NovelToon NovelToon
TERIKAT DENDAM SANG CEO

TERIKAT DENDAM SANG CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Diam-Diam Cinta
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

​"Kamu menghancurkan mimpiku demi ambisimu, dr. Naya. Sekarang, giliran aku yang akan menghancurkan segalanya darimu."

​Tujuh tahun lalu, Aksa Dirgantara dibuang secara tak hormat dari fakultas kedokteran akibat sebuah skandal kelam. Ia kehilangan masa depan, harga diri, dan wanita yang paling dicintainya, Naya—yang ia yakini telah memfitnahnya demi merebut satu-satunya kuota beasiswa spesialis bedah ke luar negeri.

​Kini, Aksa kembali. Bukan lagi sebagai pria yang bermimpi memakai jas putih, melainkan sebagai CEO miliarder dingin dan tak kenal ampun yang baru saja mengakuisisi rumah sakit tempat Naya bekerja. Niat Aksa hanya satu: menghancurkan karir gemilang Naya yang kini telah sukses menjabat sebagai Kepala Bedah, dan memaksanya berlutut di bawah kakinya.


​Siksaan demi siksaan diberikan. Aksa mencekiknya dengan jadwal operasi yang mustahil, tekanan dari para direksi, dan hinaan yang menggores harga diri. Namun, betapapun kerasnya Aksa menyiksa, Naya tetap berdiri tegak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13.Tabir Terbuka

"Buka pintunya sekarang juga, Dimas!" bentak Aksa dengan suara serak yang terdengar sangat mengerikan.

Pria itu bangkit dari lantai beton ruang interogasi dengan gerakan kaku. Matanya yang tadi membelalak ngeri kini berubah semerah darah, dipenuhi amarah murni yang siap membakar apa saja hingga jadi abu.

Dimas langsung bergerak cepat membuka kunci pintu dari dalam. Aksa sama sekali tidak menoleh lagi pada Joko yang masih bersujud menangis meminta ampun. Langkah kakinya berderap sangat cepat dan beringas membelah lorong bawah tanah menuju lantai atas. Dadanya naik-turun menahan emosi yang meledakkan seluruh isi kepalanya.

Otaknya terus memutar-mutar ulang semua siksaan, hinaan, dan tatapan mati rasa Naya beberapa jam lalu. Wanita itu menanggung semuanya sendirian. Naya rela hancur dan dibenci asal Aksa tetap hidup. Dan apa balasan Aksa? Dia menyiksa Naya sampai pergelangan tangan wanita itu cacat berlumuran darah.

Setibanya di depan ruang rapat komite disiplin, Aksa tidak membuang waktu.

Brak!

Aksa menendang pintu kayu itu hingga terbuka lebar dengan bunyi bantingan memekakkan telinga.

Di dalam ruangan, Bima dan para dokter senior langsung melompat kaget dari kursi mereka. Wajah Bima terlihat sedikit lega melihat Aksa kembali, mengira bosnya sudah selesai mengurus teknisi nakal itu di bawah.

"Syukurlah Bapak sudah kembali," sambut Bima dengan senyum menjilat, merapikan kerah jas dokternya sok berwibawa. "Teknisi itu pasti sudah dihukum mati karirnya kan, Pak? Mari kita lanjutkan proses pemecatan Naya agar posisi Kepala Bedah Umum bisa..."

Belum sempat Bima menyelesaikan kalimat kotornya, Aksa menerjang maju secepat kilat.

Tangan besar sang CEO mencengkeram kerah jas Bima, mengangkat tubuh pria buncit itu dengan tenaga monster, lalu menyeretnya kasar hingga punggung Bima menabrak ujung meja rapat. Gelas kaca di atas meja tersenggol dan pecah berantakan di lantai ubin.

"Pak Aksa! Apa-apaan ini?!" teriak Bima panik meronta-ronta, kakinya nyaris melayang dari lantai.

Dokter Hendra dan dokter lainnya mundur menempel ke dinding, pucat pasi ketakutan melihat bos besar mereka kesetanan.

"Diam kalian semua di situ!" bentak Aksa pada para dokter komite dengan mata menyalang buas. Pandangannya kembali mengunci Bima. "Joko sudah menyanyikan semuanya di ruang bawah tanah! Buka mulutmu sekarang, Bedebah! Di mana kamu menyimpan bukti aslinya?!"

Bima menelan ludah kasar, wajahnya sepucat kertas. Napasnya tersengal-sengal tercekik cengkeraman Aksa. "Bu-bukti apa, Pak? Aku tidak mengerti maksud Bapak!"

"Bukti transaksi dari lawan politik menteri tujuh tahun lalu! Dan bukti ancaman yang kamu pakai untuk memeras Naya!" raung Aksa kalap. Tangannya semakin kuat mencekik leher Bima. "Joko bilang kamu punya salinan dokumennya untuk terus memeras Naya! Katakan di mana kamu menyembunyikannya atau kupatahkan lehermu detik ini juga!"

Bima tersedak, matanya melotot kehabisan napas. "Di... di ruanganku... brankas pribadi di balik lukisan dinding..."

Aksa melepaskan cengkeramannya dengan bantingan kasar, membiarkan Bima terbatuk-batuk hebat memegang lehernya. "Dimas, seret pria tua ini ke ruangannya! Paksa dia buka brankas itu sekarang juga!"

Kurang dari tiga menit, mereka sudah berada di dalam ruang kerja Wakil Direktur Medis. Di bawah todongan paksa dan tarikan keras Dimas, Bima dengan tangan gemetar memutar nomor kombinasi brankas bajanya. Pintu besi tebal itu berbunyi klik dan terbuka lambat.

Aksa langsung mendorong Bima menyingkir. Ia membongkar isi brankas rahasia itu dengan brutal. Tumpukan uang tunai dan sertifikat tanah dia lempar sembarangan ke lantai. 

Mata Aksa akhirnya tertuju pada sebuah map merah kusam di tumpukan paling bawah. Map itu berdebu, penanda rahasia gelap yang disimpan rapat selama bertahun-tahun.

Tangan Aksa bergetar hebat saat menarik map itu. Ia membukanya kasar di atas meja kerja.

Lembaran pertama adalah bukti transfer bank ke rekening Bima senilai miliaran rupiah tertanggal tepat satu hari sebelum operasi fatal tujuh tahun lalu.

Namun, yang paling menghancurkan kewarasan Aksa adalah lembaran terakhir. Sebuah surat perjanjian usang dengan tulisan tangan. Aksa sangat hafal bentuk tulisan miring itu. Itu tulisan tangan Naya.

Mata Aksa membaca tiap baris kalimat yang tertulis di sana dengan napas memburu. Di surat itu, Naya menyatakan penyerahan seluruh uang tabungan beasiswa luar negerinya kepada Bima, ditambah janji pemotongan gajinya setiap bulan tanpa batas waktu.

Lalu di bagian bawah, terdapat kalimat ancaman dari pihak Bima: Jika Dokter Naya membuka mulut kepada siapa pun soal sabotase mesin ini, maka nyawa Aksa Dirgantara akan dipastikan melayang malam itu juga di dalam sel tahanan militer akibat keracunan makanan.

Aksa meraba ujung kertas usang itu. Ada bercak kecokelatan yang mengering dan membuat kertasnya sedikit bergelombang. Itu bekas tetesan air mata. Air mata ketakutan dan keputusasaan Naya saat menandatangani surat pemerasan iblis itu demi memastikan Aksa tetap hidup.

Semua hinaan yang Aksa lontarkan pada Naya sebulan terakhir berputar-putar di kepalanya bagai kaset rusak.

"Kamu menghancurkan mimpiku demi ambisimu."

"Kamu membuangku seperti sampah."

"Nikmati nerakamu, Dokter Naya."

Padahal Naya memberikan segalanya. Beasiswanya, uangnya, nama baiknya, dan hari ini... tangan kanannya. Tangan yang seharusnya dipakai untuk memegang pisau bedah menyelamatkan nyawa, kini cacat secara permanen berlumuran darah karena Aksa memaksanya menggunakan alat rongsokan. Aksa sendiri yang telah menancapkan paku terakhir di peti mati karir wanita itu.

Napas Aksa putus-putus. Dadanya sesak luar biasa seolah pasokan oksigen di ruangan itu lenyap total. Jantungnya ditikam ribuan belati rasa bersalah.

Pria yang dikenal sebagai CEO tak kenal ampun itu mundur perlahan dengan tubuh bergetar hebat. Tangannya meremas kertas laporan usang itu kuat-kuat hingga hancur berantakan di dalam genggamannya.

Pertahanan Aksa runtuh tak tersisa. Kakinya lemas kehilangan seluruh tenaga pijakan. Pria bertubuh tegap itu jatuh berlutut menghantam lantai keras ruang kerja Bima, merengkuh kertas kusut itu ke dadanya, lalu menangis meraung-raung menyadari kebodohannya yang telah menghancurkan satu-satunya wanita yang melindunginya.

1
Muft Smoker
semangat Naya ,,
semoga km bisa sembuh kembali ,, rasa sakit ini akan terbayar dg kembali ny tangan mu yg berfungsi dg normal
Muft Smoker: 🤭🤭🤭😁😁😁😁
total 2 replies
Muft Smoker
waah garcep. juga nih Pak CEO ,,


si bima jgn sampe kluar lagi dr penjara ,, biarin bocah tantrum tu duduk manis di penjara selama-lamanya 😏
Muft Smoker: butut aj kak ,, udh cukup si bima nikmati kemewahan ,, 🤭😁
total 2 replies
Muft Smoker
duuuh bisa aj bayi beruang akal ny😒😒😒
Muft Smoker: bnr kak ,, 🤭🤭🤭anak ny sypa siih ,, jitak dkit boleh laa🤭😁
total 2 replies
Muft Smoker
udh nikah kah mereka kak???
koq gx ngundang2🤔
Muft Smoker: 🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
ElHi
ya..ya..ya
pijat aja semua...obatin aja...kalo perlu operasi jg sendiri...dokter lain mah cm remahan peyek...serah lu dah...gw yg cm baca tapi pengen nyakar lu Aksa 😤
ElHi: udah kak...tarik napas..keluarkan...tarik...keluarkan...yg ada malah lebih jengkel nih gmn Yoo??😤
total 3 replies
ryuka
eeaaaa... bisa banget
Savana Liora: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
ryuka
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Savana Liora: 💪💪💪💪💪
total 1 replies
ryuka
eeaaaaa... ada yg panasss 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Savana Liora: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Muft Smoker
duuuh bayi gede niih gx liat tempat cemburu ny ,, 😒😒😒 ,,
mau liat Naya cepat sembuh gx ,, cemburu ny simpan dlu di kantong celana pak bos ,,
Muft Smoker: hihihihi greget kak🤭
total 2 replies
ElHi
mulai...mulai dah......heh
..yg bikin kek gini sapa cobak??? trus skrg butuh tenaga fisioterapi msh jg dicemburuin??? mau kau apa Bambang???😤😤😤
Savana Liora: ada besti adaa
total 3 replies
Muft Smoker
lanjuuuut kak Savana ,,
cerita ny seruuu ,,
semoga Naya bisa sembuh lgi tangan ny ,,
Jelita S
jgn lama2 up nya y thor
ryuka
👍👍👍👍👍👍🔥🔥🔥🔥🔥🔥
ElHi
percakapan billionaire yg baru saja siuman dari koma kyk gini ya ternyata...mo beli kacang goreng yg wujudnya rumah sakit??😤😤
Muft Smoker: bnr kak 🤭😁
total 4 replies
MamDeyh
Lagiii dong kak
Savana Liora: sabar
total 1 replies
MamDeyh
/Sob//Sob//Sob/
Muft Smoker
koq deg2an yx ,, ayoo aksaa km harus baik2 kalo gx mau Naya pindah k RS sebelah ,,
ryuka
aksa kamu harus brrtahan biar naya ga gila
Muft Smoker
aduuuuuh kak Savana ,,, di gantuung ,, semoga mereka baik2 aj ,,


lanjuuut kak
Muft Smoker: yx pake perasaan 🤭🫣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Muft Smoker
apa bnr gx bisa di sembuhin tangan Naya kak ,, Mimpi ny loo tu ,, 😭😭😭😭😭
Muft Smoker: udh sabar banget loo nii 😁
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!