namaku aurora. mungkin kalian akan terkejut mendengar nama lengkapku, ya aurora borealis.
aku tidak tau siapa yang memberikan nama ini, tapi yang ibu angkatku katakan, siapapun yang memberi nama ini adalah sebuah pengharapan agar hidup ku lebih berwarna seperti aurora yang menghasilkan cahaya menyala nyala dan menari nari..
aku hidup dalam kesederhanaan dan belum mempunyai pekerjaan tetap karena aku hanyalah tamatan SMA
bekerja serabutan untuk membantu keuangan keluarga. sampai suatu hari aku ikut temanku yang bekerja di make up artist lumayan selain uang yang aku dapat agak besar, aku bisa bertemu dengan beberapa artis yang biasa aku lihat di televisi.
berawal dari sini aku bertemu dan mengenal lelaki angkuh dan arrogant.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon najwatirta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
akhirnya menemukanmu..
hari ini harusnya menjadi hari bahagia untuk bima. beberapa proses sudah dijalaninya untuk menikahi lady. tapi entah kenapa hambar rasa yang ia rasakan.
dengan kasar bima menyunggar rambutnya. dia tidak mengerti dengan sikap lady akhir akhir ini. walaupun orang terdekatnya mengatakan hal buruk tentang lady, bima tidak pernah percaya.
jangan sampai kau mengecewakanku lady!
"sayang sebentar lagi kita pemotretan lagi, kamu bersiap siap ya". bima mengangguk
"kamu masih marah sama aku?".
"lady, kamu tau kan aku tidak suka perempuan yang tidak punya hati nurani. bagaimana mau mengajari anak anakku kelak kalau saat ini saja kau tidak menghargai orang lain?".
"kenapa kamu terus membahas hal yang tidak penting bim? anak? berapa kali aku mengatakan kalau aku belum siap memiliki anak untuk waktu dekat dan kamu sudah tau itu lagipula kamu menerimanya kan? apalagi masalahnya?".
"apa seumur hidupmu kamu tetap tidak mau memiliki anak? apa seumur hidupmu kamu hanya ingin hidup berdua denganku? semakin hari kita akan semakin menua, di sisa masa tua kita, kita juga akan merindukan kehadiran seorang anak". bima membentak lady
"kita bisa mengadopsi anak tanpa harus aku hamil. aku seorang artis bim, kalau aku hamil badanku akan gemuk, kulit ku akan mengalami banyak masalah dan aku belum siap untuk itu."
bima mengepalkan kedua tangannya, membahas hal seperti ini memang sudah sering mereka lakukan bahkan pasti berujung dengan pertengkaran.
kenapa aku mulai ragu untuk menikahinya?
"sayang, aku mohon kita jangan bertengkar lagi. aku capek, aku capek mempersiapkan mental dan tenaga untuk pernikahan kita". lady menangis dan memeluk bima. bima yang paling tidak tega melihat wanita menangis akhirnya menepuk punggung wanita itu untuk menenangkannya.
kamu tidak tega kan bima melihatku menangis? aku tidak akan melepaskanmu bim, dan kamu juga tidak akan pernah bisa meninggalkanku. lady tersenyum kecut.
~minimarket sombrero~
aurora sedang menata barang yang ada di etalase, sesekali sambil bersenandung ria. wajah cerianya akan membuat siapapun yang datang ke minimarket tersenyum melihat tingkah lakunya.
"gadis periang". axel sejak tadi menunggu kedatangan aurora. dia tidak tahu kalau aurora bekerja di shift siang. empat jam menunggu tidak membuat axel patah semangat.
"ma'af tuan, ada yang bisa saya bantu?", aurora mendekati axel yang sedari tadi duduk termenung di depan minimarket.
akhirnya aku menemukanmu. batin axel
"aku ingin berterimakasih padamu". ucap axel tiba tiba, membuat aurora menoleh kebelakangnya. pria ini berbicara kepadaku?
"anda..?", aurora mengerjapkan matanya apa dia tidak salah lihat? didepannya ini adalah pria yang pernah tidur dengan kekasih temannya dan dia adalah orang yang pernah aurora tolong saat mabuk
"ya, aku adalah pria yang pernah kau tolong. terimakasih karena kau sudah menolongku. aku axel....." axel menjulurkan tangannya.
"saya aurora". aurora menyambut baik uluran tangan axel.
"ini jaket yang waktu itu kamu pakaikan untukku." axel memberikan paper bag kepada aurora.
"oh iya, terimakasih. tuan tau darimana kalau saya yang membantu tuan malam itu?."
"kenapa berterimakasih?tau darimananya tidak penting". tanya axel
"karena tuan sudah mengembalikan jaket saya, bukankah harusnya saya berterimakasih?". axel tertawa melihat tingkah aurora. gadis ini sangat polos.
"sebagai tanda terimakasihku, boleh aku mentraktirmu?". aurora terlihat bingung, karena dia bekerja sampai tengah malam. dia juga tidak punya waktu untuk nongkrong terlebih dia masih berhutang kepada bima. bagaimana membagi waktunya.
"tidak usah repot repot tuan, saya ikhlas membantu." jawab aurora.
axel memahami sikap aurora yang mungkin merasa dirinya aneh, baru pertama kali bertemu langsung mau mentraktirnya.
"baiklah mungkin lain kali. apa aku boleh menemuimu disini?".
aurora mendesah pelan untuk apa pria ini menemuinya. bukannya mereka baru saja bertemu dan sungguh sebenarnya aurora sedikit takut karena axel adalah pria yang tidur bersama lady di hotel.
apa pria ini akan macam macam denganku? apa dia akan... astaga membayangkannya saja aku ngeri. batin aurora
"kau kenapa ra?".
"aku.. aku tidak papa".
"kalau begitu aku pergi dulu." aurorapun mengangguk dan segera masuk ke minimarket.
seharian bekerja membuat aurora terkadang lupa untuk sekedar makan malam. seperti malam ini, karena sibuk menata barang datang. sampai dia lupa bahwa dia belum makan.
aurora akhirnya memutuskan untuk memasak mie gelas. lumayan selain mudah memasaknya, makanan tersebut juga masih tergolong mudah untuk didapatkannya.
ting!
terdengar bunyi pintu terbuka, artinya ada pelanggan yang datang.
"selamat datang di minimarket kami". aurora menyapa. namun seketika ucapannya seakan menggantung di udara setelah mengetahui siapa yang datang.
lady artis papan atas itu yang datang. melirik sinis ke arah aurora dan segera mengambil barang yang ia butuhkan.
"ini saja belanjaan anda nona?". lady mengangguk.
"kasian ya tiap hari kerja sampe malem kayak gini". aurora hanya diam mendengar sindiran lady. untuk apa menanggapi mulut nenek sihir ini. lebih baik diamkan saja agar dia cepat pergi.
kesal karena tidak ditanggapi, lady sengaja menjatuhkan barang belanjaannya.
"lo gimana sih, lo sengaja jatuhin barang gue?."
"nona, anda sendiri yang menjatuhkannya. kenapa malah marah sama saya?."
"enak aja nyalahin gue. gue ini pembeli, sopan dikit dong!".
"baik nona lady, biarkan saya merapikan belanjaan anda." aurora memungut barang belanjaan yang sengaja lady jatuhkan.
"pantes lo jadi babu. pasti bima sengaja jadiin lo temennya supaya lo bisa dia suruh suruh. nyuruh lo masak, nyuruh lo nganter makanan kayak tadi siang. lo gak malu? nganter makanan kampung kayak gitu. hei.. sadar diri lo, bima siapa dan lo siapa!."
"tadi tuan bima lahap kok makan makanan saya, malah dia nambah berkali kali." lady semakin geram karena usahanya untuk merendahkan aurora tak kunjung berhasil.
"setelah itu dia sakit perut. dia gak biasa tau makan makanan gak bergizi kayak yang lo bikin itu!."
"oh ya?"
"maka dari itu, tidak usah mengirimkan makanan lagi karena mulai besok aku yang akan memasak dan mengirimkan makan siang untuknya."
"ide bagus itu nona, jadi aku tidak perlu repot lagi harus bolak balik kesana kemari untuk mengantar bekalnya."
"dan satu lagi jauhi calon suamiku!."
"aku tidak bisa." jawab aurora membuat lady mengepalkan tangannya
"benar benar perempuan gak tau diri lo ya. lo mau dibilang pelakor? atau lo emang sengaja mau deketin bima biar lo bisa numpang hidup sama dia?."
"aku bukan pelakor, karena anda belum menikah dengan tuan bima, lagipula saya tidak bisa menjauhi tuan bima kecuali tuan bima yang memintanya."
aurora sebenarnya ingin sekali menjambak rambut panjang lady yang menurutnya persis ekor kuda.
"kau," lady hampir saja melayangkan tamparan ke wajah aurora.
"hentikan!!".
saya juga ingin tokoh yang tersakiti memperoleh kesempatan, sehingga kariernya gemilang melebihi tokoh yang merendahkanya sehingga tidak ada kesempatan lagi untuk diremehkan......
itu lady jangan biarkan wanita jahat itu menang moga bintang selamat dg bantuan yang tidak terduga ....... Aamiin