Tidak semua cinta pertama berakhir dengan kebahagiaan. Bagi aruna, gadis yatim piatu yang hidup dari beasiswa dan kerja keras, jatuh cinta pada siswa paling populer di sekolah adalahawal dari mimpi buruk yang selama ini tak ingin dia miliki..dia bahagia, namun kebahagaan itu ternyata di bangun diatas sebuah taruhan konyol para anak orang kaya itu. Saat kebenaran terungkap, aruna kehilangan lebih dari sekedar cinta..penghianatan, perundungan, dan kehilangan yang tak tergantikan menghancurkan hidupnya hingga dia memilih menghilang dari masa lalu. Bertahun-tahun kemudia, takdir mempertemukan mereka kembali. Kini, pria yang dulu menghancurkan dunianya telah menjadi seorang pria yang rela melakukan apapun untuk mendapatkan kesempatan kedua. Sayangnya, tidak semua luka dapat di sembuhkan dengan kata maaf… Penasaran?…yuk kepoin ceritanya….
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon simnuna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10
“Kasihan sekali anak itu..”gumam bu hanum..akhirnya guru itu pergi dari sana dengan rasa bersalah karna ketidak berdayaannya.
________________
Aruna dan diana masih di toilet.
“Rambutmu berpasir..digerai saja ya..”ucap diana hendak melepaskan kepangan aruna.
“Jangan di..biar begini saja, nanti dirumah aku bersihkan..”ucap aruna..diana menghela nafas pelan dan kemudian mengangguk.
Mereka akhirnya kembali ke kelas.
Jam pelajaran pertama berjalan dengan damai, tapi bisik-bisik para siswi tentang kejadian tadi pagi masih menghiasi harinya.
Jam pelajaran kedua akhirnya dimulai..pelajaran kali ini adalah fisika, guru yang mengajar pelajaran ini juga di kenal guru killer..guru botak yang juga merangkap sebagai guru bk di sekolah.
“Kumpulkan tugas minggu lalu..”ucap guru itu.
Semua orang yang sudah mengerjakan tugas mulai mengeluarkan buku tugas mereka, sedangkan beberapa murid yang lupa mengerjakan tugas mulai gelisah..sedangkan aruna masih tetap santai..dia adalah siswi berprestasi yang tak pernah lupa mengerjakan tugas walau hari-harinya sibuk bekerja.
Aruna membuka tas usangnya dan mulai mencari buku tugasnya..keningnya tiba-tiba mengeryit heran saat tak menemukan buku tugas itu di sana.
“Kok ga ada..”gumam aruna..dia kembali mengacak-acak tas usang itu..tapi buku tugasnya tak kunjung di temukan..aruna mulai gelisah.
“Apa aku lupa membawanya..”tanya nya pada diri sendiri.
“Tapi aku sudah memasukan buku itu ke tas semalam..”gumamnya lagi..dia mulai mengeluarkan semua isi tasnya..kelakuanya itu menarik perhatian semua orang termasuk guru botak itu.
“Ada apa aruna?..kenapa kamu belum mengumpulkan tugas?..”tanya guru itu.
“Sebentar pak..”ucap aruna masih terus mengeluarkan semua isi tasnya..melihat itu diana langsung menghampiri meja aruna.
“Ada apa una?..”tanya diana.
“Buku tugas ku hilang di..perasaan aku sudah menaruhnya di tas semalam..”jawab aruna..tangan gadis itu masih sibuk mengobrak abrik barang-baranganya..diana mulai membantu aruna.
“Aruna cepat serahkan..saya ingin menilainya..”ucap guru botak itu tidak sabaran.
“Sebentar pak..”ucap aruna lagi.
“Jangan bilang lo ga bawa tugas..”timpal seorang siswi.
“Aruna..apa benar kamu tak membawa tugas?..”tanya guru itu.
“Sepertinya tugas saya tertinggal pak..”ucap aruna gelisah..guru itu menghela nafas pelan.
“Kamu ini ya..kamu itu anak beasiswa, jangan main-main seperti ini..ini menyangkut nilai dan masa depan mu, kau tau..”marah guru itu, aruna hanya mengangguk kecil.
“Tapi karna baru kali ini kamu tak mengerjakan tugas dari saya, saya tak mempermasalahkanya..jangan ulangi..”ucap guru itu.
“Walau begitu kamu tetap mendapat hukuman seperti siswa lain karna tak mengerjakan tugas..”ucap bapak itu..aruna menghela nafas pelan..alamat kena jemur dia.
“Pak apa nilai ini akan di masukkan ke rapol?..”tanya aruna, dia takut kesalahannya ini mempengaruhi nilai dan beasiswanya.
“Kamu beruntung untuk itu..ini hanya tugas latihan..bapak tak memasukkanya ke rapol..”ucap guru itu.. aruna bernafas lega..beberapa siswi di kelasnya hanya menatap sinis padanya selebihnya tak perduli.
Aruna akhirnya di jemur hormat tiang bendera bersama tiga siswa lainya..pemandangan aruna ini sungguh sangat langka..seorang murid berprestasi tiba-tiba saja di hukum hormat tiang bendera..sungguh sesuatu yang tak pernah terpikirkan oleh para siswa yang menyaksikan hukuman aruna.
“Gila..liat tuh si cupu di hukum..”
“Iya tumben..biasanya di puji mulu sama guru..”
“Mungkin semalam habis nyenengin sugar daddy jadi lupa deh tugasnya..”
“Emang iya?..”
“Siapa tau..”percakapa para murid di sana.
Sedangkan di sisi lain olla dan dua anteknya tersenyum puas mendengar kabar aruna yang di hukum.
“Gimana?..udah puas?..”tanya sindy pada olla.
“Belum..”jawab olla.
.
.
“Gue denger si cupu di hukum..”ucap aiden.
“Kok bisa?..”tanya kai.
“Kata orang-orang sih ga ngerjain tugas..”jawab aiden.
“Tumben banget..biasanya juga yang paling rajin di sekolah ini..”timpal nathan.
“Gatau deh..”jawab aiden.
“Gih sana samperin, bawain air biar dia luluh..”ucap ethan menyikut lengan liam.
“Tampa di samperi juga semua cewek luluh sama gue..”ucap liam datar.
“Kepedean banget bujang..”ejek nathan.
“Lo ngeraguin pesona gue?..”tanya liam.
“Iya-iya si paling tampan..tapi si cupu ga ngelirik lu juga tuh, udah hampir seminggu ini..”ejek nathan.
“Dia hanya sok jual mahal..gue deketi dikit juga langsung kepanasan..”ucap liam.
“Anjirr, Selain dingin lo juga kepedan ternyata..”ucap kai merinding mendengar kepedean dari pria berwajah datar di depannya..liam hanya mengangkat bahunya acuh.
.
.
.
Bel istirahat akhirnya berbunyi..aruna yang masih berada di lapangan mulai mengeliat pelan.
“Pegel banget..”ucapnya.
“Lemah..”ucap seorang siswa yang juga di hukum bersamanya..tiga siswa itu pergi meninggalkan aruna seorang diri..aruna hanya melirik mereka sekilas.
Aruna mulai menepi..dia duduk di bawah pohon yang ada disana..tak lama datang diana membawa sebotol air.
“Nih minum dulu..”ucap diana sambil menyodorkan botol itu.
“Makasih di..”ucap aruna..dia langsung meneguk air itu hingga tersisa setengah.
“Haus banget?..”tanya diana.
“Iya..”jawab aruna.
“Kepala ku juga pusing karna terlalu lama terkena matahari..”keluh aruna.
“Yasudah ayo makan dulu..tadi pagi kamu juga ga makan kan?..makanya pusing begini..”omel diana.
“Jangan sampai kamu kena asam lambung na..”ucap diana.
“Iya iya..yasudah kamu kekantin gih..aku bawa bekal seperti biasa..”ucap aruna.
“Yasudah..ayo aku antar kamu dulu..”ucap diana.
“Gausah di aku bisa sendiri..kepalaku juga ga terlalu pusing lagi..”ucap aruna berdiri dari duduknya.
“Yaudah aku duluan, hati-hati kamu..”ucap diana, aruna hanya mengangguk kecil.
.
.
.
Aruna keluar dari kelasnya sambil menenteng bekal dan sebotol air..tapi saat dia malangkah keluar kelas, seseorang menghentikanya.
“Hai cupu, mau kemana?..”tanya olla dengan tatapan mengejeknya..aruna hanya diam.
“Jawab bitch.. lo bisu..”kesal vina..dia mendorong bahu aruna keras.
“Permisi aku mau keluar..”ucap aruna tak menghiraukan perkataan tiga orang itu..dia hendak lewat tapi kembali di hadang oleh mereka.
“Tontonan menarik nih..”ucap seorang siswa yang di angguki oleh yang lain.
“Gue belum selasai ya sama lo..siapa yang ngizinin lo pergi hah..”kesal olla.
“Maaf olla, tapi aku mau lewat..”ucap aruna lagi..dia masih menunduk tak berani menatap wajah olla.
“Melawan lo ya!!….”marah olla.
“Gue nanya ya jawab bangsat!!!..”marah olla..dia mendorong keras tubuh aruna sampai gadis itu terjatuh kelantai.
Prang…
Bekal aruna terjatuh kelantai dan berserakan..aruna menatap makananya yang jatuh dengan sedih..dia bergerak cepat ingin kembali memungut makanan itu..tapi olla dengan cepat menginjak makanan miliknya, membuat tangan aruna yang hendak memunggut makanan tergantung diudara.
“Makanan sampah ini ngapain di punggut lagi sih..”ucap sindy ikut menginjak makanan aruna..aruna terdiam dengan tanganya yang mengepal kuat..semua orang menertawakan dirinya.
“Cukup!!…”
.
.
.
TO BE CONTINUE………