Ternyata Dia?

Hari ini sungguh keajaiban luar biasa.

Karena Si Moti (sebutan untuk motor butut milik Amartha) lancar Jaya membelah jalanan. Cihuy, ingin Amartha mengepalkan tangan seraya berteriak, Yess!

Dengan bangga Amartha masuk ke dalam lingkungan Sekolah seraya menyapa pak Kasim dengan senyum yang indah merekah. Seakan hari ini adalah hari kemenangan baginya terlepas dari hukuman hormat Bendera.

"Pagi, Pak Kasim," Amartha menjereng giginya yang rapi.

"Pagi juga Neng, widih tumben ini berangkat pagi? nggak mogok lagi tuh motor?" tanya pak Kasim.

"Alhamdulillah lagi nurut, saya masuk kelas dulu ya, Pak?" Amartha pamit menuju kelasnya.

Amartha yang ngomongnya irit bak duit akhir bulan, hari ini pun riang gembira berjalan menuju kelasnya, dududuududuudu.

Setelah beberapa saat, sampailah ia di depan kelasnya. Amartha dengan rambut sepunggung yang dikucir kuda itu masuk ke dalam kelas. Mendudukkan dirinya di kursi dan menyimpan tasnya di laci meja. Amartha memilih bangku paling depan yang posisinya di tengah- tengah ruangan. Menurutnya ini adalah posisi yang strategis untuk melihat papan tulis.

"Ciiyeeee, Amartha nggak pake acara hormat bendera?" goda Sinta yang sedang duduk di samping Amartha seraya memainkan alis kirinya.

"Biasa aja kali, hahaha," sahut Amartha.

"Wah, berarti nggak ngapelin pak Bagas, dong? kan lumayan tuh pagi- pagi dapet vitamin buat kesehatan mata, hahahaha," timpal sinta sambil tertawa.

"Bukannya yang naksir pak Bagas itu kamu ya, Sin?" Amartha tak mau kalah.

"Lumayan lah buat cuci mata kan, Ta?"

"Tumben ah, bisa dateng pagi? nggak ngadat lagi tuh, si Moti?" lanjut Sinta

"Mungkin dia kasian sama majikannya ini yang selalu dihukum perkara dateng telat ke sekolah," Amartha tertawa renyah.

Bel sekolah pun berbunyi. Tanda kegiatan belajar mengajar akan segera dimulai.

Amartha mencoba fokus dengan pelajaran Sosiologi yang diajarkan oleh Pak Dirman. Amartha memilih jurusan IPS karena dia sadar diri dengan otaknya yang lemot kalau harus menghafal rumus- rumus fisika dan kimia yang bisa membuat kepala nyut- nyutan.

Prinsipnya hidup tidak perlu dibikin ribet.

Bisa jadi tua sebelum waktunya.

Masalah Si Moti, Amartha tidak punya nyali untuk bertanya kepada sang papa.

Bel Jam istirahat pertama pun menggema ke seantero lingkungan sekolah. Amartha memilih duduk di salah satu tempat duduk yang ada di depan kelas.

"Kamu nggak ke kantin?" tanya Sinta.

"Nggak, kamu ajah, aku lagi males desek- desekan,"

"Ya udah aku temenin kamu disini," Sinta mendudukkan dirinya disamping Amartha.

"Ada yang lagi kamu pikirin, Ta?" lanjut Sinta.

"Perkara si Moti, aku bilang sama papa, aku naik angkot ajah atau ngojek gitu biar nggak terus - terusan telat, tiap hari diomelin Pak Hardi, kalau pun nggak boleh ngojek, minimal beli motor baru gitu loh, Sin," jelas Amartha yang kemudian membuang nafasnya kasar.

"Terus? Papa kamu mau beliin?"

"Kalo ngojeknya sih nggak boleh, tapi kalau beli motor katanya nanti dipikir lagi," Amartha menghela nafas panjang

"Yang sabar ya, papa kamu pasti berusaha yang terbaik buat kamu," ucap Sinta menenangkan.

Amartha sebenarnya tidak ingin membebani orangtuanya dengan meminta sesuatu barang yang mahal harganya. Tapi, berat baginya untuk mengejar ketertinggalan pelajaran dengan otak pas- pasannya ini.

Tak sengaja mata Amartha menangkap beberapa orang lelaki yang sedang bercengkrama dengan Pak Arif guru matematika. Terlihat dari gaya pakaiannya yang Bebas Rapi itu kemungkinan mereka anak kuliahan. Matanya menatap dengan intens satu sosok lelaki berkemeja biru dongker.

Rasanya seperti familiar.

" Woy? bengong aja!" sentak Sinta sembari melambaikan tangan di depan wajah Amartha.

" Eh, eh, enggak kok!" Amartha gugup.

"Masuk yuk, udah bunyi tuh bel sekolah," Sinta menarik lengan Amartha seraya bangkit dari duduknya.

Ketika akan melangkah, tiba- tiba mata Amartha dan sosok lelaki itu bertemu satu garis lurus. Lelaki itu mengulas senyumnya. Membuat Amartha kehilangan fokusnya.

Jedug!

Amartha menabrak pintu kelas.

"Awww!" pekik Amartha sambil mengusap- usap keningnya dengan ujung rambut panjangnya.

"Kenapa itu pintu segala ditabrak?" tanya sinta heran.

"Nggak tau, itu kenapa pintu nongol disitu?" jawab Amartha yang sedari tadi masih mengusap keningnya.

"Ya emang pintu ngejogrognya disituuuu dodol! gemes deh lama- lama!" ucap Sinta sewot.

"Benjol nggak tuh?" lanjut Sinta.

"Nggak kayaknya, Sin,"

"Ya udah yuk masuk," Sinta menggandeng tangan Amartha.

Amartha menuju tempat duduknya bersamaan dengan getaran benda di dalam saku. Ponsel Amartha bergetar. Selama proses belajar mengajar memang semua murid harus menggunakan mode senyap atau getar pada ponsel mereka.

Diraihnya ponsel dari dalam saku rok abu-abunya.

💌 Hai, itu kening nggak kenapa- napa?

Berkerut lagi kening Amartha kali ini bukan karena kening yang kejedot pintu.

Namun, karena sebuah pesan dari nomor yang tak dikenalnya. Karena penasaran dengan si empunya nomor itu Amartha pun membalas.

💌Ini siapa? kok kamu tanya kening aku?

Amartha mengetuk- ngetukkan jari tangannya di meja. Menunggu balasan dari orang yang diseberang sana.

Ponsel Amartha kembali bergetar. Dia langsung membuka pesan itu.

💌 😁

Melihat balasan yang hanya emot gigi dijereng itu Amartha lantas mendengus kesal.

Gadis itu menepuk tangan sinta. Sinta yang sedang memainkan ponselnya otomatis menengok ke arah sahabatnya itu.

"Kenapa?" tanya Sinta.

"Aku ke toilet bentar ya," jawab Amartha. Kemudian ia bangkit dari duduknya, berjalan menuju toilet.

Tak perlu waktu lama Amartha sampai di toilet sekolah. Kemudian menyelesaikan ritualnya disana. Ketika akan keluar dari tempat sakral itu, dia menabrak seseorang.

"Awwwh!" pekik Amartha.

"Kamu nggak apa- apa?" tanya orang itu.

Jika didengar dari suaranya sih seperti seorang lelaki. Amartha lalu mendongakkan wajahnya. Melihat siapa yang ditabraknya tadi.

Hmmm wangi.

"Kamu ... Amartha?" tanya orang itu lagi.

"Iya, kamu Kenan, kan?" Amartha balik bertanya.

"Wah kamu masih inget namaku, kenapa SMSku nggak dibalas?" tanya Kenan dan menyunggingkan senyum manisnya.

"Hah, SMS?" Amartha balik bertanya.

"Iya ... SMS, nomorku yang belakangnya 79," Jawab Kenan santai.

"Oh, itu ternyata kamu? buat apa dibalas? cuma emot kayak gitu kok," Jawab Amartha dengan ketus.

Kenan mengerutkan keningnya heran mendengar jawaban gadis yang dihadapannya ini.

"Kita belum kenalan secara langsung, aku Kenan Pradipta, dulu aku juga sekolah disini," Kenan mengulurkan tangannya.

"Aku Amartha Dina, aku mau masuk ke kelas,"

Amartha menjabat tangan Kenan sekilas.

Ternyata dia pengirim SMS tadi dan SMS yang semalam juga? Tapi, dari mana dia bisa dapat nomor ponselku?

Amartha berjalan menuju kelasnya, meninggalkan lelaki berkemeja biru dongker yang mengalihkan dunianya sejenak.

Kenan menatap punggung Amartha yang kian menjauh dari pandangannya.

Makin bikin penasaran.

Kenan lalu berjalan menuju parkiran motor dimana teman- temannya sedang berkumpul.

"Dari mana aja, Ken?" tanya Kevin.

"Dari toilet," jawab Kenan sedangkan Refan dan Dani hanya mengangguk mengerti.

"Mau langsung ke rumah kamu, Dan?"

"Cus markicuss," jawab Dani ala ngondek. Membuat sejurus pukulan dari sahabat-sahabatnya mendarat enak di bahunya dan gelak tawa tak terelakkan dari mereka.

...------------...

Jangan lupa tinggalkan jejak like dan komen beserta hati dan bunga buat author yang lemah lembut ini ya.......

mekso...wkwkkwwk.

lope lope dari sindang ayey ?!!!

❤❤❤❤❤

Terpopuler

Comments

fifid dwi ariani

fifid dwi ariani

trus berkarya

2023-07-03

0

🦈Bung𝖆ᵇᵃˢᵉ

🦈Bung𝖆ᵇᵃˢᵉ

semangat

2022-01-06

0

༄༅⃟𝐐✰͜͡w⃠🆃🅸🆃🅾ᵉᶜ✿☂⃝⃞⃟ᶜᶠ𓆊

༄༅⃟𝐐✰͜͡w⃠🆃🅸🆃🅾ᵉᶜ✿☂⃝⃞⃟ᶜᶠ𓆊

baguuuus ceritanya

2022-01-05

0

lihat semua
Episodes
1 Gara - Gara Motor Butut
2 Minta Motor Baru
3 Ternyata Dia?
4 Pepet Terus!
5 Ketemu Lagi!
6 Gunung Es Sudah Mencair
7 Bertamu
8 Menghilang
9 Satya Ganendra
10 Modal Nekat!
11 Aku Rindu
12 Menguntit
13 Diluar Dugaan
14 Pengumumam
15 Berburu Maaf 1
16 Berburu Maaf 2
17 Sebuah Penjelasan.
18 Viraaa?!!!!!!!
19 Suapin!
20 Ikuti Saja Apa Kata Hatimu
21 Manusia Rese
22 Jadian
23 Bukit Bintang
24 Tabrak lari
25 Perhatian Satya
26 Menginap di Rumah Satya
27 NO COMMENT, CARI AMAN!
28 Pertemuan Tak Sengaja
29 Kalian?
30 Perjodohan Kenan dan Sinta
31 Kita pulang!
32 Mama Sakit
33 Kegilaan Sinta
34 Permintaan Mama
35 Berhasil kabur
36 SAH!
37 Jangan panggil aku bos!
38 Bukan saatnya buka kado
39 Aaaaaaa!
40 Kembali menghilang!
41 Kedatangan Satya
42 Fakta yang menyakitkan
43 Cinta atau obsesi?
44 Terluka
45 Keputusan
46 Menghibur
47 Wes Ewes Ewes Bablas Kancinge! Ehek!
48 Menepati Janji
49 Siang menggelora
50 Berpisah
51 Sebuah Kejujuran
52 Wisuda
53 INISIAL S.G ( SABLENG?)
54 Will you marry me?
55 Yes, I will
56 Bos Bahagia, Asisten Menderita
57 Vira yang Malang
58 Panggilan Kerja?
59 Kena Tipu
60 Mendekati kata 'bahagia'
61 Perlakuan Manis
62 Fitting Gaun Pengantin
63 Bertemu Sang Mantan
64 Perubahan Sikap Satya
65 Amartha Prewedding, Vira merinding
66 Kepentok bibir
67 Dunia ini begitu sempit
68 Benih-benih gosip
69 Gagal Bertemu Amartha
70 Dokter Alvin
71 Rencana Busuk Sinta
72 Rencana Yang Gagal
73 Gosip
74 Gosip part 2
75 Aku cinta kamu, Mas!
76 Pengganggu!
77 Monster Kecil
78 Pria Misterius
79 Malam panjang
80 Imbalan
81 Temu kangen
82 Patah hati, tapi Jangan Patah Arang
83 Kembali Menemui Kegagalan
84 NGEBUT!
85 Gagal Romantis!
86 Keripik laknat
87 MODUS
88 Pulang Kampung
89 Pingitan
90 Kedatangan sahabat
91 Lepaskan Amartha
92 Sesal
93 Kecelakaan
94 Kritis
95 Jangan Ada Keraguan
96 Siraman
97 Midodareni
98 Pernikahan
99 Pamali
100 Jaring Ikan
101 Kotak dari Mertua
102 Mau, Tapi Tutup Mata Dulu!
103 Ketempelan Setan
104 Sepatu kaca
105 Wedding's Party
106 Ada Aja Yang Deketin
107 Tembakan Sang Asisten
108 Serangan Fajar
109 Tentang Fiona
110 Seseorang Sedang Mengawasi Kita!
111 Mulai Waspada
112 Surga Kecil
113 Kembali
114 Kiriman Bunga
115 Minggat
116 Tuker Tambah
117 Istriku dalam Bahaya!
118 Jangan lakukan Ini Lagi!
119 Pengakuan Aaraf
120 Bermain Api
121 Nafkah Yang Tertunda
122 Mantan dan Suami
123 Ketika Masa Lalu dan Masa Depan Bertemu
124 Telepon Iseng
125 Aku harus cepat pergi dari sini!
126 Kehamilan Amartha
127 Sudah Berdamai
128 Mulai Teratasi
129 Aaraf dan Ashraf?
130 Mencurigakan
131 Tinggalkan suamimu!
132 Ngidamnya si Bos Laknat
133 Ivanka Barsha
134 Hilang
135 Tidak Ada Jalan Keluar!
136 Jangan Menyentuhku
137 Tergelincir
138 Bleeding
139 Duh Gustiiiiii
140 Suara Meresahkan
141 Pu-tus
142 Berpisah Denganmu
143 Iyem dan Juminten
144 Amit-amit Jabang Kebo
145 Cari Ribut
146 Maju Kena, Mundur Apalagi!
147 Balada Suami Ketika Istri Sedang Hamil
148 Ingin Bicara
149 Curiga
150 Biar Steril
151 Benda Keramat
152 Aku milikmu
153 Sesuatu Yang Terlupakan
154 Serba Nggak Boleh
155 Gagal Surprise
156 Dari Hati ke Hati
157 Pesan Terhapus
158 Hanya alasan
159 Jurus Seribu Bayangan
160 Kau Begitu Menggoda
161 Rumah Baru
162 Hati Gue Udah Dibawa Kenan!
163 Loreng-loreng
164 Jadikan Aku Yang Kedua
165 Tanggung Jawab?
166 Kamu Bukan Anak Ayam
167 Suara Siapa?
168 Dua Wanita
169 Tetap Disini
170 Malu sendiri
171 Gue Janji!
172 Belum Waktunya
173 Penyamaran
174 Pertemuan Tidak Terduga
175 Vira dan Jawaban
176 Deep Talk
177 Yum Yum Yum
178 Mengendap
179 Dia Tidak Ingat
180 Susahnya Bicara Dengan Wanita
181 Apakah Semua Harus Ada Alasannya?
182 Bukti Kejahatan
183 Sama-sama Keras Kepala
184 Berhati-hatilah!
185 Tak Bisa Ditipu
186 Siapa Yang Nempel?
187 Jangan Macem-macem
188 Diguna-guna
189 Tak Sadarkan Diri
190 Dollar dan Rupiah
191 Air Terjun Perjaka
192 Menghabiskan Uangmu
193 Beda Kelas
194 Susah Ngomongnya
195 Sosok Lain
196 Kamar 201
197 Aku Yang Salah
198 Buntelin Ajah
199 Mencari Vira
200 Siluman Ular
201 Perasaan udah Jinak?
202 Adon Mengadon
203 Latihan Dasar Memasak
204 Cangkir Panas, Hati Juga Ikutan Panas
205 Pantang Pulang Kalau Nggak Sama Kamu
206 Gongso bikin Metong!
207 Kok Rasanya Gini?
208 Gimana, Bisa atau Nggak?
209 Saling Bertemu
210 Merubah Sikap
211 Ivanka lagi
212 Ngenes
213 Nggak Jelas
214 Abang Rese
215 Breakfast
216 Menguras Kartu Ajaib
217 Lagu Lama Kaset Baru
218 Awalnya Kuyang Lama-Lama Jadi Sayang!
219 Itu Jajanan Anak SD!
220 Mimpi Dalam Mimpi
221 Jangan Bicara Seperti Itu
222 Dikira Reality Show
223 Kamu Suka Sama Dia?
224 Kompensasi
225 Gadis Unik
226 Too Acidic!
227 Kolokan!
228 Nggak Enak Dilihat Orang!
229 Dengerin Tuh!
230 Mantan Istri atau Mantan Pacar?
231 Sesuai Rencana
232 Ini Bukan Kopi, Tapi Air Garam
233 Terlalu Banyak
234 Pulkam
235 Window Shopping
236 Ngambeknya Masih Awet Aja
237 Merah Cabai
238 Sesederhana Itu Untuk Bahagia
239 Kamu Emang Yang Terbaik
240 Yang Jelas Bukan Keselek Biji Salak
241 Akhirnya Manjat Juga
242 Ditubles Kuku Macan
243 Mengheningkan Cipta, Mulai!
244 Tampan Nggak Ada Lawan
245 Itu Beneran Bocah, Mas!
246 Terserah Kamu!
247 Orang Aneh
248 Jangan Mendewakan Diri
249 Jaga Ucapanmu!
250 Si Kepala Batu
251 Menjaganya
252 Paketan Sultan
253 Melupakannya Sejenak
254 Melihatnya Dengan Orang Yang Sama
255 Kita Harus Bagaimana?
256 Siaran Tunda
257 Tidak Ada Hubungan Apa-Apa
258 Nggak Apa-Apa, Pergi Aja...
259 Stop Berpura-pura, Fendy!
260 Otakmu Sudah Tidak Waras, Alia!"
261 Sudah Tabiat
262 Nona Kecil
263 Nggak Usah Sok Direbutin!
264 Permintaan Dedek Bayi
265 Bunga 100 Juta
266 Wanita Selalu Benar
267 Dia Tak Mungkin Berkhianat
268 Sang Amatir
269 Menyingkirlah!
270 Satu Sama
271 Prahara Rumah Tangga
272 Gengsi
273 Korban Novel Online
274 Paketan?
275 Boneka Arwah
276 Boneka Itu Lagi
277 Diikuti
278 Penipu Hati
279 Kamu beda
280 Kabur Dari Rumah
281 Ini Bukan Lelucon
282 Kamu kemana?
283 Jangan Keluar Malam
284 Ular Betina
285 Kesepakatan
286 Pencarian
287 Tamparan Dari Papi
288 Menemuinya
289 Kecewanya Amartha
290 Kemah Dadakan, Sengsara Bersama
291 Mencari Cara
292 Menyelinap Masuk
293 Sesusah Itu Mengusir Mereka
294 Sejumput Penjelasan
295 Pernikahan Itu Akan Tetap Berlansung
296 Jangan Kabur-Kaburan Lagi
297 Calon Pengantin
298 Kotak Makanan?
299 Satu Hal Yang Tidak Kau Miliki, Kewarasan!
300 Pengantin Yang Sengaja Ditukar
301 Diam atau Kau Akan Menyesal
302 Tidak Usah Pura-Pura Stres Seperti Itu!
303 Jangan Panik
304 Tarik Nafas, Keluarkan...
305 Mas? putri kita...
306 Dia Cucu Papi, Bukan hanya Cucu Mami!
307 Evren, Semesta Kita
308 Bikin Malu
309 Oper Sana Sini
310 Sambut Keluarga
311 Kang Halu
312 Aku Kira Ada Yang Mencurimu!
313 Mood Up And Down!
314 Sudah Lepas
315 Tangisan Evren
316 Di Akhir Cerita
317 Salam dari Author
318 KARYA BARU SPINN OFF VIRA DAN FIRLAN
Episodes

Updated 318 Episodes

1
Gara - Gara Motor Butut
2
Minta Motor Baru
3
Ternyata Dia?
4
Pepet Terus!
5
Ketemu Lagi!
6
Gunung Es Sudah Mencair
7
Bertamu
8
Menghilang
9
Satya Ganendra
10
Modal Nekat!
11
Aku Rindu
12
Menguntit
13
Diluar Dugaan
14
Pengumumam
15
Berburu Maaf 1
16
Berburu Maaf 2
17
Sebuah Penjelasan.
18
Viraaa?!!!!!!!
19
Suapin!
20
Ikuti Saja Apa Kata Hatimu
21
Manusia Rese
22
Jadian
23
Bukit Bintang
24
Tabrak lari
25
Perhatian Satya
26
Menginap di Rumah Satya
27
NO COMMENT, CARI AMAN!
28
Pertemuan Tak Sengaja
29
Kalian?
30
Perjodohan Kenan dan Sinta
31
Kita pulang!
32
Mama Sakit
33
Kegilaan Sinta
34
Permintaan Mama
35
Berhasil kabur
36
SAH!
37
Jangan panggil aku bos!
38
Bukan saatnya buka kado
39
Aaaaaaa!
40
Kembali menghilang!
41
Kedatangan Satya
42
Fakta yang menyakitkan
43
Cinta atau obsesi?
44
Terluka
45
Keputusan
46
Menghibur
47
Wes Ewes Ewes Bablas Kancinge! Ehek!
48
Menepati Janji
49
Siang menggelora
50
Berpisah
51
Sebuah Kejujuran
52
Wisuda
53
INISIAL S.G ( SABLENG?)
54
Will you marry me?
55
Yes, I will
56
Bos Bahagia, Asisten Menderita
57
Vira yang Malang
58
Panggilan Kerja?
59
Kena Tipu
60
Mendekati kata 'bahagia'
61
Perlakuan Manis
62
Fitting Gaun Pengantin
63
Bertemu Sang Mantan
64
Perubahan Sikap Satya
65
Amartha Prewedding, Vira merinding
66
Kepentok bibir
67
Dunia ini begitu sempit
68
Benih-benih gosip
69
Gagal Bertemu Amartha
70
Dokter Alvin
71
Rencana Busuk Sinta
72
Rencana Yang Gagal
73
Gosip
74
Gosip part 2
75
Aku cinta kamu, Mas!
76
Pengganggu!
77
Monster Kecil
78
Pria Misterius
79
Malam panjang
80
Imbalan
81
Temu kangen
82
Patah hati, tapi Jangan Patah Arang
83
Kembali Menemui Kegagalan
84
NGEBUT!
85
Gagal Romantis!
86
Keripik laknat
87
MODUS
88
Pulang Kampung
89
Pingitan
90
Kedatangan sahabat
91
Lepaskan Amartha
92
Sesal
93
Kecelakaan
94
Kritis
95
Jangan Ada Keraguan
96
Siraman
97
Midodareni
98
Pernikahan
99
Pamali
100
Jaring Ikan
101
Kotak dari Mertua
102
Mau, Tapi Tutup Mata Dulu!
103
Ketempelan Setan
104
Sepatu kaca
105
Wedding's Party
106
Ada Aja Yang Deketin
107
Tembakan Sang Asisten
108
Serangan Fajar
109
Tentang Fiona
110
Seseorang Sedang Mengawasi Kita!
111
Mulai Waspada
112
Surga Kecil
113
Kembali
114
Kiriman Bunga
115
Minggat
116
Tuker Tambah
117
Istriku dalam Bahaya!
118
Jangan lakukan Ini Lagi!
119
Pengakuan Aaraf
120
Bermain Api
121
Nafkah Yang Tertunda
122
Mantan dan Suami
123
Ketika Masa Lalu dan Masa Depan Bertemu
124
Telepon Iseng
125
Aku harus cepat pergi dari sini!
126
Kehamilan Amartha
127
Sudah Berdamai
128
Mulai Teratasi
129
Aaraf dan Ashraf?
130
Mencurigakan
131
Tinggalkan suamimu!
132
Ngidamnya si Bos Laknat
133
Ivanka Barsha
134
Hilang
135
Tidak Ada Jalan Keluar!
136
Jangan Menyentuhku
137
Tergelincir
138
Bleeding
139
Duh Gustiiiiii
140
Suara Meresahkan
141
Pu-tus
142
Berpisah Denganmu
143
Iyem dan Juminten
144
Amit-amit Jabang Kebo
145
Cari Ribut
146
Maju Kena, Mundur Apalagi!
147
Balada Suami Ketika Istri Sedang Hamil
148
Ingin Bicara
149
Curiga
150
Biar Steril
151
Benda Keramat
152
Aku milikmu
153
Sesuatu Yang Terlupakan
154
Serba Nggak Boleh
155
Gagal Surprise
156
Dari Hati ke Hati
157
Pesan Terhapus
158
Hanya alasan
159
Jurus Seribu Bayangan
160
Kau Begitu Menggoda
161
Rumah Baru
162
Hati Gue Udah Dibawa Kenan!
163
Loreng-loreng
164
Jadikan Aku Yang Kedua
165
Tanggung Jawab?
166
Kamu Bukan Anak Ayam
167
Suara Siapa?
168
Dua Wanita
169
Tetap Disini
170
Malu sendiri
171
Gue Janji!
172
Belum Waktunya
173
Penyamaran
174
Pertemuan Tidak Terduga
175
Vira dan Jawaban
176
Deep Talk
177
Yum Yum Yum
178
Mengendap
179
Dia Tidak Ingat
180
Susahnya Bicara Dengan Wanita
181
Apakah Semua Harus Ada Alasannya?
182
Bukti Kejahatan
183
Sama-sama Keras Kepala
184
Berhati-hatilah!
185
Tak Bisa Ditipu
186
Siapa Yang Nempel?
187
Jangan Macem-macem
188
Diguna-guna
189
Tak Sadarkan Diri
190
Dollar dan Rupiah
191
Air Terjun Perjaka
192
Menghabiskan Uangmu
193
Beda Kelas
194
Susah Ngomongnya
195
Sosok Lain
196
Kamar 201
197
Aku Yang Salah
198
Buntelin Ajah
199
Mencari Vira
200
Siluman Ular
201
Perasaan udah Jinak?
202
Adon Mengadon
203
Latihan Dasar Memasak
204
Cangkir Panas, Hati Juga Ikutan Panas
205
Pantang Pulang Kalau Nggak Sama Kamu
206
Gongso bikin Metong!
207
Kok Rasanya Gini?
208
Gimana, Bisa atau Nggak?
209
Saling Bertemu
210
Merubah Sikap
211
Ivanka lagi
212
Ngenes
213
Nggak Jelas
214
Abang Rese
215
Breakfast
216
Menguras Kartu Ajaib
217
Lagu Lama Kaset Baru
218
Awalnya Kuyang Lama-Lama Jadi Sayang!
219
Itu Jajanan Anak SD!
220
Mimpi Dalam Mimpi
221
Jangan Bicara Seperti Itu
222
Dikira Reality Show
223
Kamu Suka Sama Dia?
224
Kompensasi
225
Gadis Unik
226
Too Acidic!
227
Kolokan!
228
Nggak Enak Dilihat Orang!
229
Dengerin Tuh!
230
Mantan Istri atau Mantan Pacar?
231
Sesuai Rencana
232
Ini Bukan Kopi, Tapi Air Garam
233
Terlalu Banyak
234
Pulkam
235
Window Shopping
236
Ngambeknya Masih Awet Aja
237
Merah Cabai
238
Sesederhana Itu Untuk Bahagia
239
Kamu Emang Yang Terbaik
240
Yang Jelas Bukan Keselek Biji Salak
241
Akhirnya Manjat Juga
242
Ditubles Kuku Macan
243
Mengheningkan Cipta, Mulai!
244
Tampan Nggak Ada Lawan
245
Itu Beneran Bocah, Mas!
246
Terserah Kamu!
247
Orang Aneh
248
Jangan Mendewakan Diri
249
Jaga Ucapanmu!
250
Si Kepala Batu
251
Menjaganya
252
Paketan Sultan
253
Melupakannya Sejenak
254
Melihatnya Dengan Orang Yang Sama
255
Kita Harus Bagaimana?
256
Siaran Tunda
257
Tidak Ada Hubungan Apa-Apa
258
Nggak Apa-Apa, Pergi Aja...
259
Stop Berpura-pura, Fendy!
260
Otakmu Sudah Tidak Waras, Alia!"
261
Sudah Tabiat
262
Nona Kecil
263
Nggak Usah Sok Direbutin!
264
Permintaan Dedek Bayi
265
Bunga 100 Juta
266
Wanita Selalu Benar
267
Dia Tak Mungkin Berkhianat
268
Sang Amatir
269
Menyingkirlah!
270
Satu Sama
271
Prahara Rumah Tangga
272
Gengsi
273
Korban Novel Online
274
Paketan?
275
Boneka Arwah
276
Boneka Itu Lagi
277
Diikuti
278
Penipu Hati
279
Kamu beda
280
Kabur Dari Rumah
281
Ini Bukan Lelucon
282
Kamu kemana?
283
Jangan Keluar Malam
284
Ular Betina
285
Kesepakatan
286
Pencarian
287
Tamparan Dari Papi
288
Menemuinya
289
Kecewanya Amartha
290
Kemah Dadakan, Sengsara Bersama
291
Mencari Cara
292
Menyelinap Masuk
293
Sesusah Itu Mengusir Mereka
294
Sejumput Penjelasan
295
Pernikahan Itu Akan Tetap Berlansung
296
Jangan Kabur-Kaburan Lagi
297
Calon Pengantin
298
Kotak Makanan?
299
Satu Hal Yang Tidak Kau Miliki, Kewarasan!
300
Pengantin Yang Sengaja Ditukar
301
Diam atau Kau Akan Menyesal
302
Tidak Usah Pura-Pura Stres Seperti Itu!
303
Jangan Panik
304
Tarik Nafas, Keluarkan...
305
Mas? putri kita...
306
Dia Cucu Papi, Bukan hanya Cucu Mami!
307
Evren, Semesta Kita
308
Bikin Malu
309
Oper Sana Sini
310
Sambut Keluarga
311
Kang Halu
312
Aku Kira Ada Yang Mencurimu!
313
Mood Up And Down!
314
Sudah Lepas
315
Tangisan Evren
316
Di Akhir Cerita
317
Salam dari Author
318
KARYA BARU SPINN OFF VIRA DAN FIRLAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!