Masih dalam masa berkabung karena ayah dan semua saudara laki-lakinya gugur di medan perang. Bai Ningyuan, putri sulung jenderal Bai harus menerima kenyataan pahit yang sangat menyakitkan.
Putra mahkota, suaminya telah diangkat menjadi kaisar. Tapi titah pertama yang kaisar itu tulis adalah menurunkan pangkat Bai Ningyuan menjadi selir.
Tangan Bai Ningyuan gemetar, suaminya telah menjadikannya selir. Karena harus mengangkat putri perdana menteri Su menjadi permaisuri.
"Nyonya, silahkan berkemas. Dan pindah dari istana timur ini menuju istana Hanzi!" seru Kasim Wang.
"Nyonya..." pelayan di sisi Bai Ningyuan tampak sedih, matanya sudah berkaca-kaca.
"Lin'er, bereskan barang. Yang mulia ingin aku menjadi selir... " Bai Ningyuan terkekeh lirih, "maka aku akan menjadi selirnya!"
'Xuan Pingyan! jangan menyesali keputusanmu ini!' geram Bai Ningyuan dalam hatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10
Pangeran Ziyu meninggalkan istana Hanzi dengan tatapan begitu sedih. Tapi tangannya terkepal, dalam pikirannya. Dia merasa kalau semua yang terjadi pada Bai Ningyuan, memang tak sepantasnya. Apa yang tidak dia lakukan untuk membantu Xuan Pingyan?
He An datang dengan seorang wanita yang mengenakan jubah pria.
"Tuan, dia adalah peniru tulisan itu..."
"Bawa diam-diam ke istana Hanzi. Langsung ke ruang belajar, jangan ada yang tahu!" kata Xuan Ziyuan.
"Baik tuan!"
Sementara Xuan Ziyuan, dia harus pergi mencari obat yang diminta oleh Bai Ningyuan.
Di tempat berbeda, setelah pengadilan pagi di aula istana kekaisaran yang begitu panjang. Xuan Pingyan bahkan belum bisa pergi dari tempat itu.
Perdana menteri Su, membawa beberapa menteri dan membuatnya menjadi sangat kesal dalam hati.
"Hamba tahu dan paham sekali, kalau yang mulia merasa masih baru menjadi kaisar. Banyak hal yang harus yang mulia pelajari. Tapi, kamu juga sudah banyak mendengar bahwa yang mulia selalu menghabiskan malam di istana kekaisaran. Sementara semua yang berada di istana Harem, setiap malamnya menunggu kedatangan yang mulia!" kata Perdana menteri Su.
Apalagi maksudnya? tentu saja supaya yang mulia datang ke istana permaisuri dan menghabiskan malam dengan putrinya. Dengan memilih anak, maka posisi permaisuri Su tidak bisa digoyahkan lagi oleh apapun dan siapapun. Dengan memastikan putrinya melahirkan keturunan Kaisar, maka posisi perdana menteri Su juga tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun lagi.
Apalagi, sebagian besar orang-orang yang berada di hajatan tinggi saat ini adalah orang-orang yang merupakan kepercayaan dan sekutu dari perdana menteri Su. Tak sulit, jika dia ingin menjadikan cucunya sebagai putra mahkota selanjutnya. Meskipun cucunya bukan putra sulung kaisar.
Perdana menteri Su melirik ke arah menteri Li. Putrinya juga adalah selir yang punya kedudukan cukup tinggi. Setidaknya dua tingkat di bawah selir mulia, dan tiga tingkat di bawah selir agung.
Pria tua dengan janggut yang sudah bercampur dua warna antara hitam dan putih itu segera memberi hormat pada kaisar.
"Benar yang mulia. Yang mulia tentu saja harus memikirkan kewajiban anda sebagai kaisar dengan terus memperdulikan kerajaan dan rakyat. Namun yang mulia, keturunan kerajaan sangat sedikit. Bahkan putra sulung harus diasuh ibu situ karena kekhawatiran ibu suri tentang sedikitnya keturunan Kaisar. Mumpung masih muda yang mulia, istirahatlah di istana yang ada di Harem. Permaisuri dan para selir, pasti akan merawat yang mulia dengan baik!" ujarnya panjang lebar membantu atau mendukung pendapat perdana menteri Su.
Xuan Pingyan sebenarnya sangat jengah. Dia sungguh tidak ingin membahas masalah seperti ini. Dia sudah punya putra, baginya sudah cukup. Tapi kalau dia terus membantah, maka orang-orang yang saat ini berdiri di depannya itu juga tidak akan pergi.
"Baiklah, aku akan pikirkan apa yang kalian katakan. Tapi sekarang ada banyak hal yang harus aku urus. Kalian bisa pergi!" kata Xuan Pingyan.
Tiga menteri lain sebenarnya sudah menganggukkan kepalanya. Karena mereka berpikir, bahwa ucapan raja itu mutlak. Dan tentu saja mereka harus patuh.
Namun tidak demikian dengan perdana menteri Su. Seorang yang merasa punya kuasa dan orang-orang lebih banyak dari yang dimiliki oleh raja yang sekarang. Raja yang masih muda, pengalamannya belum banyak, dan bergantung pada kekuasaan dan dukungannya untuk bisa menjadi raja yang berdaulat.
"Yang mulia, hamba dan yang lain akan pergi. Tapi, alangkah baiknya yang mulia benar-benar menepati ucapan yang mulia. Seorang kaisar, tidak mungkin mengatakan kebohongan pada orang-orang kepercayaannya bukan? terkadang sesuatu di anggap sepele, justru sesuatu yang akan mampu menggoyahkan sesuatu yang belum stabil!"
Perdana menteri Su bicara sambil tersenyum menyeringai. Setelah itu pria tua itu berbalik dan meninggalkan tempat itu setelah memberi hormat. Yang lain juga melakukan hal yang sama. Mereka tampak berbalik setelah memberi hormat dan langsung meninggalkan aula kekaisaran itu.
Tangan Xuan Pingyan kembali terkepal di balik jubah naga yang gemerlap terkena pantulan sinar matahari siang yang begitu terik itu.
Xuan Pingyan bisa melihatnya sendiri. Perdana menteri Su, sedang mengingatkan dia, lebih tepatnya sedang mengatakan sesuatu yang bernada ancaman. Meski kata-kata itu terdengar begitu datar.
Perdana menteri Su mengingatkan kaisar, bahwa posisinya sama sekali belum stabil. Mudah sekali di goyahkan. Meskipun memang tidak ada lagi pangeran yang akan bisa mewarisi tahta selain dirinya. Tapi perdana menteri Su bisa saja melakukan hal lain yang merugikan.
'Aku harus segera menemukan kelemahan pria tua bangka brengsekk itu! berani-beraninya dia menggertak seorang kaisar! penguasa negeri ini!' batin Xuan Pingyan.
Tak lama setelah semua orang pergi meninggalkan aula kekaisaran. Kasim Wang dan Kasim Chen masuk ke dalam ruangan itu.
"Yang mulia, kasim Chen ingin memberi laporan!"
"Katakan!"
Kasim Chen segera memberi hormat pada Xuan Pingyan.
"Yang mulia, hamba ingin melaporkan. Tabib yang memeriksa nyonya Selir Bai mengatakan, nyonya selir hanya butuh istirahat dan minum obat penambah stamina. Kondisinya tidak parah, tidak ada penyakit serius, hanya saja sangat lemah dan terlalu lelah!"
"Baiklah, kamu bisa pergi!"
"Baik yang mulia!" jawab Kasim Chen yang langsung meninggalkan tempat itu.
"Yang mulia, ada yang anda butuhkan lagi?" tanya Kasim Wang.
"Kamu juga pasti sudah mendengar usulan perdana menteri brengsekk itu! menurutmu apa yang harus aku lakukan?" tanya Xuan Pingyan.
"Mohon ampun yang mulia. Tapi menurut hamba, saat ini kekuasaan yang mulia memang belum stabil. Masalah keturunan, seorang kaisar juga harus memikirkannya. Lagipula tetap pangeran sulung bukan, yang akan menjadi putra mahkota? apalagi pangeran sulung dibesarkan sendiri oleh yang mulia ibu suri. Sudah pasti akan memiliki keterampilan dan kecerdasan seperti yang mulia. Yang mulia tidak perlu khawatir. Nyonya Selir Bai juga bukan orang yang picik, buktikan dia menerima keputusan yang mulia tanpa marah atau membantah. Dia benar-benar wanita yang sangat pengertian dan sangat memahami yang mulia!"
Xuan Pingyan mengangguk paham.
"Kamu benar! baiklah, nanti malam aku akan datang ke istana Hanzi!" kata Xuan Pingyan, "alasannya tentu saja karena seir Bai sedang sakit!"
Kasim Wang mengangguk setuju.
"Baik yang mulia. Hamba akan segera memberitahu pada Kasim Chen untuk melaporkannya ke istana Hanzi!"
Kasim Wang segera keluar dari aula istana kekaisaran itu. Dia menoleh sedikit ke arah belakang. Sebenarnya, dia juga tahu sekali. Setelah kekuasaan, yang paling diperdulikan oleh Xuan Pingyan adalah Bai Ningyuan.
Sayangnya, bagi Bai Ningyuan dulu. Xuan Pingyan adalah prioritas. Tidak menyangka dia dijadikan hal terpenting kedua oleh pria yang menjadi prioritasnya.
Xuan Pingyan berpikir Bai Ningyuan menerima keputusannya. Padahal itu bukan sesuatu yang bisa dibantah oleh Bai Ningyuan juga. Menolak titah, bisa dihukum satu keluarga. Xuan Pingyan berpikir di hati Bai Ningyuan masih memiliki dirinya. Benar, masih ada memang bahkan sangat besar, sayangnya semua itu bukan cinta, tapi kebencian yang sangat besar.
***
Bersambung...
Kalau Bai Ningyuan mah santuy, untuk apa cari perhatian kaisar lagi..
Toh cinta nya saat ini udah mati..
Yg ada di hati nya hanya balas dendam atas keluarga nya yg telah mati & gak dihargai.. 🤭