Merasakan jatuh cinta diusianya yang menginjak 17 tahun, adalah sesuatu yang wajar. Namun yang tidak wajar adalah jika lelaki yang ia cintai adalah ayah sahabatnya sendiri.
Akankah persahabatan antara Alena dan Angel hancur karena Alena mencintai ayah sahabatnya sendiri?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon requeen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
usaha dibalik kejutan
Minggu sore Mereka sudah kembali ke Jakarta, setelah beristirahat Sejenak, Doni mengantar Alena pulang. Kedatangan gadis itu disambut pelukan hangat bundanya.
"mandi Sana, sudah mandi langsung makan. Biar bunda siapin dulu " titah bunda Alena
"iya bun " jawab Alena lalu melangkahkan kakinya menaiki tangga menuju kamarnya dilantai 2.Setelah membersihkan tubuh nya dan ganti baju, ia pun turun menuju ruang makan.
Semangkuk sup panas sudah tersedia dimeja. Alena pun langsung menyantapnya. Bundanya hanya memandang putrinya makan dengan lahap.
"bun, kemarin aku ke Bandung ke rumah calonnya om Doni " Alena bercerita disela kegiatan mengunyahnya. Bundanya mendengarkan dengan seksama
'jadi papihnya Angel sudah punya calon istri? " tanya Bunda Alena, disusul anggukan gadis itu
"Awalnya Angel menolak, tapi sekarang dia sudah mulai mau mengenal tante Wid " Alena melanjutkan ceritanya.
"namanya tante Wid? "
"tante Widia bun " jawab Alena
"ooh .. baguslah kalau begitu, jadi Angel akan Ada yang mengurus dan memperhatikannya.Papihnya Angel juga tidak akan kerepotan harus mengurus pekerjaan dan putrinya sekaligus " ucap bunda Alena. Gadis itu tersenyum getir.
"bun..bolehkah aku bantu bunda di butik? " tanya Alena. "hitung-hitung belajar bun "
Bunda Alena memandang putrinya dalam.Ada yang tidak biasa pada diri Alena. "bunda masih bisa hendel sendiri sayang " ucap bundanya.
"Alena mau belajar bun, nanti setelah lulus juga Alena mau sekolah fashion, biar bisa meneruskan usaha bunda "
Bunda Alena merengkuh gadis itu kedalam dekapannya.Ia tidak menyangka kalau putrinya sudah berpikir sejauh itu.
"ya kamu boleh bantu, tapi prioritas kamu tetap sekolah " ucap bundanya. Alena pun mengangguk yakin.
****
Senin pagi Angel dan Alena pergi sekolah seperti biasa diantar oleh Doni. keduanya masuk ke kelas saat bel tanda masuk berbunyi.
Kedua gadis itu kaget ketika bu Merry, guru Bk memanggil mereka ke ruangan nya
"mampus gue " Angel menggerutu.
Kedua gadis itu pun mengikuti bu Merry menuju ruang Bk,Angel dan Alena berbalik dan hendak kabur ketika melihat Doni sedang menatap mereka tajam, disebelahnya Rangga duduk dengan menunduk.
"mau kemana kalian? " bu Merry menjewer kuping kedua gadis itu agar tidak bisa kabur.
"ampun bu! " Angel dan Alena meringis menahan sakit. Kupingnya serasa mau lepas.
Bu Merry memperlihatkan sebuah rekaman cctv kepada Doni. Disana terlihat Angel dan Alena sedang berusaha kabur dengan memanjat pagar halaman belakang sekolah dengan dibantu Rangga.
Doni mendapat panggilan atas ulah kedua gadis itu.Pihak sekolah memang hanya memanggil Doni karena Doni mengatakan bertanggung jawab atas kenakalan kedua gadis itu.
"ini terjadi pada Hari jumat sebelum jam istirahat " bu Merry memberi tau.
"siapa yang punya ide konyol seperti ini? " tanya Doni geram.
"saya pih "
"saya om"
"kenapa kalian sampai melakukan hal konyol seperti itu? " tanya bu Merry.
Angel dan Alena saling sikut.keduanya tak Ada yang mau menjawab, membuat Doni semakin geram.
"maaf om, saya bantu jawab " tiba-tiba Rangga bersuara.Doni mengarahkan pandangannya kepada Rangga.
"Alena dan Angel nekad kabur karena akan mempersiapkan kejutan ulang tahun. Jika menunggu sampai pulang sekolah mereka tidak mempunyai waktu untuk mempersiapkan semuanya " Rangga menjelaskan.itulah yang kedua gadis itu katakan ketika meminta bantuan kepada nya jumat siang.
Doni memijit kepalanya yang pusing. Ter lepas dari siapa yang mempunyai ide, mereka tetap bersalah. Dan pihak sekolah memberi sangsi skors dua hari kepada Angel dan Alena, sedangkan untuk Rangga Satu hari, karena Ia tidak ikut kabur, hanya membantu saja.
"sekarang ambil tas kalian papih tunggu di mobil " ucap Doni. Kedua gadis itupun mengambil tas mereka di kelas kemudian masuk kedalam mobil Doni.
Doni melajukan mobilnya meninggalkan halaman gedung sekolah. Tak ada yang berbicara. Jangankan untuk berbicara, memandang wajah Doni pun kedua gadis itu tidak berani.
"apapun niat kalian, yang kalian lakukan tetap salah. papih hargai usaha kalian memberi kejutan untuk papih, tapi tidak dengan cara konyol seperti itu " Doni melunakan ucapannya. Angel dan Alena menunduk.
"maaf om " ucap Alena lirih.
"ya sudah.. pokoknya papih tidak mau kalian mengulanginya lagi "ujar Doni.
" iya pih janji " ucap Angel.
"Al, apa kamu mau langsung pulang? " tanya Doni ketika mobil mulai mendekati rumah Alena. Gadis itu terdiam tampak bingung. Alena takut sampai Bundanya tau kalau ia diskors dua hari karena kabur. Doni dapat membaca ketakutan gadis itu.
"nanti om bantu bilang bunda kamu " janji Doni.
Mobil Doni berhenti didepan rumah Alena, bunda Alena tampak kaget melihat putrinya sudah pulang, padahal baru jam 9 pagi.
"loh tumben udah pulang Al? " tanya bundanya
"Ada rapat disekolah mbak, dua hari kedepan juga anak-anak libur soalnya kelasnya mau dipakai rapat katanya " Doni berdusta. Alena menatap ayah sahabatnya itu dengan tatapan yang sulit diartikan. ia tidak menyangka Doni akan berbohong untuk melindunginya dari kemarahan bundanya. Kemudian Doni pun pamit.