NovelToon NovelToon
Jalan Dewa Kehampaan

Jalan Dewa Kehampaan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Di Benua Timur, kekuatan mutlak adalah hukum tertinggi, dan mereka yang tidak bisa berkultivasi hanyalah debu yang pantas diinjak-injak. Lin Tian, Tuan Muda dari Klan Lin, harus menanggung kehinaan selama bertahun-tahun karena cacat bawaan pada meridiannya. Takdirnya mencapai titik terkelam ketika ia dikhianati, disergap oleh pembunuh bayaran suruhan sepupunya, dan dilemparkan ke dasar Jurang Hukuman yang mematikan.
​Namun, jurang itu bukanlah akhir, melainkan awal yang baru.
​Di ambang kematian, darah dan tekad Lin Tian yang pantang menyerah membangkitkan sebuah artefak kosmis yang bersemayam dalam dirinya—Mutiara Kehampaan. Tubuh fananya dihancurkan dan ditempa ulang, meridiannya disucikan, dan ia mewarisi Teknik Kultivasi Kehampaan Sembilan Langit, sebuah kekuatan tabu yang ditakuti oleh alam semesta

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10: Menguji Pedang dengan Darah

​Matahari sore memancarkan cahaya keemasan yang menyapu pelataran batu di depan Gua Nomor 99. Udara pegunungan yang tadinya segar kini terasa berat oleh tekanan Qi dari lima pemuda yang menghalangi jalan Lin Tian.

​Zhao Lei, pemuda kekar dengan bekas luka di pipinya, menatap Lin Tian dengan senyum meremehkan. Aura tahap Pondasi Bumi akhir menguar dari tubuhnya, menekan ke arah Lin Tian seperti gelombang ombak yang tak terlihat.

​Di Sekte Awan Ungu, persaingan antar murid sangat brutal. Puncak Utama memang tempat berkumpulnya para jenius, namun sumber daya alam (seperti kepadatan Qi) tetap terbatas. Kemunculan Lin Tian yang menyedot energi secara rakus saat menerobos tadi telah mengganggu sesi kultivasi mereka. Terlebih lagi, mereka tahu Lin Tian baru saja masuk lewat jalur "khusus" dari Utusan Zhao, yang membuatnya menjadi target empuk untuk ditindas.

​"Aturan tak tertulis?" ulang Lin Tian tenang. Ia berdiri santai di depan pintu guanya, tangannya beristirahat di atas gagang pedang besi hitam di punggungnya. "Menarik. Jelaskan padaku."

​Zhao Lei mendengus. "Sederhana. Kau pendatang baru, dan caramu berkultivasi tadi membuat Qi di wilayah kami tidak stabil. Sebagai kompensasi, serahkan lima puluh Batu Roh Tingkat Rendah bulan ini, dan bersujudlah tiga kali di depanku. Jika kau melakukannya, kami berlima akan 'melindungimu' di Puncak Utama ini."

​Keempat murid di belakang Zhao Lei tertawa mengejek. Mereka semua berada di tahap Pondasi Bumi tingkat menengah. Formasi ini cukup untuk membuat murid inti mana pun yang baru masuk gemetar ketakutan.

​Namun, ekspresi Lin Tian tidak berubah sedikit pun. Ia justru tertawa pelan.

​"Lima puluh Batu Roh? Sayang sekali, sepuluh Batu Roh jatah bulananku baru saja habis kugunakan," jawab Lin Tian santai. "Tetapi, aku sangat penasaran dengan 'perlindungan' yang kau tawarkan. Bagaimana kalau kita bertukar posisi? Kalian serahkan semua Batu Roh yang kalian miliki, dan aku akan mengampuni nyawa kalian hari ini."

​Hening sejenak. Angin sore berhembus, menerbangkan beberapa helai daun pinus yang jatuh ke tanah.

​Seketika, tawa Zhao Lei meledak, diiringi oleh rekan-rekannya. "Hahaha! Bocah ini otaknya pasti rusak saat jatuh ke jurang! Kau pikir karena kau mengalahkan sampah seperti Lu Ming yang hanya mengandalkan pil, kau bisa bersikap sombong di hadapan kami? Aku berada di tingkat akhir Pondasi Bumi!"

​Sring!

​Zhao Lei menarik sebuah golok raksasa berwarna perak dari punggungnya. Golok itu memancarkan aura dingin yang tajam—sebuah senjata spiritual tingkat menengah.

​"Karena kau menolak cara halus, aku akan mematahkan kedua kakimu agar kau belajar merendah di hadapan seniormu!" raung Zhao Lei.

​Ia melompat ke depan, mengayunkan golok raksasanya ke arah kaki Lin Tian. Qi berwarna kuning tanah meledak dari bilah golok itu, membentuk proyeksi bayangan harimau yang mengaum buas.

​"Teknik Golok Harimau Bumi!" seru salah satu pengikut Zhao Lei dengan bangga. "Kakak Senior Zhao menggunakan jurus andalannya langsung! Bocah itu akan cacat seumur hidup!"

​Angin dari tebasan itu begitu kuat hingga merobek permukaan tanah batu di pelataran.

​Di hadapan terjangan mematikan itu, Lin Tian hanya menyipitkan matanya. Di dalam Dantiannya, Lautan Qi Kehampaan yang berwarna hitam keunguan bergejolak. Energi murni yang sangat padat mengalir melalui meridiannya, memompa kekuatan ke lengan kanannya.

​Sring!

​Lin Tian menarik pedang besi hitam standarnya. Tidak ada proyeksi harimau raksasa, tidak ada ledakan Qi yang menyilaukan. Ia hanya mengayunkan pedangnya ke depan dengan gerakan memotong yang sangat sederhana, mengaktifkan jurus dari Seni Pedang Penelan Langit.

​Tebasan Pertama: Pembelah Bayangan!

​Seketika, seberkas benang energi berwarna hitam pekat sehalus helaian rambut melesat dari ujung pedang besi Lin Tian. Garis hitam itu terlihat sangat rapuh, seperti retakan kecil di ruang hampa yang bisa lenyap kapan saja.

​Namun, saat benang hitam itu berbenturan dengan energi kuning raksasa dari golok Zhao Lei... sesuatu yang mengerikan terjadi.

​Tanpa suara ledakan, tanpa ada perlawanan. Garis hitam itu menelan proyeksi harimau buas tersebut, merobeknya menjadi dua bagian seperti pisau panas membelah mentega.

​"Apa?!" Mata Zhao Lei terbelalak ngeri.

​Sebelum ia bisa menarik goloknya untuk bertahan, garis hitam itu telah menyentuh bilah golok spiritual tingkat menengah miliknya.

​Krak... TING!

​Golok kebanggaan Zhao Lei hancur berkeping-keping. Serpihan bajanya berhamburan ke udara. Benang energi hitam itu terus melaju tanpa hambatan, menghantam dada Zhao Lei dengan telak.

​Bugh!

​"ARGHHH!"

​Zhao Lei memuntahkan darah segar yang membentuk kabut merah di udara. Tubuhnya yang kekar terlempar ke belakang bagaikan karung pasir yang ditabrak kereta kuda, menghantam dinding tebing batu hingga menciptakan kawah kecil berbentuk jaring laba-laba. Ia merosot ke tanah, dadanya memiliki luka sayatan memanjang yang merobek pakaian dan mengoyak dagingnya, mengekspos tulang rusuknya.

​Jika Lin Tian tidak menahan sedikit kekuatannya di detik terakhir, tebasan itu pasti sudah membelah tubuh Zhao Lei menjadi dua.

​Keheningan yang mencekik seketika turun menyelimuti pelataran.

​Keempat pengikut Zhao Lei mematung di tempat. Rahang mereka seolah jatuh ke tanah. Kaki mereka bergetar hebat. Zhao Lei... seorang ahli Pondasi Bumi akhir, dikalahkan hanya dengan satu ayunan pedang besi biasa? Terlebih lagi, senjata spiritualnya dihancurkan layaknya ranting kering?!

​"K-Kekuatan Qi apa itu... hitam dan menyerap segalanya..." gumam salah satu pemuda dengan wajah sepucat kertas.

​Lin Tian mengibaskan pedangnya secara diagonal, membersihkan debu, lalu perlahan menyarungkannya kembali ke punggungnya. Ia berjalan santai menghampiri Zhao Lei yang sedang mengerang kesakitan di bawah tebing.

​Lin Tian berjongkok, menatap Zhao Lei yang kini menatapnya dengan pandangan penuh horor.

​"Kau bilang, di Puncak Utama ini yang kuat memangsa yang lemah?" suara Lin Tian terdengar lembut, namun membawa aura pembunuh dari jurang neraka.

​"A-Ampun... Kakak Senior Lin! Saya buta, saya tidak mengenali Gunung Tai!" Zhao Lei mengemis, darah terus menetes dari sudut mulutnya. Harga dirinya sebagai murid senior telah hancur berkeping-keping.

​Lin Tian tidak mempedulikan permohonan itu. Tangannya bergerak cepat, menarik kantong penyimpanan (Storage Pouch) dari pinggang Zhao Lei. Setelah itu, ia menoleh ke arah empat pemuda lainnya yang masih berdiri kaku.

​"Apakah kalian menunggu undangan resmi dariku?" tanya Lin Tian dingin.

​Tanpa perlu diperintah dua kali, keempat pemuda itu buru-buru melepas kantong penyimpanan mereka sendiri dan melemparkannya ke kaki Lin Tian, lalu bersujud berulang kali.

​"K-Kami serahkan semuanya, Kakak Senior Lin! Tolong lepaskan kami!"

​Lin Tian memungut keempat kantong tersebut dan menuangkan isinya ke tanah. Ratusan Batu Roh Tingkat Rendah, beberapa botol pil penyembuh luka, dan sebuah token misi sekte berserakan di hadapannya. Total ada sekitar tiga ratus Batu Roh.

​"Tiga ratus Batu Roh. Lumayan untuk panen hari pertama," gumam Lin Tian tersenyum tipis. Ia memasukkan semua barang rampasan itu ke dalam kantong penyimpanannya sendiri.

​Mutiara Kehampaan membutuhkan sumber daya yang masif, dan merampok mereka yang mencari gara-gara adalah cara tercepat untuk mengumpulkannya.

​Lin Tian berdiri dan menatap kelima orang itu. "Dengar baik-baik. Guaku adalah zona terlarang bagi kalian. Mulai hari ini, setiap bulan kalian berlima harus menyetorkan sepuluh Batu Roh masing-masing kepadaku sebagai biaya 'keamanan'. Jika kalian berani mengadu pada Tetua atau menolak bayar... aku pastikan pedangku akan memotong lebih dari sekadar golok dan kulit luar kalian."

​"B-Baik! Kami mengerti!" jawab mereka serempak, mengangguk cepat seperti ayam mematuk beras.

​Lin Tian menendang salah satu dari mereka dengan pelan. "Sekarang, tunjukkan padaku arah menuju Paviliun Misi."

​Pemuda yang ditendang itu buru-buru menunjuk ke arah jembatan cahaya di sebelah timur. "L-Lurus menyeberangi Jembatan Awan, Kakak Senior. Bangunan beratap emas di Puncak Kedua adalah Paviliun Misi."

​Tanpa membuang waktu, Lin Tian membalikkan badan dan berjalan pergi, meninggalkan kelima preman Puncak Utama itu meratapi nasib buruk mereka.

​Sambil berjalan menyeberangi jembatan yang terbuat dari jalinan awan bersinar, Lin Tian menimbang-nimbang rencananya. Tiga ratus Batu Roh mungkin terdengar banyak bagi murid biasa, namun bagi Lautan Qi Kehampaan-nya, itu ibarat setetes air di gurun pasir. Ia butuh Batu Roh Tingkat Menengah, inti monster tingkat tinggi, atau tanaman spiritual berumur ratusan tahun.

​Satu-satunya cara untuk mendapatkan itu secara sah dalam jumlah besar adalah dengan keluar sekte dan mengambil Misi Kematian.

1
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Makjlebz
hadad fernandez khan
lanjut tor👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!