NovelToon NovelToon
Younger, Yet More Mature

Younger, Yet More Mature

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Dinar

dr. Nayla Azzura percaya satu hal bahwa cinta tidak pernah benar-benar tinggal.

Menjadi salah satu saksi pernikahan orangtuanya yang hancur sejak usianya masih kecil, membuat Nayla tumbuh menjadi perempuan yang dingin, mandiri, dan sulit mempercayai siapapun. Baginya, memiliki pasangan hanya pandai memberi harapan sebelum akhirnya meninggalkan.

Sampai akhirnya sebuah tragedi kecelakaan kerja mempertemukan Nayla dengan Arsen Mahardika, pengusaha muda yang keras kepala, hangat dan yang paling mengganggu adalah usianya tiga tahun lebih muda dari Nayla.

Awalnya Nayla mengganggap semua hanya lelucon biasa, tapi bagaimana mungkin jika lelaki yang usianya lebih muda tapi pandai bicara tentang sebuah keseriusan?.

Namun Arsen berbeda, iya tidak datang membawa janji besar justru ia datang dengan sejuta kesabaran. Saat Nayla menjauh, menunggu saat Nayla merasa takut, dan membuktikan bahwa tidak semua rumah berakhir hancur.

Karena terkadang... Lelaki yang lebih muda justru lebih tahu cara men

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dinar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 - Pelan-Pelan Menjadi Tempat Pulang

Pukul 06.00 pagi langit kota masih berwarna abu muda ketika alarm kamar Nayla berbunyi, hari itu seharusnya terasa biasa saja dengan aktivitas bangun, bersiap, bekerja, pasien, operasi, dan pulang malam. Lalu tidur dengan tubuh yang terlalu lelah untuk benar-benar berpikir, karena rutinitas yang dilakukan secara berulang selama bertahun-tahun.

Namun beberapa minggu terakhir merubah hidup Nayla yang terasa sedikit berbeda, dan perbedaan itu membuat Nayla sedikit terganggu karena sebuah ketakutan dan kenyamanan yang mulai tercipta dalam dirinya. Seseorang yang terlalu sering hadir dan sulit untuk diabaikan, Arsen Mahardika.

Dddrrrrrtttt.... Dddrrrrrtttt....

Ponsel Nayla berbunyi tepat saat ia selesai bersiap dan mengikat rambutnya dengan rapih.

" Selamat Pagi, dokter Nayla 😉 apakah sudah siap untuk bekerja hari ini?"

Nayla yang merasa lega karena ternyata pesan dari Arsen sudah datang tanpa perlu ia tunggu, tapi disatu sisi egonya masih tinggi hanya bisa menghela nafasnya kecil.

" Sudah, Ar..." begitu cepat jarinya membalas pesan dari Arsen.

Ar...? Disana Arsen merasa ingin terbang, pagi-pagi mendapatkan sebuah kejutan tanpa paksaan apakah ini adalah buah dari kesabarannya selama ini.

" Ahhh anak baik, cepat turun aku sudah dibawah" balasan Arsen datang cepat juga.

Turun? Dibawah? membuat Nayla mengerutkan keningnya untuk berpikir cepat, tapi kakinya memaksa untuk melangkah.

Dddrrrrrtttt.... Dddrrrrrtttt...

" Ada apa? Kan sudah dibalas pesannya" tanpa sadar Nayla langsung mengangkat panggilan masuk.

" Selamat pagi juga dokter galak, mana panggilan barunya untuk saya?" Arsen tertawa kecil.

" Jangan bercanda, Ar" seolah magnet, Nayla langsung menjawab bahkan mengikuti permintaan Arsen untuk memanggil namanya.

" Saya didepan rumah, masa tamu dibiarin diluar sih, dok" ucap Arsen dengan nada dibuang menyedihkan.

" Hhaahhhh?" Nayla langsung berdiri menegakkan tubuhnya.

" Jangan marah dulu ya, semalam kita pulang larut jadi saya ingin menjemput dokter agar tidak kesiangan" jelas Arsen dengan nada yang terdengar tenang.

" Haaaaiiissshh... Tunggu" Nayla langsung berlari untuk turun memastikan ucapan Arsen.

" Pak Arsen..." Saat melihat Arsen benar-benar berada didepan rumahnya Nayla langsung memanggil namanya, meskipun jika boleh jujur saat ini detak jantung Nayla mendadak terasa aneh.

" Tadi enggak begitu ah manggilnya, coba ulang " jawab Arsen yang kini melangkahkan kakinya menghampiri Nayla.

" Ar, saya bisa berangkat sendiri" Nayla merasa ada yang berubah semakin merasa nyaman.

" Saya tahu, tapi saya ingin jemput dan memastikan kondisi dokter dalam keadaan baik" suara Arsen terdengar sopan ditelinga.

" Baiklah... tunggu sebentar" Nayla menghela nafasnya dalam, tidak ingin memperpanjang perdebatan pagi ini.

Lima belas menit berlalu Nayla keluar rumah, dan Arsen masih bersandar santai disamping pintu mobil. Nayla baru memastikan jika oenamp Arsen pagi ini terlihat rapih, kemeja putih dengan jam tangan sederhana seolah menambahkan nilai ketampanan yang tidak ingin ia akui.

" Sudah siap? Pamit ke Ayah dulu ya, tidak baik membawa anak gadis tanpa restu orangtua" senyuman Arsen kini terlihat lebih lebar.

" Yaudah ayo, masuk" Nayla mendesah kecil, ucapan Arsen berbeda membuat hatinya hangat, sampai-sampai ia merasa semakin sulit sekali untuk menolak seorang Arsen.

" Oalaahhh... Ini yang suka kirim makanan ya? Sekarang ada kemajuan antar jemput?" entah sejak kapan Ayahnya sudah berada diambang pintu rumahnya.

Tatapan Ayah Nayla yang kini langsung jatuh ke wajah Arsen, lalu ke Nayla dan kembali ke Arsen dengan senyuman hangat dan lembut.

" AYAHHHH..!!!" Nayla terlihat panik.

" Selamat Pagi, Om. Maaf mengganggu waktunya pagi-pagi, saya izin mengantar Nayla ke rumah sakit pagi ini" Arsen langsung maju sopan tidak lupa memberikan hormat.

" Bagus... Tolong jaga anak saya ya dia keras kepala soalnya" Ayah Nayla mengangguk kecil.

" Ayahhhhh..." rengek Nayla yang membuat Arsen malah tertawa, karena untuk pertama kalinya melihat ekspresi menggemaskan dari Nayla.

" Dengan senang hati, Om. Kalau begitu kami pamit ya Om takut telat" Arsen kembali memberikan salam hormat dengan senyuman hangat.

Jantung Nayla langsung terasa terlalu berisik, perjalanan menuju rumah sakit terasa aneh bahkan sangat aneh dari biasanya. Jika selama ini Nayla selalu sendiri, kini ada seseorang yang duduk dibalik kemudi dengan pertanyaan sesekali hanya untuk memastikan kenyamanan dirinya.

" Apakah AC terlalu dingin?"

" Mau sarapan dulu?"

" Pulang jam berapa?"

Atau diam menemani tanpa memaksa harus ada obrolan, dan anehnya tidak membuat Nayla terasa terganggu.

" dok, capek enggak?" tanya Arsen tiba-tiba.

" Pagi-pagi?" Nayla mengernyitkan keningnya heran.

" Ya siapa tahu, kan?" Arsen terkekeh kecil.

" Sedikit aja..." tanpa sadar Nayla menjawab jujur.

" Kalau capek cerita, ya. Jangan dipendem sendirian..." Arsen melirik sekilas.

Tidak banyak ucapan yang keluar dari mulut Arsen, tidak berlebihan tapi kalimat itu terasa hangat. Dan itulah yang justru membuat Nayla semakin takut.

" Bagaimana jika suatu hari nanti semua ini akan hilang?"

" Bagai jika Arsen berubah, kalau meninggalkan dirinya?"

Karena setiap perlakuan dan ungkapan kalimat yang keluar dari mulut Arsen terlalu hangat dan terlalu nyaman, itulah hal yang paling Nayla takutkan.

Kenyamanan yang bisa memberikan sebuah kemungkinan kehilangan, namun entah mengapa untuk pertama kalinya setelah waktu yang sangat lama Nayla merasa tidak terlalu sendiri didalam mobil.

1
partini
Thor kehidupan Nayla mirip Vania novel berjudul jodoh pilihan mama ibu nya kaya iblis tapi di sayang bngttttttttttttttttt sama mertuanya
Almeera: Oh ya kak? nanti aku coba mampir yaa 😍😍


Hihihi tapi Nayla ini murni karangan aku aja kak 🙏🙏🥲
total 1 replies
SANG
Lanjut dek💪👍
SANG
Semangat ya dek💪👍
partini
suami nya kelihatan kecintaan Banggt kayanya ga mungkin deh slingkuh terus ningalin
partini: iya itu,,karma ga berlaku buat dia
total 2 replies
partini
udah hempas ke laut masa lalu yg menyakitkan,move on be happy kalian berdua seorang anak perempuan butuh ayah nya untuk jadi wali nikah kan
Almeera: Setujuu kak, hidup harus terus berjalan... kalau dia aja bisa santai kita bisa lebih cerah 😍😍
total 1 replies
partini
pastinya apa karam selalu ada berbuat baik di balas baik berbuat jahat di balas jahat juga,,kau memilih yg katanya hak is ok nikmati saja sekarang,kau meninggalkan suami dan anakmu nanti nya kamu dan anakmu di tinggal suami mu selingkuh
Almeera: Kakakkk setuju setiap perbuatan akan ada balasan dari semesta 🙏🙏

Terimakasih banyak sudah mampir dan meninggalkan jejak afirmasi positifnya dikarya sederhana ini 😍😍🙏
total 1 replies
SANG
Mantap banget dek💪👍
SANG: Masama dek
total 2 replies
SANG
Keren habis deh💪👍
SANG: Iya dek Kembali kasih
total 2 replies
SANG
Sembilan belas bunga untukmu dek/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
SANG: Oke dek. 👍💪
total 2 replies
SANG
Aku fokus ya dek😄
SANG
Like iklan plus komen💪👍
SANG
Semangat ya dek💪👍
SANG
Iya, seperti itu lah
SANG
Iya ada apa
SANG
Akhirnya
SANG
Nah bingung kan
partini
ibunya kaya ga bersalah,,dasar ibu lacknat semoga kena penyakit
Almeera: Hehehe 😁😁
total 1 replies
SANG
Baya bunga se kebon untuk adek/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Almeera: thankyou kak🙏
total 1 replies
SANG
Kok bingung dek
SANG
Hadir dek👍💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!