Tidak ada kata menyerah dalam kamus Kenan.
Hati sudah berlabuh pada gadis cuek itu. Sejuta jurus siap diluncurkan demi mendapatkan perhatian pujaan hati.
Seulas senyum terukir di wajah tampannya. Lelaki berkulit putih itu tak kuasa menahan hasrat ingin melayangkan pesan kepada Amartha.
💌 Assalamualaikum, selamat malam dek.
Jangan ditanya, hatinya sekarang deg- degan minta ampun menunggu balasan. Namun, sudah setengah jam menunggu, tapi tak kunjung ada pesan masuk dari Amartha.
Kling..
Kenan secepat kilat meraih ponselnya. Lalu membuka pesan itu.
💌 Ken, besok jadi nggak ke rumah Dani?
Wajah Kenan yang semula sumringah mendadak berubah menjadi masam. Ternyata pesan itu dari si kutu kupret Rehan.
Beberapa menit kemudian, Kenan memutuskan untuk kembali mengirim pesan untuk dek Amartha.
💌Lagi ngapain, dek?
Kling
Tak berapa lama, ada sebuah pesan masuk ke ponsel Kenan. Tanpa pikir panjang lelaki itu segera membuka pesan itu.
💌 Lagi belajar..besok ulangan mas.
"Apa! Dia panggil aku 'mas'?" gumam Kenan.
Hati pria itu bahagia bukan main. Padahal kata 'mas', umum diucapkan kepada pria yang lebih tua. Ada unggah - ungguhnya kepada yang lebih tua gitu lho. Sepertinya Kenan terlalu bersemangat.
💌Met belajar ya dek. Semangat!
Itu pesan terakhir yang Kenan kirim untuk Amartha. Ini adalah awal yang baik untuk pedekate. Cihuy!
Amartha yang sedari tadi mencoba berkonsentrasi belajar malah terganggu dengan pesan- pesan yang dikirim oleh Kenan.
Ingin rasanya dia memaki lelaki itu.
Sabar...sabar.
"Ya Allah nih orang kirim SMS terus sih! arghh! Sampai mana aku ngehafalin materinya!" Amartha mengacak rambutnya frustasi.
Amartha memang bukan seperti Sinta yang sekali baca maka saraf-saraf otaknya langsung bekerja dengan cepat menyerap materi pelajaran. Dia harus bersusah payah komat kamit merapalkan materi yang akan diujikan.
Namun, Amartha yakin orang pintar kalah dengan orang rajin. Orang rajin dan pintar kalah dengan orang yang bejo ( dalam bahasa jawa artinya beruntung). Dia ingin sekali menjadi orang bejo. Apakah dia harus mengganti namanya menjadi Amartha Bejo? Supaya walaupun otak pas-pas an tapi selalu dikelilingi keberuntungan? Ah, konyol.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pukul 06.15 WIB
"Amartha!!" teriak Rosa mengalahkan suara toa mushola depan gang rumah.
"Kenapa, Mah?" jawab Amartha sambil berjalan mendekati sumber suara.
"Kayaknya si Moti ngambek deh, nggak mau di starter nih," kata Rosa dengan wajah kusut, bak pakaian yang belum disetrika.
"Kamu ikut papah aja, ya?" lanjut Rosa.
"Papah? papah kan berangkat sebentar lagi, Mah, aku juga belum mandi, gimana nih?" jawab Amartha gusar.
"Cumuk aja cukup," usul Rosa.
"Cumuk?" Amartha mengerutkan keningnya.
"Cuci muka, Sayang," jelas Rosa.
"Oooohhh" ucap Amartha.
"Jorok dong?" lanjut Amartha sambil memonyongkan bibirnya.
"Ya emang jorok, kalau kamu mandi dulu keburu ditinggal papa lho, papah itu nggak suka nunggu kelamaan, pilih mana hayo?" kata Rosa
"Ya udahlah cumuk aja, deh." Amartha berlari menuju kamar mandi untuk mandi ala kucing.
Kemudian segera bersiap- siap dan tak lupa parfum sebotol dia semprotkan di seluruh tubuh. Wanginya kebangetan pokoknya.
Amartha yang sudah cantik keluar dari kamar dan menemui Rudy di ruang makan.
"Uhuk, uhukk!" Rudy yang tengah menyeruput tehnya mendadak tersedak.
"Kenapa, Pah?" tanya Rosa cemas.
"Itu Amartha pake parfum berapa botol sih? baunya langsung nusuk hidung," ucap Rudy sambil menahan batuk.
"Hahahhaha, Amartha? kamu pakai parfum berapa botol, Sayang?" tanya Rosa sambil tertawa.
Amartha hanya memonyongkan bibirnya sebal. Tidak ada pilihan untuk mandi selayaknya manusia pada umumnya. Dia hanya mencuci muka, menyikat giginya dan menyekah badannya. Parfum pun menjadi senjata pamungkasnya.
"Amartha, kamu sarapan di sekolah ajah ya? nih, mamah udah bawain kamu bekal,"
"Iya, Mah" jawab Amartha pasrah.
"Pah, Amartha ikut Papah, ya? si Moti lagi ngambek soalnya," ucap Rosa kepada suaminya.
"Iya, papa berangkat dulu ya, Mah?" kata Rudy bangkit dari kursinya dan mengecup kening istrinya.
"Amartha pamit ya, Mah?" ucap Amartha menyalami dan mencium punggung tangan Rosa.
"Hati- hati ya, Sayang!" ucap Rosa yang ditujukan untuk anak dan suaminya.
Hanya membutuhkan 20 menit Amartha sampai di Sekolah. Amartha turun dari motornya, dan menyalami punggung tangan Rudy.
"Belajar yang rajin ya, Sayang?" ucap Rudy seraya mengusap pucuk kepala anaknya.
"Iya, Amartha masuk dulu, Pah..."
"Papah, hati- hati di jalan," lanjut Amartha sambil melambaikan tangan ke arah papahnya dan motor Rudy perlahan meninggalkan tempat itu.
Langkah kakinya tak bersemangat seperti kemarin. Amartha melangkahkan kakinya menuju kelas dan mendudukkan dirinya disana. Sudah ada beberapa temannya yang lebih dulu datang dan sibuk dengan kegiatannya masing- masing.
Masih ada waktu untuk sarapan. Ia membuka bekal yang di bawakan Rosa tadi.
Ketika sedang khusyuk menikmati sarapan, tiba tiba ponsel Amartha bergetar. Amartha merogoh saku nya dan membuka pesan itu.
💌Pagi...
Dibuka pesan itu tanpa ekspresi dan menaruh ponsel itu di meja tanpa berniat membalasnya.
Nggak penting.
💌 Jangan lupa sarapan ya, dek?
Satu pesan lagi muncul di layar ponsel Amartha. Ketika suapan terakhir mendarat di mulutnya baru lah Amartha mengetik sebuah pesan untuk lelaki, si pengirim pesan itu.
💌Iya.
Sebuah balasan yang singkat padat dan jelas diterima oleh pria yang tengah bergelung di kasur empuknya.
"Irit banget nih cewek balesnya," gumam Kenan.
Kenan mengetik satu pesan dan dikirimkannya kepada gadis yang beberapa hari ini telah mengganggu pikirannya. Gadis yang membuat dirinya suka senyum- senyum sendiri.
Bukan kesambet lho, ya!
💌Pulang sekolah bisa ketemu nggak?
Amartha yang membaca pesan dari Kenan hanya terdiam dan bingung akan membalas apa. Sejujurnya dia memang sedang tidak ingin bertemu dengan lelaki itu.
"Woy! Ngelamun ajah!" Sinta menepuk pundak Amartha.
"Astaghfirllak! kebiasaan banget suka ngagetin orang!" Amartha mengusap dadanya. Lalu membereskan bekas tempat makan dan minumnya.
"baru sarapan?" tanya Sinta.
"Iya," jawab Amartha singkat.
" Kok datang jam segini?" Sinta memandangi wajah sahabatnya.
"Maksudnya?" tanya Amartha bingung.
"Biasanya kan dateng pas pelajaran pertama udah selesai, hahhaha," Sinta tertawa.
"Widih ... mana wanginya nggak kira-kira lagi, hahaha," lanjut Sinta.
Amartha memanyunkan bibirnya melihat Sinta yang tertawa dengan renyahnya kaya rempeyek lebaran. Namun, matanya kembali melihat layar ponselnya.
"Liat apa, sih?" tanya Sinta penasaran.
"SMS ... dari cowok," jawab Amartha singkat.
"SMS? Cowok?" Sinta semakin penasaran.
"Namanya Kenan, katanya dia dulu Sekolah disini juga, aku juga bingung darimana tuh orang bisa dapet nomorku," ucap Amartha sambil melihat ke arah Sinta.
"Mas Kenan?Oh, jadi kemaren mas Refan minta nomormu itu buat mas Kenan ternyata," Sinta mencoba mengingat- ingat kejadian beberapa hari yang lalu.
"Mas Kenan itu temennya mas Refan, mereka itu sahabatan, Refan, Kenan, Dani dan Kevin, mereka genk gong," lanjut Sinta.
"Genk gong?" Amartha mengerutkan keningnya.
"Iya genk gong, nama genk mereka, absurd emang kayak orang- orangnya, tapi baek- baek kok, mereka itu 3 tahun diatas kita, jadi waktu kita kelas 1 SMA, mereka udah pada lulus," jelas Sinta.
Percakapan mereka terhenti saat Bel sekolah berbunyi. Amartha masih belum membalas pesan terakhir dari Kenan. Gadis itu kembali memasukkan ponsel ke dalam saku rok abu-abunya.
...----------------...
Jangan lupa buat tinggalin jejak kalian di mari yak....???
lope lope dari sindang yuhuuuu ?!!!!!!!
❤❤❤❤❤❤❤💕💕💕💕💕💕💕
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 318 Episodes
Comments
sasip
Suka sama ceritanya, kocak dan menceriakan hari.. mau lanjut baca neh.. tapi meninggalkan jejak dulu sesaat..
👍🏻✌🏻👌🏻🙏🏻
2022-02-08
3
(✿ ♡‿♡)Yatun~Borsel 💞ιиɑ͜͡✦
kak reina aku mampir
2022-01-14
1
ARSY ALFAZZA
👍
2022-01-04
0