Zahra Syariah zalza Bila adalah seorang anak broken home, ia anak yg di besarkan oleh ibunya sebatang kara, akibat orang tuanya yang berpisah di usia dimn anak lain masih mendapatkan peran kedua orang tua nya, Zahra harus mencari peran itu dari orang² terdekat nya, namun sifat Zahra yang selalu susah di atur dan selalu membuat masalah bagi ibunya di tambah ibu nya juga yg sudh tua, ibunya pun harus menikah kan Zahra dengan seorang duda yang bernama Ansar zuliyan kerna menurut nya Ansar akan mampu mendidik Zahra di dalam proses menuju dewasa.....
di bacaa ya teman teman biar tau Gimn kelanjutan kisahnya Zahra dan Ansar.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bini pond, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kekecewaan
Pagi hari nya , Zahra terbangun saat mendengar alaram di samping nya berbunyi
"eunghh jam berapa ini"meliat jam yg masih menunjukan angka 05:23
meliat ke arah Ansar yg masih tertidur nyenyak di sofa sebelah *bangunin dia aj gak sih, daripada nanti nenek yg bangun masalah bisa ribet lagi*batin nya
"bangun om"menggoyang tubuh Ansar
"sebentar lagi bah"ucap Ansar sembari menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya
"bangun om keburu kakek dan nenek Bagun, aku ga tau mau jelasin kaya mn nanti "menggoyang kan tubuh Ansar kuat-kuat
"iyaiya saya bangun "ucapnya duduk di sofa itu
Ansar sudah bangun dan kini mereka sedang duduk di sofa yg sama dengan selimut yang sudah dilipat
"makasih ya sebelumnya cil, dan maaf juga semalam aku mabuk jadi gak sadar pulang nya kesini"penjelasan Ansar
"emang om tau rumah aku disini dari mana om"tanya Zahra
"saya sering kesini buat temuin kakek kamu"penjelasan Ansar lagi
"ohh emang istri om gak cari om dirumah "Zahra pertanyaan kepada Ansar kerna ia tau klo Ansar itu telah menikah di kasih tau oleh kakeknya
Ansar diam untuk beberapa saat mendengar pertanyaan zahra
"emm maaf om klo pertanyaa ku menyinggung om"ucap Zahra merasa tak enak
"klo gitu saya pergi ya cil makasih sekali lagi"ucap Ansar berdiri dari tempat duduknya
"iya om ingat ya nama saya Zahra om"ucap Zahra menutup pintu sehabis Ansar keluar
*aman deh habis ini*batinya merasa tenang
Selepas kepergian Ansar, Zahra masuk menyimpan selimut yg ia ambil lalu mandi bersiap untuk sekolah
……
Ansar meninggalkan kawasan rumah Zahra, ia memutuskan untuk mengirim langsung uang sawit kakeknya Zahra dengan di transfer ke bank miliknya.
Sedangkan Ansar memutuskan langsung pulang ke rumahnya untuk menyelesaikan permasalahannya dengan Azizah itu..
(Clekk)
Suara pintu terbuka tanda di kunci dari dalam
"kakak sudah pulang"ucap Azizah yg menyambut Ansar dengan antusias, bahkan Ansar bisa melihat nya klo Azizah mungkin tidak ad tidur dari semalam dilihat dari kantong matanya itu
Ansar berjalan melewati Azizah begitu saja yg sedang duduk di sofa ruang tamu
"Kaka zizah minta maaf "ucap zizah menahan pergelangan tangan Ansar
"Lepas "Ansar menatap zizah begitu dingin
zizah yg takut kerna tatapan Ansar yang berubah tidak seperti tatapan Ansar kepada nya sebelumya pun melepaskan genggaman nya itu
Ansar menghela nafas lelah melihat tingkah laku zizah yg begitu munafik menurut nya
"Keputusan tidak akan berubah zizah,kita tetap akan pisah"Ucapa Ansar menaikin tangga
Azizah yang memandang itu merasa frustasi, ia tidak ingin kehilangan Ansar, menurut nya ia melakukan hubungan itu dengan Andre hanya kerna nafsu semata.
*aku gak mau cerai, ini gak boleh terjadi*batinya
Ansar yg baru saja memasuki kamar tidur nya merasa tak nyaman mengingat tempat tidurnya itu telah ternodai oleh tingkat laku zizah yg begitu menjijikan!!
"Penghianat bangsat"ucap Ansar menghambur kamar itu
Brakk
Suara pecahan yg begitu nyaring terdengar dari kamar itu,Azizah yg di lantai bawah menyadari ada sesuatu yang tidak beres , ia bergegas naik ke sana
"Ka-"mata Azizah melotot melihat bagaimana hancurnya kamar itu di buat Ansar
Bahkan barang-barang yg tak ada salah itu pun hancur lembur di lantai
"Kaka kenapa "tanya Azizah yg tidak berani mendekati Ansar, ia melihat tangan Ansar yg berlumuran darah, mungkin kena pecahan itu
Ansar yg mendengar pertanyaan itu hanya memandang sekilas ke zizah
"Dasar perempuan murahan"
…...