NovelToon NovelToon
Tuan Buta Dan Pelayannya

Tuan Buta Dan Pelayannya

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:17.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: lara hati

Dirga Harun purnomo Adalah seorang pengusaha muda yang memiliki beberapa buah perusahaan besar. Dalam hidup dia memiliki segalanya.harta melimpah, wajah yang tampan serta istri baru yang sangat cantik dan terkenal.

saat bulan madu ke Hawai pesawat pribadinya terjebak badai hingga mengalami kecelakaan.
Untung saja semuanya selamat karena pilot yang cekatan.

Sayangnya Dirga mengalami kebutaan Akibat matanya terkena serpihan kayu yang berasal dari ledakan pesawat.

Hidup dan perkawinannya hancur, karena istrinya meninggalkan dirinya yang cacat.
Mampukah Dirga bangkit dari keterpurukannya ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lara hati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part sepuluh. Nyaman

Bening bertemu Adam didapur

" Dia ingin mandi, butuh bantuan anda tuan" bening memberitahu Adam

Adam menatap wajah Bening keheranan.

" Wajah Nona merah sekali Ada apa? "

" Tak apa- apa sebaiknya tuan cepat ke kamarnya sebelum dia kembali mengamuk" Bening mengalihkan topik seraya menunduk dalam menyembunyikan wajah.

kenapa rasa malu itu belum juga pergi?.

Adam bergegas ke kamar Dirga.

sementara Bening masuk kamar, Dia juga harus membersihkan diri lalu istirahat sebentar

Selesai sarapan, bening merebahkan diri diatas ranjang, Biarlah Adam yang mengurus Dirga hari ini pikirnya.

perjalanan selama empat jam dari kampung sangat melelahkan.

" Nona..Tuan muda mencari Anda" Suara Adam terdengar dibalik pintu.

Bening heran sekali, baru juga memejamkan mata.

Dia terpaksa bangun membuka pintu kamar

" Tuan muda mencari saya tuan!?" tanyanya tak yakin

" Tuan ingin Anda yang mengantar sarapan."

" Hah! "

Bening bengong.

Dirga kesambet apa bagaimana, tumben sekali minta dibawakan sarapan, bukannya biasanya dia lebih nyaman jika Adam yang mengurusinya.

" Nona..anda melamun" tegur Adam

Bening mengerjapkan matanya.

" Apakah nona keberatan, kalau begitu biar saya saja yang mengantarkan."

Bening menggeleng cepat

" Tidak tuan, Biar saya saja.."

Bening pun menuju Dapur dan menyiapkan sarapan Dirga

Biar saya bantu non.." kata Pelayan.

" Tidak usah bi, biar saya saja.."

Bening menolak karena ingin menyiapkan sendiri sarapan untuk suaminya.

Tiba didepan kamar Dirga Bening berhenti sejenak menyiapkan diri jika Dirga bicara kasar padanya.

Menarik nafas dalam-dalam baru ia masuk.

Kamar Dirga sudah dirapikan mungkin Adam memita pelayan merapikan saat Dirga mandi.

" Selamat pagi tuan..!?" Sapa bening, sebenarnya dia masih enggan bertemu Dirga mengingat apa yang dilakukan Dirga terhadapnya tadi.

Dirga mamakai t- shirt dan celana berbahan kain warna khaki selutut.

" Mana sarapanku.." Tanyanya dengan wajah datar

kamar itu terlihat bersih, harum dan terang menderang.

Aroma maskulin menembus hidung saat Bening mendekati Dirga.

wajahnya juga terlihat bersih karena Dirga bercukur.

Dia duduk manis diatas sofa, kursi rodanya terlihat dipojokan kamar.

Bening meletakan nampan diatas meja

" Aku membawa roti lapis, dan nasi goreng sosis, ayam goreng, susu dan juice jeruk , tuan ingin makan nasi atau roti?"

Dirga mendengarkan dengan seksama

" Siapa yang membuat nasi gorengnya?" Dia balik bertanya.

" Semuanya aku yang menyiapkan sendiri" Sahut bening.

" Kalau begitu aku akan makan semua"

" Semua!? Anda yakin?" ulang Bening.

" Iya suapi aku"

Meski bingung dengan perubahan Dirga Bening dengan patuh menyuapi.

" Lezat, kau cukup pandai memasak" kata Dirga memuji tatapannya beralih pada Bening seraya bibir nya tersenyum manis.

" terima kasih"

Bening justru salah tingkah dengan perubahan sikap Dirga yang lembut.

Hatinya senang tapi apa yang membuat pria itu berubah, apa kepalanya terantuk pintu hingga dalam waktu semalam dia tinggal langsung mengubah pribadi pria itu.

Selesai makan Dirga minum obat. tanpa paksaan. Bening takjub sekali

Dia benar - benar berubah. Selesai Dirga makan Bening segera membereskan peralatan makan dan membawanya turun agar bisa dicuci

Namun Dirga memintanya untuk tinggal dia ingin mengobrol.

" Berapa usiamu?" Tanya Dirga pada bening.

" 22 tahun tuan,"

" Aku 28 tahun, Umur kita selisih enam tahun.."

bening diam saja.

" Mengapa tuan menggunakan kursi roda, bukankah kaki tuan baik-baik saja?" tanya bening.

" Aku buta jika berjalan suka jatuh dan menabrak segala sesuatu aku lelah sekali. makanya lebih suka memakai kursi roda lebih mudah jika ada yang mendorongku kesana kemari."

" Apakah anda nyaman terikat pada orang lain? sampai kapan orang- orang harus anda repot kan untuk mendorong kursi roda kesana kemari?

" lalu apa aku punya pilihan?" tanya Dirga menunduk sedih.

" Tentu anda punya pilihan , kenapa tidak memakai tongkat, lebih praktis"

Dirga tertawa

" Kau ingin membuatku celaka. dan menjadi janda begitu!?" ucapnya sinis.

hati bening berdesir hangat saat Dirga mengakuinya sebagai istri.

Sudah hampir sebulan menikah hubungan mereka masih seperti dua orang asing.

" Bukan begitu, hanya saja anda terlihat seperti pria cacat buta yang tak bisa berjalan. Bukankah tak nyaman terus merepotkan orang lain?"

" Aku tak merepotkan mereka, kau lihat kan aku tak pernah keluar kamar, lagipula mereka aku bayar ..bukankah kau juga dibayar mahal oleh ibu!" Dirga bertanya menyudutkan.

Bening terdiam

" Aku tahu kau juga tak berminat mengurusku jika mama tak membayarmu"

" Aku..."

" sudahlah pergilah, bawa piring kotor itu tinggalkan aku sendiri." wajah Dirga berubah masam.

" Aku memang dibayar Nyonya Mitha, tapi aku benar- benar tulus ingin melihat tuan bahagia. tidak terkurung dalam kamar ini saja."

Bening pergi meninggalkan Dirga yang diam mematung.

Dirga naik ke ranjang menyentuh mata dengan kesal.

Kapan mata ini bisa melihat kembali, benarkah serpihan itu bisa bergeser jika ia batuk atau bersin

Jika benar Dirga benar benar mengharapkan keajaiban bisa terjadi.

Sedih sekali hidup dalam kegelapan

merindukan kehidupan yang dulu, berpesta, jalan jalan, Bahkan ia masih merindukan Bianca, mantan istrinya.

meski wanita itu telah menyakiti, namun Dirga memaklumi siapa yang mau hidup dengan pria buta.

Bianca cantik, muda dan terkenal pasti membosankan harus mengurus suami buta.

Begitu banyak kenangan yang telah hadir diantara mereka.

Malam-malam indah penuh gairah.

sebagai lelaki normal Dirga sangat merindukan hal-hal semacam itu

Mustahil meminta Bantuan bening untuk tidur bersama dan bercinta. Meski statusnya sah sebagai istri,

Dirga tidak mencintai bening.

Dia tak yakin bisa mencintai gadis itu. Dirga ingin saat bisa melihat Nanti, dia dan Bening bisa berpisah baik- baik.

Biarlah gadis itu menemukan seorang pria lain yang jauh lebih baik serta tulus mencintainya.

Sedangkan Dirga, dia akan merebut kembali Bianca dari tangan Fadhil.

Bening menyelesaikan pekerjaannya saat bel pintu berbunyi.

melihat Semua pelayan sedang sibuk

Dia berinisiatif membuka pintu.

tampak seorang wanita muda yang sangat cantik penampilannya rapi dan stylish, tubuhnya tinggi dan ramping. Bening merasa diri kecil dan lusuh berhadapan dengan dia.

Dia mengerutkan kening merasa mengenal wanita itu.

Bukankah dia Bianca Samantha, Artis ternama,.mengapa dia ada disini?

"Aku ingin bertemu mantan suamiku" ucapnya angkuh..

Bening terlihat ragu.dia tak.ingin Bianca bertemu Dirga, takut membuka luka lama di hati pria itu.

" kau tidak mengenalku? apakah kau pelayan baru Di sini?" tanyanya ketus.

" Aku..Ah iya aku pelayan baru disini, aku perawat Dirga."

Bianca tertawa mengejek.

" Pantas. permisi aku buru-buru " Ucapnya seraya masuk dan menggeser tubuh Bening kasar

Langsung kamar Dirga dilantai dua.

" Siapa non?" Tanya para pelayan.

" Bianca , apakah dia mantan istri Dirga, aku tak.menyangka Bianca yang cantik itu adalah istrinya.."

" wanita ular itu memang cantik,.tapi hatinya begitu kotor dan busuk, dia segera meninggalkan tuan muda saat tahu tuan buta." jelas mereka

" Aku khawatir mood tuan akan kembali buruk setelah bertemu dengannya."

" Mengapa Nona tidak kekamar tuan dan mengusirnya."

" Aku tak punya hak Bi"

" Nona adalah istri tuan muda"

" Adakah seorang istri yang tidur dikamar pelayan??" Bening tertawa pahit

Dikamar Dirga.

Bianca masuk tanpa mengetuk. dia melihat Dirga sedang duduk dikursi Roda melihat keluar sambil melamun.

Mengapa kau membuat ku kesulitan?"

Tanya penuh amarah pada Dirga yang terkejut sekali mengetahui Bianca ada di kamarnya

Dia baru saja memikirkan perempuan itu

" Sayang, kau datang..!?"

" Iya aku datang, mengapa kau tak jua menceraikan aku?"

Tanyanya emosi

" Aku tak mau berpisah denganmu, aku masih cinta padamu sayang.

Dirga berdiri dari kursi roda dan menghampiri Bianca dengan susah payah.

Dan dia memeluknya erat

" Aku sangat rindu padamu.."

" Cih! kau bodoh sekali jelas aku sudah berkhianat dan kau masih menginginkan aku? kau tak punya apa pun saat ini Dirga, bahkan perusahaannya hampir gulung tikar.."

Bianca mencemooh.

" Bianca kumohon, kebutaan ku ini bisa disembuhkan, kembali saja padaku, sola.perusaahaan Aku bisa memperbaikinya bahkan dalam.keadaan buta.." Dirga memohon sambil memegang pipi Bianca dan menatap kosong padanya. Dia sangat merindukan harum tubuh wanita itu.

" Permisi.." Terdengar suara bening didepan pintu.

" Maaf tuan, Nona, aku mengantarkan teh untuk anda berdua"

Dirga melepaskan Bianca menyeka cepat air mata yang sempat jatuh di pipi.

" Aku tak punya waktu minum teh, cepat kirimkan surat cerai itu..atau aku akan membuat kau menyesal Dirga.. aku akan meminta Fadhil membekukan perusahaanmu selamanya, kau lupa dia adalah wakilmu diperusahaan, bebas melakukan apa saja dengan perusahaan itu."

Dirga terdiam kesal.

Dia lupa pada fakta jika Fadhil adalah sahabatnya.yang sangat di sukai dan percaya hingga menjadikannya sebagai wakil direktur diperusahaan yang ia dirikan.

" Lakukan apa saja bianca tapi kita tak akan bercerai," Ucap Dirga dingin.

Bening sedih sekali mendengar ucapan Dirga, ternyata suaminya sangat mencintai Bianca hingga tak sudi bercerai darinya sudah jelas wanita itu berselingkuh bahkan menikah dengan laki - laki yang menjadi selingkuhannya.

Apakah tak ada kesempatan bagi Bening untuk menjadi istri yang utuh bagi Dirga.

Bening merasa malu mengapa dia punya pikiran yang Aneh, bukankah dia hanya wanita yang dibayar untuk mengurus Dirga.

sejak kapan dia punya pikiran untuk menjadi istri Dirga yang sebenarnya.

Bening bergegas pergi dan menepis pikiran yang melantur kemana-mana

dia memukuli kepalanya berulang kali.

" Anda kenapa?" Tiba -tiba Adam melintas dan heran melihat tingkah bening.

" Apakah nona Bianca datang?" tanya Adam

" Iya, dia sedang dikamar tuan muda"

Adam segera naik ke lantai dua.

Dia melihat Dirga yang putus asa memohon mohon pada Bianca agar pernikahan mereka bisa dilanjutkan kembali.

" Pria yang naif dan bodoh, mengapa Dirga begitu buta..apa yang membuat dia mau merendahkan diri dihadapan wanita ular itu seharusnya yang buta matanya jangan juga hatinya"

" Nona sebaiknya anda pulang, tuan Dirga perasan dan emosinya masih labil, datanglah lain kali" usir Adam tegas dengan wajah tak ramah.

" Aku juga tak Sudi bertemu dengan mantan suami yang buta, dia yang mengulur ulur perceraian kami, membuatku repot menjadi bahan ejekan orang- orang, status masih istri orang namun sudah menikahi pria lain." sahut Bianca.

" Saya mohon pergilah!" usir Adam lebih tegas.

" Bianca merenggut dan langsung pergi setelah menghentakkan kakinya.

" Sebenarnya dia tak hanya butuh surat cerai namun juga tunjangan perceraian dari Dirga. Dia butuh uang. gaya hidupnya yang galamour butuh biaya yang sangat banyak,

sedangkan fadhil membatasi semua, dia putra seorang pengusaha namun bukan pewaris. hingga keuangan juga dibatasi sampai ayahnya wafat nanti. lagipula kedua orang tau Fadhil tak suka pada Bianca."

Dengan memendam kecewa Bianca pergi.

" Tuan Anda sudah dibutakan oleh cinta, mengapa mengemis cinta pada wanita itu?"

" Aku masih mencintai Bianca Adam, dia pergi saat aku benar-benar mencintainya, aku tak rela melepaskannya, aku harus bagaimana?"

Sementara bening mendengar semua ucapan Dirga pada Adam.

Tak menyangka jika laki- laki pemarah itu bisa menjadi seorang budak cinta yang bodoh.

anehnya Hati bening sedikit perih.

Apakah dia mengharapkan Dirga?

Kini ia tahu semua itu tak mungkin terjadi cinta suaminya hanya untuk Bianca

kenapa sentuhan Dirga telah membuat hati bening dilanda dilema.

apakah benih - benih cinta telah hadir dihatinya Bening.

Bening memegang dadanya yang sakit.

1
Nining yuningsih
zceritanya sanggat bagus
Nining yuningsih
asiiik jumpa
Nining yuningsih
munapik akhirnya mengakui mencintai bening
Nining yuningsih
seru suka ceritanya
Atifah Diani
lanjut tttt
limah
🥰
Faizah Izah
aduh Thor ..... kok kisah nya gitu sih! agak mengecewakan, lakinya dah tidur ma cewek lain lagi, kalau dipersatukan lagi Dirga sama bening , harusnya Dirga jangan bersetubuh dengan sonya lah, thor, kalau bikin novel lain jangan yang mengecewakan ya thor
Lianty Itha Olivia
Luar biasa
Yuli Winarsini
kok g nyambung ya critanya
R_3DHE 💪('ω'💪)
Luar biasa
R_3DHE 💪('ω'💪)
ini kasus medis yang unik... 🤔🤔🤭🤭
Nining Chili
bening bodoh
dhaa. made
kenapa gaaa donor mata aja ? kaya masa ga bisa minta donor mata
leni aswita
Buruk
Anonymous
yahh sebenernya dirga redflag bangeet, kenapa malah dijodohin sama bening 😕
Sifrianus Jahamat
so sweet
Sifrianus Jahamat
apa bedanya kamu dgn bianca 🤣🤣🤣
Sifrianus Jahamat
yg sabar
Sifrianus Jahamat
cinta krn harta dan rupa gk akan pernah kekal
Runik Runma
dasar lelaki
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!