NovelToon NovelToon
Sebatas Pendamping

Sebatas Pendamping

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Patahhati / Poligami / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: heni

Novel ini hanya lucu di awal, semakin ke ujung ada sedikit bawang. Semoga suka.

*******

Mulutmu harimau-mu. Pepatah itu sering kita dengar. Tapi sering kita lupa. Sehingga sangat gampang berucap tanpa memikirkan dampak dari ucapan kita sendiri.

Aurelia Syafitri. Gadis cantik berumur 25 tahun, pribadi yang periang, suka bercanda dan gemar melancarkan jurus bucin. Bagi orang itulah yang menyenangkan bagi Syafi. Tapi, tidak berlaku bagi calon suaminya. Ucapan calon suaminya saat menjelang hari pernikahan bagaikan air yang melunturkan semua warna pada hidup Syafi. Bukan cuma ucapan itu yang menyakitkan bagi Syafi. Tapi di tinggal saat menjelang akad nikah. Menjadi tamparan keras di wajahnya. Duka menjelang hari pernikahan itu membuat Syafi kehilangan jati dirinya.

Bagaimana nasib Syafi yang di tinggal saat menjelang pernikahan? Atau akan ada keajaiban yang bisa membuat Syafi kembali menjadi pribadi yang ceria dan menyenangkan? ‘’


Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 Aw-Aw

Ardhin tidak menyangka, keponakannya ini sama sekali  tidak berubah. Dulu saat berada di desa Syafi tidak pernah absen dari menyanyi di hajatan orang nikah, sekarang anak itu masih sama, bahkan lebih parah. Kamal menepuk jidatnya melihat kelakuan Syafi.

Kamal sangat kesal, tapi dia tidak bisa melepaskan kemarahannya, karena hampir semua orang suka dengan gaya kocak Syafi. Sekarang Dirga juga malah ikutan menyukai pertunjukan keponakannya itu. Saat lagu berakhir Dirga tersenyum lebar sambil bertepuk tangan. Ardhin dan Kamal bersembunyi di belakang Dirga, namun terlambat keponakannya itu sudah menyadari kehadiran keduanya.

Syafi tidak mengetahui siapa Dirga, dia hanya mengira Dirga adalah tamu undangan yang menghadiri hajatan ini. Mengingat paman dan bibinya ada di acara ini, pikiran nakal terlintas di benak Syafi. “Anda mau request lagu?” Arah tunjuk jemari Syafi kearah Dirga, tujuan Syafi menggoda paman dan bibinya.

Dirga merasa dirinya yang di tanya. Dengan bangga Dirga menyahut. “Melukis Senja.” Ucapnya.

“Ini acara dangdutan, bang ….” Protes tamu yang lain.

“Maaf, saya kurang tau lagu-lagu dangdut,” jawab Dirga.

“Lah yang tadi bukan lagu dangdut, Ayok nyanyikan saja luh ….” Seru Ardhin.

[Luh, dari kata Aluh, panggilan untuk anak perempuan dalam Bahasa daerah Banjarmasin.]

Syafi mendekati pemain organ tunggal, dia terlihat asyik berbicara dengan pemain organ tunggal itu. Sepintas terlihat sedang ambil nada. Tidak lama dia berjalan ketempat semula, lantunan musik dari Melukis Senja ‘pun mulai bermain.

🎶🎶🎶

Aku mengerti, perjalanan hidup yang kini kau lalui, ku berharap, meski berat kau tak merasa sendiri, kau ‘tlah berjuang, menaklukkan hari-harimu yang tak mudah, biar ku menemanimu, menghapus Lelahmu.

🎶🎶🎶

Dirga sangat Bahagia, sama sekali tidak menyangka, bisa menyaksikan langsung wanita yang mengisi hatinya  dengan lagu yang sama. Kali ini terasa lebih indah, karena penyanyi itu bernyanyi dengan expresi  bebasnya, seakan menggodanya. Dirga dibuat bingung, mendengar dentuman irama musik yang berbeda dari lagu yang familiar, sontak membuat khayalan indah Dirga buyar. Dirga merasa aneh dengan nada yang dia dengar sekarang.

Sedang di depan sana Syafi berjoged bebas dengan expresi menggoda kearahnya.

🎶🎶🎶🎶

Ditekan … sedikit ah … ah …

di tahan … maksud hati …

Jangan dulu ahh …

melamarku …

kenalan saja … baru seminggu …

belum tau—siapa kamu.

Ditekan sedikit ah ah ah …

di tahan … biar asyik ....

🎶🎶🎶🎶

Lagu 'Ditekan Sedikit' dari penyanyi Cucu Cahyati seketika membuat keadaan semakin heboh.

“Asyikkk Tarik semongko---” Teriak tamu undangan yang ikut berjoget.

Dua orang di samping Dirga juga tidak kalah heboh. Tapi heboh dengan kekesalan mereka, bukan heboh ikut bergoyang. Kamal sangat kesal melihat expresi Syafi bernyanyi.

“Abah  … cepetan Tarik Aul pulang, sebelum makin konslet Abah …." jerit Kamal.

Dirga ikut dalam keseruan itu, hanya bisa tersenyum melihat kehebohan yang Syafi ciptakan.

Kenapa saat melihatnya langsung, perasaanku menjadi aneh seperti ini? Jerit hati Dirga.

Seketika Dirga  terpaku melihat gaya bernyanyi dari penyanyi itu. Tapi, obrolan kedua orang di belakangnya membuatnya harus berhenti mengagumi pertujukan yang ada di depan. “Ada apa, paman?”

“Dia Aul, keponakan paman, Namanya Aurelia Syafitri, Aul panggilan kesayangan kami buatnya.” Laki-laki itu meneruskan Langkah kakinya, untuk mendekati keponakannya yang terus larut dalam nyanyiannya. Aul alias Syafi, kalau sudah mulai teriak dengan lagu-lagu, maka rem-nya sudah blong.

Syafi sadar, kalau pamannya sudah mendekat artinya pertunjukan selesai. “Sampai di sini dulu ya semuanya, pangeranku sudah datang," teriak Syafi. Dia memberikan mic pada biduan yang mengisi acara, sedang dia segera berlari menuju pamannya dan langsung menyilangkan tangannya di lengan pamannya.

“Sudahi dulu pertunjukannya, ayok pulang,” ajak Ardhin.

“Ah-siap thayank ….” jawab Syafi sambil menggoda pamannya.

Menyadari wanita yang dia kagumi bernama Aurelia Syafitri, seketika ada yang hancur dalam diri Dirga .Bukan karena lagu kesukaanya tiba-tiba berubah. Tapi, karena wanita yang selama ini misterius yang tidak dia kenali dan tidak diketahui Rimba-nya yang terlanjur dia suka, ternyata sudah ada yang punya.

Ya Tuhan … kenapa wanita yang sudah di miliki orang lain yang mencuri hatiku, dulu istri Sam. Sekarang calon istri Arnaff. Gerutu hati Dirga.

Dirga berusaha tegar, walau dalam batinnya sungguh hancur. Berusaha menegakkan wajah dan bersikap biasa-biasa saja. Di sana terlihat Paman Ardhin berjalan sambil bergandengan tangan dengan perempuan yang tadi bernyanyi.

“Yuk pulang, ma ….” Ardhin mengajak istrinya dan Dirga untuk melanjutkan perjalanan mereka.

Mereka memasuki rumah yang Nampak sangat sederhana, Dirga tidak menyangka, kalau rumah Paman Ardhin seperti ini. Matanya memandangi keadaan rumah paman kesayangannya.

“Masuk sayang ….” Ajak Kamal.

Dirga segera melangkahkan kakinya memasuki rumah Ardhin, terlihat di kursi tamu sederhana itu perempuan itu dan pamannya sudah duduk di sana.

“Aul! Kamu itu sebentar lagi akan menikah, tolong jangan bersikap seperti dulu, perbaiki sedikit, Aul. Kasian keluarga calon suami kamu.” Suara itu terdengar sedikit memohon.

“Maaf paman, itu susah. Makanya Aul minta dari awal, agar paman memberitahu bagaimana Aul pada calon suami Aul dan juga keluarga, agar mereka tidak menyesal,” ucap Syafi

“Aul benar, Paman. Paman sudah menceritakan bagaimana Aul?” sela Dirga.

“Kepada ibu Leti, sudah. Tapi, kalau pada Arnaff, belum,” jawab Ardhin.

“Siapa dia?” tanya Syafi.

“Dia Dirga, keponakan majikan Abah dulu, dan abah menganggap dia anak Abah. Karena Abah tidak punya anak, ucap Ardhin.

“Akhirnya … aku bisa bertemu anak kesayangan abah!” ucap Syafi. Dia mengulurkan tangannya menyalami Dirga.

“Anda tau? Setiap abah menelepon aku, atau saat acara kumpul keluarga, Dirga tuh begini, Dirga tuh sopan! Diga-Dirga dan Dirga! Hanya itu yang aku dengar, sampai-sampai aku tidur teringat nama Anda,” oceh Syafi.

Syafi sadar kalau dia belum melepaskan tangan Dirga. “Eh tangan Anda masih nempel, aku tau aku mempesona, tapi tolong lepasin tangan adek bang … karena aku sudah ada yang punya.” goda Syafi pada Dirga.

Dirga merasa heran, yang tidak mau melepaskan jabatan tangan adalah yang mengoceh itu. “Maaf … Anda yang tidak melepaskan tangan saya,” bela Dirga.

“Ya salam … tanganku susah melepaskan kalau sudah memegang tangan pria tampan seperti Anda. Apalagi Anda tak hanya ganteng, Anda adalah suami idaman banyak orang, termasuk paman sangat mengidamkan Anda untuk jadi suami saya." Syafi segera melepaskan tangan Dirga.

"Aul ...." tegur Ardhin.

"Idih ... Abah malu, kan aku bicara fakta." ledek Syafi.

“Ayo duduk Dirga, kamu kalau kamu melawan Aul, tidak ada habisnya.”  Ardhin menepuk kursi kosong yang ada di sampingnya.

“Kak Dirga ….” panggil Syafi dengan desahan manjanya.

Seketika langkah kaki Dirga terhenti, lalu memutar tubuhnya menghadap kearah Syafi. “Apa?”

“Kakak pernah dengar paman dzikir wirid-an gak?”

Dirga menggelengkan kepalanya. Syafi melangkah mendekati Dirga lalu mengaitkan kedua tangannya di lengan kanan Dirga. Membuat apa yang di dalam diri Dirga semakin mendidih.

“Aku yakin, kalau paman itu wirid bukan kalimat wirid, tapi ‘Dirga—Dirga—” ucap Syafi.

Kamal merasa keisengan Syafi sudah kelewatan. "Aul! Lepasin itu tangan anak mama!”  teriak Kamal.

Kamal sangat kesal dengan kelakuan Syafi yang begitu mudahnya menggandeng Dirga.

“Lah, kok mama marah? Kami kan saudara, amanlah kalau duduk deketan atau peluk tipis-tipis.” Syafi membela diri, sambil menyandarkan kepalanya di pundak Dirga.

“Aul ….” Ardhin berteriak.

“Hilih ….” Aul segera menegakkan kepalanya dan melepaskan tangannya.

“Kak Dirga, tapi ucapan aku tadi kalau Kak Dirga tuh menantu idaman Abah beneran loh. Si abah pernah berpikir buat jodohin kita, tapi dia insecure aja.” terang Syafi.

“Apa?” Dirga seakan tidak percaya dengan yang dia dengar.

“Tenang … paman pelayan yang tau diri, hingga paman sadar di mana posisi dia, paman abah mana berani minta Dirga nikah sama aku, walau aku ini cantik, manis, imut, lugu, suka menabung, dan mahkluk Tuhan yang paling seksi. Aw-aw-aw ah ah ah ah!” Syafi langsung kabur, sebelum teriakan paman dan bibinya melengking kembali.

1
Dida Riyada
mangatoon
Yanti Yuli Anti
tengkiwww thor atas cerita nya..udh aku kasih hadiah yaa😘😘
Yanti Yuli Anti
sebel nya sam dirga...selalu menyerah sama keadaan..coba perjuangkan hati mu dirga..jangan lembek kayak tahu gitu ihh
Yanti Yuli Anti
harus nya dirga jujur sm syafi..pasti syafi mengerti dengan keadaan dirga..klo ga jujur ya syafi akn sakit hati terus
Yanti Yuli Anti
lha..kenapa jadi begini😭😭
Yanti Yuli Anti
terima kasih mba author karena sudah menyuguhkan cerita yg sangat bagus..tp aku berharap semoga ada kelanjutan nya d part 2...ngarep.com🤭
Yanti Yuli Anti
semoga yg ada d pikiran ku ga terjadi...Aamiin
Yanti Yuli Anti
kaka author berhasil bikin aku penasaran 🥴🥴
Yanti Yuli Anti
semangat Dirja semoga lelah mu menjadi lillah
Yanti Yuli Anti
semangat kk...
Yanti Yuli Anti
mantap samm....
Yanti Yuli Anti
aku jd terbawa suasana ..syafiii ohh syafii
Yanti Yuli Anti
cerita yg sungguh sangat sanagt luar biasa..👍
Yanti Yuli Anti
visual semua pemeran sangat cocok dengan karakter masing"...good job mba author
Yanti Yuli Anti
cerita nya sangat bagus...alur cerita mudah d pahami dan menghidupkan suasana
Yanti Yuli Anti
suka banget cerita nya...bikin hidup suasana
Yanti Yuli Anti
assalamualaikum...ikut manteng
Khairul Azam
aku gak respek banget sama si lala dan romi ini
Khairul Azam
lala sama romi ini model orang yg mementingkan dirinya sendiri.
Khairul Azam
nolong boleh baik boleh tp gak harus mengorbankan kluarga, diri sendiri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!