Seni
96
Chapter 94 - The Romancers
97
Chapter 95 - Backstage
98
Chapter 96 - Insiden Besar Terjadi
99
Chapter 97 - Cerberus
100
Chapter 98 - Kebenaran yang Disembunyikan
101
Chapter 99 - Wanita yang Selalu Menghantui
102
Chapter 100 - Alasan (Zion's POV)
103
Chapter 101 - Aku yang Berasal Dari Dunia Lain
104
Chapter 102 - Januari
105
103 - Lucas dan Hajun
106
Chapter 104 - Istirahat Sejenak
107
Chapter 105 - General Manager
108
Chapter 106 - Hasil Dari Sebuah Pilihan
109
Chapter 107 - Insiden Frozen December
110
Chapter 108 - Tekad yang Bulat
111
109 - Awal Mulai Dari Time Loop (Allen's POV)
112
Chapter 110 - Kedatangan Victor
113
Chapter 111 - Akhir Dari Ravenray
114
Chapter 112 - Pemindahan Kekuasaan
115
Chapter 113 - Awal Dari Sebuah Cerita (Yuriel's POV)
116
Chapter 114 - Allen dan Yuriel
117
Chapter 115 - Mulai Bergerak
118
Chapter 116 - Panti Asuhan Astraea
119
Chapter 117 - Noel dan Panti Astraea
120
Chapter 118 - Tidak Kondusif
121
Chapter 119 - Bertemu Lucas
122
Chapter 120 - Tamu Tak Diundang
123
Chapter 121 - Sesuatu Terjadi Pada Lucas
124
Chapter 122 - Kita Harus Membantu Lucas
125
Chapter 123 - Menyelinap Ke Obelian's Circle
126
Chapter 124 - Pergi ke Rusia
127
Chapter 125 - Menyusun Rencana
128
Chapter 126 - Persiapan
129
Chapter 127 - Keributan
130
Chapter 128 - Irina
131
Chapter 129 - Basement
132
Chapter 130 - Ketahuan?!
133
Chapter 131 - Kakak Lucas
134
Chapter 132 - Meninggalkan Obelian's Circle
135
Chapter 133 - Kembali Elisien
136
Chapter 134 - Daun Mulai Berguguran
137
Chapter 135 - Diintai
138
Chapter 136 - Kecelakaan
139
Chapter 137 - Red Diamond
140
Chapter 138 - Pencarian
141
Chapter 139 - Kalung Kupu-Kupu II
142
Chapter 140 - Tersadar
143
Chapter 141 - Dia adalah Pamanku?
144
Chapter 142 - Gudang Penyimpanan
145
Chapter 143 - Barang Lelang
146
Chapter 144 - Identitas Pemimpin Cerberus
147
Chapter 145 - Barang Terakhir
148
Chapter 146 - Harrioth Aerian Castris
149
Chapter 147 - Pasukan Penyelamat
150
Chapter 148 - Meninggalkan Red Diamond
151
Chapter 149 - Liyuna
152
Chapter 150 - Perubahan
153
Chapter 151 - Kebenaran
154
Chapter 152 - Keluarga Castris
155
Chapter 153 - Keluarga Castris (2)
156
Chapter 154 - Keluarga Castris (3)
157
Chapter 155 – Karl dan Harry
158
Chapter 156 - Karl dan Harry (2)
159
Chapter 157 – Karl dan Harry (3)
160
Chapter 158 – Retakan
161
Chapter 159 – Retakan (2)
162
Chapter 160 - Pamanmu, Harrioth

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!