NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Kaisar Wang Hao

Reinkarnasi Kaisar Wang Hao

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Misteri / Action
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Zerro One

Wang Hao, Kaisar Tertinggi Dunia Dou Li, mati secara misterius di puncak kejayaannya. Murid muridnya bersumpah mencari pelaku. Namun jiwa Wang Hao justru bangkit di tubuh pemuda lemah bernama Chen Nan di tempat lain. Kematiannya sendiri adalah misteri terbesar. Siapa yang mampu membunuh sosong sepertinya? Atau ada rahasia lebih kelam di balik kematiannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zerro One, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10. Pil dan Pedang

Gu Yan dan Lao Fan setuju dengan ucapan Wang Hao. Kata-kata pemuda itu masuk akal, meskipun ketenangannya dalam menghadapi serangan tiga klan besar terasa agak ganjil bagi orang seusianya.

Gu Yan menatap Lao Fan. "Apakah metode itu berhasil?"

Lao Fan tersenyum lebar, lalu menatap Wang Hao. "Guru muda ini sangat luar biasa. Metodenya sangat luar biasa, Saudara Gu."

Gu Yan menatap Lao Fan, dan wajahnya tampak ceria, ekspresi yang hampir tidak pernah ada di wajah itu. "Baguslah kalau hasilnya memuaskan." Ia merendahkan suaranya. "Tapi ingat, tentang hal ini tidak boleh disebarkan. Takutnya kekuatan besar melakukan hal buruk pada Tuan Muda."

Lao Fan menyipitkan matanya, lalu mengangguk. "Kau benar, Saudara Gu. Metode ini begitu halus, dan pasti akan menarik banyak minat dan keserakahan. Aku pastikan tidak akan memberitahu tentang peningkatan keahlianku ini."

Gu Yan mengangguk puas. "Bagus, tetaplah jadi Lao Fan sang alkemis tingkat satu."

Lao Fan tersenyum, lalu menangkupkan kedua tangannya ke arah Wang Hao dan Gu Yan. "Aku pamit dulu. Aku ingin membuat lima puluh pil untuk dijual besok."

Wang Hao mengangguk kecil. Gu Yan membalas isyarat perpisahan itu dengan anggukan juga.

Lao Fan berbalik dan melangkah keluar dari halaman belakang. Suara langkah kakinya perlahan menghilang di balik dinding toko, meninggalkan Gu Yan dan Wang Hao yang masih berdiri di bawah sinar matahari pagi.

Gu Yan menoleh ke arah Wang Hao. "Aku akan menyiapkan permintaan Tuan Muda sekarang. Pedang biasa, kertas jimat, tinta, dan mungkin ditambah kuasnya."

"Bawakan satu kambing bakar utuh dengan arak ke sini," tambah Wang Hao.

Gu Yan mengangguk, lalu berjalan menyusul Lao Fan keluar dari halaman belakang.

Setelah sendiri, Wang Hao mengeluarkan kursi rotannya, meletakkannya di tempat yang sama seperti sebelumnya, lalu duduk bersandar dan menunggu. Matanya setengah terpejam, menikmati kehangatan matahari yang hampir tenggelam.

Satu jam kemudian, Gu Yan kembali dengan satu ekor kambing bakar utuh di atas nampan kayu dan sebuah kendi arak dari tanah liat. Wang Hao menerima hidangan itu tanpa banyak bicara, lalu mulai menyantapnya dengan perlahan di atas kursi rotannya. Daging kambing itu masih hangat, dibumbui dengan rempah-rempah sederhana yang cukup untuk memuaskan seleranya.

Setelah menghabiskan makanannya, ia melipat kursi rotan, memasukkannya kembali ke dalam cincin ruang, lalu berjalan masuk ke dalam gudang batu. Malam itu ia habiskan untuk bermeditasi, memperkuat lapis kedua Kondensasi Qi yang baru saja ia capai.

*****

Fajar berikutnya, Wang Hao membuka matanya ketika suara langkah kaki mendekat dari arah toko depan. Ia bangkit dari dipan batu dan membuka pintu gudang tepat ketika Gu Yan tiba di halaman belakang dengan membawa beberapa barang di kedua tangannya.

"Tuan Muda, ini permintaan Anda," kata Gu Yan sambil meletakkan barang-barang itu di atas meja batu di sudut halaman.

Wang Hao berjalan mendekat dan memeriksa barang-barang itu satu per satu. Sebilah pedang biasa dengan bilah baja polos tanpa ukiran, sarung pedang dari kayu hitam yang sudah agak tergores, dan pegangan yang dibalut kain lilit sederhana. Beberapa lembar kertas jimat kosong berwarna kuning pucat. Sebotol tinta hitam pekat yang masih tersegel. Dan sebuah kuas kecil dengan bulu yang cukup halus.

"Pedang ini buatan pandai besi biasa di pasar selatan," kata Gu Yan. "Tidak ada energi spiritual di dalamnya, hanya baja tempa biasa. Kertas jimat dan tintanya kubeli dari toko peralatan kultivator."

Wang Hao mengambil pedang itu dan memeriksanya dengan saksama. Ia mencabut bilahnya dari sarung, memperhatikan alur logam di permukaannya, lalu menusukkannya perlahan ke udara beberapa kali. Pedang itu memang biasa saja. Tidak ada formasi, tidak ada energi spiritual, dan keseimbangannya pun tidak sempurna.

"Cukup," katanya singkat.

Ia menyarungkan kembali pedang itu, lalu memasukkan semuanya ke dalam cincin ruang bersama kertas jimat, tinta, dan kuas.

"Aku akan buka toko sekarang," kata Gu Yan. "Lao Fan sudah mengirim lima puluh pil tadi sebelum fajar. Semoga hari ini lebih ramai dari kemarin."

Wang Hao mengangguk. "Saya akan di sini."

Gu Yan mengangguk, lalu berjalan kembali ke toko depan. Beberapa saat kemudian, suara pintu kayu digeser dan langkah-langkah kaki mulai memenuhi ruang depan Balai Ramuan Giok Hijau.

Pagi itu toko benar-benar ramai. Puluhan pembeli berdesak-desakan di depan etalase, beberapa di antaranya sudah menunggu sejak sebelum toko dibuka. Gu Yan berdiri di belakang meja kayu panjang dengan botol-botol pil pencahar berjejer di depannya, sementara tangannya sibuk menghitung koin emas dan batu roh yang diterima.

"Aku mau dua butir!"

"Aku tiga! Jangan ada yang menyerobot!"

"Antre! Antre! Aku datang lebih dulu!"

Di tengah kerumunan, beberapa orang berbisik-bisik dengan nada curiga. Seorang wanita berjubah abu-abu menatap botol pil pencahar di etalase dengan alis berkerut.

"Pil pencahar dengan kemurnian delapan puluh persen? Itu tidak mungkin. Toko ini hanya toko ramuan biasa, pasti ada yang dilebih-lebihkan."

Seorang pria kurus di sampingnya mengangguk. "Aku juga dengar rumor itu. Tapi katanya ada yang sudah membuktikan sendiri."

"Rumor bisa direkayasa," sahut wanita itu dengan nada meremehkan. "Aku tidak akan beli sampai ada bukti."

Gu Yan mendengar bisik-bisik itu, tetapi ia tidak menanggapi. Ia sudah mengingat kata-kata Wang Hao. Kualitas akan berbicara sendiri.

Beberapa saat kemudian, sesosok yang sudah dikenal muncul dari balik kerumunan. Meng Shu, pedagang kaya yang kemarin menjadi pembeli pertama, berjalan ke depan etalase dengan langkah mantap.

"Aku mau beli lima butir sekaligus," katanya sambil meletakkan sekantung koin emas di atas meja.

Gu Yan tersenyum lebar. "Tuan Meng datang lagi. Apakah pilnya bekerja dengan baik?"

"Bekerja dengan baik?" Meng Shu tertawa keras. "Setelah bertahun-tahun menderita sembelit, akhirnya aku bisa buang air dengan lancar tanpa sakit perut! Ini bukan sekadar bekerja dengan baik, ini keajaiban!" Ia menepuk kantung koin di meja. "Aku beli lima untuk stok di rumah. Siapa tahu ada anggota keluarga yang membutuhkan."

Pernyataan Meng Shu yang begitu antusias langsung mematahkan keraguan di antara para pembeli yang masih ragu. Wanita berjubah abu-abu yang tadi berbisik-bisik langsung berubah ekspresi. Ia buru-buru maju ke depan dan menyelipkan beberapa koin emas ke tangan Gu Yan.

"Aku jadi beli satu!"

"Aku juga!"

"Saya dua!"

Kerumunan semakin padat. Gu Yan kewalahan melayani semua pembeli, tetapi wajahnya tetap ceria. Lima puluh pil yang disiapkan Lao Fan semalaman mulai berkurang dengan cepat.

Di antara kerumunan itu, seorang pria kekar dengan jubah biru tua berdiri menyilangkan tangan. Matanya menatap botol-botol pil pencahar di etalase dengan sorot meremehkan. Otot-otot di lengannya menegang ketika ia mendengar pujian-pujian yang dilontarkan para pembeli.

"Apa hebatnya pil pencahar itu?" Pria kekar itu mendengus keras, suaranya cukup lantang untuk didengar oleh semua orang di sekitarnya. "Lebih baik pil pelebur tahi milik Klan Wei. Pil kami sudah teruji puluhan tahun, tidak seperti pil baru yang belum jelas asal-usulnya ini."

Beberapa pembeli menoleh ke arah pria itu, tetapi tidak ada yang menanggapi. Mereka sudah mendengar cukup banyak kesaksian untuk percaya pada kualitas pil yang dijual Gu Yan.

Pria kekar itu mendengus lagi ketika melihat tidak ada yang menggubris ucapannya. Ia melirik ke sekeliling dengan tatapan tajam, lalu berbalik dan berjalan pergi meninggalkan toko dengan langkah berat.

Gu Yan memperhatikan pria itu pergi. Senyum di wajahnya sedikit memudar, tetapi ia segera mengalihkan perhatiannya kembali ke pembeli yang terus berdatangan. Ia tahu persis siapa pria kekar itu. Salah satu pengikut Klan Wei yang sering berkeliaran di pasar menyebarkan propaganda yang menguntungkan untuk klannya.

Namun Gu Yan tidak khawatir. Pil pencahar Balai Ramuan Giok Hijau sudah membuktikan dirinya sendiri. Bahkan tanpa melawan, tuduhan palsu itu akan hancur dengan sendirinya.

Menjelang siang, lima puluh pil yang disiapkan Lao Fan sudah terjual habis. Koin emas dan batu roh memenuhi laci di bawah meja Gu Yan, jumlah yang bahkan tidak pernah ia bayangkan sebelumnya untuk penjualan pil pencahar.

Di halaman belakang, Wang Hao duduk di kursi rotannya dengan pedang biasa di pangkuan. Ia mengamati bilah pedang itu dengan saksama, jari-jarinya menelusuri setiap alur di permukaannya. Pedang ini hanyalah baja biasa, tetapi di tangan yang tepat, bahkan sebilah pedang biasa bisa menjadi senjata yang mematikan.

Ia meletakkan pedang itu di samping kursi, lalu mengeluarkan kertas jimat, tinta, dan kuas dari cincin ruangnya. Sudah terlalu lama sejak terakhir kali ia menggambar formasi. Dalam kehidupan sebelumnya, ia bisa menggambar formasi tingkat tinggi hanya dengan satu tarikan jari di udara. Sekarang, dengan tubuh yang baru mencapai Kondensasi Qi lapis kedua, ia harus menggunakan kertas dan tinta seperti kultivator pemula.

Tapi itu tidak masalah.

Semua akan dimulai dari awal, termasuk menggambar formasi.

Wang Hao mencelupkan kuas ke dalam tinta hitam, lalu mulai menggambar di atas kertas jimat pertama.

1
Jojo Shua
up
Jojo Shua
🥛
Jojo Shua
up
Jojo Shua
🙏
Jojo Shua
44
Jojo Shua
4
Agus Rose
Cerita yang cukup baik tapi update nya yg kurang.
Zerro One: Terimakasih penilaian nya.

saya ragu karena novel ini slow plotnya.
total 3 replies
Jojo Shua
🫰
Jojo Shua
✅️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!