Banyak yang mengira bahwa Arjuna begitu bodoh, bahkan ada yang menyebutnya gila, sehingga dia dipandang rendah oleh keluarga istrinya.
Padahal sebenarnya dia adalah seorang pangeran yang memiliki keahlian dalam dunia medis pada 1000 tahun yang lalu, yang memaksanya harus hidup di dunia modern yang terasa asing untuknya.
Dengan kemampuan medisnya yang dimiliki, dia akan membuktikan bahwa dia adalah seorang dokter genius yang hebat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14
Reno bertanya dengan nada memohon pada Helena. "Apa kamu mau kembali padaku, Helena?"
Helena tersenyum getir. "Kamu pikir hanya Kak Nova tidak hamil, kamu bisa kembali padaku? Dengan kamu merasa bertanggung jawab dan menikahinya, itu sudah menjadi bukti kalau kamu sudah pernah tidur dengan Kak Nova. Kamu sudah mengkhianati aku."
Reno mencoba mengelak. "Aku gak pernah mengkhianati kamu. Aku gak pernah selingkuh. Saat itu, aku... aku khilaf, tiba-tiba Nova datang ke apartemenku, dia bilang ingin membahas tentang pekerjaan. Tapi dia malah menggodaku..."
Helena memotong perkataan Reno. "Kalau kamu berpikir waras, kamu bisa menolak. Tapi kamu lebih mengikuti nafsu kamu! Bagiku apa yang kamu lakukan adalah sebuah pengkhianatan."
Reno masih bersikukuh ingin kembali pada Helena. "Tapi Helena..."
Helena menegaskan dengan mata berkaca-kaca. "Sampai kapanpun. Aku gak akan pernah kembali padamu."
Setelah berkata begitu, Helena segera pergi meninggalkan Reno.
...****************...
Karena perkataan Arjuna benar, tentang Nova yang ternyata tidak sedang hamil. Axel terpaksa harus memenuhi janjinya untuk menikahkan Arjuna dengan Helena.
Malam ini pernikahan mereka hanya dihadiri oleh keluarga saja, dilakukan dengan cara sederhana. Itu semua atas permintaan Helena, lagi pula pernikahan dia dengan Arjuna hanya untuk memenuhi persyaratan agar dia bisa menjadi direktur di rumah sakit.
Helena hanya menghela nafas. Dia sama sekali tidak menyangka akan memiliki seorang suami yang aneh seperti Arjuna, karena dia tahu sebenarnya dunia mereka berbeda.
"Gak apa-apa, Helena. Pernikahan ini hanya sementara. Lagian, nanti Arjuna akan pergi ke dunia asalnya setelah gerhana matahari tiba." Helena mencoba menyemangati hatinya di dalam hati.
Arjuna pun menghela nafas dalam-dalam. Lalu berkata dengan pelan, "Dulu, ada banyak putri kerajaan yang ingin menikah denganku. Mereka semua sangat cantik dan lemah lembut. Jadi, aku sama sekali tidak menyangka akan menikah dengan seorang gadis galak seperti kamu."
Helena tidak terima disebut gadis galak. "Aku juga kalau bukan karena kalung ini, gak akan mau menikah dengan pria aneh seperti kamu."
Namun, mereka berhenti bertengkar saat menyadari disana masih ada keluarga.
Meskipun Nova pura-pura hamil, tapi tetap saja pernikahan dia dengan Reno sah secara hukum. Artinya, persaingan antara Nova dan Helena untuk memperebutkan jabatan itu tetap berjalan.
Apalagi, Zora menekan agar Nova yang akan menang pada akhirnya. Mengingat dengan perjanjian yang diucapkan oleh Axel, jika bahwa orang yang akan menjabat sebagai direktur di Rumah Sakit Niroga, dia yang akan memegang kendali semua bisnis Niroga Group setelah Axel pensiun nanti.
Jika posisi itu dijabat oleh Helena, seandainya Helena tahu tentang kenyataan di masa lalu, dia pasti akan marah besar dan mengusir mereka semua. Karena sebenarnya Niroga Group mutlak milik Helena.
...****************...
Axel sengaja memanggil Helena dan Nova ke ruang kerjanya. Ada hal penting yang harus dia bicarakan dengan mereka berdua.
"Kalian berdua adalah anak Papa. Rasa sayang Papa pada kalian sama besarnya. Karena itu, Papa ingin berlaku adil."
Dia menghela nafas dalam-dalam, lalu melanjutkan perkataannya. "Maka dari itu, Papa akan mengadakan kompetisi yang adil. Kalian berdua sama-sama dokter, jadi Papa ingin kalian masing-masing membentuk tim. Kalian boleh mencari dokter yang benar-benar berpengalaman untuk berGabung dengan kalian."
Helena mengerutkan keningnya. "Untuk apa Papa melakukan hal itu?"
Axel menjawab dengan tenang, "Papa ingin menilai dalam tiga kali melakukan operasi besar. Jika salah satu dari tim kalian ada yang gagal, maka dia yang kalah. Dan pemenangnya yang berhak menduduki posisi direktur."
Helena langsung tidak setuju. "Aku gak setuju, Pa. Menjadikan operasi pasien sebagai ajang perlombaan itu salah."
"Kalau kamu tidak mau, kamu boleh mundur. Otomatis Nova yang menang," ucap Axel dengan tegas.
Helena langsung terdiam. Dia sangat kesal dengan keputusan ayahnya.
Nova tersenyum puas, lalu menatap Helena dengan tatapan mengejek. "Aku setuju, Pa. Kebetulan suamiku adalah dokter terbaik di Rumah Sakit Niroga. Dia sudah melakukan puluhan operasi besar dan tidak pernah gagal. Reno akan masuk ke dalam timku."
Memang kenyataannya begitu, untuk saat ini. Reno adalah dokter terbaik di Rumah Sakit Niroga. Selain itu, dia juga memiliki saham di perusahaan tersebut. Dan rekam jejak operasinya tak pernah ada yang gagal.
Helena nampak frustasi, pengalamannya dalam melakukan operasi sangat minim. Bahkan sekarang, Reno telah berada di timnya Nova. Kemungkinan, dia akan kalah telak.
"Dokter mana yang yang harus aku andalkan menjadi timku?" gumam hati Helena dengan perasaan bingung.
jahat axel.
helen sangat terkejut ternyata juna selama yg dicari bisa membantu timnya, semoga aja kehadiran juna boss menyelematkan pasien...
biangkeroknya adalah mirna yg sengaja membuat kesalahan, agar operasinya gagal total pasti disuruh sama silampir nova...
tenang helen suami sangat pintar dan jenius, di zamannya juna terkenal sebagai tabib hebat...
juna pasti dengan kemampuannya bisa menolong pasien itu, untung juna dateng tepat waktu menggantikan mirna itu.
semoga aja mirna ketahuan yg membuat kesalahan, ayo juna tunjukan kemampuanmu dan kehebatan. kamu mampu bisa melakukan operasi kerjasama tim...
agar papa mertua kamu selalu menghina dan meremehkanmu itu menyesal, ternyata menantu yg dianggap bodoh dan tidak berguna itu sangat hebat dan pintar...
helen pasti bangga padamu juna, kamu punya kemampuan sangat hebat dan pintar....
cepat... cepatlah lakukan penyelamatan...