NovelToon NovelToon
ILMU PENGLARIS

ILMU PENGLARIS

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: HERMAWAN 505

DESKRIPSI CERITA: ILMU PENGLARIS (Ilmu Pemanggil Tamu)"Jangan pernah coba-coba untuk mengingkarinya..."
> Bagi Rahmat, kemiskinan adalah kutukan yang harus dihancurkan, bahkan jika ia harus bersekutu dengan iblis sekalipun. Melalui perantara Mbah Cahyo, kios baksonya mendadak berubah menjadi lautan manusia yang lapar. Namun, di balik kepulan asap dandang yang menggiurkan, ada aroma anyir darah dan hawa dingin yang mengurung tempat itu.
> Di saat Ratna, sang istri yang setia berjuang melayani pelanggan dengan peluh dan ketulusan, ia tidak pernah tahu bahwa suaminya sendiri telah menjual jiwanya ke penguasa kegelapan hutan fajar. Satu per satu keanehan mulai muncul. Angin yang berputar aneh, tatapan kosong para pembeli, hingga sekelebat wajah mengerikan yang mulai menggantikan wajah tulus istrinya.
> Sebuah kisah tentang keserakahan yang membutakan, kebohongan yang menumpuk, dan sebuah jebakan pesugihan searah yang tidak akan pernah membiarkan korbannya kembali ke jalan yang benar dala

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HERMAWAN 505, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Air rendaman jahanam

##BAB 10 - Air Rendaman Jahanam

⚠️ Warning: Bab ini mengandung unsur yang menjijikkan, maka jangan kalian baca sambil makan. Terima kasih.

Di tengah suasana hutan yang sunyi senyap namun penuh sesak oleh kepungan pasukan tak kasat mata, pergolakan di bawah pohon beringin itu pun akhirnya berlangsung. Rahmat bener-bener tenggelam, terseret jauh ke dalam pusaran kenikmatan palsu yang sengaja disuguhkan oleh sesosok makhluk gaib yang tengah meminjam raga istrinya. Sensasi yang dirasakan Rahmat malam itu terasa jauh lebih hebat, lebih panas, dan jauh lebih memuaskan daripada malam-malam yang biasanya. Namun, ia sama sekali tidak sadar bahwa semua gairah yang meluap-luap itu hanyalah seulas ilusi jahanam demi menjerat jiwanya agar kian masuk terbenam ke dalam dunia hitam.

Namun, tepat di saat ritual gila itu mencapai puncaknya—di kala keheningan malam mulai bergeser mencekam—sesosok siluet hitam seorang pria perlahan muncul kembali dari balik kelebatan pepohonan yang gelap gulita. Langkah kakinya begitu pelan tanpa suara, tepat saat jarum jam seolah menandakan waktu telah menunjukkan pukul tiga dini hari.

Pria tua itu adalah Mbah Cahyo. Berdiri di batas remang cahaya obor yang mulai meredup, sang dukun menyunggingkan seulas senyum puas yang teramat licik, menatap lurus ke arah pemandangan menjijikkan di hadapannya dengan binar mata penuh rasa kemenangan.

Tak lama kemudian, ritual menyimpang di bawah pohon beringin itu pun akhirnya benar-benar selesai. Napas Rahmat berembus berat, tubuhnya terasa begitu lemas tak bertenaga seolah seluruh energinya baru saja dikuras habis. Dengan tangan yang masih gemetar, ia segera menjalankan perintah terakhir; jemari kasarnya memegang erat celana dalam milik istrinya yang kini telah tercampur dengan cairan dari tubuhnya.

Di tengah keheningan yang kembali senyap dan sisa hasrat jahanam yang perlahan surut, Rahmat benar-benar tidak menyadari sama sekali bahwa sejak tadi Mbah Cahyo sudah berdiri mematung di kegelapan, memantau setiap jengkal perbuatan bejatnya itu dari kejauhan dengan tatapan mata yang penuh rahasia.

Setelah Rahmat dan istrinya selesai merapikan diri dan kembali mengenakan pakaian mereka seperti selaiknya, perlahan namun pasti, Mbah Cahyo mulai melangkah keluar dari kegelapan hutan untuk menghampiri mereka berdua. Langkah kakinya yang sunyi di atas tanah basah sempat membuat Rahmat tersentak kaget.

"Bagus... Sangat bagus. Ritual pembuka sudah usai. Benih ghaib sudah tertanam dengan sempurna. Sekarang... kita tinggal menuju ke proses penyempurnaan," ujar Mbah Cahyo dengan nada suara yang teramat dingin, seolah tanpa riak emosi manusia.

Sembari menatap lurus pada sang dukun, Rahmat dengan tubuh yang masih lemas perlahan mengulurkan tangannya. Dengan jemari yang gemetar hebat, ia menyerahkan celana dalam milik istrinya yang telah basah itu—sebagai bukti nyata bahwa ia telah berhasil menuntaskan ritual gila tersebut tanpa ada yang terlewat. Mbah Cahyo menerima benda itu dengan senyuman tipis yang mengerikan, lalu menyimpannya ke balik jubah hitamnya. Pria tua itu kemudian membalikkan badan, memberi isyarat mutlak untuk menggiring pasangan suami istri yang sudah kepayahan itu berjalan kembali menuju ke rumah kayu miliknya.

Mereka bertiga pun berjalan kembali menembus kelebatan hutan yang gelap gulita menuju ke rumah kayu. Sesampainya di sana, Mbah Cahyo tanpa membuang waktu lagi langsung membawa benda ritual tadi masuk ke dalam ruangan pribadinya yang terkunci rapat. Sementara itu, Rahmat dan Ratna yang tengah terkuras tenaganya dan didera rasa lemas yang luar biasa, hanya bisa terduduk pasrah di depan altar kecil, sembari menunggu sang dukun keluar dari ruangan tersebut.

Anehnya, tepat setelah ritual menyimpang di bawah beringin tua itu usai, perlahan namun pasti kesadaran dan ingatan Ratna mulai pulih sepenuhnya. Kabut hitam yang tadinya mengunci pikiran wanita itu mendadak sirna. Namun, ia sama sekali tidak menyadari ataupun mengingat kegilaan apa yang baru saja menimpa raganya beberapa saat lalu. Yang ia tahu, kepalanya mendadak terasa sangat pening.

"Mas... kapan ritualnya mau dimulai?" tanya Ratna dengan suara parau penuh kebingungan, matanya mengerjap menatap sang suami.

"Sudah, tak perlu kamu pikirkan lagi. Semuanya sudah selesai. Sebentar lagi kita pulang ke rumah," sahut Rahmat cepat dengan nada datar, memalingkan wajahnya seakan tidak memedulikan ketidaktahuan sang istri atas dosa besar yang baru saja mereka perbuat malam itu.

Belum sempat Ratna melayangkan pertanyaan lebih jauh, pintu ruangan pribadi di sebelah mereka perlahan terbuka. Mbah Cahyo keluar dari sana sembari membawa sebuah botol kaca besar yang berisi air bening dengan beberapa benda ganjil di dalamnya. Ternyata, celana dalam yang telah dilumuri cairan ritual tadi kini telah dimasukkan dan disatukan ke dalam botol tersebut, berbaur dengan air doa khusus yang diyakini oleh Mbah Cahyo sebagai sarana pengikat ilmu hitam mereka.

Mbah Cahyo pun berjalan pelan lalu duduk kembali di depan altar kecil itu, mengambil posisi berhadapan langsung dengan Rahmat dan Ratna yang masih tampak kepayahan.

"Le... Nduk... ini semua sudah Simbah sempurnakan. Namun, ada beberapa hal penting yang harus kalian ketahui dan patuhi sebelum mulai menggunakan air rendaman ini," ujar Simbah dengan nada suara yang datar dan berat, sengaja menjeda kalimatnya sekejap untuk memberikan kesan mistis yang mendalam.

"Cairan dari botol ini, harus kalian campurkan ke dalam kuah bakso daganganmu nanti. Cukup sedikit saja, jangan sampai ketahuan orang. Lalu ingat baik-baik... setiap kali datang tanggal yang bertepatan dengan hari pasaran Kliwon, kalian berdua wajib berhubungan intim kembali di dalam kios bakso kalian, tepat pada pukul dua belas malam. Ingat, jangan sampai ada yang terlewat atau kalian remehkan."

Mbah Cahyo kembali menjeda kalimatnya, tatapan matanya menembus langsung ke dalam manik mata Rahmat yang sarat akan keserakahan.

"Ada satu hal lagi yang tidak boleh kalian lupakan. Sebagai imbalan atas ikatan ini, Simbah hanya meminta bagian sepuluh persen dari total seluruh hasil penjualan bakso kalian setiap bulannya, beserta satu ekor ayam hitam mulus. Jangan coba-coba mencurangi hitungannya kalau kalian tidak mau ikatan ini berbalik menjadi petaka. Sekarang, pulanglah. Gerbang kesuksesan dan kekayaan sudah menanti kalian di rumah."

Bersambung

1
Mega Arum
sebenarnya kasihan Ratna,..
Mega Arum
kemungkinan itu anak setan 🤨
HERMAWAN 505: bisa jadi karena pak Rahmat itu mandul
total 1 replies
Mega Arum
kasihan Ratna...
Mega Arum
mampir lagi kak.. semoga lbh menarik dr novel sebelumnya,...
HERMAWAN 505: makasih banyak Mega Arumi, mohon dukungannya yah semoga bisa membuat kamu senang dengan hasil akhirnya.👍
total 1 replies
miilieaa
tulisan nya bagus banget😍
HERMAWAN 505: makasih kakak, semoga terhibur yah
total 1 replies
Wulandari Ayuningtyas
halo kak....udah aku like y
jangan lupa like back ke ceritaku 😁
HERMAWAN 505
cerita lokal yang menerik
HERMAWAN 505
makasih sudah mau mampir di novel ku. 🙏🙏🙏
Ara putri
Hay kak, saling dukung yuk. Mampir juga keceritaku TUAN AYAZ TOLONG BERHENTI!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!