Pertemuan yang tak baik belum tentu menjadi akhir yang buruk, karna seiring berjalannya waktu perasaan itu pasti akan muncul, contohnya perasaan jatuh cinta dan suka.
seperti kisah Jovandra dan adelliana.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annaaluvv, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 12
Liana pun segera beranjak menuju koridor menghampiri Jeffran yang katanya lagi tunggu dia, entah semakin hari justru Liana rasain hal yang beda gak kaya sebelum sebelumnya yang selalu antusias dan senang kalau menyangkut soal Jeffran.
" Jeff, ada apa cari gue " tanpa basa basi Liana langsung bertanya sewaktu Jeffran ada di depannya sekarang.
Jeffran bangkit dari duduknya " Soal kemaren yang gue omongin, gimana Lo bisa kan? " Tanyanya.
Lagi lagi Jeffran bertanya hal itu, Liana sebenarnya risih Jeffran selalu mengirimkan pesan dan pertanyaannya itu itu saja, Liana jadi penasaran apa sebenarnya.
" Yaudah kapan? "
Jeffran tersenyum " besok sore jam tiga gue jemput, jangan ingkar "
" Iya, udah kan itu aja? " Tanya Liana Jeffran mengangguk " Gue cabut kalo gitu "
Liana pun pergi meninggalkan Jeffran, saat berjalan menuju kelas Liana berpapasan dengan Raya, rayna sapa Liana.
" Hi Li, mau kemana? " Tanya rayna.
Liana pun menunjuk ke arah kelasnya, rayna mengangguk anggukan kepalanya " Oh gitu, oh iya gue mau kasih Lo undangan, datang ya tiga hari lagi, bawa partner Jangan lupa " Kata rayna terus dia kasih kertas undangannyaa.
Liana pun terima " ohiya Lo ultah lusa, oke gue dateng tapi soal partner keknya gak deh "
Rayna mengerutkan dahinya " Bukannya Lo Deket sama joan anak lentera biru ya Li? "
Pertanyaan rayna berhasil buat Liana keget, Sejak kapan rayna tau Liana Deket sama joan
" Ah, itu, temen gue "
Liana kantungin kertas undangannya dari pada raya nanyain soal Joan lagi mending Liana Cepet cepet pergi dari sana " Gue ke kelas ya bye "
...----------------...
Dika dan Bram sekarang lagi natap Joan kesal, pasalnya mereka denger kalau ada berita Joan balikan sama mantannya, ya sebenarnya bukan urusan mereka juga karna itu hak Joan, tapi Joan ini polos atau emang bego.
Penyebab putusnya Joan sama si adik kelas dari lentera putih itu karna cewenya selalu sibuk dan ternyata bener dugaan Bram kalau yera selingkuh sama cowo seangkatan.
" Dahlah, susah ngasih tau orang goblok " Cibir Dika dan lanjut buat otak Atik motor dia.
" Eh Jo, Lo yakin ga sih sama keputusan Lo balik sama yera hah? " Tanya Bram.
Joan diam, sebenarnya dia juga ragu sewaktu kasih kesempatan lagi buat yera, tapi dia lagi kebingungan soal hatinya sendiri, dia selalu kepikir soal dia bener suka atau ngga sama Liana, alhasil dia terima yera lagi supaya semuanya gak jadi rumit.
" Entahlah, gue jalanin aja dulu lagian gampang kalau dia selingkuh atau apapun itu tinggal gue putusin, clear kan " Jawab Joan.
Bram tutup matanya dan buka lagi sewaktu ngomong " Iya in iya in, kelakuan cowo yang punya tampang oke ma gampang gak kaya gue harus menjelajah "
Padahal lo juga ganteng bram:(
" Akhh sialan " Geram Joan dengan santainya tendang meja di depannya " Kenapa jadi kepikiran terus sih! "
" Belum terlambat Jo ya perjelas aja simpelnya, inget!nyesel belakangan Jo ga ada nyesel di awal " Ujar Yohan yang baru aja datang dari arah luar, si cowo tampan itu nepuk baju Joan dua kali.
" Balikan sama masa lalu itu kaya ngulang drama yang pernah di tonton sebelumnya, endingnya tetep sama " Ujar Yohan lalu kini dirinya bersandar.
" Gue bukan gak suka sama yera, apalagi ga dukung hubungan Lo, cuma Lo harus terima konsekuensinya kalau ujung ujung bakal sama, yang terbaik itu gak cuma dari fisik tapi dari hati sama perlakukan seseorang yang harus Lo liat juga " sambung Yohan.
Dika dan Bram langsung bertepuk tangan, memang Yohan kalau udah berurusan sama hal kaya gini tuh pinter dan best banget!
" Gue yakin kalau kedepannya ada hal yang Lo anggap perlakuan perhatian dan cara seseorang itu berbeda dari Yang sebelumnya Lo bakal sadar, dia orangnya, orang yang seharusnya ada di hati Lo "
Joan mendengar dan menerima ucapan Yohan dengan baik, kayaknya dia harus ikut apa kata Yohan supaya dia sadar dan gak terlalu bego soal cinta.
" Anjay anjay anjay Yohan arkhanes, makin sayang gue " heboh Bram di sana, Bram jalan mendekati Yohan dan rentangin tangannya.
Yohan refleks dorong badan Bram yang sedikit lagi mau peluk badan dia " Gue normal bangsat! "
Bram mendelik kesal " Gue juga normal sialan, ini gue bangga! "
" Alergi gue di peluk cowo "
...----------------...
Liana berjalan keluar dari rumah Joan, dia Abis temuin Yolla yang minta buat main ke rumah tanpa sepengetahuan joandra, bahkan Joan belum juga pulang selama Liana di sana sampai jam 4 sore.
Sewaktu Liana berdiri tepat di depan gerbang rumah Joan tiba tiba suara deru motor terdengar dan beberapa saat kemudian Joan datang dan berhenti di depannya,,,,
Bareng yera.
Joan membuka helmnya " Ngapain di sini? " Tanya Joan.
" Abis nemuin Yolla lah ngapain lagi " Balas Liana ketus, sebenernya males jawab pertanyaan Joan dan niatnya tadi Liana mau langsung pergi dari sana, tapi Joan malah berhenti tepat di depan Liana.
" Oh "
Dih oh doang* cibir Liana dalam hati.
Liana merotasikan matanya, Gak tau apa alasannya Liana mendadak kesel, rasanya pengen banget mukul dua orang yang ada di depan dia.
" Gue ga bisa anter Lo, Lo bisa balik sendiri kan? " Tanya Joan, ada rasa ga tega waktu dia tanya itu.
Liana melihat sekilas ke arah cewe yang ada di Belakang Joan " Bisa lah, emang kaki gue patah emang gue buta, kalo bisa terbang gue terbang " Balas Liana, ini Liana bener bener geram banget demi tuhan, apalagi setelah denger ucapan Joan.
" Oh oke, kalo gitu gue masuk " Kata Joan.
Liana pun bergeser untuk memberikan jalan motor Joan, sebelum benar benar masuk yera tersenyum " hati hati ka " Ucap yera.
Liana bales pakai senyuman, senyumannya kelihatan jelas terpaksa.
Sampai memastikan motor Joan masuk kedalam Liana tiba tiba tendang gerbang besinya sampai terdengar suara benturan cukup keras.
" Akh sakit! Ihhhhh sial banget gue sih akh "
Liana natap rumah Joan dengan tatapan marah " Udah ada cewe aja lupa sama gue tu cowo, oke fine liat aja gak akan perduli lagi gue "
" Byeee!! "
Liana pun pergi setelah ojek online yang dia pesan datang.
Di sisi lain di dalam rumah Joan kini ada Yolla yang menatap lekat dari arah tangga, tangannya di lipat di depan dada.
" Dasar cowo, ga pernah nepatin janjinya padahal Yolla suka ka Liana " Gumam Yolla marah, sebenarnya Yolla bingung dua hari lalu Yolla melihat Joan seperti orang kebingungan juga stress.
Dan juga nama Liana yang sering Joan sebut, Yolla jadi ikut bingung mau Joan itu apa? Deketin Liana tapi malah balik sama mantan pacarnya.
Yolla sebenarnya melihat kejadian di depan tadi, Itu kenapa Yolla kini kelihatan super kesal sewaktu lihat Joan masuk sama seorang perempuan.
" Ngapain di situ la? " Tanya Joan di bawah sana.
Yolla menundukkan kepalanya untuk melihat joan yang berdiri di bawah sana " Lagi liat simulasi cowo yang malah balik lagi sama cewe yang buat dia sakit hati, padahal ujungnya bakal sama juga "
" Yolla! "
" Apa!? Nyesel baru tau rasa! Nyebelin dasar "
Joan merasa terkejut akan perubahan Yolla, Yolla yang dulu pendiam kini sudah terlihat lebih dewasa sampai Yolla berani membalas Joan seperti tadi, Joan jadi bingung harus senang atau marah.
...TO BE CONTINUED ...