Chapter 1 - Aku Mengambil Alih Tubuh Liyuna?!

"Yuna sayang, pelan-pelan saja makannya."

Wanita cantik yang ada di depanku ini adalah Sara Leingod dan dia adalah ibu dari Liyuna Aria Castris si wanita jahat dalam game.

"Iya, sayang. Tidak usah buru-buru."

Yang duduk disebelah Sara adalah Karl Erudian Castris, ayah Liyuna sekaligus orang yang membuat Yuna jatuh ke dalam kesengsaraan.

Ini terjadi sekitar seminggu yang lalu. Ketika aku terbangun, tiba-tiba saja aku sudah berada ditubuh Liyuna yang masih berumur 6 tahun. Awalnya aku mengira ini hanya mimpi karena sebelum tidur aku memainkan Red Strings. Tapi ternyata aku salah, ini bukanlah mimpi. Aku benar-benar berada ditubuh Liyuna saat ini.

Liyuna Aria Castris, wanita jahat yang selalu memiliki ending tragis. Sejak realita memukulku dengan keras, aku bertekad untuk mengubah takdir dari Liyuna.

Benar! Pokoknya aku harus selamat sampai akhir.

Lagi pula kesengsaraan Liyuna baru akan dimulai ketika ia berumur 8 tahun. Aku masih punya waktu 2 tahun lagi sebelum semua cerita prolog dalam game dimulai.

"Aku hanya tidak ingin terlambat, Pa, Ma." Ucapku dengan memberikan senyum sepolos mungkin.

Hal pertama yang harus aku lakukan adalah mengubah image Liyuna. Sebenarnya aku tidak tahu banyak mengenai Liyuna sebelum cerita prolog dimulai dan tidak ada informasi apapun mengenai Liyuna sebelum berumur 8 tahun. Namun aku harus bermain aman karena nyawaku taruhannya. Meski aku masih tidak tahu mengenai alasan kenapa aku bisa menjadi Liyuna, setidaknya aku harus bertahan hidupkan.

"Ya ampun, kamu tidak perlu khawatir tentang hal itu. Terlambat pun para guru pasti akan memakluminya." Ucap Mama.

"Benar sayang, jika ada guru yang berani memarahi mu, katakan saja pada ayah. Kamu tidak perlu takut."

"Menurut Yuna, sebagai murid yang baik, kita harus mengikuti peraturan yang ada di sekolah. Papa dan Mama tidak perlu khawatir, Yuna baik-baik saja dan senang jika bisa mengikuti peraturan dengan baik."

Apapun yang Liyuna lakukan di sekolah, entah itu tertidur di kelas, bolos sekolah, ataupun terlambat masuk ke sekolah, tidak ada seorang pun yang berani menasehatinya. Alasannya? Karena ayah Liyuna adalah donatur terbesar di sekolah. Tentu saja, tidak ada yang berani menyentuh anak dari donatur terbesar di sekolah. Karena itulah selama seminggu ini aku jadi mengerti beberapa hal tentang Liyuna.

Yang pertama, julukannya di sekolah adalah Untouchable Queen.

Kedua, Liyuna hanya memiliki satu teman di sekolah karena semua orang berusaha menghindari bahkan melihat Liyuna dengan tatapan ketakutan.

Dan yang ketiga adalah kedua orang tua Liyuna sangat memanjakannya.

"Papa dan Mama senang, Yuna tumbuh menjadi anak yang pengertian, tapi Mama mohon tidak perlu memaksakan diri."

Sara adalah ibu yang sangat baik. Itu adalah kesimpulan yang kuambil setelah hidup selama seminggu bersamanya. Ia selalu mengkhawatirkan kondisi Liyuna karena menurutnya, Liyuna memiliki tubuh yang lemah dan mudah sakit-sakitan jika kelelahan. Ini juga salah satu hal yang baru ku ketahui setelah berada ditubuh Liyuna. Di dalam game, Liyuna selalu digambarkan sebagai wanita yang sangat kejam dan iri hati, selain itu ia juga disebutkan sebagai wanita yang cantik. Namun dalam game, tidak pernah sekalipun disebutkan bahwa Liyuna adalah wanita pesakitan. Dalam beberapa rute yang sudah ku selesaikan, dari happy end, normal end, dan bad end, tidak ada satupun kalimat yang menyebutkan bahwa tubuh Liyuna itu lemah. Jadi, informasi mengenai tubuh Liyuna yang lemah menjadi sangat berharga bagiku. Mungkin di suatu hari nanti, aku bisa memanfaatkan hal ini untuk menyelamatkan diri.

"Yuna baik-baik saja kok, Ma. Yuna malah senang jika bisa bersekolah seperti anak-anak normal lainnya."

Sejak aku mengambil alih tubuh Liyuna, aku selalu menegaskan pada orang tua Liyuna jika aku ingin seperti anak-anak biasa pada umumnya. Hal ini ku lakukan agar kedua orang tua Liyuna tidak terlalu memanjakannya sehingga nanti jika Yuriel muncul, aku juga tidak terlalu tersakiti. Yah, jika aku tidak punya ekspektasi terhadap sesuatu pasti rasa sakitnya tidak akan begitu terasa.

Setelah sarapan usai, Kak Noel –sopir pribadiku, mengantarku ke sekolah. Seperti yang sudah kalian duga, ketika aku datang semua orang langsung menghindari ku, bahkan beberapa ada yang berpura-pura tidak melihatku, sebagiannya lagi sedikit menundukkan kepala sebagai tanda hormat.

Sekali lagi realita memukulku dengan sangat keras. Ini benar-benar dunia game. Jika di dunia nyata, hal seperti ini tidak mungkin terjadi.

Ngomong-ngomong, kelas Liyuna ada di lantai 2 dan tentu saja itu adalah kelas khusus para donatur sekolah yang pasti orang kaya. Aku jadi ingat pernah menonton drama dimana seorang anak miskin tiba-tiba bersekolah di sekolah anak orang kaya dan dia harus menyembunyikan identitasnya. Yah, dalam kasus ku aku tidak perlu menyembunyikan identitas ku karena aku termasuk orang paling kaya disini.

Sekadar informasi saja, Red String ini bersetting disebuah negara fiktif di Asia Timur dan memiliki sistem pemerintahan presidensial. Tapi entah kenapa developer game menamai tokoh mereka dengan nama kebaratan.

"Nona Yuna, selamat pagi!" Seorang gadis seumuran Liyuna menyapa.

Dia adalah Yvette Vlistha, satu-satunya orang yang selalu mengekori Liyuna dan orang yang ku sebut sebagai satu-satunya teman Liyuna. Yvette, entah karena alasan apa tidak takut pada Liyuna. Ia memanggil Liyuna dengan sebutan "Nona" dan selalu mengikuti kemanapun aku pergi.

"Selamat pagi!" Ucapku menyapa balik.

Kau mencoba ramah padanya dengan menyunggingkan senyum ketika balik menyapa, Yvette yang melihat hal ia tidak dapat menyembunyikan perasaan bahagianya dan balas tersenyum lebar.

Setelah bertukar salam yang singkat tadi, kami kembali duduk di bangku masing-masing, aku duduk di bangku tengah yang ada di haris tengah juga, sedangkan Yvette berada di bangku paling depan baris sebelah kanan dekat pintu masuk.

Pelajaran masih belum dimulai karena ini masih cukup pagi dan murid lainnya juga masih ada yang berada di luar kelas. Karena bosan, aku mengambil buku pelajaran di tas dan membacanya, namun tak lama kemudian aku dapat mendengar suara yang cukup keras dari luar dan hal itu membuatku penasaran.

Aku menengok ke jendela luar dan melihat banyak sekali anak yang keluar dari kelas mereka menuju tangga.

"Apa yang terjadi?" Tanyaku pada Yvette yang sepertinya juga akan pergi melihat apa yang sedang terjadi.

Ada suara seorang anak laki-laki yang berteriak, sepertinya ada perkelahian.

"Sepertinya Allen sedang bertengkar dengan seorang senior, Nona."

Allen?

Namanya tidak asing, aku seperti pernah mendengarnya.

Aku keluar dari kelas dan mencoba untuk melewati lautan manusia disekitar tangga dan tentu saja anak-anak lain akan langsung mempersilahkan Liyuna untuk lewat.

Dan aku sangat terkejut dengan apa yang kulihat. Ada sekitar 5 sampai 7 anak dengan badge berwarna merah yang menandakan mereka adalah senior terkapar di lantai. Semua anak itu terlihat terluka dan orang yang masih berdiri hanyalah seorang anak laki-laki dengan badge yang sama denganku dan seorang senior lagi yang berusaha melawan namun kalah telak dan dipukuli habis-habisan oleh anak laki-laki itu. Dia memukul senior tersebut dengan sangat brutal. Karena membelakangi ku, aku tidak tahu dia berekspresi seperti apa namun sepertinya ia sangat marah dengan para senior.

"Berhenti! Hentikan! Aku minta maaf!" Teriak senior yang dihajar habis-habisan itu dengan suara memelas.

Ia memohon ampun pada junior yang memukulinya tanpa ampun, namun junior tersebut tidak menggubrisnya dan terus memukulinya hingga darah mulai keluar dari wajah senior tersebut.

"Gawat, dia lepas kendali lagi."

"Sepertinya senior itu akan masuk rumah sakit."

"Aku merasa kasihan pada senior itu."

"Dia benar-benar monster."

"Aku merasa puas senior itu dipukuli, senior itu selalu saja membully para junior seperti kita."

"Benar, senior itu pantas mendapatkannya."

Aku dapat mendengar orang-orang disekitar ku berbisik-bisik tentang anak laki-laki itu. Beberapa orang merasa takut dengannya, namun beberapa lainnya merasa senang dan sisanya merasa kasihan dengan senior yang dipukuli tersebut.

Lima menit berlalu, anak laki-laki itu masih saja memukuli wajah senior malang itu hingga wajahnya tak berbentuk karena penuh luka lebam. Jika dibiarkan, mungkin senior itu harus operasi plastik untuk memperbaiki wajahnya.

Sepertinya aku tidak boleh membiarkan ini terjadi. Aku harus menghentikannya atau dia akan benar-benar mati. Sebagai anak dari donatur terbesar, pastinya anak laki-laki itu akan mendengar ucapan ku bukan? Walaupun ini bukan urusanku, tapi memukuli orang hingga seperti hampir mati seperti itu tidak boleh dilakukan.

Benar-benar ya, apa sih yang membuatnya semarah itu sampai seperti ini.

Aku mengambil langkah pertamaku untuk menghentikan anak laki-laki itu. Semua orang terlihat sangat terkejut melihatku mendekatinya namun aku saat ini sedang tidak peduli dengan apa yang mereka pikirkan tentangku.

"Hentikan, kau bisa membuatnya mati jika terus memukulinya seperti ini." Ucapku dengan suara tegas.

Disaat seperti ini aku harus bisa bersikap tegas agar orang yang sedang gila ini mendengarkan ku.

Aku meletakkan tanganku di pundaknya, namun dia dengan sangat cepat memegang pergelangan tanganku dan mendorong tubuhku kesamping. Karena terlalu tiba-tiba, tubuhku terdorong ke samping dan jatuh tepat di tangga.

Mataku membulat sempurna ketika menyadari tubuhnya jatuh ke bawah.

Ah, sepertinya aku akan mati.

Meski hanya beberapa detik, aku dapat melihat bahwa anak laki-laki itu sempat melihat kearah ku yang saat ini terjun bebas ke bawah.

Allencio Ravenray. Dia adalah salah tau capture target dan sepertinya aku harus mulai sadar bahwa mungkin saja ini adalah pertanda bahwa nasib buruk Liyuna akan segera dimulai.

Mungkin saja aku sama sekali tidak punya waktu untuk menghindari takdir ini. Dua tahun, itulah waktu yang aku perkirakan jika melihat dari mulainya cerita prolog. Namun saat ini aku bisa mengatakannya dengan sangat yakin, takdir buruk Liyuna sudah dimulai sejak detik ini dan mustahil untuk menghindarinya.

Tubuhku terguling-guling di tangga hingga mencapai lantai bawah. Tubuhku terasa sakit sekali seperti orang yang baru saja dipukuli dan sepertinya kesadaran ku mulai menghilang. Sebelum semua inderaku hilang rasa, aku dapat mendengar suara teriakan para murid yang melihat kejadian ini.

Aku benar-benar ingin bertahan hidup hingga akhir.

TBC

Terpopuler

Comments

xz Gaming

xz Gaming

hahaha ampun liyuna nasib mu sungguh naas

2022-05-02

1

Ririn Santi

Ririn Santi

ya ampyuuun....belum apa2 udah kena sial

2022-04-26

1

Nikodemus Yudho Sulistyo

Nikodemus Yudho Sulistyo

PENDEKAR TOPENG SERIBU mampir.

2022-02-19

0

lihat semua
Episodes
1 Prologue
2 Chapter 1 - Aku Mengambil Alih Tubuh Liyuna?!
3 Chapter 2 - Masih Hidup
4 Chapter 3- Si Menyebalkan Allen!
5 Chapter 4 - Kepindahan Allen Yang Tiba-Tiba
6 Chapter 5 - Munculnya Karakter Baru?!
7 Chapter 6 - Orang-Orang Bersetelan Hitam
8 Chapter 7 - Lucas Obelian si Ekstra
9 Chapter 8 - Mata Monster Beracun
10 Chapter 9 - Kesan Yang Membaik
11 Chapter 10 - Pesta I
12 Chapter 11 - Pesta II
13 Chapter 12 - Pesta III
14 Chapter 13 - Musim Semi Pertama
15 Chapter 14 - Havelian Park
16 Chapter 15 - Keputusan Lucas
17 Chapter 16 - Pulang ke Rusia
18 Chapter 17 - Obelian's Circle
19 Chapter 18 - Insiden Pengeboman
20 Chapter 19 - Allen dan Victor
21 Chapter 20 - Yuda Harvenhelt
22 Chapter 21 - Liburan Musim Panas I
23 Chapter 22 - Liburan Musim Panas II
24 Chapter 23 - Kalung Kupu-Kupu
25 Chapter 24 - Pulang
26 Chapter 25 - Sleepover
27 Chapter 26 - Perasaan
28 Chapter 27 - Eksplor
29 Chapter 28 - Penghuni Rumah Matahari
30 Chapter 29 - Berita Kematian
31 Chapter 30 - Topeng Yuda
32 Chapter 31 - Menulis Ingatan
33 Spesial Q&A
34 Chapter 32 - Kedatangan Yuriel I
35 Chapter 33 - Kedatangan Yuriel II
36 Chapter 34 - Ikatan & Kepercayaan
37 Chapter 35 - Orang Itu Adalah?
38 Chapter 36 - Hidden Target
39 Chapter 37 - Hajun
40 Chapter 38 - Yuriel di Sekolah I
41 Chapter 39 - Yuriel di Sekolah II
42 Chapter 40 - Yuriel di Sekolah III
43 Chapter 41 - Mimpi
44 Chapter 42 - Menyembunyikan Sesuatu
45 Chapter 43 - Keadaan
46 Chapter 44 - Altzion Ravenray
47 Chapter 45 - Ravenray
48 Chapter 46 - Wanita dalam Lukisan
49 Chapter 47 - Luka yang Dimilikinya
50 Chapter 48 - Masa Lalu Yuda
51 Chapter 49 - Persiapan
52 Chapter 50 - Pemeran Utama
53 Chapter 51 - Kegembiraan dan Keceriaan
54 Chapter 52 - Sebuah Janji
55 Chapter 53 - Kembali
56 Chapter 54 - Musim Semi Keenam
57 Chapter 55 - Tempat Persembunyian
58 Chapter 56 - Konfrontasi
59 Chapter 57 - Mimpi yang Terlihat Nyata
60 Chapter 58 - Ketua OSIS
61 Chapter 59 - Mirror of the World
62 Chapter 60 - Munculnya Tokoh Berbahaya
63 Chapter 61 - Liyuna Asli!
64 Chapter 62 - Perkumpulan
65 Chapter 63 - Hari Pertama
66 Chapter 64 - Seperti Biasa
67 Chapter 65 - Menjadi Anggota Resmi
68 Chapter 66 - Perasaan Yuriel
69 Chapter 67 - Emosi yang Tidak Stabil
70 Chapter 68 - Liburan Bersama Allen
71 Chapter 69 - Pembunuh Bayaran
72 Chapter 70 - Liyuna dalam Bahaya
73 Chapter 71 - Menyelamatkan Diri
74 Chapter 72 - Kembali ke Vila
75 Chapter 73 - Bala Bantuan Datang!
76 Chapter 74 - Recovery
77 Chapter 75 - Malam Natal Berdarah
78 Chapter 76 - Berita Duka
79 Chapter 77 - Penyelidikan
80 Chapter 78 - Almera Menemukan Kebenaran
81 Chapter 79 - Pemakaman
82 Chapter 80 - Ketakutan Melanda
83 Chapter 81 - Belum Waktunya
84 Chapter 82 - Musim Semi Kesepuluh
85 Chapter 83 - Kembalinya Lucas
86 Chapter 84 - Lama Tidak Bertemu
87 Chapter 85 - Reuni
88 Chapter 86 - Ilusi atau Ingatan?
89 Chapter 87 - Bertemu Dengannya
90 Chapter 88 - Mimpi Atau Premonisi?
91 Chapter 89 - Kesan Pertama (Allen's POV)
92 Chapter 90 - Pesta Anniversary
93 Chapter 91 - Terima Kasih Tehnya
94 Chapter 92 - Allen dan Zion
95 Chapter 93 - Pentas Seni
96 Chapter 94 - The Romancers
97 Chapter 95 - Backstage
98 Chapter 96 - Insiden Besar Terjadi
99 Chapter 97 - Cerberus
100 Chapter 98 - Kebenaran yang Disembunyikan
101 Chapter 99 - Wanita yang Selalu Menghantui
102 Chapter 100 - Alasan (Zion's POV)
103 Chapter 101 - Aku yang Berasal Dari Dunia Lain
104 Chapter 102 - Januari
105 103 - Lucas dan Hajun
106 Chapter 104 - Istirahat Sejenak
107 Chapter 105 - General Manager
108 Chapter 106 - Hasil Dari Sebuah Pilihan
109 Chapter 107 - Insiden Frozen December
110 Chapter 108 - Tekad yang Bulat
111 109 - Awal Mulai Dari Time Loop (Allen's POV)
112 Chapter 110 - Kedatangan Victor
113 Chapter 111 - Akhir Dari Ravenray
114 Chapter 112 - Pemindahan Kekuasaan
115 Chapter 113 - Awal Dari Sebuah Cerita (Yuriel's POV)
116 Chapter 114 - Allen dan Yuriel
117 Chapter 115 - Mulai Bergerak
118 Chapter 116 - Panti Asuhan Astraea
119 Chapter 117 - Noel dan Panti Astraea
120 Chapter 118 - Tidak Kondusif
121 Chapter 119 - Bertemu Lucas
122 Chapter 120 - Tamu Tak Diundang
123 Chapter 121 - Sesuatu Terjadi Pada Lucas
124 Chapter 122 - Kita Harus Membantu Lucas
125 Chapter 123 - Menyelinap Ke Obelian's Circle
126 Chapter 124 - Pergi ke Rusia
127 Chapter 125 - Menyusun Rencana
128 Chapter 126 - Persiapan
129 Chapter 127 - Keributan
130 Chapter 128 - Irina
131 Chapter 129 - Basement
132 Chapter 130 - Ketahuan?!
133 Chapter 131 - Kakak Lucas
134 Chapter 132 - Meninggalkan Obelian's Circle
135 Chapter 133 - Kembali Elisien
136 Chapter 134 - Daun Mulai Berguguran
137 Chapter 135 - Diintai
138 Chapter 136 - Kecelakaan
139 Chapter 137 - Red Diamond
140 Chapter 138 - Pencarian
141 Chapter 139 - Kalung Kupu-Kupu II
142 Chapter 140 - Tersadar
143 Chapter 141 - Dia adalah Pamanku?
144 Chapter 142 - Gudang Penyimpanan
145 Chapter 143 - Barang Lelang
146 Chapter 144 - Identitas Pemimpin Cerberus
147 Chapter 145 - Barang Terakhir
148 Chapter 146 - Harrioth Aerian Castris
149 Chapter 147 - Pasukan Penyelamat
150 Chapter 148 - Meninggalkan Red Diamond
151 Chapter 149 - Liyuna
152 Chapter 150 - Perubahan
153 Chapter 151 - Kebenaran
154 Chapter 152 - Keluarga Castris
155 Chapter 153 - Keluarga Castris (2)
156 Chapter 154 - Keluarga Castris (3)
157 Chapter 155 – Karl dan Harry
158 Chapter 156 - Karl dan Harry (2)
159 Chapter 157 – Karl dan Harry (3)
160 Chapter 158 – Retakan
161 Chapter 159 – Retakan (2)
162 Chapter 160 - Pamanmu, Harrioth
Episodes

Updated 162 Episodes

1
Prologue
2
Chapter 1 - Aku Mengambil Alih Tubuh Liyuna?!
3
Chapter 2 - Masih Hidup
4
Chapter 3- Si Menyebalkan Allen!
5
Chapter 4 - Kepindahan Allen Yang Tiba-Tiba
6
Chapter 5 - Munculnya Karakter Baru?!
7
Chapter 6 - Orang-Orang Bersetelan Hitam
8
Chapter 7 - Lucas Obelian si Ekstra
9
Chapter 8 - Mata Monster Beracun
10
Chapter 9 - Kesan Yang Membaik
11
Chapter 10 - Pesta I
12
Chapter 11 - Pesta II
13
Chapter 12 - Pesta III
14
Chapter 13 - Musim Semi Pertama
15
Chapter 14 - Havelian Park
16
Chapter 15 - Keputusan Lucas
17
Chapter 16 - Pulang ke Rusia
18
Chapter 17 - Obelian's Circle
19
Chapter 18 - Insiden Pengeboman
20
Chapter 19 - Allen dan Victor
21
Chapter 20 - Yuda Harvenhelt
22
Chapter 21 - Liburan Musim Panas I
23
Chapter 22 - Liburan Musim Panas II
24
Chapter 23 - Kalung Kupu-Kupu
25
Chapter 24 - Pulang
26
Chapter 25 - Sleepover
27
Chapter 26 - Perasaan
28
Chapter 27 - Eksplor
29
Chapter 28 - Penghuni Rumah Matahari
30
Chapter 29 - Berita Kematian
31
Chapter 30 - Topeng Yuda
32
Chapter 31 - Menulis Ingatan
33
Spesial Q&A
34
Chapter 32 - Kedatangan Yuriel I
35
Chapter 33 - Kedatangan Yuriel II
36
Chapter 34 - Ikatan & Kepercayaan
37
Chapter 35 - Orang Itu Adalah?
38
Chapter 36 - Hidden Target
39
Chapter 37 - Hajun
40
Chapter 38 - Yuriel di Sekolah I
41
Chapter 39 - Yuriel di Sekolah II
42
Chapter 40 - Yuriel di Sekolah III
43
Chapter 41 - Mimpi
44
Chapter 42 - Menyembunyikan Sesuatu
45
Chapter 43 - Keadaan
46
Chapter 44 - Altzion Ravenray
47
Chapter 45 - Ravenray
48
Chapter 46 - Wanita dalam Lukisan
49
Chapter 47 - Luka yang Dimilikinya
50
Chapter 48 - Masa Lalu Yuda
51
Chapter 49 - Persiapan
52
Chapter 50 - Pemeran Utama
53
Chapter 51 - Kegembiraan dan Keceriaan
54
Chapter 52 - Sebuah Janji
55
Chapter 53 - Kembali
56
Chapter 54 - Musim Semi Keenam
57
Chapter 55 - Tempat Persembunyian
58
Chapter 56 - Konfrontasi
59
Chapter 57 - Mimpi yang Terlihat Nyata
60
Chapter 58 - Ketua OSIS
61
Chapter 59 - Mirror of the World
62
Chapter 60 - Munculnya Tokoh Berbahaya
63
Chapter 61 - Liyuna Asli!
64
Chapter 62 - Perkumpulan
65
Chapter 63 - Hari Pertama
66
Chapter 64 - Seperti Biasa
67
Chapter 65 - Menjadi Anggota Resmi
68
Chapter 66 - Perasaan Yuriel
69
Chapter 67 - Emosi yang Tidak Stabil
70
Chapter 68 - Liburan Bersama Allen
71
Chapter 69 - Pembunuh Bayaran
72
Chapter 70 - Liyuna dalam Bahaya
73
Chapter 71 - Menyelamatkan Diri
74
Chapter 72 - Kembali ke Vila
75
Chapter 73 - Bala Bantuan Datang!
76
Chapter 74 - Recovery
77
Chapter 75 - Malam Natal Berdarah
78
Chapter 76 - Berita Duka
79
Chapter 77 - Penyelidikan
80
Chapter 78 - Almera Menemukan Kebenaran
81
Chapter 79 - Pemakaman
82
Chapter 80 - Ketakutan Melanda
83
Chapter 81 - Belum Waktunya
84
Chapter 82 - Musim Semi Kesepuluh
85
Chapter 83 - Kembalinya Lucas
86
Chapter 84 - Lama Tidak Bertemu
87
Chapter 85 - Reuni
88
Chapter 86 - Ilusi atau Ingatan?
89
Chapter 87 - Bertemu Dengannya
90
Chapter 88 - Mimpi Atau Premonisi?
91
Chapter 89 - Kesan Pertama (Allen's POV)
92
Chapter 90 - Pesta Anniversary
93
Chapter 91 - Terima Kasih Tehnya
94
Chapter 92 - Allen dan Zion
95
Chapter 93 - Pentas Seni
96
Chapter 94 - The Romancers
97
Chapter 95 - Backstage
98
Chapter 96 - Insiden Besar Terjadi
99
Chapter 97 - Cerberus
100
Chapter 98 - Kebenaran yang Disembunyikan
101
Chapter 99 - Wanita yang Selalu Menghantui
102
Chapter 100 - Alasan (Zion's POV)
103
Chapter 101 - Aku yang Berasal Dari Dunia Lain
104
Chapter 102 - Januari
105
103 - Lucas dan Hajun
106
Chapter 104 - Istirahat Sejenak
107
Chapter 105 - General Manager
108
Chapter 106 - Hasil Dari Sebuah Pilihan
109
Chapter 107 - Insiden Frozen December
110
Chapter 108 - Tekad yang Bulat
111
109 - Awal Mulai Dari Time Loop (Allen's POV)
112
Chapter 110 - Kedatangan Victor
113
Chapter 111 - Akhir Dari Ravenray
114
Chapter 112 - Pemindahan Kekuasaan
115
Chapter 113 - Awal Dari Sebuah Cerita (Yuriel's POV)
116
Chapter 114 - Allen dan Yuriel
117
Chapter 115 - Mulai Bergerak
118
Chapter 116 - Panti Asuhan Astraea
119
Chapter 117 - Noel dan Panti Astraea
120
Chapter 118 - Tidak Kondusif
121
Chapter 119 - Bertemu Lucas
122
Chapter 120 - Tamu Tak Diundang
123
Chapter 121 - Sesuatu Terjadi Pada Lucas
124
Chapter 122 - Kita Harus Membantu Lucas
125
Chapter 123 - Menyelinap Ke Obelian's Circle
126
Chapter 124 - Pergi ke Rusia
127
Chapter 125 - Menyusun Rencana
128
Chapter 126 - Persiapan
129
Chapter 127 - Keributan
130
Chapter 128 - Irina
131
Chapter 129 - Basement
132
Chapter 130 - Ketahuan?!
133
Chapter 131 - Kakak Lucas
134
Chapter 132 - Meninggalkan Obelian's Circle
135
Chapter 133 - Kembali Elisien
136
Chapter 134 - Daun Mulai Berguguran
137
Chapter 135 - Diintai
138
Chapter 136 - Kecelakaan
139
Chapter 137 - Red Diamond
140
Chapter 138 - Pencarian
141
Chapter 139 - Kalung Kupu-Kupu II
142
Chapter 140 - Tersadar
143
Chapter 141 - Dia adalah Pamanku?
144
Chapter 142 - Gudang Penyimpanan
145
Chapter 143 - Barang Lelang
146
Chapter 144 - Identitas Pemimpin Cerberus
147
Chapter 145 - Barang Terakhir
148
Chapter 146 - Harrioth Aerian Castris
149
Chapter 147 - Pasukan Penyelamat
150
Chapter 148 - Meninggalkan Red Diamond
151
Chapter 149 - Liyuna
152
Chapter 150 - Perubahan
153
Chapter 151 - Kebenaran
154
Chapter 152 - Keluarga Castris
155
Chapter 153 - Keluarga Castris (2)
156
Chapter 154 - Keluarga Castris (3)
157
Chapter 155 – Karl dan Harry
158
Chapter 156 - Karl dan Harry (2)
159
Chapter 157 – Karl dan Harry (3)
160
Chapter 158 – Retakan
161
Chapter 159 – Retakan (2)
162
Chapter 160 - Pamanmu, Harrioth

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!