NovelToon NovelToon
Sekolah Kok Menikah

Sekolah Kok Menikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Dijodohkan Orang Tua / Romantis
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rofiwan

Alfina dan Alfino teman masa kecil yang selalu bertengkar jika berada di dalam satu kelas.

Fina mempunyai tambatan hati bernama Choki, sedangkan Fino memiliki Anjani, hubungan itu tidak berarti sama sekali ketika kedua orang tua memaksa mereka untuk menikah muda.

Fina membuat perjanjian setelah pernikahan, Jika disekolah menjaga jarak, jika dirumah berperan layaknya pasutri. Tujuan Fina buat janji karena untuk melindungi Fino dari gangguan Choki.

Pada akhirnya perjanjian yang Fina buat seakan masuk ke perangkap nya sendiri. Fina semakin di ganggu oleh Choki, sedangkan Fino semakin dekat dengan Anjani.

Apakah Fina bertahan dengan janji yang sudah ia buat, jika kalau tidak bertahan bagaimana kisah mereka membina sebuah pernikahan itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rofiwan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10.

Satu pikiran lain muncul setelah Eca yang mengaku istri sah nya Choki datang menemui Fina untuk bertanggung jawab.

Tidak mau hal itu akan menjadi beban, Fina sudah membuat keputusan. "Baik, saya akan tanggung jawab, apa mau mu?" Tanya Fina.

"Hanya satu, buatlah Choki memprioritaskan kehamilan saya!, semenjak itu dia tidak peduli lagi dengan saya, saya ngidam ini tidak di kasih, saya ngidam itu juga tidak dikasih, dia hanya bisa marah-marah!. Kemarin kau tahu? saya diam-diam ngikutin kemana suami saya pergi dengan ketujuh teman-teman nya. Saya juga lihat kamu mau di pegang-pegang suami saya. Saya pun berpikir, Oh ternyata kamu yang menjadi dalang Choki berubah!" Jawab Eca seraya mengeluarkan unek-uneknya.

Fina tersenyum tipis. "Cuma itu keinginan kamu?"

"Satu lagi, saya mau mulai sekarang kamu jauhin suami saya!" Pinta Eca.

Tanpa diminta, sudah dari kemarin Fina melakukan itu. "Siap"

"Kalau dalam waktu satu bulan sikap suami saya masih belum berubah, jangan salahkan saya kalau hidupmu bakal saya usik seumur hidup!" Ancam Eca.

Fino menarik masuk tubuh Fina ke dalam pelukannya. "Kalau kamu berani menyentuh satu helai rambut dari wanita saya, ucapanmu akan saya balikan, saya berani sumpah, kamu harus ingat dan catat itu!" Fino mengancam balik.

Eca tersenyum remeh. "Kamu kira kamu siapa ngancam keluarga Prasetyo? Ingat, keluarga saya paling dihormati di kalangan keluarga konglomerat. Jika ada yang berani mengusik maka hidup orang itu akan hancur!"

"Keluarga Prasetyo?" Fino terkekeh tipis. "Oh baik, saya ingat itu" Kata Fino.

Eca berdecak, lalu menunjuk ke depan wajah Fina. "Ingat ya pesan saya!"

Setelah itu, kasir minimarket sampai keluar dari minimarket. "Mas, ini rotinya ketinggalan"

Pada akhirnya Eca pergi dari situ, sisi lain Fino mengambil roti yang sudah dibelinya.

Tak lama kemudian, Fino kembali menjalankan sepeda motornya menuju ke sekolah.

Sampai sekolah mereka datang dengan terlambat, membuat keduanya menunggu satu pelajaran pertama selesai.

Ini hal biasa untuk Fino, tapi ini pertama kali Fina merasakan di hukum dan namanya tertulis di daftar murid yang bermasalah.

Fina tidak mempermasalahkan keterlambatan nya, ia masih kepikiran dengan ancaman yang sudah diberikan oleh Eca saat dijalan.

Sedangkan dari Fino seperti biasa yang di lakukan sebelum-sebelumnya, Ia merebahkan dirinya di lantai yang menurut nya itu sejuk. Tentunya sambil bermain ponsel hanya untuk mengirim pesan ke papahnya. *Pah, barusan keluarga Prasetyo sudah kurang ajar sama Fina, tolong lakukan sesuatu untuk mereka.*

"Kau enak sekali ya hidupnya tanpa beban, sedangkan saya gak bisa santai. Di sekolah sudah bermasalah sama Choki dan Anjani, diluar sekolah nambah Eca. Saya gak bisa hadapin semuanya" Rengek Fina lalu nangis.

Fino mendelik ke perubahan wajah Fina yang tiba-tiba menangis. Fino langsung mendekat ke sisi Fina untuk menenangkan nya. "Kamu pasti bisa hadapin semuanya"

"Kamu gak berniat menolong saya?" Tanya Fina. Berharap kalau Fino itu peka untuk menolong nya.

"Saya sudah mengancam balik wanita itu Fin, Kamu tau sendiri kan kalau saya sudah berani sumpah?" Kata Fino sekedar memastikan.

"Saya gak butuh janji-janji manis, yang saya butuhkan hanya tindakan" Rengek Fina.

"Itu kan masalah kamu, diluar kita harus jaga jarak, ingat lah perjanjian kita" Kata Fino.

"Baik" Fina mengumbar senyum kecewanya.

Fina membuang wajah dari pandangan Fino, sekaligus pindah tempat duduk. Yang intinya menjauh dari sisi Fino.

Sedangkan Fino melihat kembali layar ponsel nya yang terlihat papahnya sudah menjawab pesan. *Kurang ajar! Kamu bilang keluarga Prasetyo?*

Lantas Fino menjawab pesan itu. *Iya pah*

Tiga menit kemudian papahnya menjawab lagi. *Papa akan telepon Prasetyo, kemarin datang ke perusahaan papah mohon-mohon minta kerja sama, setelah di kasih mereka malah tidak tau diri!*

Fino langsung menjawab. *Tolong buat Eca menyesal pah karena sudah berani ngancam menantu kesayangan papah*

Pada akhirnya Fino tersenyum tipis, ia menoleh ke sisi Fina yang sudah memeluk lutut mendalami tangisan.

Fino langsung menghampiri Fina, pria itu gak tega jika melihat istrinya seperti itu. Mencoba merangkul pundak nya seraya menegakkan kepala yang masih disembunyikan pada lutut nya.

"Pergi!" Rengek Fina.

"Saya temanin kamu disini ya" Kata Fino.

Fina tiba-tiba berdiri, ia mencari tempat lainnya untuk merenungkan nasib.

**

Di jam istirahat sekolah, Anjani bersama teman sekelas nya datang ke kelas Fina.

Fina yang masih sibuk masukin buku pelajarannya ke dalam tas sampai kaget saat Anjani menggebrak meja belajarnya.

"Kau sedang kenapa bodoh!" Sewot Fina.

"Selama Fino pacaran sama saya dia berangkat sekolah gak pernah terlambat, setelah sama kamu kok dia jadi sering telat beberapa hari ini?, Pagi tadi saya lihat dari jendela kelas kamu ngajak dia bolos kan?!"

"Enggak" Jawab Fina dengan lantang.

"Jangan enggak-enggak!, saya sudah lihat dengan kepala mata saya sendiri!"

Fina bangkit dari tempat duduk. "Udah lah saya lagi malas ribut"

Di kelas itu Fino sudah pergi ke kantin, untung nya masih ada Niko yang masih sibuk mencatat tugas dari guru di papan tulis.

Sebelum terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, Niko sampai meninggalkan tempat duduknya untuk mendekat ke Anjani.

Ia mencekal tangan Anjani saat gadis itu pengen menarik rambutnya Fina. "Sudah di bilang disekolah jangan buat masalah! Kasian sama ayah kamu udah capek-capek cari uang untuk menyekolahkan kamu, kamu disekolah malah cari masalah terus!"

"Gausah sok nasehatin saya Niko!" Anjani melepas paksa cekelan tangan Niko.

"Cinta seseorang boleh, tapi jangan terobsesi juga dong" Sewot Niko.

Anjani menunjuk lurus ke arah Niko. "Kamu sok-sokan nasehatin saya, tapi kamu sendiri terobsesi dengan saya!, gak malu apa kamu jadi cowok!"

"Ikut saya!" Niko menyeret tangan Anjani untuk menjauh dari dalam kelas sembilan B.

Fina terdiam, ia merasa tindakan Niko kali ini sedang membuktikan ucapan nya saat kerja kelompok dua hari yang lalu. Memastikan kalau Anjani tidak akan mengganggu Fina di sekolah.

Anjani dibawa Niko ke tempat Fino berada, di sini Fino menopang dagu di meja makan sambil menatap kelakuan mereka yang cukup terhibur.

Niko menunjuk Fino. "Kau terobsesi dengan dia kan? Coba kau mohon kembali buat jadi pacar nya, mau gak dia?" Tanya Niko.

"Enggak" Langsung dijawab Fino.

Dengan jawaban itu, membuat Anjani spontan menghentakkan kaki nya tiga kali karena sebal. "Fin, kamu jawab jujur deh sekarang, kamu putus cuma karena mau jadian dengan Fina kan? bukan karena fokus sama ujian kelulusan sekolah kan?!" Tanya Anjani.

Fino menghela nafas sebentar. "Saya juga gak suka dengan Fina" Jawab Fino dengan wajah tenangnya.

"Terus kamu tadi pagi kenapa meluk-meluk Fina di dekat gerbang sekolah? Kalian habis bolos sekolah kan?!" Kata Anjani dengan luapan emosional nya.

"Saya dekatin Fina cuma mau bantu selesai kan masalah dengan istrinya Choki" Kata Fino.

Anjani sampai terkejut, bahkan Niko yang dari tadi menyimak juga ikutan terkejut. "Haaaah!!! masih sekolah kok nikah?" Kata Anjani.

"An, siapa yang masih sekolah sudah menikah?" Disana, Choki sampai tersinggung dengan nada bicara Anjani yang meninggi.

"Situ bertanya, situ ngerasa?" Anjani terkekeh geli. Sedangkan Fino yang kemarin-kemarin menikah dengan Fina tampak terlihat santai saja.

"Parah ya, sekolah kok nikah?" Lanjut Anjani berkata seraya menyindir Choki.

Perkataan itu sampai membuat Fino tersenyum tipis.

Choki menggebrak meja makan yang ia tempati, lalu berdiri dan mendekat ke sisi Anjani. "Stop, saya ingatkan kamu jangan buat masalah dengan saya"

Dari pada itu, Niko langsung memasang badan untuk Anjani. "Kalau kau berani menyentuh Anjani lihat apa yang akan terjadi padamu!" Ancam Niko balik.

"Oke oke!" Choki tersenyum sinis, di ancam ia tidak terima. Dengan entengnya tangan Choki menarik rambut Anjani tepat di depan Niko.

Niko mengepal tangan nya erat ketika melihat Anjani meringis kesakitan, sehingga kepalan itu mendarat tepat di rahang Choki.

Dan perkelahian hebat antara Choki dengan Niko tak terhindarkan lagi.

To be continue,

1
Queen Aisyah
dijodohin ama Fina malah sok jual mahal, maunya di jodohin sama mama ya Jan🤭
Queen Aisyah
janur kuning sudah melengkung kali An, kalau kau tau nangis pasti/Sweat/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!