NovelToon NovelToon
Devil Dragon System

Devil Dragon System

Status: sedang berlangsung
Genre:Sci-Fi / Balas Dendam / Sistem
Popularitas:203
Nilai: 5
Nama Author: BE SA

Mereka membunuhnya karena dia manusia murni.

Kesalahan terbesar yang pernah Benua Sangakama buat.

Arjuna Sasrabahu bangkit dari kematian membawa sesuatu yang jauh lebih berbahaya dari dendam, sebuah sistem kekuatan warisan naga abyss yang haus akan darah dan kekuasaan. Di dunia yang memandang ras manusia sebagai kotoran paling hina, seorang pria yang seharusnya sudah mati justru sedang menghitung satu per satu nama di daftarnya.

Tujuh prefektur. Tujuh ras. Satu manusia murni dengan kalkulasi yang tidak pernah meleset.

Pertanyaannya bukan apakah dia akan menang? Pertanyaannya adalah berapa banyak yang akan jatuh sebelum Benua Sangakama menyadari kesalahan mereka?

[Ding!]

[Devil Dragon System teraktivasi sepenuhnya. Inang diterima]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BE SA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 Sang Jendral Hydra Draconis

Arjuna melesat maju dengan Abyssal Fang berkilau merah darah di tangannya.

Fusion Mechanoid itu bergerak menyambut penuh kesiapan. Kepalan raksasanya menghantam tanah dengan tenaga yang menciptakan kawah besar seketika.

"Cannon Burst!" seru Fusion Mechanoid, meriam energi mekanis muncul dari bahu kanannya, dan melepaskan gelombang ledakan yang membakar seluruh jalanan tanah di sekitarnya.

Arjuna menggunakan lompatan instan untuk muncul di sisi kiri raksasa itu, dan melancarkan serangan singkat ke sendi bahu kirinya.

“Apakah ini kemampuanmu yang sebenarnya manusia sampah, hahaha …?” hardik Fusion Mechanoid dengan tiga suara dalam satu nada, “Sungguh sangat lemah, hahaha ….”

Abyssal Fang menyentuh celah armor selama sepersekian detik sebelum Arjuna melompat mundur. Tidak ada titik vital yang terdeteksi di sana.

“Sangat bijak sungguh sangat bijak.” Arjuna tersenyum licik, “Kau terus menutup setiap celah. Menarik, sungguh menarik.”

"Fusion Shield!" seru Fusion Mechanoid, lapisan armor tambahan muncul menutupi seluruh tubuhnya seperti benteng baja yang bergerak.

Arjuna tidak berhenti. Kakinya terus bergerak di dalam domain dengan kecepatan yang membuat Fusion Mechanoid kesulitan mengunci posisinya.

Serangan kilat ke lutut kanan, lalu serangan kilat ke punggung, setelah itu serangan kilat ke leher. Tidak ada titik vital yang muncul di manapun.

"Dia mencari titik lemah kami," desah salah satu suara dari dalam Fusion Mechanoid, tiga nada bergetar bersamaan. "Aktifkan Counter Pulse!"

Energi mekanis memancar dari seluruh permukaan armor Fusion Mechanoid, dan menciptakan medan listrik yang menyengat apapun yang menyentuh tubuhnya.

Arjuna melancarkan serangan berikutnya, tapi skill Counter Pulse itu menghantam tangannya dengan sengatan yang membakar.

Dia terhuyung satu langkah ke belakang, dan tangan kirinya mati rasa sebentar.

"Menarik," gumam Arjuna, matanya tidak berhenti memindai tubuh raksasa itu. "Mereka menutup semua celah sekaligus lagi dan lagi.”

Fusion Mechanoid mengangkat kaki raksasanya untuk menghentak tanah dengan tenaga penuh.

Gelombang kejut menyebar ke segala arah, dan memecah tanah seperti kertas basah, sehingga membuat Arjuna kehilangan pijakan selama dua detik.

"Graviton Slam!" seru Fusion Mechanoid, tangannya yang melebar menghantam ke bawah dengan energi gravitasi yang menekan seluruh area domain Arjuna.

Lutut Arjuna hampir menyentuh tanah. Matanya merah membara, dan memindai setiap inci tubuh raksasa itu tanpa berhenti.

Lalu dia melihatnya.

Satu titik cahaya biru yang berdenyut lemah di tengah dada Fusion Mechanoid, tepat di pertemuan tiga inti mekanis yang menyatu.

Titik vital tunggal dari tiga Reploid yang bergabung.

"Ditemukan," bisik Arjuna, senyuman paling berbahaya malam itu merayap di wajahnya.

Arjuna mengatur nafas dengan tubuhnya yang sedikit membungkuk, dan tangan bertumpu di lutut.

Kesan seorang petarung yang hampir kehabisan tenaga.

"Lihat itu!” desah salah satu suara dari dalam Fusion Mechanoid, tiga nada bergetar penuh kemenangan, "Manusia sampah itu mulai lelah."

"Tentu saja," timpal suara kedua, tawanya meledak mengerikan. " “Ranah Mortal Frame Realm melawan Spirit Awakening Realm. Ini bukan pertarungan, ini eksekusi, dan sama saja cari mati, hahaha …."

Arjuna tidak merespons, hanya mengangkat Abyssal Fang dengan tangan yang terlihat gemetar.

Matanya tetap memindai titik vital biru di tengah dada Fusion Mechanoid itu tanpa henti, menghitung jarak, menghitung waktu, dan menghitung celah yang sempurna.

"Sudah waktunya mengakhiri ini," geram Fusion Mechanoid, energi mekanis dari seluruh tubuhnya mengumpul ke satu titik dengan intensitas yang membuat tanah di sekitarnya retak. "Ultimate Skill: Armageddon Core Cannon!"

Tiga inti mekanis di dalam dada Fusion Mechanoid menyatu sepenuhnya, lalu memancarkan cahaya putih buta yang membakar udara di sekitarnya.

Energi yang terkumpul itu jauh melampaui semua serangan sebelumnya. Cukup untuk menghapus seluruh jalanan tanah itu dari peta Benua Sangakama.

"Mati kau, manusia sampah!" seru Fusion Mechanoid, suaranya bergema seperti kiamat yang mendekat.

Arjuna tersenyum. Bukan senyuman orang yang terpojok. Melainkan senyuman orang yang baru saja mendapatkan apa yang dia inginkan.

Saat Armageddon Core Cannon itu dilepaskan, Arjuna mengaktifkan lompatan instan, dan muncul tepat di depan dada Fusion Mechanoid dalam jarak satu jengkal.

Titik vital biru itu berdenyut tepat di hadapannya, dan terbuka lebar karena seluruh energi Fusion Mechanoid terkuras untuk melepaskan Ultimate Skill.

"Vital Strike!" seru Arjuna.

Abyssal Fang menembus tepat di titik vital itu dengan energi merah gelap menyembur masuk ke dalam tiga inti mekanis yang menyatu.

Fusion Mechanoid membeku.

"Ti-tidak mungkin.” Ketiga suara itu bergetar bersamaan, dan penuh dengan realisasi yang terlambat. "Kau berpura-pura … sejak awal …."

"Kalkulasi tidak pernah meleset," bisik Arjuna, wajahnya tepat di depan enam lensa merah yang mulai meredup. "Kalian hanya melihat apa yang ingin aku perlihatkan."

Panel hologram berkedip.

[Vital Strike mengenai inti vital Fusion Mechanoid]

[Penyerapan jantung ras Reploid dimulai]

[Kemajuan Misi Sapta Dewanata: 2/7]

Fusion Mechanoid roboh dengan suara logam yang mengguncang tanah, tubuh raksasanya terpisah kembali menjadi tiga bagian yang sudah tidak bernyawa.

Arjuna berdiri di atas puing-puing pertempuran, Gold Magna Cyborg Armor masih memancarkan aura keemasan yang megah di tengah kegelapan malam.

Matanya memindai ketiga mayat Reploid itu dengan cepat.

"Bracelet penyimpanan," gumam Arjuna, langkahnya tenang menuju mayat pertama.

Dia melepas gelang tipis dari pergelangan tangan Reploid pertama, lalu menempelkan bracelet itu ke panel sensor di pergelangan tangannya sendiri.

Cahaya biru tipis memancar dari titik kontak itu untuk memindai enkripsi keamanan bracelet dengan cepat.

Tiga detik kemudian enkripsi itu jebol, dan panel hologram kecil muncul menampilkan seluruh isi ruang penyimpanan Reploid pertama dengan detail yang presisi.

Arjuna melakukan hal yang sama pada Reploid kedua dan ketiga, proses pemindaian yang sama, hasil yang sama, cepat dan efisien tanpa sisa.

Panel hologram utama muncul di hadapannya.

[Pemindaian bracelet selesai. Total aset berhasil ditransfer]

[Total koin emas diperoleh dari tiga bracelet Reploid: 10.000.000 koin emas]

[Saldo saat ini: 10.000.000 koin emas]

Arjuna menatap angka itu sebentar.

"Cukup untuk memulai," desahnya, senyuman tipis muncul di sudut bibirnya.

Tanah bergetar. Bukan gempa, melainkan langkah-langkah teratur yang mendekat dari segala arah sekaligus.

Dari celah pepohonan, puluhan Dragonoid muncul dalam formasi tempur yang sempurna.

Tubuh humanoid mereka dibalut kombinasi sisik alami dan Dragon Cyber Armor, lembaran baja hitam yang menyatu sempurna dengan sisik keemasan dan perak mereka.  Setiap panel armor dilengkapi sensor energi yang berkedip dalam pola yang teratur.

Tombak energi emas menyala di tangan masing-masing, dan sayap membran terlipat rapi di punggung mereka dengan rangka mekanis tipis yang memperkuat setiap lipatan.

“Menarik,” batin Arjuna dengan tatapan mata santai, tetapi penuh kalkulasi.

Lalu satu sosok melangkah maju melampaui barisan.

Sisik hijau gelap berlapis ganda melapisi tubuh humanoidnya dari leher hingga kaki, pola melingkar seperti cincin Hydra yang berulang di setiap segmen tubuhnya, dan berkilau dengan cahaya bulan seperti permata yang hidup.

Dragon Cyber Armor yang dia kenakan berbeda dari prajurit di belakangnya, lebih tebal, dan lebih kompleks dengan panel hologram mini yang tertanam di bahu kiri yang terus menampilkan data medan pertempuran secara real time.

Di tangan kanannya, sebuah senjata berbentuk tombak dengan bilah energi hijau gelap yang berdenyut seperti racun yang hidup.

Matanya emas murni menatap Arjuna dengan tatapan seorang jendral yang sudah menyaksikan ribuan pertempuran.

"Manusia," ucap Dragonoid itu, suaranya berat seperti guntur yang tertahan. "Kau sudah berbuat onar di perbatasan wilayah Prefektur Draconis."

Arjuna tidak menjawab, tetapi hanya balik menatap dengan mata merah yang tidak berkedip.

"Aku adalah Jendral Harjasa dari klan Hydra …," lanjutnya, aura Void Anchoring Realm: Morning Star memancar dari tubuhnya, dan menekan seluruh area di sekitar mereka. "Ikut bersamaku, atau aku ratakan kau bersama tanah ini sekarang juga!"

1
carat28
Hai kak, boleh follback? Saya mau kirim inbox terkait penawaran kepenulisan. Terima kasih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!