Chapter 10 - Pesta I

Waktu persiapan untuk datang ke pesta anniversary Raven Group  membutuhkan waktu yang cukup banyak. Setelah pulang sekolah, Liyuna langsung dibawa untuk di make up.

"Nona, silahkan ganti baju anda diruang ganti."

Salah seorang staff yang bekerja di studio milik Sara mempersilahkan Liyuna untuk mengganti pakaiannya diruang ganti.

Biasanya studio Sara, 'Neolism' memiliki banyak pengunjung karena menyediakan jasa stylist terbaik dan gaun-gaun yang di desain oleh Sara termasuk jajaran gaun berkualitas dan terkenal. Namun untuk hari ini, studio ditutup karena harus mengurusi Liyuna untuk bersiap-siap ke pesta.

Studio tempat pembuatan desain dan produksi baju untuk fashion show letaknya cukup dekat dari studio Neolism ini. Karena apa yang dikerjakan Sara di studio itu rahasia karena untuk dipamerkan, jadi tidak bisa digabung dengan studio yang ini. Karena pemisahan itulah, hasil karya Sara tidak pernah bocor sebelum hari dipamerkan.

Liyuna memakai sebuah gaun mermaid berwarna biru muda panjang dengan motif berwarna emas, lalu di lehernya ada tali yang panjang terbuat dari sifon panjang mengikat lehernya seprti kalung. Liyuna terlihat sangat elegan memakai gaun tersebut, apalagi sepatu yang ia pakai terbuat dari butiran berlian membuatnya berkilau ketika terkena lampu. Rambutnya ditata keatas, dijepit dengan jepitan yang menyerupai daun berwarna emas dipadu dengan anting safir. 

Jika diperhatikan, Liyuna terlihat seperti dewi Yunani, cantik, elegan, dan mempesona. Walau masih kecil, kecantikan Liyuna diakui oleh banyak orang. Gen ibu dan ayahnya memang melekat erat pada Liyuna.

Setelah itu, Liyuna mulai di make up oleh salah seorang make up artist yang bekerja untuk Sara, membuat Liyuna semakin bersinar.

Setelah semua persiapan usai, Liyuna dituntun masuk ke limousine yang di dalamnya sudah ada Sara dan juga Karl.

"Sayang, kamu terlihat cantik sekali." puji Sara sambil memegang wajah Liyuna.

Mendengar hal itu, Liyuna tersenyum bahagia.

"Mama juga cantik sekali malam ini."

"Hanya malam ini?"

"Tentu saja tidak, mama setiap hari juga cantik. Papa juga tampan sekali." 

"Terima kasih, putriku. Nanti jika kamu merasa lelah, langsung bilang ke papa, ya."

Karl mencium kening Liyuna dan mengusap kepalanya pelan agar tidak merusak rambutnya yang sudah ditata. Mendengar apa yang Karl ucapkan, Liyuna merasa sangat berterima kasih karena Karl sudah memperhatikan perasaan dan keadaannya.

Mobil mulai berjalan perlahan, menembus kilauan lampu malam yang terlihat berkelip seperti berlian di malam hari. 

Ini adalah pesta pertama yang dihadirinya sebelum mengambil alih tubuh Liyuna. Namun entah mengapa dia tidak merasa canggung, semua terasa natural layaknya hal yang sudah biasa ia lakukan. Tapi itu tidak mungkin bukan, dia dulu hanyalah gadis biasa yang bahkan tidak bisa membedakan mana barang mahal dan man barang murah.

Sesampainya di kediaman Ravenray, seorang pelayan laki-laki membukakan pintu mobil Liyuna, dia memakai pakaian rapi berwarna hitam dan putih. Melihat keluarga Castris sudah datang, banyak sekali media yang mengarahkan kamera mereka kearah Liyuna.

"Big news! Nona Castris menghadiri pesta!"

"Bukankah sebelumnya beliau tidak pernah hadir karena kondisi tubuhnya yang lemah?"

"Tuan muda Ravenray dan Nona Castris seumuran, apa jangan-jangan kedua keluarga ini..."

"Berusaha mengikat hubungan dengan pernikahan?!"

Melihat kehadiran Liyuna, banyak sekali awak media yang terkejut sekaligus bertanya-tanya terhadap kemungkinan yang terjadi. Jika benar Ravenray dan Castris berniat untuk mengikat hubungan dengan pernikahan, ini akan menjadi berita besar dalam beberapa tahun terakhir. Dua keluarga dengan kekuasaan tertinggi saling bekerjasama bukanlah berita kecil, mungkin saja jika ini terjadi ekonomi Negara akan semakin naik. Sekuat itulah kedua keluarga tersebut. Bahkan, Negara saja tidak bisa tinggal diam karena pengaruh mereka yang sangat kuat.

Sara mengapit lengan kanan Karl, sedangkan Liyuna memegang tangan kiri Karl. Mereka bertiga berjalan menuju staff yang berjaga di depan pintu untuk memastikan bahwa mereka adalah tamu undangan. Jika dilihat dari jauh, mereka bertiga terlihat seperti keluarga yang sangat bahagia dan tentu saja itu memang kebenarannya. Siapa yang tidak tahu bahwa Liyuna adalah putri kesayangan di keluarga Castris.

Setelah memasuki ruang utama, Karl dan Sara disambut hangat oleh Tuan dan Nyonya Ravenray.

"Terima kasih sudah menerima undangan kami." Ucap kepala keluarga Ravenray, Eldo.

Rambutnya berwarna hitam dan ditata rapi kebelakang, matanya abu-abu mirip sekali dengan Allen. Dilihat dari manapun, dia pasti ayah Allen. Di samping Eldo ada seorang wanita yang seumuran dengannya, ia juga memiliki rambut berwarna hitam namun matanya berwarna navy, seperti mata milik Zion.

"Nona Yuna, kami minta maaf atas insiden yang disebabkan oleh putra kami beberapa bulan yang lalu." Ibu Zion, Almera menatap Liyuna dengan sangat menyesal, begitu juga dengan Eldo.

Mereka sebagai orang tua Allen belum sempat meminta maaf secara langsung karena terlalu sibuk hingga mustahil mereka bisa bertemu, jadi mereka mengirim Zion sebagai perwakilan sebelumnya. Namun karena hari ini mereka bertemu, mereka ingin meminta maaf secara langsung.

Mengetahui niat baik Almera dan Eldo, Liyuna tidak punya pilihan lain selain memaafkan mereka. Apalagi, Liyuna memang tidak ada niat untuk memperpanjang masalah. Semakin cepat masalah ini selesai semakin jauh pula ia dari target.

"Tuan dan Nyonya Ravenray tidak perlu meminta maaf, saya selalu menganggap insiden kemarin hanyalah kecelakaan saja."

Setalah mendengar jawaban dari Liyuna, Almera dan Eldo bisa bernapas dengan lega. Mereka tidak tahu apa yang akan terjadi jika Liyuna tidak bermurah hati dan berniat untuk menyelesaikan insiden kemarin hingga tuntas. Untung saja, Liyuna tidak seperti rumor yang beredar dan ternyata memiliki hati yang baik.

"Karena putri kami memutuskan seperti itu, kami juga akan menganggapnya sebagai kecelakaan saja. Jadi tidak perlu meminta maaf yang berlebihan." Ucap Sara mengkonfirmasi bahwa insiden kemarin hanya akan dianggap kecelakaan saja.

"Benar, kalian sudah meminta maaf ketika kejadian berlangsung, jadi tidak perlu terlalu memusingkannya." Karl yang dulu begitu marah karena Liyuna terluka, saat ini menjadi orang yang murah hati. Itu semua karena putri kesayangannya tidak terlalu mendendam dan dia tidak ingin Allen sebagai teman sekelasnya kenapa-napa hanya karena ketidaksengajaan. Tentu saja itu hanya akal-akalan Liyuna agar dia bisa lepas hubungan dengan Allen.

Pandangan Liyuna menyusuri setiap sudut ballroom tempat diadakannya standing party. Dia berusaha mencari keberadaan Yvette yang kemarin mengajaknya datang kemari. Lagipula Liyuna setuju untuk datang meghadiri pesta ini juga karena Yvette.

Setelah menemukan apa yang dia cari, Liyuna langsung undur diri dan pergi menghampiri Yvette yang sedang berdiri di pojokan bersama dengan anak laki-laki.

"Yvette!" Liyuna memanggil Yvette dan berjalan menghampirinya.

"Yuna! Maaf aku tidak sadar bahwa kau sudah datang." Ucapnya meminta maaf.

"Tidak apa-apa." Balas Liyuna yang tidak terlalu memikirkan masalah sepele seperti itu.

"Allen, cepat sapa Yuna!"

Melihat Allen yang hanya diam saja ketika Liyuna datang, Yvette menjadi sedikit kesal dan menyuruhnya menyapa Liyuna. Jika kita membicarakan hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan, seharusnya Yvette tidak boleh menyuruh Allen seenaknya karena peringkat keluarga Yvette jauh dibawah Allen. Apalagi di pesta formal seperti ini kita harus memperhatikan segala ucapan san tindakan. Namun karena Allen bukan orang kaku yang mementingkan peringkat, dia tidak masalah jika ada orang yang tidak sopan dengannya.

"Selamat datang, aku tidak menyangka kau akan datang kemari." Allen menyapa Liyuna dengan nada sarkas.

Liyuna yang sadar bahwa anak laki-laki yang sedang bersama Yvette adalah Allen merasa sangat tidak beruntung. Dia tahu bahwa tidak mungkin menghindari Allen di pesta yang diadakan keluarganya, tapi tetap saja bertemu seperti ini rasanya cukup tidak menyenangkan.

TBC

[A/N : Thank you semua yang sudah baca sampai sini. Terima kasih like dan komennya❤️ siapa tahu disini ada warga wattp*ad, sekali lagi aku katakan AshidaAkane dan IvyLee adalah orang yang sama, okay👌🏻. Ditunggu kisah Liyuna selanjutnya, ya!]

Terpopuler

Comments

SyaSyi

SyaSyi

mampir aku thor
bagus ceritanya
mampir juga di karyaku
kisah Aluna
My Kids My Hero

2021-10-02

2

shana 3108

shana 3108

lanjut lagi ya thor.

2021-07-29

3

lihat semua
Episodes
1 Prologue
2 Chapter 1 - Aku Mengambil Alih Tubuh Liyuna?!
3 Chapter 2 - Masih Hidup
4 Chapter 3- Si Menyebalkan Allen!
5 Chapter 4 - Kepindahan Allen Yang Tiba-Tiba
6 Chapter 5 - Munculnya Karakter Baru?!
7 Chapter 6 - Orang-Orang Bersetelan Hitam
8 Chapter 7 - Lucas Obelian si Ekstra
9 Chapter 8 - Mata Monster Beracun
10 Chapter 9 - Kesan Yang Membaik
11 Chapter 10 - Pesta I
12 Chapter 11 - Pesta II
13 Chapter 12 - Pesta III
14 Chapter 13 - Musim Semi Pertama
15 Chapter 14 - Havelian Park
16 Chapter 15 - Keputusan Lucas
17 Chapter 16 - Pulang ke Rusia
18 Chapter 17 - Obelian's Circle
19 Chapter 18 - Insiden Pengeboman
20 Chapter 19 - Allen dan Victor
21 Chapter 20 - Yuda Harvenhelt
22 Chapter 21 - Liburan Musim Panas I
23 Chapter 22 - Liburan Musim Panas II
24 Chapter 23 - Kalung Kupu-Kupu
25 Chapter 24 - Pulang
26 Chapter 25 - Sleepover
27 Chapter 26 - Perasaan
28 Chapter 27 - Eksplor
29 Chapter 28 - Penghuni Rumah Matahari
30 Chapter 29 - Berita Kematian
31 Chapter 30 - Topeng Yuda
32 Chapter 31 - Menulis Ingatan
33 Spesial Q&A
34 Chapter 32 - Kedatangan Yuriel I
35 Chapter 33 - Kedatangan Yuriel II
36 Chapter 34 - Ikatan & Kepercayaan
37 Chapter 35 - Orang Itu Adalah?
38 Chapter 36 - Hidden Target
39 Chapter 37 - Hajun
40 Chapter 38 - Yuriel di Sekolah I
41 Chapter 39 - Yuriel di Sekolah II
42 Chapter 40 - Yuriel di Sekolah III
43 Chapter 41 - Mimpi
44 Chapter 42 - Menyembunyikan Sesuatu
45 Chapter 43 - Keadaan
46 Chapter 44 - Altzion Ravenray
47 Chapter 45 - Ravenray
48 Chapter 46 - Wanita dalam Lukisan
49 Chapter 47 - Luka yang Dimilikinya
50 Chapter 48 - Masa Lalu Yuda
51 Chapter 49 - Persiapan
52 Chapter 50 - Pemeran Utama
53 Chapter 51 - Kegembiraan dan Keceriaan
54 Chapter 52 - Sebuah Janji
55 Chapter 53 - Kembali
56 Chapter 54 - Musim Semi Keenam
57 Chapter 55 - Tempat Persembunyian
58 Chapter 56 - Konfrontasi
59 Chapter 57 - Mimpi yang Terlihat Nyata
60 Chapter 58 - Ketua OSIS
61 Chapter 59 - Mirror of the World
62 Chapter 60 - Munculnya Tokoh Berbahaya
63 Chapter 61 - Liyuna Asli!
64 Chapter 62 - Perkumpulan
65 Chapter 63 - Hari Pertama
66 Chapter 64 - Seperti Biasa
67 Chapter 65 - Menjadi Anggota Resmi
68 Chapter 66 - Perasaan Yuriel
69 Chapter 67 - Emosi yang Tidak Stabil
70 Chapter 68 - Liburan Bersama Allen
71 Chapter 69 - Pembunuh Bayaran
72 Chapter 70 - Liyuna dalam Bahaya
73 Chapter 71 - Menyelamatkan Diri
74 Chapter 72 - Kembali ke Vila
75 Chapter 73 - Bala Bantuan Datang!
76 Chapter 74 - Recovery
77 Chapter 75 - Malam Natal Berdarah
78 Chapter 76 - Berita Duka
79 Chapter 77 - Penyelidikan
80 Chapter 78 - Almera Menemukan Kebenaran
81 Chapter 79 - Pemakaman
82 Chapter 80 - Ketakutan Melanda
83 Chapter 81 - Belum Waktunya
84 Chapter 82 - Musim Semi Kesepuluh
85 Chapter 83 - Kembalinya Lucas
86 Chapter 84 - Lama Tidak Bertemu
87 Chapter 85 - Reuni
88 Chapter 86 - Ilusi atau Ingatan?
89 Chapter 87 - Bertemu Dengannya
90 Chapter 88 - Mimpi Atau Premonisi?
91 Chapter 89 - Kesan Pertama (Allen's POV)
92 Chapter 90 - Pesta Anniversary
93 Chapter 91 - Terima Kasih Tehnya
94 Chapter 92 - Allen dan Zion
95 Chapter 93 - Pentas Seni
96 Chapter 94 - The Romancers
97 Chapter 95 - Backstage
98 Chapter 96 - Insiden Besar Terjadi
99 Chapter 97 - Cerberus
100 Chapter 98 - Kebenaran yang Disembunyikan
101 Chapter 99 - Wanita yang Selalu Menghantui
102 Chapter 100 - Alasan (Zion's POV)
103 Chapter 101 - Aku yang Berasal Dari Dunia Lain
104 Chapter 102 - Januari
105 103 - Lucas dan Hajun
106 Chapter 104 - Istirahat Sejenak
107 Chapter 105 - General Manager
108 Chapter 106 - Hasil Dari Sebuah Pilihan
109 Chapter 107 - Insiden Frozen December
110 Chapter 108 - Tekad yang Bulat
111 109 - Awal Mulai Dari Time Loop (Allen's POV)
112 Chapter 110 - Kedatangan Victor
113 Chapter 111 - Akhir Dari Ravenray
114 Chapter 112 - Pemindahan Kekuasaan
115 Chapter 113 - Awal Dari Sebuah Cerita (Yuriel's POV)
116 Chapter 114 - Allen dan Yuriel
117 Chapter 115 - Mulai Bergerak
118 Chapter 116 - Panti Asuhan Astraea
119 Chapter 117 - Noel dan Panti Astraea
120 Chapter 118 - Tidak Kondusif
121 Chapter 119 - Bertemu Lucas
122 Chapter 120 - Tamu Tak Diundang
123 Chapter 121 - Sesuatu Terjadi Pada Lucas
124 Chapter 122 - Kita Harus Membantu Lucas
125 Chapter 123 - Menyelinap Ke Obelian's Circle
126 Chapter 124 - Pergi ke Rusia
127 Chapter 125 - Menyusun Rencana
128 Chapter 126 - Persiapan
129 Chapter 127 - Keributan
130 Chapter 128 - Irina
131 Chapter 129 - Basement
132 Chapter 130 - Ketahuan?!
133 Chapter 131 - Kakak Lucas
134 Chapter 132 - Meninggalkan Obelian's Circle
135 Chapter 133 - Kembali Elisien
136 Chapter 134 - Daun Mulai Berguguran
137 Chapter 135 - Diintai
138 Chapter 136 - Kecelakaan
139 Chapter 137 - Red Diamond
140 Chapter 138 - Pencarian
141 Chapter 139 - Kalung Kupu-Kupu II
142 Chapter 140 - Tersadar
143 Chapter 141 - Dia adalah Pamanku?
144 Chapter 142 - Gudang Penyimpanan
145 Chapter 143 - Barang Lelang
146 Chapter 144 - Identitas Pemimpin Cerberus
147 Chapter 145 - Barang Terakhir
148 Chapter 146 - Harrioth Aerian Castris
149 Chapter 147 - Pasukan Penyelamat
150 Chapter 148 - Meninggalkan Red Diamond
151 Chapter 149 - Liyuna
152 Chapter 150 - Perubahan
153 Chapter 151 - Kebenaran
154 Chapter 152 - Keluarga Castris
155 Chapter 153 - Keluarga Castris (2)
156 Chapter 154 - Keluarga Castris (3)
157 Chapter 155 – Karl dan Harry
158 Chapter 156 - Karl dan Harry (2)
159 Chapter 157 – Karl dan Harry (3)
160 Chapter 158 – Retakan
161 Chapter 159 – Retakan (2)
162 Chapter 160 - Pamanmu, Harrioth
Episodes

Updated 162 Episodes

1
Prologue
2
Chapter 1 - Aku Mengambil Alih Tubuh Liyuna?!
3
Chapter 2 - Masih Hidup
4
Chapter 3- Si Menyebalkan Allen!
5
Chapter 4 - Kepindahan Allen Yang Tiba-Tiba
6
Chapter 5 - Munculnya Karakter Baru?!
7
Chapter 6 - Orang-Orang Bersetelan Hitam
8
Chapter 7 - Lucas Obelian si Ekstra
9
Chapter 8 - Mata Monster Beracun
10
Chapter 9 - Kesan Yang Membaik
11
Chapter 10 - Pesta I
12
Chapter 11 - Pesta II
13
Chapter 12 - Pesta III
14
Chapter 13 - Musim Semi Pertama
15
Chapter 14 - Havelian Park
16
Chapter 15 - Keputusan Lucas
17
Chapter 16 - Pulang ke Rusia
18
Chapter 17 - Obelian's Circle
19
Chapter 18 - Insiden Pengeboman
20
Chapter 19 - Allen dan Victor
21
Chapter 20 - Yuda Harvenhelt
22
Chapter 21 - Liburan Musim Panas I
23
Chapter 22 - Liburan Musim Panas II
24
Chapter 23 - Kalung Kupu-Kupu
25
Chapter 24 - Pulang
26
Chapter 25 - Sleepover
27
Chapter 26 - Perasaan
28
Chapter 27 - Eksplor
29
Chapter 28 - Penghuni Rumah Matahari
30
Chapter 29 - Berita Kematian
31
Chapter 30 - Topeng Yuda
32
Chapter 31 - Menulis Ingatan
33
Spesial Q&A
34
Chapter 32 - Kedatangan Yuriel I
35
Chapter 33 - Kedatangan Yuriel II
36
Chapter 34 - Ikatan & Kepercayaan
37
Chapter 35 - Orang Itu Adalah?
38
Chapter 36 - Hidden Target
39
Chapter 37 - Hajun
40
Chapter 38 - Yuriel di Sekolah I
41
Chapter 39 - Yuriel di Sekolah II
42
Chapter 40 - Yuriel di Sekolah III
43
Chapter 41 - Mimpi
44
Chapter 42 - Menyembunyikan Sesuatu
45
Chapter 43 - Keadaan
46
Chapter 44 - Altzion Ravenray
47
Chapter 45 - Ravenray
48
Chapter 46 - Wanita dalam Lukisan
49
Chapter 47 - Luka yang Dimilikinya
50
Chapter 48 - Masa Lalu Yuda
51
Chapter 49 - Persiapan
52
Chapter 50 - Pemeran Utama
53
Chapter 51 - Kegembiraan dan Keceriaan
54
Chapter 52 - Sebuah Janji
55
Chapter 53 - Kembali
56
Chapter 54 - Musim Semi Keenam
57
Chapter 55 - Tempat Persembunyian
58
Chapter 56 - Konfrontasi
59
Chapter 57 - Mimpi yang Terlihat Nyata
60
Chapter 58 - Ketua OSIS
61
Chapter 59 - Mirror of the World
62
Chapter 60 - Munculnya Tokoh Berbahaya
63
Chapter 61 - Liyuna Asli!
64
Chapter 62 - Perkumpulan
65
Chapter 63 - Hari Pertama
66
Chapter 64 - Seperti Biasa
67
Chapter 65 - Menjadi Anggota Resmi
68
Chapter 66 - Perasaan Yuriel
69
Chapter 67 - Emosi yang Tidak Stabil
70
Chapter 68 - Liburan Bersama Allen
71
Chapter 69 - Pembunuh Bayaran
72
Chapter 70 - Liyuna dalam Bahaya
73
Chapter 71 - Menyelamatkan Diri
74
Chapter 72 - Kembali ke Vila
75
Chapter 73 - Bala Bantuan Datang!
76
Chapter 74 - Recovery
77
Chapter 75 - Malam Natal Berdarah
78
Chapter 76 - Berita Duka
79
Chapter 77 - Penyelidikan
80
Chapter 78 - Almera Menemukan Kebenaran
81
Chapter 79 - Pemakaman
82
Chapter 80 - Ketakutan Melanda
83
Chapter 81 - Belum Waktunya
84
Chapter 82 - Musim Semi Kesepuluh
85
Chapter 83 - Kembalinya Lucas
86
Chapter 84 - Lama Tidak Bertemu
87
Chapter 85 - Reuni
88
Chapter 86 - Ilusi atau Ingatan?
89
Chapter 87 - Bertemu Dengannya
90
Chapter 88 - Mimpi Atau Premonisi?
91
Chapter 89 - Kesan Pertama (Allen's POV)
92
Chapter 90 - Pesta Anniversary
93
Chapter 91 - Terima Kasih Tehnya
94
Chapter 92 - Allen dan Zion
95
Chapter 93 - Pentas Seni
96
Chapter 94 - The Romancers
97
Chapter 95 - Backstage
98
Chapter 96 - Insiden Besar Terjadi
99
Chapter 97 - Cerberus
100
Chapter 98 - Kebenaran yang Disembunyikan
101
Chapter 99 - Wanita yang Selalu Menghantui
102
Chapter 100 - Alasan (Zion's POV)
103
Chapter 101 - Aku yang Berasal Dari Dunia Lain
104
Chapter 102 - Januari
105
103 - Lucas dan Hajun
106
Chapter 104 - Istirahat Sejenak
107
Chapter 105 - General Manager
108
Chapter 106 - Hasil Dari Sebuah Pilihan
109
Chapter 107 - Insiden Frozen December
110
Chapter 108 - Tekad yang Bulat
111
109 - Awal Mulai Dari Time Loop (Allen's POV)
112
Chapter 110 - Kedatangan Victor
113
Chapter 111 - Akhir Dari Ravenray
114
Chapter 112 - Pemindahan Kekuasaan
115
Chapter 113 - Awal Dari Sebuah Cerita (Yuriel's POV)
116
Chapter 114 - Allen dan Yuriel
117
Chapter 115 - Mulai Bergerak
118
Chapter 116 - Panti Asuhan Astraea
119
Chapter 117 - Noel dan Panti Astraea
120
Chapter 118 - Tidak Kondusif
121
Chapter 119 - Bertemu Lucas
122
Chapter 120 - Tamu Tak Diundang
123
Chapter 121 - Sesuatu Terjadi Pada Lucas
124
Chapter 122 - Kita Harus Membantu Lucas
125
Chapter 123 - Menyelinap Ke Obelian's Circle
126
Chapter 124 - Pergi ke Rusia
127
Chapter 125 - Menyusun Rencana
128
Chapter 126 - Persiapan
129
Chapter 127 - Keributan
130
Chapter 128 - Irina
131
Chapter 129 - Basement
132
Chapter 130 - Ketahuan?!
133
Chapter 131 - Kakak Lucas
134
Chapter 132 - Meninggalkan Obelian's Circle
135
Chapter 133 - Kembali Elisien
136
Chapter 134 - Daun Mulai Berguguran
137
Chapter 135 - Diintai
138
Chapter 136 - Kecelakaan
139
Chapter 137 - Red Diamond
140
Chapter 138 - Pencarian
141
Chapter 139 - Kalung Kupu-Kupu II
142
Chapter 140 - Tersadar
143
Chapter 141 - Dia adalah Pamanku?
144
Chapter 142 - Gudang Penyimpanan
145
Chapter 143 - Barang Lelang
146
Chapter 144 - Identitas Pemimpin Cerberus
147
Chapter 145 - Barang Terakhir
148
Chapter 146 - Harrioth Aerian Castris
149
Chapter 147 - Pasukan Penyelamat
150
Chapter 148 - Meninggalkan Red Diamond
151
Chapter 149 - Liyuna
152
Chapter 150 - Perubahan
153
Chapter 151 - Kebenaran
154
Chapter 152 - Keluarga Castris
155
Chapter 153 - Keluarga Castris (2)
156
Chapter 154 - Keluarga Castris (3)
157
Chapter 155 – Karl dan Harry
158
Chapter 156 - Karl dan Harry (2)
159
Chapter 157 – Karl dan Harry (3)
160
Chapter 158 – Retakan
161
Chapter 159 – Retakan (2)
162
Chapter 160 - Pamanmu, Harrioth

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!