NovelToon NovelToon
Di Balik Lavender Marriage

Di Balik Lavender Marriage

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Cinta Terlarang
Popularitas:881
Nilai: 5
Nama Author: Purnamanisa

‎Ren Damaris, seorang pria tampan dan sukses, memutuskan memilih Edelia Lavendra untuk dinikahi demi menjaga nama baik keluarga dan menutupi rahasia terbesar dalam hidupnya. Edelia terpaksa menerima pernikahan itu untuk membahagiakan kedua orangtuanya.

‎Tetapi setelah menikah, ‎Edelia menemukan fakta yang mencengangkan di balik pernikahannya. Meski begitu, Edelia tak bisa mengakhiri pernikahan itu begitu saja. Ada sesuatu pada diri Ren yang membuat Edelia merasa harus mempertahankan pernikahan itu.

Apa yang membuat Edelia bertahan? ‎Simak kisah selengkapnya dalam Di Balik Lavender Marriage!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Purnamanisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perkenalan Singkat

Setelah acara makan yang penuh dengan kepura-puraan yang sempurna, Lia dan Ren kembali ke kamar. Lia langsung duduk di sofa ruang tamu begitu memasuki kamar. Ren berjalan menuju bedroom sambil sibuk dengan ponselnya. Lia menatap Ren lalu kemudian menyibukkan diri dengan ponselnya juga.

Baru saja Lia asyik berselancar di media sosialnya, sebuah panggilan telepon menyerbu masuk ke ponsel Lia.

"Ya?"

"Heiho, Pengantin baru!" suara Lidia nyaring terdengar. Wajah Lia seketika berubah malas, tahu apa yang akan Lidia bicarakan saat itu.

"Gimana malam pertama?"

"Sakit kepala, pusing, dan akhirnya aku tumbang," jawab Lia sambil menyandarkan kepala dan punggungnya ke sandaran sofa.

"HAH?! Bisa gitu?" tanya Lidia tak percaya.

"Bisa lah. Itu namanya takdir," kata Lia.

"Gue yakin lo sebenernya nggak pusing kan? Lo pasti cuma pura-pura biar nggak disentuh sama Tuan Muda Es Batu itu," kata Lidia.

"Aku nggak perlu pura-pura sakit juga Tuan Muda nggak tertarik sama aku," kata Lia, membuat Ren melihat ke arah Lia yang sedang asyik menelepon.

"Eh? Kok gitu?" tanya Lidia, heran.

"Aku sih sadar diri, kalau selera Tuan Muda pasti di atas rata-rata," jawab Lia, asal. Ren mulai sedikit penasaran dengan apa yang Lia bicarakan di telepon.

"Heh! Lo tuh udah di atas rata-rata. Dia mau yang kek gimana lagi?" tanya Lidia, heran.

"Itu kan menurut kamu, Lid. Penilaian setiap orang tuh beda-beda," kata Lia.

"Baiklah, Nona Edelia Lavendra. Trus? Nggak ngapa-ngapain gitu kalian?" tanya Lidia, masih mengharapkan satu dua cerita romantis dari Lia.

"Semalem aku tidur, Lidia. Capek tau kemarin berdiri lama," kata Lia.

"Wah! Nggak seru," komentar Lidia.

"Udah ya. Aku capek," kata Lia lalu memutus sambungan teleponnya.

Lia menatap langit-langit ruang tamu kamar hotelnya. Hari ini, dia mengetahui satu fakta besar tentang suaminya yang selama ini publik duga-duga. Lia menghela nafas panjang, tanpa menyadari Ren tengah memperhatikannya dari bedroom kamar hotel.

'Wanita itu... semua sama saja... Atau mungkin... dia berbeda?'

***

"Kita check out nanti jam empat sore. Pastikan tidak ada barang Anda yang tertinggal," kata Ren pada Lia saat siang menjelang.

"Oke," jawab Lia singkat sambil sibuk membuat desain interior di tabletnya. Ren memperhatikan desain yang dibuat Lia. Lia mendongak.

"Tuan Muda butuh sesuatu?" tanya Lia. Ren sedikit terkejut.

"Anda seorang interior designer?" tanya Ren.

"Ah! Tuan Muda belum mengenal saya. Maaf, atas perkenalan diri saya yang sangat terlambat," kata Lia sambil berdiri.

"Ehem. Saya, Edelia Lavendra. Biasa dipanggil Lia. Dua puluh delapan tahun. Bekerja sebagai Lavendra Resort and Hotel manager. Interior designer hanyalah side job yang saya ambil jika saya luang. Apa lagi ya... Oh! Saya lulusan Oxford University dengan gelar Master of Professional Psychology," kata Lia sambil tersenyum. Ren terdiam.

"Mungkin Tuan Muda bisa memperkenalkan diri juga. Setidaknya sebagai pengetahuan umum seorang isteri terhadap suaminya," kata Lia. Ren menatap Lia dingin.

"Ren... Ren Damaris. Tiga puluh tahun. CEO Damaris Digital Group. Lulusan Harvard College dengan fokus studi tentang menejemen bisnis," kata Ren. Lia manggut-manggut.

"Benar-benar dipersiapkan sebagai pewaris," komentar Lia sambil kembali duduk di sofa dan sibuk dengan tabletnya.

"Desain Anda cukup bagus. Anda sama sekali tidak mengambil jurusan interior design?" tanya Ren, heran. Lia tersenyum sambil masih fokus dengan tabletnya.

"Saya sempat kuliah di dua jurusan yang berbeda —desain dan psikologi. Berat. Jadi saya harus melepas salah satu," kata Lia tanpa melepaskan fokus dari tabletnya.

"Dan Anda melepaskan desain?" tanya Ren. Lia mengangguk lalu menatap Ren.

"Mempelajari manusia ternyata lebih menarik dari menata ruang," kata Lia sambil tersenyum.

Ren tertegun. Dia tidak menyangka wanita pilihannya memiliki latar belakang yang mencengangkan. Lia kembali fokus pada desain yang dikerjakannya. Ren menatap Lia sesaat sebelum akhirnya kembali ke bedroom untuk berkemas.

'Dia... terlihat sederhana. Tapi, sepertinya, tidak sesederhana kelihatannya,'

***

Pukul 17.47. Ren dan Lia sudah memasuki sebuah unit apartemen mewah. Lia menatap sekeliling unit yang masih terlihat kosong.

"Ini... baru?" tanya Lia pada Ren. Ren mengangguk.

"Saya beli bulan lalu. Belum sempat melakukan apapun. Hanya meminta seseorang mengisinya dengan perabot yang diperlukan," kata Ren. Lia manggut-manggut sambil berjalan masuk lebih dalam ke apartemen baru mereka.

"Saya kira, kita akan tinggal di kediaman Keluarga Damaris," kata Lia.

"Saya mengajukan persyaratan ini: kalau memang menuntut saya segera menikah, saya ingin tinggal di apartemen setelah menikah," kata Ren. Lia lagi-lagi manggut-manggut.

"Nice deal. Saya jadi bebas bergerak," kata Lia sambil berhenti di depan tirai dan menyibaknya perlahan. Cahaya langit sore masuk melalui kaca jendela besar yang menghubungkan ruang tamu dengan balkon.

Lia berjalan lebih mendekat ke arah jendela, menatap matahari di ujung barat. Ren menatap wajah Lia yang terkena sinar mentari sore itu. Ren merasakan kesepian terpancar dari matanya.

"Saya rasa, saya akan menyukai tempat ini," kata Lia tiba-tiba sambil menoleh ke arah Ren.

"Syukurlah," kata Ren, dingin, lalu menuju sebuah kamar di ujung paling kanan, paling jauh dari jendela tempat Lia berdiri.

Lia kembali menatap matahari sore. Dia merasa sedikit hangat disana, meski rasa sepi masih tetap ada. Dari kamar paling ujung, Ren menatap Lia sesaat sebelum akhirnya masuk ke kamar.

Lia menghela nafas panjang. Lalu menoleh, kembali melihat ke sekeliling unit apartemen yang masih terasa "kosong". Lia tersenyum tipis lalu menuju kamar yang tak jauh dari tempatnya berdiri.

Kamar yang Lia masuki sama kosongnya dengan ruang tamu besar, dapur, dan ruang makan yang ada di luar kamar. Kamarnya hanya terdiri dari sebuah tempat tidur, meja rias dan sebuah lemari baju dari kayu dengan gaya minimalis vintage.

Lia mendudukkan dirinya di tepi tempat tidurnya, menatap ke sekeliling kamarnya yang luas, hampir seluas kamarnya di rumah. Namun, entah mengapa, rasanya begitu dingin dan sunyi.

Lia kembali menghela napas panjang. Dia memutuskan untuk merapikan baju-bajunya ke dalam lemari. Hari-harinya yang sepi tanpa ayah, mama, dan Julio akan dimulai dari hari ini. Dan dia akan hidup dengan membawa rahasia kelam suaminya.

Lia menatap jendela kaca besarnya yang menampakkan langit senja yang indah. Lia tersenyum dan menjeda aktivitas beberesnya lalu berjalan menuju jendela kaca dan menggesernya. Kamarnya memiliki balkon yang terhubung dengan balkon ruang tamu tempat Lia menatap matahari sore saat tiba di apartemen tadi.

'Aku rasa... aku akan sering menatap langit dari sini mulai sekarang,'

***

1
Nanaiko
dari awal aku slalu membayangkan visualisasi Tuan Ren ini adalah Byon woo soek pemeran utama pria di drakor Perfect Crown🤭
Purnamanisa: untuk visualisasi, author serahkan pada imajinasi reader yang budiman 😁😁
total 1 replies
Vivi Zenidar
Good Lia
Vivi Zenidar
semoga Ren sadar.. dia jatuh cinta je Lia
Vivi Zenidar
cerita menarik.... semoga akan banyak yg membaca
Purnamanisa: terimakasih kak 😊😊
total 1 replies
Nanaiko
sabar.. tunggu kelanjutannya besok sore.. sabar..
Nanaiko
Kek lagu Bang Iwan yee Bund😅
Purnamanisa: ide 🤭🤭
total 1 replies
Nanaiko
zaa ampuun🙈🙈
Nanaiko
tuh kan.. kalau baca cuma 2 episode itu kurang😅
Purnamanisa: update tiap hari kak 🤭🤭
total 1 replies
Nanaiko
nah lho..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!