Banyak yang mengira bahwa Arjuna begitu bodoh, bahkan ada yang menyebutnya aneh, sehingga dia dipandang rendah oleh keluarga istrinya.
Padahal sebenarnya dia adalah seorang pangeran yang memiliki keahlian dalam dunia medis pada 1000 tahun yang lalu, yang memaksanya harus hidup di dunia modern yang terasa asing untuknya.
Dengan kemampuan medisnya yang dimiliki, dia akan membuktikan bahwa dia adalah seorang dokter genius yang hebat dan menjadi penguasa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11
Zora langsung terdiam saat Helena bertanya mengapa Zora selalu memperlakukan Helena dengan tidak adil, sehingga bertanya apakah Zora benar-benar ibu kandungnya.
Zora terpaksa berbohong. "Tentu saja kamu ini anak Mama. Tapi saat ini kakak kamu sedang mengandung, dia dari dulu sangat menginginkan posisi direktur. Mama hanya takut kakakmu akan jadi banyak pikiran kalau di kalah dalam persaingan ini. Nanti dia akan drop, lalu jatuh sakit."
Helena menolak. "Aku sudah capek, dari kecil aku selalu dipaksa untuk mengalah. Karena itu mulai sekarang, aku akan mengikuti keinginan aku sendiri, aku tetap akan bersaing dengan Kak Nova menjadi direktur di rumah sakit."
"Tapi Helena..."
Helena enggan mendengarkan lagi perkataan ibunya, dia segera pergi dari sana.
Zora pun mengepalkan tangannya. Lalu menggerutu di dalam hati. "Dia hampir mirip dengan ibunya, sangat keras kepala. Aku pikir dia akan menyusul ibunya ke neraka, ternyata anak itu masih hidup."
...****************...
Sementara itu, wajah Nova seketika memucat saat mendengar ucapan Arjuna yang menyatakan bahwa dari kondisi fisiknya, sama sekali tidak ada tanda-tanda bahwa dia sedang mengandung.
Amarahnya langsung meledak. "Kamu ini bicara apa? Aku juga seorang dokter, jadi aku tahu aku ini lagi hamil atau nggak. Jadi kamu ini jangan sok tahu. Gak mungkin aku pura-pura hamil."
Arjuna membalas dengan nada tenang. "Aku tidak menuduhmu berpura-pura. Aku hanya menyarankan agar kamu memeriksanya kembali, siapa tahu bisa saja terjadi kesalahan."
Axel menatap tajam pada Arjuna. "Nova tidak mungkin berbohong. Apalagi dia sudah melakukan pemeriksaan di dokter kandungan."
Pembicaraan mereka berhenti ketika Helena datang. "Ada apa ini?"
Axel menjawab dengan penuh emosi. "Sebenanya pria macam apa yang akan kamu nikahi, Helena?"
Helena balik bertanya dengan nada dingin. "Maksud Papa apa bicara seperti itu?"
"Bisa-bisanya kamu membawa seorang pria bodoh ke rumah ini!" bentak Axel. "Apa kamu mau membuat keluarga kita malu? Kamu masih bisa mencari pria lain yang memiliki jabatan tinggi atau memiliki perusahaan besar. Banyak yang menginginkan kamu. Kenapa kamu harus memilih pria bodoh seperti dia?" tanyanya sambil menunjuk ke arah Arjuna.
Sejujurnya Arjuna sangat tidak terima disebut sebagai pria bodoh. Untuk saat ini dia hanya tidak tahu dengan semua istilah-istilah asing dan cara hidup di zaman modern ini. Dia masih butuh waktu untuk menyesuaikan diri.
Tapi dia lebih baik memilih diam. Jika dia berulah, dia tidak akan bisa menikah dengan Helena. Sedangkan kalungnya yang akan menjadi jembatan agar dia bisa pulang ke zaman asalnya kini sedang dipakai oleh gadis itu.
Helena menghela nafas dalam-dalam. Dia memang sangat terburu-buru membawa Arjuna ke kediaman ayahnya, tanpa melakukan briefing terlebih dahulu, karena waktunya sangat mepet.
Dia terpaksa berbohong. "Arjuna itu bukan pria bodoh. Dia hanya seorang pria yang berasal dari kampung terpencil. Jadi kurang paham dengan kehidupan di kota, Pa."
Axel berkata dengan tegas. "Tapi Papa gak setuju kalau kamu menikah dengan dia. Apa kamu tahu, barusan dia telah menuduh kakakmu pura-pura hamil? Kekasihmu itu sangat keterlaluan."
Setelah mendengar pernyataan itu, sebenarnya Helena merasa ragu, tapi dia merasa sedikit tertantang. "Oke, begini saja. Aku tidak akan menikah dengan Arjuna jika ternyata apa yang Arjuna ucapkan itu salah. Tapi jika ternyata apa yang Arjuna katakan benar, jangan halangi aku untuk menikah dengannya."
Axel mengerutkan keningnya. "Maksudmu apa, Helena?"
Helena menjawab dengan tegas. "Biar aku sendiri yang akan memeriksa kandungan Kak Nova. Atau... jika kalian tidak percaya padaku, aku akan memanggil dokter kandungan yang terpercaya untuk memeriksa kembali kandungnya."
Nova dan Zora merasa terkena skakmat. Mereka langsung saling berpandangan dengan perasaan gelisah. Ini semua gara-gara Arjuna, si pria bodoh itu.
Hati-hati dan waspada helen jangan mudah percaya sama baru dikenal, siluman ular jahat lagi mengincar nyawa kamu...
Jordan merasa lega masih ada harapan tuk sembuh wanita pernah menolongnya dulu itu, tapi butuh proses lama sembuh total...
juna akan berusaha keras menyembuhkan ibu helen, semoga juna bisa menyembuhkan total ibunya helen.
juna jangan penasaran wanita itu sangat kuat sampai bisa bertahan, padahal 24 tahun mengalami koma. filling juna ada seseorang yg ditunggunya, makanya wanita bertahan walaupun dalam keadaan koma...
ibu mertua kamu dicelakai sama axel dan zora merebut harta warisannya, tega banget dihabisi dibunuh dibuang kelaut..
gimana nanti helen bisa menerima kenyataan ayahnya dan ibu tirinya, sangat jahat dan licik sampai tega membunuh ibu kandungnya...
juna istri kamu dalam bahaya bima siluman ular, modus pura-pura menolong helen lagi ban mobil bocor.,
Tapi jngn senang dulu Jun , Helena sekarang dalam keadaan bahaya , jadi cepat selesai kan urusan mu di mansion tn Jordan
Dan setelah itu bantu Helena