NovelToon NovelToon
Di Balik Cadar Hannah

Di Balik Cadar Hannah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Diam-Diam Cinta / Romansa
Popularitas:628
Nilai: 5
Nama Author: Ri7

Hannah adalah wanita bercadar yang menyimpan masa lalu kelam. Pertemuannya kembali dengan Faz, lelaki yang pernah menolongnya, membuat cinta tumbuh hingga mereka hampir bertunangan.

Namun sebuah rahasia membuat mereka tak bisa bersama. Saat Hannah harus merelakan cintanya, Arif—lelaki yang diam-diam telah lama mencintainya—datang membawa sebuah lamaran.

Di antara cinta, luka, dan takdir, Hannah harus menentukan jalan hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ri7, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Segelas Cappuccino

Pagi ini, Faz memutuskan untuk pergi ke Coffee Aroma Waktu. Ia ingin mengembalikan barang-barang Hannah yang masih tertinggal padanya.

Namun, sebenarnya bukan hanya itu alasannya.

Ada sesuatu yang membuatnya ingin mengenal fotografer itu lebih jauh.

Belakangan ini, Faz mulai kehilangan minat pada sesi pemotretan. Ia bahkan sempat berpikir untuk berhenti sepenuhnya dari dunia fotografi. Akan tetapi, entah karena pertemuannya dengan Hannah atau karena konsep-konsep pemotretan yang perempuan itu tunjukkan kemarin, keinginannya untuk kembali memotret perlahan muncul lagi.

Kali ini, ia ingin mencoba sesuatu yang berbeda. Tidak hanya berpose di dalam studio atau melakukan sesi pemotretan seperti yang biasa ia lakukan di rumah. Ia ingin suasana baru. Tempat baru. Barangkali, dengan begitu, ia bisa menemukan kembali sesuatu yang selama ini hilang dari dirinya.

Dan entah bagaimana, Hannah membuatnya memikirkan kemungkinan itu.

Faz memarkir mobilnya di depan Coffee Aroma Waktu. Kali ini, ia benar-benar turun dan melangkah menuju kedai tersebut.

Sebenarnya, studio Hannah juga sudah buka. Namun, bukan ke sanalah tujuannya.

Ia hanya ingin memperhatikan Hannah dari kejauhan.

Atau lebih tepatnya, ia ingin mengenal perempuan itu tanpa harus berhadapan langsung dengannya.

Faz sengaja mengenakan kacamata dan melilitkan syal di lehernya. Ia berharap penyamarannya cukup untuk membuat orang-orang tidak mengenalinya, terutama Arif.

Begitu membuka pintu kedai, pandangannya langsung tertuju pada meja bar. Arif berada di sana bersama seseorang yang tampaknya sedang membantunya melayani pelanggan.

Faz sedikit menundukkan kepala.

Semoga Arif tidak mengenaliku.

Jika ia sampai mengenalinya, rencana sederhana yang sudah disusunnya sejak berangkat tadi bisa berantakan.

Faz segera memilih tempat duduk yang menghadap langsung ke studio Hannah. Dari sana, ia bisa mengamati aktivitas di seberang tanpa harus terlihat mencolok.

Namun, studio itu tampak sepi.

Tidak ada pelanggan yang keluar masuk. Sosok Hannah pun belum terlihat.

Faz menyandarkan punggungnya pada kursi, lalu mengembuskan napas pelan. Ia sendiri tidak mengerti mengapa sampai repot-repot datang hanya untuk melihat seseorang yang baru dikenalnya.

Padahal, biasanya ia tidak pernah tertarik mencampuri urusan orang lain, apalagi sampai sengaja mencari tahu keberadaan mereka.

"Mau pesan apa, Kak?"

Seorang staf menghampirinya sambil menyodorkan daftar menu.

Faz hanya meliriknya sekilas.

"Yang paling enak saja."

Staf itu tersenyum ramah. "Baik, Kak. Kalau di sini, menu yang paling enak cappuccino. Mau sekalian pesan dessert?"

"Tidak usah."

"Baik, Kak."

Staf itu hendak beranjak, tetapi Faz segera mengurungkan niatnya untuk diam saja.

"Oh, saya mau tanya. Pemilik studio di sebelah itu sedang ada di tempat atau tidak?"

"Ada, Kak. Sepertinya sedang di dalam. Mungkin dari sini tidak kelihatan."

Faz mengangguk pelan. "Oh, begitu. Terima kasih."

"Sama-sama, Kak."

Setelah staf itu pergi, Faz kembali mengarahkan pandangannya ke studio Hannah.

Tidak lama kemudian, seorang perempuan datang dari arah luar. Perempuan itu mengenakan atasan panjang berwarna navy yang dipadukan dengan celana senada. Jilbab light beige membingkai wajahnya, membuat penampilannya terlihat sederhana sekaligus elegan.

Begitu memasuki studio, perempuan itu langsung menghampiri Hannah dan memeluknya akrab.

Faz sedikit menegakkan tubuh.

Hannah ada di sana.

Entah mengapa, ia merasa lega setelah akhirnya melihat perempuan itu.

Namun, perhatian Faz justru tertuju pada sosok yang baru datang. Ia merasa pernah melihat perempuan itu sebelumnya, tetapi tidak langsung ingat di mana.

"Kak, ini pesanannya."

Suara staf yang datang membuyarkan lamunannya. Sebuah cangkir cappuccino diletakkan di hadapannya.

"Terima kasih."

Faz meraih cangkir itu, tetapi sebelum staf tersebut beranjak, ia kembali mengajukan pertanyaan.

"Kak, boleh tanya sesuatu?"

"Boleh, Kak. Apa?"

"Pemilik studio itu ada hubungan keluarga dengan pemilik kedai ini?"

Staf itu menggeleng pelan.

"Oh, kalau keluarga, sepertinya tidak. Setahu saya, mereka sudah berteman sejak lama. Tepatnya sejak kapan, saya juga tidak tahu."

Faz mengangguk kecil.

"Baiklah. Terima kasih."

"Sama-sama, Kak."

Staf itu kembali ke meja bar, meninggalkan Faz yang kini sibuk dengan pikirannya sendiri.

Jadi, Hannah sudah berteman lama dengan Arif.

Faz mengangkat cangkir cappuccino, menyeruputnya sedikit, lalu kembali menatap studio di seberang.

Tiba-tiba, ingatannya tentang perempuan yang baru saja memeluk Hannah muncul kembali.

Ia pernah melihat wajah itu.

Bukan secara langsung, melainkan di layar ponselnya.

Faz mengernyit, berusaha mengingat-ingat. Beberapa detik kemudian, ia akhirnya menemukan jawabannya.

Perempuan itu pernah muncul di salah satu unggahan Instagram Hannah. Yah, hanya satu-satunya foto yang menampakkan dirinya. Faz mengira foto itu Hannah. Ternyata seseorang yang baru saja datang.

Faz kembali melirik ke arah studio.

Jadi, dia teman dekat Hannah?

Entah mengapa, mengetahui sedikit saja tentang kehidupan Hannah justru membuatnya semakin penasaran.

Ia datang hanya untuk mengembalikan barang-barang dan melihat perempuan itu dari kejauhan. Namun, sekarang ia malah duduk di sebuah kedai, menyesap cappuccino yang bahkan tidak ia pilih sendiri, sambil diam-diam mencari tahu siapa saja orang yang dekat dengan Hannah.

Faz menghela napas pelan, lalu menggelengkan kepala.

Sepertinya, kunjungan singkatnya pagi ini tidak akan sesederhana yang ia bayangkan.

1
naar0rrrr
lanjutt yaa kakk, semangatt💪 jangan lupa mampir cs ku yakk/Smile/
naar0rrrr
Hannah kayak nya bingung mau jawab apa ya..
naar0rrrr
kenapa faz nya gak jujur ya?
naar0rrrr
lanjuttt kakk, semngatttt
naar0rrrr
di ingetinn dongg, lanjutt yaa kaaa
naar0rrrr
lanjutttt thorrrrr
Putry Chan
kmu ingin mempertemukan hannna Dengan masa lalu nya apakah mereka ini gak tau
Putry Chan
berdoa dulu insyaallah aman kok
Putry Chan
faz itu masa lalu Hannah btw mampir ya ke novel ku
Putry Chan
Hannah kamu knp
Putry Chan
Hannah kamu kenal dia
aefpe fp
mampir juga ya...sesama pemula ini😍
jinggaarundari
yahhhh gantung.... lanjut terus kaa😍😍
jinggaarundari
ya ampun Hannah...
jinggaarundari
Faz cek lagi ke RS bikin dejavuu akuu, baru awal udh deep 🫠
semangat terus kaa😍😍
Renjana
pertemuan dengan siapa tu?🤭
R: dengan masa lalu 🤭
total 1 replies
Renjana
bagus kak,
semangat nulis
mampir juga di karyaku Rotinya Manis, Rin😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!